ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penggunaan obat generik di Indonesia masih tergolong rendah, sekitar 17% dibanding obat bermerek, Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang obat generik dan obat paten sehingga timbul persepsi bahwa obat generik memiliki khasiat dan mutu lebih rendah dibandingkan obat paten. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitan yang telah dilakukan di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul menunjukan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 37%, pengetahuan cukup 36% dan 27% responden masih memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai obat generik dan obat paten. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten termasuk kedalam kategori baik hingga cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Based on National Basic Health Research data in 2013, nationally there were 31.9% of households who knew or had heard about generic drugs. Based on initial observations carried out at the Mayang Sehat Pharmacy on 20 self-medication patients, it showed that almost some of them could not differentiate between generic drugs and brand-name drugs. The aim of this research was to determine the level of patient knowledge about generic drugs and brand-name drugs at the Mayang Sehat Pharmacy, Yogyakarta. This research uses a descriptive observational method using a sample of 80 respondents according to the criteria. The technique used is purposive sampling. The closed questionnaire data collection was created by researchers and adopted from Alim's 2018 research, totaling 13 statements where correct answers were given a value of 1 and incorrect answers were given a value of 0. Data analysis in this research was carried out descriptively by presenting an assessment of three categories of good, quite poor knowledge. Of the 66 respondents who had good knowledge category, 23 (34.9%), 22 (33.3%) had "Enough" knowledge, and 21 (31.8%) had "Poor" knowledge.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat generik adalah obat dengan nama resmi International Non Propietary Names yang ditetapkan dalam farmakope Indonesia atau buku standar lainya untuk zat berkhasiat yang di kandungnya. Obat paten merupakan obat baru yang diproduksi dan dipasarkan oleh sebuah perusahaan farmasi yang memiliki hak paten untuk memproduksi obat tersebut sesuai Disaster Management Institue Of Indonesia dan memiliki hak paten selama 20 tahun. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2013 menunjukan bahwa 31,9% rumah tangga mengetahui tentang Obat Generik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang obat generik dan obat paten di Apotek Sidorejo Farma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan teknik kuantitatif deskriptif. Sehingga tingkat pengetahuan dalam penelitian ini dikategorikan menjadi berpengetahuan baik, cukup baik, kurang baik. Responden dalam penelitian ini berjumlah 90 responden dengan hasil penelitian responden dengan pengetahuan “Baik” sejumlah 45 (50%), responden berpengetahuan “Cukup” sejumlah 26 (29%), dan responden berpengetahuan “Kurang” sejumlah 19 (21%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan pasien di Apotek Sidorejo Farma Kulon Progo mengenai perbedaan obat generik dan obat paten adalah “Baik” dengan persentase 50%. Generic drugs are drugs with the official name International Non Proprietary Names stipulated in the Indonesian pharmacopoeia or other standard books for the nutritious substances they contain. Patent drugs are new drugs that are produced and marketed by a pharmaceutical company that has a patent right to produce the drug according to the Disaster Management Institute of Indonesia and has a patent for 20 years. Based on the results of Basic Health Research (RISKESDAS) in 2013 it showed that 31.9% of households knew about Generic Drugs. The purpose of this study was to determine the level of patient knowledge about generic drugs and patented drugs at the Sidorejo Farma Pharmacy. The method used in this research is descriptive observational, with data collection using questionnaires and data analysis using descriptive quantitative techniques. So that the level of knowledge in this study is categorized into good knowledge, good enough, not good. Respondents in this study amounted to 90 respondents with the results of the research respondents with "Good" knowledge of 45 (50%), respondents with "Enough" knowledge of 26 (29%), and respondents with "Less" knowledge of 19 (21%). The conclusion of this study is that the knowledge of patients at the Sidorejo Farma Kulon Progo Pharmacy regarding the differences between generic drugs and patent drugs is "Good" with a percentage of 50%.