Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

561 hasil
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Pasien dI Apotek LOKAFARMA 2 Sanden Bantul Tentang Hipertensi pada Periode Desember 2025 - Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan suatu keadaan seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah prevalensi hipertensi dari ke-14 dengan jumlah 25,7% pada tahun 2013 menjadi peringkat ke-2 dengan angka prevalensi sebesar 30%. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang hipertensi pada pasien di apotek Lokafarma 2 Sanden Bantul. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling (non propability sampling) dengan pengambilan data primer yang diperoleh secara langsung dari responden penelitian berjumlah 85 responden. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan hasil dari penilaian kuesioenr akan digolongkan menjadi beberapa kategori meliputi baik, cukup, dan kategori kurang. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada pasien di apotek Lokafarma 2 menunjukan bahwa pasien memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 54,1%, pengetahuan cukup 35,3% dan 10,6% pasien masih memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai hipertensi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan pasien di apotek Lokafarma 2 tentang hipertensi masuk kedalam kategori baik. Kata Kunci: Hipertensi, Tingkat pengetahuan, Penggunaan

59 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Viskositas dan Diameter Sebar Sediaan Lotion Minyak Zaitun (Olive Oil) dengan Basis Gliseril Monostearat

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak zaitun memiliki aktivitas antioksidan dan sifat emolien yang dapat melembapkan serta melindungi kulit dari radikal bebas. Penggunaannya dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan lotion dengan menggunakan basis gliseril monostearat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah sediaan lotion minyak zaitun memenuhi persyaratan viskositas dan diameter sebar sesuai standar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan posttest only design. Sediaan dibuat dalam dua formula, yaitu F1 (lotion tanpa minyak zaitun) dan F2 (lotion dengan minyak zaitun). Pengujian diameter sebar dilakukan dengan tiga kali replikasi, sedangkan pengujian viskositas dilakukan dengan tiga kali repetisi pada setiap formula. Data dianalisis menggunakan SPSS 25 melalui uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan independent sample ttest dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter sebar F1 dan F2 masingmasing sebesar 5,58±0,13 cm dan 5,03±0,03 cm, serta viskositas sebesar 14.039 mPa’s dan 25.050 mPa’s. F1 memenuhi persyaratan viskositas dan diameter sebar, sedangkan F2 tidak memenuhi persyaratan viskositas karena melebihi batas yang ditetapkan. Penambahan minyak zaitun meningkatkan viskositas sehingga menurunkan diameter sebar. Kesimpulan Sediaan lotion minyak zaitun dengan basis gliseril monostearat memenuhi karakteristik fisik pada uji diameter sebar dan uji viskositas.

78 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Serbuk Biji Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex A.Froehner) Terhadap Homogenitas Dan Diameter Sebar Sediaan Masker Gel Peel-Off

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masker gel peel-off banyak diminati karena mudah digunakan dan memiliki banyak manfaat. Biji kopi robusta diketahui mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi sebagai bahan aktif sediaan masker gel peel-off. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk biji kopi robusta terhadap homogenitas dan diameter sebar sediaan masker gel peel-off. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan post-test only design. Sediaan masker dibuat dalam dua formula yaitu F1 tanpa serbuk dan F2 dengan serbuk biji kopi robusta kemudian dilakukan uji homogenitas dan diameter sebar. Data homogenitas dianalisis secara deskriptif. Data diameter sebar dianalisis menggunakan SPSS melalui uji normalitas dilanjutkan dengan uji lanjutan independent t-test. Hasil dari penelitian ini kedua formula sediaan masker gel peel-off memenuhi persyaratan homogen dengan tidak adanya penggumpalan, pemisahan fase, serta warna dan bentuk yang merata. Nilai diameter sebar pada beban 250 gram sebesar 5,3 cm ± 0,09 pada F1 dan 5,12 cm ± 0,04 pada F2, keduanya masih dalam rentan persyaratan 5-7 cm. Uji independent t-test menunjukkan nilai signifikansi (< 0,05). Hasil menunjukkan bahwa penambahan serbuk biji kopi robusta pada sediaan masker gel peel-off tidak berpengaruh terhadap homogenitas sediaan namun berpengaruh terhadap nilai diameter sebar.

