Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

101 hasil
Subjek: Pengetahuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Lama Bekerja terhadap Pengetahuan Tenaga Kefarmasian Tentang Pelayanan Resep di Jejaring Apotek Pasfarma Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesalahan pelayanan resep di apotek masih menjadi masalah yang sering terjadi, jumlah nya mencapai 15-25% di beberapa fasilitas apotek. Lama bekerja menjadi faktor penting yang mempengaruhi kemampuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama bekerja dengan tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep di Apotek Pasfarma. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik secara cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kefarmasian yang bekerja di Apotek Pasfarma. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 82 responden. Analisis data meliputi lama bekerja, tingkat pengetahuan dan hubungan antara lama bekerja terhadap pengetahuan tentang pelayanan resep. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hubungan antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan dianalisis menggunakan uji korelatif Spearman pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian mengenai pelayanan resep berada pada kategori baik (68,3%), cukup (23,2%), dan kurang (8,5%). Lama bekerja >3 bulan (35,4%), 12-24 bulan (46,3%) dan >24 bulan (18,3%). Pada uji hubungan (korelasi) dengan uji spearman menghasilkan tarif signifikansi p<0,001. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan pelayanan resep (p < 0,05) dengan kekuatan hubungan sedang yaitu nilai r = 0,494.

75 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan obat yang digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat yaitu sebesar 5,43% responden memiliki pengetahuan baik, sebesar 31,27% responden memiliki pengetahuan cukup dan sebesar 63,30% responden memiliki pengetahuan kurang hal ini dapat menyebabkan resistensi antibiotic apabila tidak digunakan dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan jawaban benar atau salah. Analisis data diolah dari hasil jawaban responden digolongkan tiga kategori tingkat pengetahuan yaitu baik (75-100%), cukup (56-75%), kurang (56%). Hasil tingkat pengetahuan masyarakat kategori baik (29%), kategori cukup (47%), dan kategori kurang (24%) dari penelitian yang diperoleh tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Bulan Desember 2025. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 47%.

82 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Penggunaan Multivitamin bagi Kesehatan Tubuh di SMKN 1 Sedayu Bantul

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Belakangan ini semakin banyak remaja dan dewasa muda yang mengalami kekurangan vitamin dan mineral. Kebutuhan manusia terhadap suatu multivitamin sangat besar dikarenakan padatnya kegiatan yang dilakukan sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengkonsumsi vitamin dari buah-buahan dan sayur-sayuran secara alami. Remaja sering kali kurang menyadari pentingnya konsumsi multivitamin dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kesehatan agar lebih optimal, hal tersebut dapat terjadi salah satunya karena kurangnya pengetahuan tentang penggunaan multivitamin bagi tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang penggunaan multivitamin bagi kesehatan tubuh di SMKN 1 Sedayu Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dan diperoleh total sampel sebanyak 462 siswa yang terdiri dari siswa angkatan kelas X, XI, dan XII. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menentukan tingkat pengetahuan responden yang dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 462 responden, yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 67,3%, pengetahuan cukup sebanyak 23,4%, dan pengetahuan kurang sebanyak 9,3%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja di SMKN 1 Sedayu Bantul mengenai penggunaan multivitamin bagi kesehatan tubuh termasuk dalam kategori baik.

81 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia mencapai 6,2% atau 10,8 juta jiwa, sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 3,11%. Pengetahuan mengenai pengobatan menjadi faktor penting dalam pengendalian diabetes. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM masih rendah, dengan 55,9% termasuk dalam kategori kurang. Temuan ini menegaskan perlunya pemetaan tingkat pengetahuan pasien DM, khususnya di apotek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan pengobatan pada pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup mengenai pengetahuan pengobatan diabetes melitus. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor total, kemudian mengelompokkan tingkat pengetahuan ke dalam kategori baik (76-100%), cukup .)55%≤(لkurangَلdanَلَ,)%75–56( Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pengobatan pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta tergolong baik sebesar 55,56% dan cukup sebesar 44,44%. Pengetahuan responden berada pada kategori cukup pada aspek pengetahuan diabetes melitus (69,77%), serta baik pada aspek penatalaksanaan farmakologis (77,78%) dan nonfarmakologis (87,04%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang pengobatan diabetes melitus tipe 2 menunjukkan bahwa 55,56% responden berada pada kategori baik.

54 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang DAGUSIBU Obat Tetes Mata di Kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sediaan obat tetes mata menjadi salah satu obat yang cukup sering digunakan secara bebas oleh masyarakat. Pengetahuan yang kurang dapat menyebabkan kesalahan dalan terapi sehingga dapat membahayakan masyarakat. Gerakan keluarga sadar obat menjadi sebuah langkah kongkrit untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemilihan dan penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan gejala dapat menggagalkan terapi pada gangguan mata atau bahkan memperburuk keadaan mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai DAGUSIBU obat tetes mata di kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner tertutup yang sudah valid. Kemudian dipersentasekan menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,5% responden memiliki pengetahuan kategori baik, 38,75% cukup, dan 13,75% kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat tetes mata di Kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo yaitu dalam kategori baik sebesar 47,5%. Pengetahuan tertinggi terdapat pada pengertian DAGUSIBU, sedangkan pengetahuan terendah terdapat pada cara mendapatkan dan membuang obat tetes mata.

58 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Tradisional Sebagai Alternatif Pengobatan Di RW 08, Warungboto, Yogyakarta Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan obat tradisional di Indonesia masih dipercaya untuk mengobati berbagai penyakit. Data Riskesdas 2018 menunjukkan sebagian besar masyarakat menggunakan ramuan jadi (48,0%) dan ramuan buatan sendiri (31,8%), namun pengetahuan masih terbatas pada jamu dan belum banyak yang mengetahui obat herbal terstandar serta fitofarmaka. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap masyarakat tentang penggunaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pengambilan data secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat RW 08 warungboto, Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 91 responden. Analisa data meliputi tingkat pengetahuan, sikap, serta hubungan pengetahuan terhadap sikap penggunaan obat tradisional. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, sedang, kurang, dan sikap dikategorikan menjadi positif, negatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada SPSS versi 27. Hasil yang diperoleh dari tingkat pengetahuan dengan kategori baik sebesar 16 responden (17,58%), cukup 51 responden (56,04%), dan kurang 24 responden (26,37%). Untuk sikap responden dengan kategori positif diperoleh 42 responden (46,15%), dan negatif 49 responden (53,85%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p sebesar 0,106 (p > 0,05), yang artinya H0 diterima Ha ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap masyarakat tentang penggunaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan.

55 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Penggunaan Obat Cacing pada Anak Balita di RW 08 Warungboto Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi cacing masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada anak balita. Pencegahan kecacingan melalui pemberian obat cacing memerlukan peran aktif ibu sebagai pengasuh utama, sehingga pengetahuan dan sikap ibu menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki anak balita mengenai penggunaan obat cacing di RW 08 Warungboto. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel pada penelitian ini sejumlah 60 ibu yang memiliki anak usai 12-59 bulan dengan menggunakakn teknik sampel jenuh. Analisis data meliputi karakteristik demografi, tingkat pengetahuan dengan kategori baik, cukup, dan kurang, serta sikap yang diklasifikasikan menjadi positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar 91,6%, cukup sebesar 6,7%, dan kurang sebesar 1,7%. Sementara itu, sikap ibu terhadap penggunaan obat cacing menunjukkan hasil sikap positif sebesar 30% dan sikap negatif sebesar 70%. Kesimpulan penelitian ini adalah ibu di RW 08 Warungboto mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang baik namun memiliki sikap yang negatif dalam penggunaan obat cacing pada anak balita.

83 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pegetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik Dan Obat Paten Di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penggunaan obat generik di Indonesia masih tergolong rendah, sekitar 17% dibanding obat bermerek, Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang obat generik dan obat paten sehingga timbul persepsi bahwa obat generik memiliki khasiat dan mutu lebih rendah dibandingkan obat paten. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitan yang telah dilakukan di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul menunjukan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 37%, pengetahuan cukup 36% dan 27% responden masih memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai obat generik dan obat paten. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten termasuk kedalam kategori baik hingga cukup.

53 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penatalaksanaan Kecacingan di Dusun Jetis Tamantirto Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi kecacingan di Indonesia masih tinggi berkisar antara 40% hingga 60% untuk semua kelompok usia terutama pada kelompok anak anak usia rentan kecacingan. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing didapatkan mayoritas pengetahuan masih dalam kategori kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu di Dusun Jetis sebanyak 54 responden. Data dianalisis dengan menghitung skor tiap responden dan dihitung persentase penilaiannya untuk mengetahui pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori baik, cukup atau kurang. Tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian mengenai penyakit kecacingan dalam kategori baik sebanyak 31 responden (57,4%), kategori cukup sebanyak 18 responden (33,3%) dan kategori kurang sebanyak 5 responden (9,3%) sedangkan mengenai penatalaksanaan kecacingan dalam kategori baik sebanyak 41 responden (75,9%), kategori cukup sebanyak 10 responden (18,5%) dan kategori kurang sebanyak 3 responden (5,6%). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan termasuk dalam kategori baik dengan persentase 75,9%.

69 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Tentang DAGUSIBU Antibiotik pada Ibu-Ibu PKK di Padukuhan Gunung Gebang Kecamatan Prambanan

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

In Indonesia, infectious diseases are a major health problem due to their high prevalence of 40%-60%. Antibiotic are a class of drugs used to treat infectious diseases. Antibiotics are administered to patients with infectious diseases to inhibit the growth of or kill organisms, particularly disease-causing bacteria. The DAGUSIBU concept was developed as an effort to improve rational antibiotic use. This study aimed to assess the level of knowledge of PKK mothers regarding the application of DAGUSIBU antibiotic. This research method is descriptive observational using a saturated sample of 45 respondents. Data collection was carried out using a validated closed questionnaire. Data was analyzed based on the percentage of correct answers, then the level of knowledge was categorized into good, sufficient and poor. The results obtained on the level of knowledge about DAGUSIBU antibiotics among PKK mothers in Gunung Gebang Hamlet show that the level of knowledge of PKK mothers about DAGUSIBU antibiotics is in the good category for 13 respondents (28.89%), the sufficient category for 30 respondents (66.67%), and the poor category for 2 respondents (4.45%). Therefore, it can be concluded that the level of knowledge about DAGUSIBU antibiotics among PKK mothers in Gunung Gebang Hamlet is in the sufficient category.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Pasien Terhadap Penatalaksanaan Terapi Diare Pada Anak Di Apotek Dani's Farma Moyudan, Sleman Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kejadian diare lebih 10 juta anak berusia kurang 5 tahun meninggal setiap tahunnya karena infeksi diare. Berdasarkan penelitian menunjukkan semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan diare maka semakin rendah kejadian diare pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan terapi diare pada anak di Apotek Dani’s Farma Moyudan, Sleman bulan Desember 2025. Metode penelitian ini secara observasional yang bersifat deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner tertutup. Populasi dalam penelitian menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 61 responden yang melakukan swamedikasi. Analisis data dilakukan dengan penilaian kuesioner untuk menjawab benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0. Pengetahuan seseorang dapat diinterpretasikan dengan tingkat pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan terapi diare pada anak di Apotek Dani’s Farma yaitu dengan usia 36-45 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SMA sederajat, dan pekerjaan paling banyak adalah ibu rumah tangga. Kesimpulan pada penelitian ini tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan terapi diare pada anak di Apotek Dani’s Farma dalam kategori baik 40 responden (65,57%), cukup sebanyak 15 responden (24,59%), dan kurang sebanyak 6 responden (9,84%).

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Pasien terhadap Swamedikasi Batuk di Apotek Azzam Farma 2 Sentolo, Kulon Progo Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Batuk merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat dan dianggap ringan. Menurut data statistik dari Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta tahun 2021 terdapat lebih dari 35% penderita batuk di daerah Kulon Progo dan Bantul. Batuk merupakan salah satu keluhan yang sering ditangani dengan swamedikasi, namun kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis batuk dan pemilihan obat yang tepat dapat menimbulkan risiko kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat deskriptif, dengan kuisioner tertutup. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu Purposive sampling. Sampel penelitian ini merupakan pasien swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2 dengan jumlah 80 responden. Data dianalisis secara deskriptif dengan kategori pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang melakukan swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2 yaitu dengan usia 20 – 44 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SMA/SMK/Sederajat, dan pekerjaan paling banyak adalah ibu rumah tangga. Kesimpulan pada penelitian ini tingkat pengetahuan pasien terhadap swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2 dalam kategori baik sebanyak 44 responden (55%), cukup sebanyak 36 responden (45%), dan tidak terdapat responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak Gari Wonosari Gunungkidul bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat secara rasional dan benar. Hasil penyuluhan yang dilakukan Zakaria dkk., (2022) menunjukkan bahwa adanya peningkatan persen pengetahuan masyarakat dari penjelasan yang telah diberikan oleh penyuluh. Pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan terhadap “Dapatkan obat yang benar” meningkat sebesar 88%, “Gunakan obat yang benar” sebesar 88,8%, “Simpan obat yang benar” sebesar 80% dan “Buang obat dan benar” sebesar 85,6%.Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 85 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisoner tertutup yang telah di validasi. Analisis data diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian tingkat pengetahuan DAGUSIBU masyarakat di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul memiliki tingkat pengetahuan yang “Baik” dimana dari 85 responden sebanyak 62 responden (72,94%) berpengetahuan baik, 17 responden (20%) berpengetahuan cukup, 6 responden (7,05%) berpengetahuan kurang.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Anemia pada Siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari Gunungkidul Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia menjadi salah satu negara berkembang dengan pravelensi anemia yang tinggi. Angka kejadian anemia pada remaja putri di negara Inonesia berjumlah 30,6%. Pengetahuan anemia diharapkan dapat mencegah anemia pada remaja putri hal ini perlu dilakukan penelitian mengenai anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan anemia pada siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional yang bersifat deskriptif dengan teknik sampling jenuh. Sampel yang digunakan adalah sampling jenuh sejumlah seluruh populasi. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner tertutup yang sudah divalidasi. Analisa data menggunakan analisis kuantitatif, berdasarkan hasil kuesioner yang telah dikumpulkan dengan memberikan nilai persentase pengetahuan dari jawaban setiap butir soal yang telah dijawab oleh responden dengan kategori persentase baik, cukup dan kurang. Hasil yang diperoleh tentang tingkat pengetahuan anemia pada siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswi kategori baik 14,29%, kategori cukup 70,13%, kategori kurang 15,58%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang anemia pada siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari sebagian besar memiliki kategori cukup.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Untuk Pencegahan Anemia Di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan menurunnya jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah sehingga kemampuan darah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh menjadi berkurang yang sering dialami oleh remaja putri akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Upaya pencegahan anemia dikalangan remaja putri dilakukan melalui program pemberian TTD secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan simple random sampling atau pengambilan sampel secara acak dari 5 dusun yang ada di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui proses validasi. Hasil jawaban responden kemudian diolah dengan menghitung persentase jawaban benar, selanjutnya tingkat pengetahuan diklasifikasi ke dalam tiga kategori, yaitu baik, cukup, kurang. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu remaja putri yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 46 (61,3%) responden, pengetahuan cukup sebanyak 27 (36%) responden, dan pengetahuan kurang sebanyak 2 (2,7%) responden. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia adalah baik.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta pada Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di Indonesia, data kasus keracunan obat dan makanan diperoleh sebanyak 1.722 kasus. Aksi pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat, melalui Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merencanakan program kampanye dengan jargon DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat). Studi pendahuluan yang dilakukan pada beberapa masyarakat Perumahan Polri didapatkan hasil, adanya beberapa warga yang belum mengetahui DAGUSIBU obat yang benar. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat di Perumahan Polri. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 80 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisa data kuantitatif secara deskriptif dengan skala pengetahuan baik, cukup, kurang. Berdasarkan hasil penelitian Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta bulan Februari 2025 didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik dengan jumlah 33 responden (41,25%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 35 responden (43,75%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 12 responden (15,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat Perumahan Polri, Daerah Istimewa Yogyakarta tentang DAGUSIBU obat dalam kategori cukup yaitu 43,75%.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Siswa tentang Bahaya Sinar UV dan Peran Sunscreen di Kelas XI SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ultraviolet (UV) rays are included in the category of carcinogens that can cause various adverse effects, such as redness of the skin, burning sensation (sunburn), decreased skin elasticity, and the potential to trigger the development of skin cancer. Sunscreen or sunscreen is a product that can be used to protect the skin from UV radiation because these rays can damage the skin. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of students at SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul regarding the dangers of UV rays and the role of sunscreen. This study employed a descriptive observational method. The sampling technique employed purposive sampling. Data analysis utilized a validated questionnaire completed by the respondents. The sample size was 80 respondents, using Slovin's calculations. The data obtained were then scored based on the questionnaire results. Based on the results of the research that has been conducted, it can be concluded that the level of student knowledge about the dangers of UV rays and the role of sunscreen in class XI SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul in February 2025, respondents who had a good level of knowledge were 71 respondents (88.75%). These results indicate that the majority of students have a good understanding of the dangers of UV rays and the role of sunscreen.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja tentang DAGUSIBU Sediaan Obat Mata di Dusun Jongkang Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The misuse of medication remains a common issue in communities, including the self-medication of eye preparations that often do not follow proper guidelines. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) is a program initiated by the Indonesian Pharmacists Association to increase public awareness of proper medication practices. This study aims to determine the level of knowledge among teenagers in Dusun Jongkang regarding the DAGUSIBU principles, particularly for eye medication preparations. This research used a descriptive observational method with purposive sampling involving 55 teenage respondents. A questionnaire was used as the research instrument, and data were analyzed using a scoring system to classify knowledge into good, sufficient, or poor categories. The results showed that 18% of respondents had a good level of knowledge, 55% sufficient, and 27% poor. It was found that understanding of medication disposal methods and the use of certain drugs, such as those containing dexamethasone, was still low. These findings highlight the need for further education on DAGUSIBU, especially regarding sterile eye medication preparations.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Obat Batuk di Dusun Plambongan Pajangan Bantul Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Coughing is a reflex that is stimulated by irritation of the lungs or respiratory tract. The prevalence of cough in pneumonia in Indonesia in 2022 was highest in North Kalimantan with a percentage of 67.3%, while cases in Yogyakarta had a percentage of 10.3%. According to statistical data from the Yogyakarta Health Office in 2021, there were more than 35% of cough patients in the Kulon Progo and Bantul areas. A good level of knowledge can influence the rational use of drugs. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about the use of cough medicine in Plambongan Hamlet, Pajangan Bantul. This research method is descriptive observational with data collection using purposive sampling technique. The sample in this study were people in Plambongan Hamlet aged 17-55 years, totaling 100 people. The results of the respondents' answers were analyzed and then categorized the level of knowledge in the good, sufficient and deficient categories. Based on the results obtained, the level of knowledge about the use of cough medicine in Plambongan Hamlet has good knowledge of 19 respondents (19%), enough as many as 75 respondents (75%), and less as many as 6 respondents (6%). It can be concluded that the level of knowledge of the people of Plambongan Hamlet is more in the moderate category.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga tentang DAGUSIBU Obat di Dusun Ngringinan Palbapang Bantul Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hasil dari Riskesdas tahun 2018 menunjukkan 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi. Dalam pelaksanaan swamedikasi banyak kesalahan yang dapat terjadi karena tidak memperoleh informasi lengkap terkait obat yang diterima. DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan Gunakan Simpan Buang obat yang di prakarsai oleh IAI untuk mencapai pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang DAGUSIBU Obat di Dusun Ngringinan Palbapang Bantul Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 72 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan kuesioner berisi identitas responden dan 13 butir pernyataan. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan dihitung menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang DAGUSIBU di Dusun Ngringinan Palbapang Bantul sebanyak 52 responden (72,22%) termasuk dalamkategori baik. Pada kategori cukup 16 responden (22,22%) dan paling sedikit pada kategori kurang yaitu 4 responden (5,56%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu rumah tangga tentang DAGUSIBU masuk kedalam kategori baik.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail