ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hypertension is a condition in which blood pressure in the blood vessels increases continuously. Hypertension is often referred to as The Silent Killer because sufferers usually do not know that they have hypertension and only find out that they have hypertension after complications occur. People who suffer from hypertension must have knowledge including the meaning of hypertension, the causes of hypertension and the importance of taking regular medication. This study aims to determine the level of public knowledge about the use of bananas in controlling blood pressure in Sengon Karang Bantul Hamlet in February 2025.
The type of research used is observational which is descriptive. The research sample was community respondents in Sengon Karang Bantul Hamlet. The instrument used in this study was a closed questionnaire. The results of the questionnaire were analyzed to see the level of respondent knowledge.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diarrhea is a disease characterized by an increase in the frequency of bowel movements three or more times a day. Based on previous studies, it shows that the higher the level of mother's knowledge about handling diarrhea, the lower the incidence of diarrhea in toddlers. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about handling diarrhea in toddlers at the Posyandu Dusun Jebugan Tirtomulyo Kretek Bantul in February 2025.
This study is a type of descriptive observational study with saturated sampling technique. The instrument used in this study is a closed questionnaire. Respondents in this study were mothers who have toddlers aged 12-59 months as many as 58 respondents. Data analysis was carried out by assessing the questionnaire for correct answers given a score of 1 and wrong answers given a score of 0. A person's knowledge can be interpreted with a level of good, sufficient and less knowledge.
The results of this study show the characteristics of respondents based on age, the majority of respondents are 25-34 years old, namely 44 respondents (75,86%), the characteristics of respondents based on the type of work are 46 respondents (79.31%), good knowledge is 49 respondents (84.48%), sufficient knowledge is 6 respondents (10,34%) and insufficient knowledge is 3 respondents (5,18%). The conclusion of this study is that the majority of mothers have knowledge about the management of diarrhea in toddlers in the good category.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah biji pepaya memiliki kandungan kimia berupa karpain dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan kimia tersebut bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat limbah biji pepaya sebagai sabun cuci piring dengan aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian menggunakan posttest only control group design. Biji pepaya diekstraksi dengan pelarut alkohol 96% secara maserasi selama 72 jam. Hasil ekstrak dibuat sabun cuci piring. Pengujian dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan 4 kelompok, 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol yaitu sabun cuci piring ekstrak biji pepaya dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan kontrol positif menggunakan sabun cuci piring cair (sunlight). Setiap perlakuan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan uji homogenitas menggunakan Lavene’s test. Data yang terdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan uji One Way Anova dan dilakukan analisis Least Significant Difference. Data yang tidak terdistribusi normak dan tidak homogen diuji dengan Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah perubahan pola penyakit dari penyakit menular, kini beralih ke penyakit tidak menular, salah satunya diabetes melitus. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan skrining awal diabetes melitus yang berperan penting dalam mencegah kejadian komplikasi kronis dan memungkinkan penderita mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Kepuasan dapat mempengaruhi loyalitas masyarakat yang akan membentuk word of mouth sehingga menarik lebih banyak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kader dalam melakukan skrining awal diabetes melitus. Metode kegiatan ini berupa pendampingan pemeriksaan skrining awal DM yang dilakukan oleh kader dengan sasaran masyarkat sejumlah 61 orang. Dilakukan pengukuran kepuasan masyarakat menggunakan kuisioner sejumlah 13 pernyataan, selanjutnya dikategorikan tingkat kepuasannya. Hasil pendampingan menunjukkan masyarakat puas terhadap pelayanan kader dengan nilai skor rata-rata yang diperoleh yaitu 73,90%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hypertension or high blood pressure is a disease that can lead to other diseases such as stroke and coronary heart disease. One of the causes of hypertension is fluid retention, which leads to an increase in blood volume. The medication that can reduce excess body fluid is a diuretic. Avocado leaves contain flavonoids that have the potential to act as diuretics, thereby reducing blood volume. The aim of this research is to determine the formula of avocado leaf tea that has the most optimal diuretic effect. This study uses a posttest-only control group design experimental method. The treatment groups were divided into 4: a negative control group (1% Na CMC), a positive control group (Furosemide), avocado leaf tea 4 g, and avocado leaf tea 8 g in 200 ml of water, at a temperature of 100°C for 5 minutes. Observation was conducted by measuring the cumulative urine volume over 6 hours. Data analysis used the one-way ANOVA test if normally distributed and the Kruskal-Wallis test if not normally distributed, using SPSS version 26. The obtained diuretic activity is compared with the diuretic scale. The average urine volume results over 6 hours for groups I, II, III, and IV were 0.178 ml; 0.701 ml; 0.376 ml; and 1.61 ml, respectively. The results of this study indicate that avocado leaf tea infusion has the potential to act as a diuretic in male Swiss white mice. The 12 g avocado leaf tea infusion formula showed the most optimum diuretic effect (p≥ 0.05) with a strong diuretic activity of 1.654.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit diabetes melitus (DM) menjadi penyakit yang paling umum di antara 10 penyakit yang diumumkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pada tahun 2019. Prevalensi DM dapat ditekan melalui edukasi dan deteksi dini kadar gula darah. Edukasi termasuk dalam lima pilar penatalaksanaan diabetes. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui edukasi mengenai skrining awal diabetes melitus. Kegiatan dihadiri oleh 14 kader Posbindu Padukuhan Bibis, Timbulharjo, Bantul. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Hari Minggu, 9 Juni 2024 menggunakan metode kombinasi yaitu dengan pemaparan secara ceramah serta penyebaran leaflet. Hasil dari pengabdian ini terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan kader mengenai skrining awal diabetes melitus dari 69,30 menjadi 80,36. Hasil kuesioner pre-test dan post-test didapatkan perbedaan bermakna dengan nilai p value 0,000 pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan kader posbindu mengenai skrining awal diabetes melitus.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Demam terjadi pada keadaan atau suhu tubuh lebih dari normal mulai dari 37,5C. Demam pada anak dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, koma, gejala dari penyakit, bahkan demam bisa menyebabkan kematian. Kejadian ini terjadi pada rentang usia 1 bulan sampai 5 tahun. Berdasarkan WHO tahun 2020 jumlah kasus demam pada anak diseluruh dunia mencapai angka 17 juta. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam pada balita di Dusun Murangan VII Triharjo Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sampling jenuh atau sensus, dimana populasi akan dijadikan sampel semua. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuisoner tertutup untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden. Data yang diperoleh dideskripsikan sebagai penegtahuan baik, cukup, kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam di Dusun Murangan VII, Triharjo,Sleman yaitu 42 responden (52,5%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 30 responden (37,5%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 8 responden (10%) memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang. Kesimpulan dari penelitian ini mayoritas tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam yaitu dalam kategori baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Data WHO menyebutkan bahwa 700.000 kematian terjadi secara global setiap tahun sebagai akibat dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen yang resistan terhadap antimikroba. Menurut Antimicrobial Resistance Collaborators diperkirakan bakteri yang resisten bertanggung jawab langsung atas 1,27 juta kematian global pada tahun 2019 dan berkontribusi terhadap 4,95 juta kematian. Resistensi antibiotik menyebabkan lamanya waktu perawatan, biaya kesehatan yang lebih besar dan meningkatkan angka kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotika di Dusun Manggungsari, Wonokerto, Turi, Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 88 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuesioner tertutup untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden. Data yang diperoleh dideskripsikan sebagai pengetahuan baik, cukup dan kurang. Berdasarkan hasil yang diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Manggungsari, Wonokerto, Turi, Sleman sebanyak 88 responden, didapatkan 10 responden (11%) memiliki pengetahuan baik, 42 responden (48%) memiliki pengetahuan cukup dan 36 responden (41%) memiliki pengetahuan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik termasuk kategori cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan kategori diabetes terbanyak di dunia dengan persentase sebesar 90%. Persepsi yang baik menjadi suatu kunci yang dapat membuat pasien DM Tipe 2 mengonsumsi obat secara teratur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi pasien DM Tipe 2 terhadap penggunaan Obat Antidiabetik Oral (ADO) di 3 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul, yaitu Puskesmas Pleret, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Sewon 1 dengan sampel sebanyak 80 pasien prolanis DM Tipe 2. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling menggunakan kuesioner. Data persepsi dikategorikan menjadi persepsi positif dan negatif pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 60% responden mengidap DM Tipe 2 selama 0-5 tahun, serta 72,5% responden mengalami komplikasi. Hasil analisis persepsi didapatkan, sebesar 97,5% responden memiliki persepsi positif pada manfaat pengobatan, 93,75% responden memiliki persepsi positif pada tata cara konsumsi obat, 97,5% responden memiliki persepsi positif pada efek samping pengobatan, dan 90% responden memiliki persepsi positif pada dorongan konsumsi obat. Secara keseluruhan persepsi manfaat pengobatan, tata cara konsumsi obat, efek samping obat, dan dorongan konsumsi obat pada 80 responden di Puskesmas kabupaten Bantul tergolong kategori persepsi positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan diabetes melitus (DM) yang paling banyak diderita, yaitu 90-95% dari seluruh jenis DM. Kadar gula darah puasa digunakan untuk memantau kondisi gula darah pasien DM tipe 2 agar tidak terjadi komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pada pasien prolanis DM tipe 2 di 3 puskesmas Kabupaten Bantul meliputi Puskesmas Sewon 1, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Pleret dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Data yang dikumpulkan berupa kadar gula darah puasa, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendidikan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan SPSS versi 23 untuk mengetahui hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki kadar gula darah puasa tercapai sebanyak 30 (37,5%) responden, didominasi oleh perempuan sebanyak 21 (26,25%) responden, usia 22-64 tahun sebanyak 26 (32,5%) responden, status pekerjaan bekerja sebanyak 22 (27,5%) responden dan pendidikan SMP/SMA sebanyak 35 (43,75%) responden. Uji chi-square menunjukkan hasil jenis kelamin (p value = 0,283), usia (p value = 0,028), pekerjaan (p value = 0,026), dan pendidikan (p value = 0,454), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan usia dan pekerjaan dengan kadar gula darah puasa pada pasien DM tipe 2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Based on a study by Iskandar et al. (2022), 67.03% of the population purchased non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), showing that NSAIDs are relatively well known. However, these drugs carry risks of side effects. Spetaniuk et al. (2016) reported 1,460 cases of NSAID-related side effects in Ukraine in 2015 (94.4%). At Srandakan Farma Pharmacy, repeated NSAID purchases exceeding one strip and side effect complaints were also noted, yet patients continued usage.
This study aims to describe the level of patient knowledge regarding oral NSAID use at Srandakan Farma Pharmacy. It employed a descriptive observational method with purposive sampling involving 62 respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Guttman scale, where correct answers scored 1 and incorrect answers scored 0. The percentage scores were used to classify knowledge levels as good, moderate, or poor.
The results showed that 15% of patients had good knowledge, 58% moderate, and 27% poor. It can be concluded that the overall patient knowledge regarding oral NSAID use at Srandakan Farma Pharmacy falls into the moderate category.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan suatu peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Pisang ambon memiliki kandungan kalium yang tinggi sehingga baik untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Kalium memiliki efek diuretik yang dapat menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan pengeluaran natrium dan air melalui urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek diuretik pisang ambon pada tikus putih jantan galur wistar.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain penelitian post test only control group design. Sebanyak 27 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (CMC Na), kelompok kontrol positif (furosemide), dan kelompok perlakuan (pisang ambon). Pengujian efektivitas diuretik dilakukan dengan melihat volume urin dari ketiga kelompok tiap 1 jam selama 6 jam. Hasil volume urin dianalisis menggunakan Kruskal Wallis IBM SPSS Statistics versi 26 dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil rerata volume urin selama 6 jam pada kelompok I, II, dan III secara berturut-turut yaitu 4,308 ml; 37,987 ml; dan 22,059 ml. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pisang ambon memiliki efektivitas sebagai diuretik pada tikus putih jantan galur wistar dengan pemberian pisang ambon seberat 17,599 g, namun efektivitas diuretik yang dihasilkan pisang ambon tidak sekuat furosemide yang merupakan loop diuretic.
Hypertension is an increase in systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic blood pressure ≥90 mmHg. Ambon banana has a high potassium content so that is good for keeping blood pressure stable. Potassium has a diuretic effect that can lower blood pressure by increasing the excretion of sodium and water through urine. This study aims to determine the diuretic effect of ambon banana on male white rats wistar strain.
This study used an experimental method with a post test only control group design. A total of 27 male white rats wistar strain were divided into three groups: negative control group (CMC Na), positive control group (furosemide), and treatment group (ambon banana). Testing the effectiveness of diuretics was carried out by looking at the urine volume of the three groups every 1 hour for 6 hours. Urine volume results were analyzed using Kruskal Wallis IBM SPSS Statistics version 26 with 95% confidence level.
The average urine volume for 6 hours in groups I, II, and III were 4,308 ml; 37,987 ml; and 22,059 ml, respectively. The conclusion of this study is that ambon banana has effectiveness as a diuretic in male white rats wistar strain by giving 17,599 g of ambon banana, but the diuretic effectiveness of ambon banana is not as strong as furosemide which is a loop diuretic.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Brewing temperature is a critical factor that can affect the content of chemical compounds in a material including papaya leaf herbal tea. This study aims to determine the effect of different brewing temperatures on the results of phytochemical screening and KLT profile analysis of papaya leaf herbal tea. Papaya leaf symplisia was air-dried for 3x24 hours then sieved with a 40 mesh sieve, then weighed as much as 2 grams and put in a tea bag. The papaya leaf herbal tea preparation was brewed using 100 ml of water with temperature variations of 50, 70 and 90°C, allowed to stand for 5 minutes, then continued with phytochemical screening and KLT analysis. The mobile phase used was ethyl acetate:acetone: formic acid: water (14:4:1:1), silica gel GF 254 stationary phase and quercetin standard comparator. The detector used UV 254 and 366. KLT analysis by calculating the Rf value on each spot. The results showed that different brewing temperatures affected the content of active compounds in papaya leaf herbal tea. Papaya leaf herbal tea brewed at 50C contains polyphenol compounds, flavonoids, tannins, alkaloids and saponins, brewing at 70C contains polyphenol compounds, flavonoids, tannins and saponins and at 90C contains polyphenol compounds, flavonoids and tannins. The results of KLT of papaya leaf herbal tea steeping have no difference in the number of spots with different brewing temperatures. KLT results with the UV 254 detector showed there were 6 spots with Rf values between 0.05 - 0.84. In the results of KLT with UV 366 detector there are 2 spots with Rf values between 0.31 - 0.84. The Rf value of the comparator is 0.94. This study concludes that the difference in brewing temperature of papaya leaf herbal tea affects the results of phytochemical screening, but does not affect the KLT profile. Keywords: steeping, herbal tea, papaya, screening, KLT
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Binahong (Anredera Cordifolia Steen.) merupakan tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri, antiobesitas, antidiabetes dan antihiperlipidemia. Bahan pengisi yang dapat diguakan dalam pegisian kapsul adalah avicel dan pregelatinized starch. Avicel berfungsi sebagai bahan pengikat, penghancur dan pregelatinized starch berfungsi sebagai pengisi (filler), penghancur (desintegran) dan pengikat (binder). Penelitian ini dilakukan untuk menemukan formula serta mengetahui karakteristik kapsul esktrak daun binahong. Metode yang digunakan yaitu eksperimental posttest only design. Metode yang digunakan untuk ekstraksi yaitu maserasi selama 3x24jam. Etanol 96% digunakan sebagai pelarut. pelarut etanol 96%, selama 3 x 24 jam. Kapsul diformulasikan menjadi 3 formula yaitu F1 dengan konsentrasi avicel 100%, F2 konsentrasi avicel 50% pregelatinized starch 50%, F3 dengan konsentrasi pregelatinized starch 100%. Penelitian yang sebelumnya dilakukan menunjukan ekstrak daun binahong dapat dibuat menjadi sediaan kapsul. Evaluasi yang dilakukan terhadap sediaan kapsul ekstrak daun binahong menunjukan bahwa formula II hasil evaluasinya paling baik dari formula lainya. Hasil kadar lembab 4,3%, sifat alir 8,29 gram/detik. Sudut diam 27,51⁰, kompresibilitas 15,66%, waktu hancur 1,08 menit dan uji keseragaman bobot yang memenuhi standar. Berdasarkan penelitian yang telah diakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan bahan pengisi avicel dan pregelatinized sratch terhadap karakteristik fisik kapsul ekstrak daun binahong.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun binahong merupakan salah satu tanaman herbal dengan kandungan senyawa antidiabetes yang mengandung flavonoid, asam oleonat, protein, saponin, dan asam askorbat, flavonoid merupakan senyawa fenolik yang diketahui dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan meregenerasi sel β pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antidiabetes kapsul ekstrak daun binahong pada mencit jantan galur swiss yang diinduksi aloksan dengan dosis 17,5mg/KgBB. Metode penelitian ini eksperimental labroatorium dengan desain penelitian pre and post test control group design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu mencit jantan galur swiss (Mus Musculus) sebanyak 15 ekor. Analisa pengukuran data primer kadar gula darah mencit yang sudah didapat dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapsul ekstrak daun binahong dosis 17,5mg/KgBB dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit jantan galur swiss yang diinduksi aloksan. Data penurunan kadar gula darah yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan LSD. Hasil menunjukkan bahwa penurunan kadar gula darah mencit yang diberi kapsul ekstrak daun binahong dosis 17,5mg/KgBB tidak berbeda makna dengan yang diberi glibenklamid dosis 0,65mg/KgBB (sig >0,05).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Health problems that often occur include pain in the limbs. To overcome the problem of pain that often occurs in the community, analgesics can be consumed. Kin Farma Pharmacy is a pharmacy that has a neurologist's practice service. Regarding the prescription of analgesic drugs by neurologists at Kin Farma Pharmacy, it is classified as fast moving. The purpose of this study was to determine the profile of analgesic use based on neurologist prescriptions at Kin Farma Pharmacy Bantul for the period January-March 2024. The method used in this study is descriptive observational. Data collection in the form of prescriptions containing analgesics at the Kin Farma Bantul pharmacy for the period January-March 2024. The data analysis used by the researcher is descriptive by using the results of the data presented in a table about the profile of analgesic use based on neurologist prescriptions at the Kin Farma Bantul pharmacy. The profile of analgesic use at Kin Farma pharmacy in the period January- March 2024 was mostly female patients with 33 prescriptions (50.77%) and for ages 46-65 years (56.92%). The most commonly used drug name was etoricoxib with 35 prescriptions (53.85%). The highest drug class was non-opioid with 55 prescriptions (84.62%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
An unhealthy lifestyle is one of the causes of health problems. Lack of sufficient rest, infrequent exercise, and excessive consumption of unhealthy fast food can increase the risk of health disorders. A proper and healthy lifestyle significantly affects the body's health and ability to perform daily activities. One of the most common health issues nowadays is gastritis, also known as stomach ulcers or "maag." The aim of this study is to determine the level of knowledge of 10th-grade students at SMK Negeri 1 Purwosari regarding the use of antacid medications.
This study uses an observational descriptive method with a purposive sampling technique. The research was conducted at SMK Negeri 1 Purwosari with a population of 206 students and used a sample of 75 respondents. Data was collected using a questionnaire, then analyzed based on the score of each statement. The results are presented in the form of presentations interpreted in the following categories: good, sufficient, and less.
The results of the study on 75 respondents showed that the level of knowledge about the use of antacid drugs as a whole was in the good category. A total of 48 respondents (64%) had a good level of knowledge, while 15 respondents (20%) were at a sufficient level of knowledge. The remaining 12 respondents (16%), had a lack of knowledge. This data shows that most respondents have a good understanding of the use of antacid drugs
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Storage is the activity of organizing pharmaceutical supplies according to established requirements in accordance with the 2019 Technical Guidelines for Pharmaceutical Service Standards in Pharmacies. Improper storage can cause drug damage, harm the pharmacy, and endanger patient safety. This study aims to determine the appropriateness of drug storage at Beji Farma 2 Pharmacy. This research method used a descriptive observational study design with a sample of 646 drugs. Data collection used a checklist based on the 2019 Technical Guidelines for Pharmaceutical Services in Pharmacies. Data analysis was based on Drug Storage Conditions and Drug Storage Procedures at Beji Farma 2 Pharmacy. The results were then calculated and presented to categorize the implementation of drug storage compliance at the pharmacy based on very good, good, fair, poor, and very poor. The results showed that the storage evaluation system at Beji Farma 2 Pharmacy was compliant with the implementation of the drug storage system at 85.18% of 27 variables, and compliant with the storage system at 14.81% of 27 variables. The conclusion of the study at Beji Farma 2 Pharmacy was not fully in accordance with the 2019 Technical Guidelines for Pharmaceutical Standards in Pharmacies with a very good category. Keywords: Evaluation, Storage, Drugs, Pharmacy.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan Global Tuberkulosis Report 2022 yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO), Indonesia adalah negara kedua dengan penderita tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia setelah India. Di Kabupaten Bantul tepatnya daerah Banguntapan angka penderita tuberkulosis termasuk tinggi diantara beberapa daerah yang ada di Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Banguntapan I pada periode 2023-2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat analitik dengan jenis penelitian case control yang pengambilan datanya secara retrospektif. Data yang diambil adalah data sekunder yaitu data rekam medis dan resep pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Banguntapan I periode 2023-2024. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk presentase ketepatan dosis obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan TB di Puskesmas Banguntapan I pada tahap awal sebesar 91,95% dengan obat RHZE dan tahap lanjutan sebesar 8,05% dengan obat RH. Berdasarkan obat tersebut dapat disimpulkan bahwa dosis yang diberikan sudah tepat yaitu 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di Indonesia, data kasus keracunan obat dan makanan diperoleh sebanyak 1.722 kasus. Aksi pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat, melalui Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merencanakan program kampanye dengan jargon DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat). Studi pendahuluan yang dilakukan pada beberapa masyarakat Perumahan Polri didapatkan hasil, adanya beberapa warga yang belum mengetahui DAGUSIBU obat yang benar. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat di Perumahan Polri. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 80 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisa data kuantitatif secara deskriptif dengan skala pengetahuan baik, cukup, kurang. Berdasarkan hasil penelitian Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta bulan Februari 2025 didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik dengan jumlah 33 responden (41,25%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 35 responden (43,75%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 12 responden (15,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat Perumahan Polri, Daerah Istimewa Yogyakarta tentang DAGUSIBU obat dalam kategori cukup yaitu 43,75%.