52 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Efek Diuretik Ekstrak Etanol Daun Alpukat ( Persea americana Mill.) terhadap Mencit Putih Jantan Galur Swiss

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke dan jantung koroner, hipertensi dapat disebabkan oleh retensi cairan yang dapat meningkatkan volume darah. Penurunan volume cairan darah dapat diberikan obat yang memiliki aktivitas sebagai diuretik. Daun alpukat diketahui mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai diuretik, sehingga dapat menurunkan volume darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek diuretik dari ekstrak etanol daun alpukat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest-only control group design dengan empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok K- (CMC Na 1 %), K+ (Furosemide dosis 5,2 mg/KgBB, EEDA dosis 400 mg/KgBB dan dosis 600 mg/KgBB dengan menggunakan hewan uji mencit 24 ekor. Pengujian efek diuretik dilakukan dengan melihat volume urin kumulatif yang dihasilkan tiap 1 jam selama 6 jam. Hasil volume urin mencit dianalisis menggunakan SPSS 27 dengan taraf kepercayaan 95% dengan hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (sig0,05). Hasil rerata volume urin kumulatif kelompok K- (kontrol negatif) didapat hasil sebanyak 0,09±0,01 mL, kelompok K+ (kontrol positif) sebanyak 0,94±0,01 mL, kelompok dosis EEDA 400 mg/KgBB sebanyak 0,71±0,02 mL, dan kelompok EEDA dosis 600 mg/KgBB sebanyak 0,89±0,02 mL. Ekstrak etanol daun alpukat dosis 400 mg/KgBB dan 600 mg/KgBB memiliki efek diuretik pada mencit.

77 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Lama Bekerja terhadap Pengetahuan Tenaga Kefarmasian Tentang Pelayanan Resep di Jejaring Apotek Pasfarma Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesalahan pelayanan resep di apotek masih menjadi masalah yang sering terjadi, jumlah nya mencapai 15-25% di beberapa fasilitas apotek. Lama bekerja menjadi faktor penting yang mempengaruhi kemampuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama bekerja dengan tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep di Apotek Pasfarma. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik secara cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kefarmasian yang bekerja di Apotek Pasfarma. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 82 responden. Analisis data meliputi lama bekerja, tingkat pengetahuan dan hubungan antara lama bekerja terhadap pengetahuan tentang pelayanan resep. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hubungan antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan dianalisis menggunakan uji korelatif Spearman pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian mengenai pelayanan resep berada pada kategori baik (68,3%), cukup (23,2%), dan kurang (8,5%). Lama bekerja >3 bulan (35,4%), 12-24 bulan (46,3%) dan >24 bulan (18,3%). Pada uji hubungan (korelasi) dengan uji spearman menghasilkan tarif signifikansi p<0,001. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan pelayanan resep (p < 0,05) dengan kekuatan hubungan sedang yaitu nilai r = 0,494.

75 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Ketepatan Dosis Peresepan Obat Antihipertensi di Puskesmas Imogiri II Bantul Periode Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan tekanan darah ≥120/80 mmHg dan dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala hingga menimbulkan komplikasi pada organ vital. Penggunaan obat antihipertensi secara rasional, khususnya ketepatan dosis, sangat penting untuk mencapai keberhasilan terapi dan mencegah efek samping. Penelitian sebelumnya di Puskesmas Tilamuta menunjukkan bahwa ketepatan dosis peresepan obat antihipertensi hanya mencapai 77% (Tuloli et al., 2021). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan dosis peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Imogiri II Bantul. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif case control. Sampel berupa data rekam medis pasien hipertensi tanpa penyakit penyerta, diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta persentase, kemudian dibandingkan dengan dosis standar DIH Edisi 23 tahun 2014-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh peresepan obat antihipertensi berada dalam rentang dosis terapi yang direkomendasikan. Tingkat ketepatan dosis peresepan di Puskesmas Imogiri II Bantul mencapai 100%, menunjukkan pemenuhan prinsip penggunaan obat rasional pada aspek ketepatan dosis. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi peresepan dalam memastikan kualitas pelayanan farmasi dan keamanan terapi hipertensi.

