Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: puskesmas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode Juli-September Tahun 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global dan nasional. Prevalensi hipertensi di DIY tahun 2023 adalah 12,3%. Hipertensi termasuk dalam 5 kategori penyakit degeneratif dengan kasus tertinggi urutan pertama di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta pada bulan Juli-September 2025. Data yang diteliti pada bulan Juli-September 2025 adalah 100 sampel yang tertera dalam rekam medis. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menghitung persentase jenis kelamin, usia, tekanan darah, jenis terapi, golongan obat dan jenis obat hipertensi. Hasil dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang gambaran peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta terdapat pengobatan jenis terapi tunggal yang paling banyak digunakan yaitu dengan persentase 69%, sedangkan terapi kombinasi 31%. Golongan obat yang paling banyak digunakan pada terapi tunggal yaitu CCB 49% yaitu dengan jenis obat amlodipin 5 mg (29%), amlodipin 10 mg (20%), sedangkan terapi kombinasi paling banyak golongan CCB+ACEI 29% yaitu amlodipin 10 mg + lisinopril 10 mg (13%).

86 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo Periode Bulan September-November 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian dini diseluruh dunia. Data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas adalah 30,8% dari pengukuran tekanan darah, dan 8,6% dari diagnosis dokter. Riskesdas 2023 angka kejadian hipertensi di daerah istimewa Yogyakarta mempunyai proporsi cukup besar yaitu sebanyak 31,8%. Jumlah kasus hipertensi di Kabupaten Kulon Progo mengalami peningkatan, dari 27.891 kasus pada tahun 2022 menjadi 33.985 kasus pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipetensi pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif karena pengambilan data dari rekam medis pasien hipertensi pada bulan September-November 2025 di Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif kuantitatif disajikan dengan persentase dalam bentuk tabel tentang gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Samigaluh II Kulon Progo. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran penggunaan obat hipertensi berdasarkan jenis terapi paling banyak menggunakan terapi tunggal obat amlodipine 93,02% dan captopril 5,81%, terapi kombinasi amlodipine+ lisinopril 28,57% dan amlodipine+ captopril 21,42%, Penggunaan golongan paling banyak secara tunggal CCB 93,02% dan kombinasi CCB+ACEI 49,99%. Kesimpulan penggunaan obat antihipertensi pada penelitian ini paling banyak terapi tunggal golongan CCB obat amlodipine sebesar 93,02%.

110 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Terapi Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pandak II Bantul Periode April-Agustus 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pengelolaan DM tipe II memerlukan terapi jangka panjang, salah satunya melalaui obat andiabetik oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan terapi antidiabeti pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pandak II Bantul periode April-Agustus 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pandak II dengan sampel sebanyak 80 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Data yang diperoleh berupa jenis kelamin, usia, nama obat, golongan obat dan jenis terapi, kemudian dianalisa secara deksriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang pola peresepan obat diabetes melitus tipe II di Puskemas Pandak II yaitu penggunaan obat antidiabetik yang paling banyak adalah metformin (biguanid) 52,42%, sedangkan berdasarkan jenis terapi terbanyak adalah kombinasi metformin (biguanid) dan glimepiride (sulfonilurea) sebanyak 55%

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Penggunaan Obat Antidiabetik Oral Di Puskesmas Kabupaten Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan kategori diabetes terbanyak di dunia dengan persentase sebesar 90%. Persepsi yang baik menjadi suatu kunci yang dapat membuat pasien DM Tipe 2 mengonsumsi obat secara teratur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi pasien DM Tipe 2 terhadap penggunaan Obat Antidiabetik Oral (ADO) di 3 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul, yaitu Puskesmas Pleret, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Sewon 1 dengan sampel sebanyak 80 pasien prolanis DM Tipe 2. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling menggunakan kuesioner. Data persepsi dikategorikan menjadi persepsi positif dan negatif pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 60% responden mengidap DM Tipe 2 selama 0-5 tahun, serta 72,5% responden mengalami komplikasi. Hasil analisis persepsi didapatkan, sebesar 97,5% responden memiliki persepsi positif pada manfaat pengobatan, 93,75% responden memiliki persepsi positif pada tata cara konsumsi obat, 97,5% responden memiliki persepsi positif pada efek samping pengobatan, dan 90% responden memiliki persepsi positif pada dorongan konsumsi obat. Secara keseluruhan persepsi manfaat pengobatan, tata cara konsumsi obat, efek samping obat, dan dorongan konsumsi obat pada 80 responden di Puskesmas kabupaten Bantul tergolong kategori persepsi positif.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Responden terhadap Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kabupaten Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan diabetes melitus (DM) yang paling banyak diderita, yaitu 90-95% dari seluruh jenis DM. Kadar gula darah puasa digunakan untuk memantau kondisi gula darah pasien DM tipe 2 agar tidak terjadi komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pada pasien prolanis DM tipe 2 di 3 puskesmas Kabupaten Bantul meliputi Puskesmas Sewon 1, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Pleret dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Data yang dikumpulkan berupa kadar gula darah puasa, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendidikan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan SPSS versi 23 untuk mengetahui hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki kadar gula darah puasa tercapai sebanyak 30 (37,5%) responden, didominasi oleh perempuan sebanyak 21 (26,25%) responden, usia 22-64 tahun sebanyak 26 (32,5%) responden, status pekerjaan bekerja sebanyak 22 (27,5%) responden dan pendidikan SMP/SMA sebanyak 35 (43,75%) responden. Uji chi-square menunjukkan hasil jenis kelamin (p value = 0,283), usia (p value = 0,028), pekerjaan (p value = 0,026), dan pendidikan (p value = 0,454), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan usia dan pekerjaan dengan kadar gula darah puasa pada pasien DM tipe 2.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Ketepatan Dosis Obat Antituberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Banguntapan I Periode 2023-2024

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan Global Tuberkulosis Report 2022 yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO), Indonesia adalah negara kedua dengan penderita tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia setelah India. Di Kabupaten Bantul tepatnya daerah Banguntapan angka penderita tuberkulosis termasuk tinggi diantara beberapa daerah yang ada di Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Banguntapan I pada periode 2023-2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat analitik dengan jenis penelitian case control yang pengambilan datanya secara retrospektif. Data yang diambil adalah data sekunder yaitu data rekam medis dan resep pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Banguntapan I periode 2023-2024. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk presentase ketepatan dosis obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan TB di Puskesmas Banguntapan I pada tahap awal sebesar 91,95% dengan obat RHZE dan tahap lanjutan sebesar 8,05% dengan obat RH. Berdasarkan obat tersebut dapat disimpulkan bahwa dosis yang diberikan sudah tepat yaitu 100%.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Terhadap Penggunaan Obat Anti Diabetes Di Puskesmas Kota Gede 1 Yogyakarta Bulan Juli 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di Yogyakarta, seperti yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan, telah mencapai 4,9%. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sebanyak 29 dari 30 responden (96,7%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang DM (Diabetes Melitus). Puskesmas Kotagede I melaporkan bahwa pada bulan Oktober 2023 terdapat 249 pasien DM (Diabetes Melitus). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus terhadap penggunaan obat antidiabetes oral di Puskesmas Kotagede I Yogyakarta bulan Januari 2024. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus sejumlah 72 jiwa. Instrument yang digunakan berupa Kuesioner Tingkat Pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat deskriptif dan disajikan persentase Tingkat pengetahhuan yang dikategorikan menjadi tiga yakni, baik, cukup, kurang.

25 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pola Peresepan Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode September - Desember 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Globally, hypertension is one of the most widely recognized cardiovascular diseases. According to WHO, around 8 million people per year die due to hypertension in the Southeast Asia region and the Special Region of Yogyakarta (DIY) is in 4th place as a province with quite high cases of hypertension. This study aims to determine the pattern of antihypertensive drug prescribing in hypertensive patients at the Umbulharjo I Yogyakarta Community Health Center. This research uses a descriptive observational method with retrospective data collection, where this research was carried out by collecting data from medical records of hypertensive patients at the Umbulharjo I Yogyakarta Community Health Center based on the criteria of age, gender, type of hypertension medication, class of hypertension medication and single preparations and combination. Based on the results of research that has been carried out, it is known that the pattern of drug prescribing for hypertensive patients at the Umbulharjo I Yogyakarta Community Health Center is based on gender, female (65.5%) and male (34.5%). Meanwhile, based on age, it is most often found at >65 years old (29.5%). The pattern of drug prescribing in hypertensive patients based on the most frequently used drug class is the CCB group (81.54%). The most widely used type of drug is amlodipine (81.09%) and based on the type of therapy, namely single therapy (89%) and combination therapy (11%).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Penggunaan Obat diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Minggir Sleman Periode Juni-Desember 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif dengan gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi insulin secara efektif. Prevalensi kasus penyakit Diabetes Mellitus di Daerah Istimewa Yogyakarta menempati peringkat ketiga yakni sebesar 3,1%. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui bahwa obat tunggal yang digunakan pada terapi antidiabetes mellitus yaitu Metformin 500 mg dengan persentase 32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Minggir Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif karena mengambil data dari resep pada bulan Juni – Desember 2022 di Puskesmas Minggir Sleman. Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif disajikan dengan persentase dalam bentuk diagram tentang gambaran penggunaan obat Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Minggir Sleman. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa dari 80 kasus lebih banyak usia lansia sebanyak 66% dan jenis kelamin perempuan sebanyak 59% serta gambaran penggunaan obat diabetes mellitus tipe II yaitu golongan Biguanida (Metformin) sebanyak 87,5% dan golongan Sulfonilurea (Glimepirid) sebanyak 12,5%.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pralansia Tanpa Penyakit Penyerta di Puskesmas Sewon II Bantul Periode Juni- Oktober 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The number of cases of hypertension in Bantul is 106,659 and hypertension is the first order of the top 10 diseases. Public awareness is still lacking about the use of hypertension drugs which causes drug therapy to be less than optimal. Several studies suggest that one of the factors that influence hypertension is age. This study aims to determine the pattern of use of hypertension drugs at the Sewon II Health Center, Bantul for the period June - October 2022. In this study using descriptive observational method. Where researchers collect data based on patient medical records. The population in this study was the average per month of patients undergoing treatment at the Sewon II Bantul Health Center for the period June - October 2022. The data was analyzed descriptively qualitatively based on patient characteristics and patterns of hypertension drug use and data presented in percentage form.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Penggunaan Obat Gastritis Pada Pasien Gastritis Di Puskesmas Purwosari Gunungkidul Periode Januari-Juni 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung. Persentase dari angka kejadian gastritis di Indonesia menurut WHO adalah 40,8%. Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Gunungkidul tahun 2017, gastritis merupakan 10 besar penyakit yang tercatat di sistem pencatatan dan pelaporan puskesmas sebanyak 5.763 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat gastritis di Puskesmas Purwosari Gunungkidul periode Januari-Juni 2022. Metode penelitian ini menggunakan observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dengan jumlah 110 data kasus di Puskesmas Purwosari Gunungkidul periode Januari-Juni 2022. Analisa data yang diamati, yaitu gambaran penggunaan obat gastritis. Karakteristik pasien meliputi usia dan jenis kelamin. Hasil yang diperoleh dari penelitian tentang gambaran penggunaan obat gastritis di Puskesmas Purwosari Gunungkidul menunjukkan bahwa dari 110 pasien gastritis yang paling banyak yaitu perempuan sebanyak 83 pasien (75,45%), karakteristik berdasarkan usia paling banyak pada usia dewasa yaitu 40 pasien (36,36%). Berdasarkan gambaran penggunaan obat gastritis yang banyak digunakan yaitu Antasida sebanyak 50 pasien (45,46%) dibandingkan dengan penggunaan obat ranitidin yaitu 19 pasien (17,27%) dan penggunaan obat kombinasi antara antasida + ranitidin yaitu 41 pasien (37,27%).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta Periode Agustus-Oktober Tahun 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan Riskesdes 2018 menyampaikan bahwa provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai prevalensi hipertensi mencapai 11,01 % dan menempati urutan ke-4 di Indonesia. Penelitian ini di lakukan di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta karena penyakit hipertensi menempati peringkat pertama penyakit pada tahun 2022 sebanyak 3.115 kasus, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta pada periode Agustus-Oktober tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dari resep dan rekam medik Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Data yang dipeoleh penelitian ini sejumlah 480 data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta berdasarkan jenis kelamin perempuan (66,25%) dan laki-laki (33,75%). Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, rentang usia 17-25 tahun sejumlah 0,6%, 26-35 2%, 36-45 10%, 46-55 19,4%, 56-65 33,8%, >65 34,2%. Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, rentang usia 17-25 (0,6%0, 2635 (2%), 36-46 (10%), 46-55 (19,4), 56-65 (33,8%), >65 (34,2%). Pola peresepan obat antihipertensi berdasarkan golongan obat yang paling banyak di resepkan adalah golongan CCB (71,1%). Jenis obat yang paling banyak di resepkan adalah amlodipine (72,9%) dan berdasarkan jenis terapi yaitu terapi tunggal amlodipine (83,7%) dibandingkan terapi kombinasi amlodipine+HCT (11,9%).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Bambanglipuro Periode Agustus-Desember 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi dikenal sebagai penyakit kardiovaskular yang menyebabkan kematian dini di negara maju dan ketujuh di negara berkembang. Hipertensi atau darah tinggi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah meningkat secara terus menerus hingga melebihi batas normal. Hipertensi sering disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa gejala atau keluhan. Diketahui bahwa obat tunggal yang terbanyak digunakan yaitu amlodipin 10 mg (35,3%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Bambanglipuro Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif karena mengambil data dari rekam medis pasien hipertensi yang terdiagnosis hipertensi pada bulan Agustus – Desember 2022 di Puskesmas Bambanglipuro Bantul. Data yang yang diperoleh sebanyak 98 responden. Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif disajikan dengan persentase dalam bentuk tabel tentang gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Bambanglipuro Bantul. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien terbanyak berjenis kelamin perempuan sebesar (71%), berdasarkan usia paling banyak yaitu berusia 45-65 tahun sebesar (52%). Gambaran Penggunaan obat hipertensi berdasarkan jenis obat yang paling banyak digunakan yaitu amplodipin 5 mg sebesar (91%), sedangkan golongan yang paling banyak digunakan yaitu CCB (91%).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Hipertensi di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta Periode Tahun 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan keadaan di mana suatu tekanan darah sistolik lebih tinggi atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih tinggi atau sama dengan 90 mmHg. Jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan meningkat yaitu sekitar 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Farmakoterapi hipertensi yang sering diguankan yaitu golongan diuretik (furosemide), ACE Inhibitor (captopril), ARB (candesartan), canal calsium bloker (amlodipine), dan beta-bloker (propanolol). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pola peresepan obat hipertensi di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif mengenai pola peresepan obat pasien hipertensi pada bulan Januari-Desember 2022. Data dapat dianalisis secara dekskriptif kuantitatif, hasil data disajikan dengan persentase dalam bentuk diagram tentang pola peresepan obat hipertensi di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki (29,69%) perempuan (70,31%), berdasarkan usia paling banyak yaitu usia 46-65 tahun (58,13%). Pola peresepan obat hipertensi berdasarkan jenis obat yang paling banyak diresepkan yaitu amlodipine 5 mg mencapai (81,86%), sedangkan golongan paling banyak yaitu CCB (82,19%).

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Peresepan Obat Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Imogiri I Bantul Yogyakarta Periode Agustus - Desember 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemi yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Prevalensi terjadinya penyakit diabetes mellitus di Indonesia terus meningkat serta termasuk ke dalam 10 besar penyakit di puskesmas Kabupaten Bantul. Selain itu, penyakit diabetes mellitus juga masuk ke dalam 5 besar penyakit di Puskesmas Imogiri I. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Imogiri I periode Agustus - Desember 2022.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimental dengan pengumpulan data rekam medis pasien diabetes mellitus tipe II secara retrospektif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif disajikan dengan persentase dalam bentuk diagram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes mellitus tipe II paling banyak berjenis kelamin perempuan (31%) dengan rentang usia paling banyak yaitu 46-65 tahun (57%). Gambaran peresepan obat pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Imogiri I terdiri dari penggunaan obat diabetes mellitus secara tunggal yaitu golongan biguanida (Metformin) sebanyak 95% dan golongan sulfonilurea (Glimepirid) sebanyak 5%. Dapat disimpulkan bahwa obat yang paling banyak diresepkan kepada pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Imogiri I dengan pengobatan secara tunggal adalah metformin sebanyak 95% yang termasuk ke dalam golongan biguanida.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Anti Diabetes Oral Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta Periode Agustus – Oktober 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Diabetes ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Peresepan obat anti diabetes oral pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan melihat data resep dan rekam medis pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Periode Agustus – Oktober 2022 dengan jumlah 182 sampel. Data di analisa secara deskriptif kualitatif berdasarkan karakteristik pasien dan pola peresepan serta data di sajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pola peresepan obat anti diabetes oral pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta pada periode Agustus-Oktober 2022 berdasarkan jenis kelamin lebih banyak perempuan (66%) dibandingkan laki-laki (34%). Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, yang paling banyak yaitu ≥60 tahun (57,69%). Pola peresepan obat diabetes melitus, berdasarkan jenis obat yang paling banyak yaitu metformin (57,63%) sedangkan glimepiride (42,37%), golongan yang paling banyak di resepkan adalah golongan biguanida (57,63%) dari pada golongan sulfonilurea (42,37%) dan berdasarkan jenis terapi yaitu terapi kombinasi antara golongan sulfonilurea dan biguanida lebih banyak diresepkan (58,24%) dibandingkan obat tunggal golongan biguanida (41,75%).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antidiabetik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Pandak 1 Bantul Periode Tahun 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Farmakoterapi diabetes mellitus tipe II yang sering digunakan yaitu obat golongan biguanida (Metformin), golongan sulfonilurea (Glibenklamid, glimepirid) dan golongan inhibitor α- glukosidase (Acarbose). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 Bantul periode tahun 2022. Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengambilan data rekam medis secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pandak 1 dengan sampel sebanyak 90 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampling purposive. Data yang diperoleh berupa jenis kelamin, usia, nama obat dan golongan obat, kemudian dianalisa secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk diagram. Pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 terdiri dari penggunaan obat diabetes mellitus secara tunggal yaitu metformin 500 mg sebanyak 73,33%, glimepirid 2 mg 24,45% dan glibenklamid 5 mg sebanyak 2,22%. Persentase obat golongan biguanida 73,33% dan golongan sulfonilurea 26,67%. Pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 dengan pengobatan tunggal paling banyak menggunakan obat metformin 500 mg dengan persentase sebesar 73,33% (Golongan biguanida).

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penggunaan Obat Antihiperurisemia Pada Pasien Hiperurisemia di Puskemas Gamping 1 Kabupaten Sleman Periode Januari - Desember 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi penyakit hiperurisemia di Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat dari tahun 2013 berjumlah 3,5% dan di tahun 2018 menjadi 4% berdasarkan data Riskesdas 2018. Peningkatan hiperurisemia disebabkan oleh akumulasi kristal urat di jaringan, terutama di jaringan sendi. Hiperurisemia termasuk penyakit 10 besar terbanyak di Puskesmas Gamping I Kabupaten Sleman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan obat antihiperurisemia di Puskesmas Gamping I Sleman tahun 2022. Metode dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dan teknik pengambilan sampel dengan sampel jenuh. Data yang diambil dari data resep dan rekam medis pada pasien penderita hiperurisemia di Puskesmas Gamping I tahun 2022 dengan jumlah 96 resep. Data yang disajikan meliputi karakteristik pasien (jenis kelamin dan umur), kemudian di evaluasi kerasionalannya dengan menghitung presentase tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail