ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan kategori diabetes terbanyak di dunia dengan persentase sebesar 90%. Persepsi yang baik menjadi suatu kunci yang dapat membuat pasien DM Tipe 2 mengonsumsi obat secara teratur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi pasien DM Tipe 2 terhadap penggunaan Obat Antidiabetik Oral (ADO) di 3 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul, yaitu Puskesmas Pleret, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Sewon 1 dengan sampel sebanyak 80 pasien prolanis DM Tipe 2. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling menggunakan kuesioner. Data persepsi dikategorikan menjadi persepsi positif dan negatif pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 60% responden mengidap DM Tipe 2 selama 0-5 tahun, serta 72,5% responden mengalami komplikasi. Hasil analisis persepsi didapatkan, sebesar 97,5% responden memiliki persepsi positif pada manfaat pengobatan, 93,75% responden memiliki persepsi positif pada tata cara konsumsi obat, 97,5% responden memiliki persepsi positif pada efek samping pengobatan, dan 90% responden memiliki persepsi positif pada dorongan konsumsi obat. Secara keseluruhan persepsi manfaat pengobatan, tata cara konsumsi obat, efek samping obat, dan dorongan konsumsi obat pada 80 responden di Puskesmas kabupaten Bantul tergolong kategori persepsi positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun binahong merupakan salah satu tanaman herbal dengan kandungan senyawa antidiabetes yang mengandung flavonoid, asam oleonat, protein, saponin, dan asam askorbat, flavonoid merupakan senyawa fenolik yang diketahui dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan meregenerasi sel β pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antidiabetes kapsul ekstrak daun binahong pada mencit jantan galur swiss yang diinduksi aloksan dengan dosis 17,5mg/KgBB. Metode penelitian ini eksperimental labroatorium dengan desain penelitian pre and post test control group design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu mencit jantan galur swiss (Mus Musculus) sebanyak 15 ekor. Analisa pengukuran data primer kadar gula darah mencit yang sudah didapat dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapsul ekstrak daun binahong dosis 17,5mg/KgBB dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit jantan galur swiss yang diinduksi aloksan. Data penurunan kadar gula darah yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan LSD. Hasil menunjukkan bahwa penurunan kadar gula darah mencit yang diberi kapsul ekstrak daun binahong dosis 17,5mg/KgBB tidak berbeda makna dengan yang diberi glibenklamid dosis 0,65mg/KgBB (sig >0,05).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Biji rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan alternatif pengobatan diabetes. Kandungan flavonoid dan fenolik pada biji rambutan dapat berkhasiat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetes biji rambutan dan pada dosis infusa biji rambutan yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan glibenklamid. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode true experimental design dengan pengambilan data secara pretest postest control group design. Sebanyak 20 ekor mencit yang sesuai dengan kriteria di bagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok 1 (kontrol positif) diberi suspensi glibenklamid, kelompok 2 (kontrol negatif) diberi CMC Na 1%, kelompok 3 dan 4 diberi infusa biji rambutan dosis 3 gr/KgBB dan 6 gr/KgBB secara oral. Pengambilan kadar gula darah dilakukan sebelum penginduksisan aloksan, setelah penginduksian aloksan dan setelah perlakuan. Data dianalisa menggunakan software SPSS versi 25.0 dengan taraf kepercayaan 95%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi diabetes melitus di Yogyakarta, seperti yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan, telah mencapai 4,9%. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sebanyak 29 dari 30 responden (96,7%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang DM (Diabetes Melitus). Puskesmas Kotagede I melaporkan bahwa pada bulan Oktober 2023 terdapat 249 pasien DM (Diabetes Melitus). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus terhadap penggunaan obat antidiabetes oral di Puskesmas Kotagede I Yogyakarta bulan Januari 2024. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus sejumlah 72 jiwa. Instrument yang digunakan berupa Kuesioner Tingkat Pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat deskriptif dan disajikan persentase Tingkat pengetahhuan yang dikategorikan menjadi tiga yakni, baik, cukup, kurang.