101 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan obat yang digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat yaitu sebesar 5,43% responden memiliki pengetahuan baik, sebesar 31,27% responden memiliki pengetahuan cukup dan sebesar 63,30% responden memiliki pengetahuan kurang hal ini dapat menyebabkan resistensi antibiotic apabila tidak digunakan dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan jawaban benar atau salah. Analisis data diolah dari hasil jawaban responden digolongkan tiga kategori tingkat pengetahuan yaitu baik (75-100%), cukup (56-75%), kurang (56%). Hasil tingkat pengetahuan masyarakat kategori baik (29%), kategori cukup (47%), dan kategori kurang (24%) dari penelitian yang diperoleh tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Bulan Desember 2025. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 47%.

82 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Penggunaan Multivitamin bagi Kesehatan Tubuh di SMKN 1 Sedayu Bantul

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Belakangan ini semakin banyak remaja dan dewasa muda yang mengalami kekurangan vitamin dan mineral. Kebutuhan manusia terhadap suatu multivitamin sangat besar dikarenakan padatnya kegiatan yang dilakukan sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengkonsumsi vitamin dari buah-buahan dan sayur-sayuran secara alami. Remaja sering kali kurang menyadari pentingnya konsumsi multivitamin dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kesehatan agar lebih optimal, hal tersebut dapat terjadi salah satunya karena kurangnya pengetahuan tentang penggunaan multivitamin bagi tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang penggunaan multivitamin bagi kesehatan tubuh di SMKN 1 Sedayu Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dan diperoleh total sampel sebanyak 462 siswa yang terdiri dari siswa angkatan kelas X, XI, dan XII. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menentukan tingkat pengetahuan responden yang dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 462 responden, yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 67,3%, pengetahuan cukup sebanyak 23,4%, dan pengetahuan kurang sebanyak 9,3%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja di SMKN 1 Sedayu Bantul mengenai penggunaan multivitamin bagi kesehatan tubuh termasuk dalam kategori baik.

81 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Peresepan Obat Antidiabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode Juli-September 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalence of diabetes mellitus (DM) continues to increase both globally and nationally, including in the Special Region of Yogyakarta, which ranks second highest in Indonesia (2.9%). DM is the second most common degenerative disease after hypertension, with a total of 1,431 cases recorded at Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta during the period of July–September 2025. This study aimed to describe the prescribing pattern of antidiabetic medications in patients with type II DM at Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta during July–September 2025. The study used a descriptive observational method with a retrospective approach. The population in this study consisted of 1,431 medical records and total of 95 medical records that met the inclusion criteria were selected as samples using purposive sampling. Data were analyzed using descriptive quantitative analysis with percentage frequency distribution presented in tables to describe drug prescribing, including drug classes, drug names, and types of therapy (monotherapy and combination therapy). The results showed that the antidiabetic drug classes used at Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta during July–September 2025 were the biguanide class, metformin (55.92%), and the sulfonylurea class, glimepiride (44.08%). The monotherapy used was metformin (29.47%) and glimepiride (10.53%), combination therapy used was metformin and glimepiride (60.00%).

81 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia mencapai 6,2% atau 10,8 juta jiwa, sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 3,11%. Pengetahuan mengenai pengobatan menjadi faktor penting dalam pengendalian diabetes. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM masih rendah, dengan 55,9% termasuk dalam kategori kurang. Temuan ini menegaskan perlunya pemetaan tingkat pengetahuan pasien DM, khususnya di apotek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan pengobatan pada pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup mengenai pengetahuan pengobatan diabetes melitus. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor total, kemudian mengelompokkan tingkat pengetahuan ke dalam kategori baik (76-100%), cukup .)55%≤(لkurangَلdanَلَ,)%75–56( Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pengobatan pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta tergolong baik sebesar 55,56% dan cukup sebesar 44,44%. Pengetahuan responden berada pada kategori cukup pada aspek pengetahuan diabetes melitus (69,77%), serta baik pada aspek penatalaksanaan farmakologis (77,78%) dan nonfarmakologis (87,04%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang pengobatan diabetes melitus tipe 2 menunjukkan bahwa 55,56% responden berada pada kategori baik.

54 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang DAGUSIBU Obat Tetes Mata di Kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sediaan obat tetes mata menjadi salah satu obat yang cukup sering digunakan secara bebas oleh masyarakat. Pengetahuan yang kurang dapat menyebabkan kesalahan dalan terapi sehingga dapat membahayakan masyarakat. Gerakan keluarga sadar obat menjadi sebuah langkah kongkrit untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemilihan dan penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan gejala dapat menggagalkan terapi pada gangguan mata atau bahkan memperburuk keadaan mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai DAGUSIBU obat tetes mata di kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner tertutup yang sudah valid. Kemudian dipersentasekan menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,5% responden memiliki pengetahuan kategori baik, 38,75% cukup, dan 13,75% kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat tetes mata di Kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo yaitu dalam kategori baik sebesar 47,5%. Pengetahuan tertinggi terdapat pada pengertian DAGUSIBU, sedangkan pengetahuan terendah terdapat pada cara mendapatkan dan membuang obat tetes mata.

58 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode Juli-September Tahun 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global dan nasional. Prevalensi hipertensi di DIY tahun 2023 adalah 12,3%. Hipertensi termasuk dalam 5 kategori penyakit degeneratif dengan kasus tertinggi urutan pertama di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta pada bulan Juli-September 2025. Data yang diteliti pada bulan Juli-September 2025 adalah 100 sampel yang tertera dalam rekam medis. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menghitung persentase jenis kelamin, usia, tekanan darah, jenis terapi, golongan obat dan jenis obat hipertensi. Hasil dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang gambaran peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta terdapat pengobatan jenis terapi tunggal yang paling banyak digunakan yaitu dengan persentase 69%, sedangkan terapi kombinasi 31%. Golongan obat yang paling banyak digunakan pada terapi tunggal yaitu CCB 49% yaitu dengan jenis obat amlodipin 5 mg (29%), amlodipin 10 mg (20%), sedangkan terapi kombinasi paling banyak golongan CCB+ACEI 29% yaitu amlodipin 10 mg + lisinopril 10 mg (13%).

86 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Tradisional Sebagai Alternatif Pengobatan Di RW 08, Warungboto, Yogyakarta Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan obat tradisional di Indonesia masih dipercaya untuk mengobati berbagai penyakit. Data Riskesdas 2018 menunjukkan sebagian besar masyarakat menggunakan ramuan jadi (48,0%) dan ramuan buatan sendiri (31,8%), namun pengetahuan masih terbatas pada jamu dan belum banyak yang mengetahui obat herbal terstandar serta fitofarmaka. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap masyarakat tentang penggunaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pengambilan data secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat RW 08 warungboto, Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 91 responden. Analisa data meliputi tingkat pengetahuan, sikap, serta hubungan pengetahuan terhadap sikap penggunaan obat tradisional. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, sedang, kurang, dan sikap dikategorikan menjadi positif, negatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada SPSS versi 27. Hasil yang diperoleh dari tingkat pengetahuan dengan kategori baik sebesar 16 responden (17,58%), cukup 51 responden (56,04%), dan kurang 24 responden (26,37%). Untuk sikap responden dengan kategori positif diperoleh 42 responden (46,15%), dan negatif 49 responden (53,85%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p sebesar 0,106 (p > 0,05), yang artinya H0 diterima Ha ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap masyarakat tentang penggunaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan.

55 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Parasetamol Di Kampung Rendeng Wetan Timbulharjo Sewon Bantul Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Paracetamol Paracetamol is a fever reducing and pain relieving drug widely used because it can be obtained without a doctor's prescription with an irrational use rate of 47% in the community which risks causing liver damage. This study aims to determine the level of knowledge of Kampung Rendeng Wetan residents regarding the correct and safe use of Paracetamol. The research method used is descriptive observational with a purposive sampling technique on 71 respondents from 241 residents. Data were collected through a closed questionnaire with a scoring system of 1 for correct answers and 0 for incorrect answers, which were then grouped into good, sufficient, and poor categories. The results of the study detailed that the respondents' knowledge level fell into the good category for 55 people (77.46%) and the sufficient category for 16 people (22.54%), with no respondents in the poor category. Based on these results, it can be concluded that the level of knowledge about the use of Paracetamol in Kampung Rendeng Wetan is overall good.

92 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Penggunaan Obat Cacing pada Anak Balita di RW 08 Warungboto Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi cacing masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada anak balita. Pencegahan kecacingan melalui pemberian obat cacing memerlukan peran aktif ibu sebagai pengasuh utama, sehingga pengetahuan dan sikap ibu menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki anak balita mengenai penggunaan obat cacing di RW 08 Warungboto. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel pada penelitian ini sejumlah 60 ibu yang memiliki anak usai 12-59 bulan dengan menggunakakn teknik sampel jenuh. Analisis data meliputi karakteristik demografi, tingkat pengetahuan dengan kategori baik, cukup, dan kurang, serta sikap yang diklasifikasikan menjadi positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar 91,6%, cukup sebesar 6,7%, dan kurang sebesar 1,7%. Sementara itu, sikap ibu terhadap penggunaan obat cacing menunjukkan hasil sikap positif sebesar 30% dan sikap negatif sebesar 70%. Kesimpulan penelitian ini adalah ibu di RW 08 Warungboto mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang baik namun memiliki sikap yang negatif dalam penggunaan obat cacing pada anak balita.

83 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pegetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik Dan Obat Paten Di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penggunaan obat generik di Indonesia masih tergolong rendah, sekitar 17% dibanding obat bermerek, Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang obat generik dan obat paten sehingga timbul persepsi bahwa obat generik memiliki khasiat dan mutu lebih rendah dibandingkan obat paten. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitan yang telah dilakukan di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul menunjukan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 37%, pengetahuan cukup 36% dan 27% responden masih memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai obat generik dan obat paten. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten termasuk kedalam kategori baik hingga cukup.

53 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo Periode Bulan September-November 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian dini diseluruh dunia. Data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas adalah 30,8% dari pengukuran tekanan darah, dan 8,6% dari diagnosis dokter. Riskesdas 2023 angka kejadian hipertensi di daerah istimewa Yogyakarta mempunyai proporsi cukup besar yaitu sebanyak 31,8%. Jumlah kasus hipertensi di Kabupaten Kulon Progo mengalami peningkatan, dari 27.891 kasus pada tahun 2022 menjadi 33.985 kasus pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipetensi pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif karena pengambilan data dari rekam medis pasien hipertensi pada bulan September-November 2025 di Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif kuantitatif disajikan dengan persentase dalam bentuk tabel tentang gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran penggunaan obat hipertensi berdasarkan jenis terapi paling banyak menggunakan terapi tunggal obat amlodipine 93,02% dan captopril 5,81%, terapi kombinasi amlodipine+ lisinopril 28,57% dan amlodipine+ captopril 21,42%, Penggunaan golongan paling banyak secara tunggal CCB 93,02% dan kombinasi CCB+ACEI 49,99%. Kesimpulan penggunaan obat antihipertensi pada penelitian ini paling banyak terapi tunggal golongan CCB obat amlodipine sebesar 93,02%.

110 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penatalaksanaan Kecacingan di Dusun Jetis Tamantirto Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi kecacingan di Indonesia masih tinggi berkisar antara 40% hingga 60% untuk semua kelompok usia terutama pada kelompok anak anak usia rentan kecacingan. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing didapatkan mayoritas pengetahuan masih dalam kategori kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu di Dusun Jetis sebanyak 54 responden. Data dianalisis dengan menghitung skor tiap responden dan dihitung persentase penilaiannya untuk mengetahui pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori baik, cukup atau kurang. Tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian mengenai penyakit kecacingan dalam kategori baik sebanyak 31 responden (57,4%), kategori cukup sebanyak 18 responden (33,3%) dan kategori kurang sebanyak 5 responden (9,3%) sedangkan mengenai penatalaksanaan kecacingan dalam kategori baik sebanyak 41 responden (75,9%), kategori cukup sebanyak 10 responden (18,5%) dan kategori kurang sebanyak 3 responden (5,6%). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan termasuk dalam kategori baik dengan persentase 75,9%.

69 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail