Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Diabetes Melitus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Terapi Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pandak II Bantul Periode April-Agustus 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pengelolaan DM tipe II memerlukan terapi jangka panjang, salah satunya melalaui obat andiabetik oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan terapi antidiabeti pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pandak II Bantul periode April-Agustus 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pandak II dengan sampel sebanyak 80 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Data yang diperoleh berupa jenis kelamin, usia, nama obat, golongan obat dan jenis terapi, kemudian dianalisa secara deksriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang pola peresepan obat diabetes melitus tipe II di Puskemas Pandak II yaitu penggunaan obat antidiabetik yang paling banyak adalah metformin (biguanid) 52,42%, sedangkan berdasarkan jenis terapi terbanyak adalah kombinasi metformin (biguanid) dan glimepiride (sulfonilurea) sebanyak 55%

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Edukasi Skrining Awal Diabetes Melitus sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader Posbindu di Padukuhan Bibis, Timbulharjo, Bantul Bulan Juni 2024

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit diabetes melitus (DM) menjadi penyakit yang paling umum di antara 10 penyakit yang diumumkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pada tahun 2019. Prevalensi DM dapat ditekan melalui edukasi dan deteksi dini kadar gula darah. Edukasi termasuk dalam lima pilar penatalaksanaan diabetes. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui edukasi mengenai skrining awal diabetes melitus. Kegiatan dihadiri oleh 14 kader Posbindu Padukuhan Bibis, Timbulharjo, Bantul. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Hari Minggu, 9 Juni 2024 menggunakan metode kombinasi yaitu dengan pemaparan secara ceramah serta penyebaran leaflet. Hasil dari pengabdian ini terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan kader mengenai skrining awal diabetes melitus dari 69,30 menjadi 80,36. Hasil kuesioner pre-test dan post-test didapatkan perbedaan bermakna dengan nilai p value 0,000 pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan kader posbindu mengenai skrining awal diabetes melitus.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Penggunaan Obat Antidiabetik Oral Di Puskesmas Kabupaten Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan kategori diabetes terbanyak di dunia dengan persentase sebesar 90%. Persepsi yang baik menjadi suatu kunci yang dapat membuat pasien DM Tipe 2 mengonsumsi obat secara teratur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi pasien DM Tipe 2 terhadap penggunaan Obat Antidiabetik Oral (ADO) di 3 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul, yaitu Puskesmas Pleret, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Sewon 1 dengan sampel sebanyak 80 pasien prolanis DM Tipe 2. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling menggunakan kuesioner. Data persepsi dikategorikan menjadi persepsi positif dan negatif pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 60% responden mengidap DM Tipe 2 selama 0-5 tahun, serta 72,5% responden mengalami komplikasi. Hasil analisis persepsi didapatkan, sebesar 97,5% responden memiliki persepsi positif pada manfaat pengobatan, 93,75% responden memiliki persepsi positif pada tata cara konsumsi obat, 97,5% responden memiliki persepsi positif pada efek samping pengobatan, dan 90% responden memiliki persepsi positif pada dorongan konsumsi obat. Secara keseluruhan persepsi manfaat pengobatan, tata cara konsumsi obat, efek samping obat, dan dorongan konsumsi obat pada 80 responden di Puskesmas kabupaten Bantul tergolong kategori persepsi positif.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Responden terhadap Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kabupaten Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan diabetes melitus (DM) yang paling banyak diderita, yaitu 90-95% dari seluruh jenis DM. Kadar gula darah puasa digunakan untuk memantau kondisi gula darah pasien DM tipe 2 agar tidak terjadi komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pada pasien prolanis DM tipe 2 di 3 puskesmas Kabupaten Bantul meliputi Puskesmas Sewon 1, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Pleret dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Data yang dikumpulkan berupa kadar gula darah puasa, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendidikan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan SPSS versi 23 untuk mengetahui hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki kadar gula darah puasa tercapai sebanyak 30 (37,5%) responden, didominasi oleh perempuan sebanyak 21 (26,25%) responden, usia 22-64 tahun sebanyak 26 (32,5%) responden, status pekerjaan bekerja sebanyak 22 (27,5%) responden dan pendidikan SMP/SMA sebanyak 35 (43,75%) responden. Uji chi-square menunjukkan hasil jenis kelamin (p value = 0,283), usia (p value = 0,028), pekerjaan (p value = 0,026), dan pendidikan (p value = 0,454), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan usia dan pekerjaan dengan kadar gula darah puasa pada pasien DM tipe 2.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jenis Terapi Antidiabetik Oral Terhadap Kadar HbA1c Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pleret Bulan Mei 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a chronic disease caused by the pancreas's inability to produce enough insulin or effectively use the insulin produced. The prevalence of diabetes mellitus in Indonesia reaches 8.5%, with about 90% of those cases being type 2 diabetes mellitus. Oral antidiabetic therapy is the primary choice for treating type 2 diabetes. The success of this therapy can be assessed through HbA1c levels, which reflect long-term blood sugar control. This study aims to determine the effect of different types of oral antidiabetic therapy on HbA1c levels in patients with type II diabetes mellitus at Puskesmas Pleret. The research method uses an observational analytic design with a retrospective approach based on the medical records data of patients with type 2 diabetes mellitus. The population in this study consists of all medical records of prolanis patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus at Puskesmas Pleret in May 2025. Sampling was done using saturated sampling technique on 65 medical records. Data analysis included patient characteristics, use of oral antidiabetic agents, achievement of HbA1c, and the effect of oral antidiabetic agents on HbA1c using Chi-Square, in SPSS version 25 to determine the effect of the type of antidiabetic medication on HbA1c levels. The results of this study's Chi-Square test showed a significance value (2-sided) of 0.691 > 0.05. This means that there is no effect of the type of therapy on HbA1c levels in prolanis type II diabetes patients.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu-Ibu PKK Terhadap Diabetes Melitus di Kepek RT 06 Timbulharjo Sewon, Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak menular, memerlukan waktu yang lama dan proses penyembuhan dalam jangka panjang. Berdasarkan data dari International Diabetes Federation pada tahun 2021, terdapat 537 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes melitus dengan angka prevelensi sebesar 10,5% dan akan terus bertambah pada tahun 2030 dengan perkiraan 643 juta jiwa. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di urutan ketiga dengan 3,1% kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK terhadap diabetes melitus di Kepek RT 06 Timbulharjo Sewon Bantul Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Analisa data dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan kemudian diisi oleh responden yang menjadi sampel penelitian. Data yang diperoleh kemudian dihitung skor dari hasil kuesioner serta dilakukan analisa data. Jumlah responden dalam penelitian ini 60 responden. Hasil penelitian tentang gambaran tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK terhadap diabetes melitus di Kepek RT 06 Timbulharjo Sewon Bantul, sebesar 13 responden (21,67%) memiliki pengetahuan baik, 41 responden (68,33%) berpengetahuan cukup, dan 6 responden (10%) berpengetahuan kurang, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK terhadap diabetes melitus dapat dikategorikan cukup.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Penggunaan Obat Diabetes Melitus II di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Periode Juli - September 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a long-term disease that requires long-term treatment. In 2019, Indonesia ranked 7th out of 10 in the number of people with diabetes mellitus with 10.7 million people. The prevalence of diabetes mellitus cases in Yogyakarta in 2018 ranked third at 3.1%. Bethesda Lempuyangwangi Hospital diabetes mellitus ranks second out of the top ten diseases with the most cases. This study aims to determine the Drug Use Pattern of Diabetes Mellitus II at Bethesda Lempuyangwangi Hospital Yogyakarta July-September 2023 Period. This study used a descriptive observational method with retrospective data collection using prescription data and medical records of patients diagnosed with diabetes mellitus II without or with comorbidities. By calculating the percentage of descriptive quantitative research data including the number of patient names in the form of initials, patient age, gender, drug name and drug strength, drug usage rules (signa), drug class, diagnosis, type of therapy and objective data.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Terhadap Penggunaan Obat Anti Diabetes Di Puskesmas Kota Gede 1 Yogyakarta Bulan Juli 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di Yogyakarta, seperti yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan, telah mencapai 4,9%. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sebanyak 29 dari 30 responden (96,7%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang DM (Diabetes Melitus). Puskesmas Kotagede I melaporkan bahwa pada bulan Oktober 2023 terdapat 249 pasien DM (Diabetes Melitus). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus terhadap penggunaan obat antidiabetes oral di Puskesmas Kotagede I Yogyakarta bulan Januari 2024. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus sejumlah 72 jiwa. Instrument yang digunakan berupa Kuesioner Tingkat Pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat deskriptif dan disajikan persentase Tingkat pengetahhuan yang dikategorikan menjadi tiga yakni, baik, cukup, kurang.

25 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Penggunaan Insulin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Rawat Jalan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus (DM) is a condition in which the patient cannot produce enough insulin. More than 95% of DM cases are type 2 DM. One of the drugs to treat type 2 DM is insulin. Insulin is much needed by patients with type 2 DM to improve glycemic control. This study aims to determine the pattern of insulin use in outpatient type 2 DM patients at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital in 2023. The research method used was descriptive observational method with retrospective data collection on medical records of type 2 DM patients. The population in this study was all medical record data of outpatient type 2 DM patients in 2023. The sampling technique used purposive sampling. Data analysis includes patient characteristics (patient age, gender, diagnosis), and insulin use patterns (type of single/combination insulin therapy, type of insulin and insulin class).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 dan sebanyak 90% dari kasus DM di dunia adalah DM tipe 2. Pengobatan DM tipe 2 dirasa penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu terapi pengobatan DM tipe 2 yaitu dengan Obat Antidiabetik Oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antidiabetik oral pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada data rekam medis pasien DM tipe 2. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh rekam medis pasien dengan diagnosa DM tipe 2 rawat jalan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2023. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada 624 rekam medis dan Analisa data meliputi karakteristik pasien (jenis kelamin, usia) dan pola penggunaan antidiabetik oral (jenis terapi, jenis obat, golongan obat).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penanganan Diabetes Melitus di Dusun Karen RT 04 Kretek Bantul Yogyakarta Bulan Januari 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTI SARI Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kondisi metabolik yang terdiri dari berbagai penyebab dan ditandai dengan tingginya tingkat glukosa dalam darah, serta mengalami gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein karena kekurangan fungsi insulin.Di Kabupaten Bantul, pravelensi Diabetes Melitus sebesar 2,57% yang menjadi peringkat ke dua di provinsi Yogyakarta (Riskesdas,2018). Penyakit diabetes melitus dapat di sebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor genetik, faktor usia, banyak makan gula, kelebihan berat badan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahun masyarakat tentang penanganan diabetes melitus di Dusun Karen. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel adalah masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit diabetes melitus di Dusun Karen RT 04 Kretek Bantul sejumlah 51 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner tertutup mengenai tingkat pengetahuan masyarakat tentang penanganan Diabetes Melitus. Analisa dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase, kemudian dikategorikan menjadi tingkat pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Penelitian tentang tingkat pengetahuan masyarakat tentang penanganan diabetes melitus melitus di Dusun Karen RT 04 dengan kategori baik dengan persentase 80,40 %, cukup 17,64% dan kurang 1,96%. Kesimpulan pada penelitian ini tingkat pengetahuan masyarakat dengan ketegori baik. ABSTRACK Diabetes mellitus (DM) is a metabolic condition consisting of various causes and is characterized by high levels of glucose in the blood, as well as disturbances in carbohydrate, lipid, and protein metabolism due to lack of insulin function. In Bantul Regency, the prevalence of Diabetes Mellitus is 2.57%, which is ranked second in the province of Yogyakarta (Riskesdas, 2018). Diabetes mellitus can be caused by several factors such as genetic factors, age factors, eating lots of sugar, being overweight. The purpose of this study was to determine the level of community knowledge about diabetes mellitus management in Karen Hamlet. This type of research is descriptive research. The sample is people who have risk factors for diabetes mellitus in Karen Hamlet RT 04 Kretek Bantul, a total of 51 respondents. The instrument used was a closed questionnaire regarding the level of community knowledge about the management of Diabetes Mellitus. Analysis was carried out descriptively and presented in the form of percentages, then categorized into good, sufficient, and insufficient knowledge levels. Research on the level of community knowledge about the management of diabetes mellitus mellitus in Dusun Karen RT 04 with a good category with a percentage of 80,40%, enough 17,64% and less 1.96%. The conclusion in this study is that the level of community knowledge is good.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta Periode Oktober-November 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by high blood sugar levels due to impaired insulin secretion. The prevalence of diabetes mellitus based on a doctor's diagnosis in residents aged ≥ 15 years in the Special Region of Yogyakarta in 2018 was 3.1%. This study aims to determine the pattern of prescribing antidiabetic drugs in patients with type 2 diabetes mellitus at the Tegalrejo Health Center Yogyakarta including patient characteristics, type of antidiabetic, antidiabetic class, and dosage suitability based on Perkeni 2021. This research is an analytic observational study with retrospective data collection on prescriptions for type 2 diabetes mellitus patients in October-November 2022 at the Tegalrejo Health Center, Yogyakarta. The sample in this study was 85 recipes, using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using quantitative data, the data will be displayed in the form of tables. The results and conclusions in the study at the Tegalrejo Health Center in Yogyakarta were that the characteristics of type 2 diabetes mellitus patients were mostly women (77.7%) with the most age > 65 years (47.1%). The most frequent diagnosis of type 2 diabetes mellitus patients with comorbidities was 84.7%. The most widely used antidiabetic is Metformin (66.4%) which is a biguanide group. The appropriate dose for anti-diabetic drugs is 100% correct according to the Perkeni 2021.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Anti Diabetes Oral Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta Periode Agustus – Oktober 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Diabetes ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Peresepan obat anti diabetes oral pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan melihat data resep dan rekam medis pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Periode Agustus – Oktober 2022 dengan jumlah 182 sampel. Data di analisa secara deskriptif kualitatif berdasarkan karakteristik pasien dan pola peresepan serta data di sajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pola peresepan obat anti diabetes oral pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta pada periode Agustus-Oktober 2022 berdasarkan jenis kelamin lebih banyak perempuan (66%) dibandingkan laki-laki (34%). Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, yang paling banyak yaitu ≥60 tahun (57,69%). Pola peresepan obat diabetes melitus, berdasarkan jenis obat yang paling banyak yaitu metformin (57,63%) sedangkan glimepiride (42,37%), golongan yang paling banyak di resepkan adalah golongan biguanida (57,63%) dari pada golongan sulfonilurea (42,37%) dan berdasarkan jenis terapi yaitu terapi kombinasi antara golongan sulfonilurea dan biguanida lebih banyak diresepkan (58,24%) dibandingkan obat tunggal golongan biguanida (41,75%).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail