Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

54 hasil
Subjek: Tingkat Pengetahuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Lama Bekerja terhadap Pengetahuan Tenaga Kefarmasian Tentang Pelayanan Resep di Jejaring Apotek Pasfarma Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesalahan pelayanan resep di apotek masih menjadi masalah yang sering terjadi, jumlah nya mencapai 15-25% di beberapa fasilitas apotek. Lama bekerja menjadi faktor penting yang mempengaruhi kemampuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama bekerja dengan tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep di Apotek Pasfarma. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik secara cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kefarmasian yang bekerja di Apotek Pasfarma. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 82 responden. Analisis data meliputi lama bekerja, tingkat pengetahuan dan hubungan antara lama bekerja terhadap pengetahuan tentang pelayanan resep. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hubungan antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan dianalisis menggunakan uji korelatif Spearman pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian mengenai pelayanan resep berada pada kategori baik (68,3%), cukup (23,2%), dan kurang (8,5%). Lama bekerja >3 bulan (35,4%), 12-24 bulan (46,3%) dan >24 bulan (18,3%). Pada uji hubungan (korelasi) dengan uji spearman menghasilkan tarif signifikansi p<0,001. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan pelayanan resep (p < 0,05) dengan kekuatan hubungan sedang yaitu nilai r = 0,494.

75 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan obat yang digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat yaitu sebesar 5,43% responden memiliki pengetahuan baik, sebesar 31,27% responden memiliki pengetahuan cukup dan sebesar 63,30% responden memiliki pengetahuan kurang hal ini dapat menyebabkan resistensi antibiotic apabila tidak digunakan dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan jawaban benar atau salah. Analisis data diolah dari hasil jawaban responden digolongkan tiga kategori tingkat pengetahuan yaitu baik (75-100%), cukup (56-75%), kurang (56%). Hasil tingkat pengetahuan masyarakat kategori baik (29%), kategori cukup (47%), dan kategori kurang (24%) dari penelitian yang diperoleh tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Bulan Desember 2025. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 47%.

82 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Penggunaan Multivitamin bagi Kesehatan Tubuh di SMKN 1 Sedayu Bantul

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Belakangan ini semakin banyak remaja dan dewasa muda yang mengalami kekurangan vitamin dan mineral. Kebutuhan manusia terhadap suatu multivitamin sangat besar dikarenakan padatnya kegiatan yang dilakukan sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengkonsumsi vitamin dari buah-buahan dan sayur-sayuran secara alami. Remaja sering kali kurang menyadari pentingnya konsumsi multivitamin dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kesehatan agar lebih optimal, hal tersebut dapat terjadi salah satunya karena kurangnya pengetahuan tentang penggunaan multivitamin bagi tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang penggunaan multivitamin bagi kesehatan tubuh di SMKN 1 Sedayu Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dan diperoleh total sampel sebanyak 462 siswa yang terdiri dari siswa angkatan kelas X, XI, dan XII. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menentukan tingkat pengetahuan responden yang dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 462 responden, yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 67,3%, pengetahuan cukup sebanyak 23,4%, dan pengetahuan kurang sebanyak 9,3%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja di SMKN 1 Sedayu Bantul mengenai penggunaan multivitamin bagi kesehatan tubuh termasuk dalam kategori baik.

81 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia mencapai 6,2% atau 10,8 juta jiwa, sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 3,11%. Pengetahuan mengenai pengobatan menjadi faktor penting dalam pengendalian diabetes. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM masih rendah, dengan 55,9% termasuk dalam kategori kurang. Temuan ini menegaskan perlunya pemetaan tingkat pengetahuan pasien DM, khususnya di apotek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan pengobatan pada pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup mengenai pengetahuan pengobatan diabetes melitus. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor total, kemudian mengelompokkan tingkat pengetahuan ke dalam kategori baik (76-100%), cukup .)55%≤(لkurangَلdanَلَ,)%75–56( Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pengobatan pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta tergolong baik sebesar 55,56% dan cukup sebesar 44,44%. Pengetahuan responden berada pada kategori cukup pada aspek pengetahuan diabetes melitus (69,77%), serta baik pada aspek penatalaksanaan farmakologis (77,78%) dan nonfarmakologis (87,04%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang pengobatan diabetes melitus tipe 2 menunjukkan bahwa 55,56% responden berada pada kategori baik.

54 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang DAGUSIBU Obat Tetes Mata di Kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sediaan obat tetes mata menjadi salah satu obat yang cukup sering digunakan secara bebas oleh masyarakat. Pengetahuan yang kurang dapat menyebabkan kesalahan dalan terapi sehingga dapat membahayakan masyarakat. Gerakan keluarga sadar obat menjadi sebuah langkah kongkrit untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemilihan dan penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan gejala dapat menggagalkan terapi pada gangguan mata atau bahkan memperburuk keadaan mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai DAGUSIBU obat tetes mata di kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner tertutup yang sudah valid. Kemudian dipersentasekan menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,5% responden memiliki pengetahuan kategori baik, 38,75% cukup, dan 13,75% kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat tetes mata di Kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo yaitu dalam kategori baik sebesar 47,5%. Pengetahuan tertinggi terdapat pada pengertian DAGUSIBU, sedangkan pengetahuan terendah terdapat pada cara mendapatkan dan membuang obat tetes mata.

58 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pegetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik Dan Obat Paten Di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penggunaan obat generik di Indonesia masih tergolong rendah, sekitar 17% dibanding obat bermerek, Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang obat generik dan obat paten sehingga timbul persepsi bahwa obat generik memiliki khasiat dan mutu lebih rendah dibandingkan obat paten. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitan yang telah dilakukan di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul menunjukan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 37%, pengetahuan cukup 36% dan 27% responden masih memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai obat generik dan obat paten. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten termasuk kedalam kategori baik hingga cukup.

53 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penatalaksanaan Kecacingan di Dusun Jetis Tamantirto Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi kecacingan di Indonesia masih tinggi berkisar antara 40% hingga 60% untuk semua kelompok usia terutama pada kelompok anak anak usia rentan kecacingan. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing didapatkan mayoritas pengetahuan masih dalam kategori kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu di Dusun Jetis sebanyak 54 responden. Data dianalisis dengan menghitung skor tiap responden dan dihitung persentase penilaiannya untuk mengetahui pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori baik, cukup atau kurang. Tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian mengenai penyakit kecacingan dalam kategori baik sebanyak 31 responden (57,4%), kategori cukup sebanyak 18 responden (33,3%) dan kategori kurang sebanyak 5 responden (9,3%) sedangkan mengenai penatalaksanaan kecacingan dalam kategori baik sebanyak 41 responden (75,9%), kategori cukup sebanyak 10 responden (18,5%) dan kategori kurang sebanyak 3 responden (5,6%). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan termasuk dalam kategori baik dengan persentase 75,9%.

69 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Pasien Terhadap Penatalaksanaan Terapi Diare Pada Anak Di Apotek Dani's Farma Moyudan, Sleman Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kejadian diare lebih 10 juta anak berusia kurang 5 tahun meninggal setiap tahunnya karena infeksi diare. Berdasarkan penelitian menunjukkan semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan diare maka semakin rendah kejadian diare pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan terapi diare pada anak di Apotek Dani’s Farma Moyudan, Sleman bulan Desember 2025. Metode penelitian ini secara observasional yang bersifat deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner tertutup. Populasi dalam penelitian menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 61 responden yang melakukan swamedikasi. Analisis data dilakukan dengan penilaian kuesioner untuk menjawab benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0. Pengetahuan seseorang dapat diinterpretasikan dengan tingkat pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan terapi diare pada anak di Apotek Dani’s Farma yaitu dengan usia 36-45 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SMA sederajat, dan pekerjaan paling banyak adalah ibu rumah tangga. Kesimpulan pada penelitian ini tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan terapi diare pada anak di Apotek Dani’s Farma dalam kategori baik 40 responden (65,57%), cukup sebanyak 15 responden (24,59%), dan kurang sebanyak 6 responden (9,84%).

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak Gari Wonosari Gunungkidul bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat secara rasional dan benar. Hasil penyuluhan yang dilakukan Zakaria dkk., (2022) menunjukkan bahwa adanya peningkatan persen pengetahuan masyarakat dari penjelasan yang telah diberikan oleh penyuluh. Pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan terhadap “Dapatkan obat yang benar” meningkat sebesar 88%, “Gunakan obat yang benar” sebesar 88,8%, “Simpan obat yang benar” sebesar 80% dan “Buang obat dan benar” sebesar 85,6%.Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 85 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisoner tertutup yang telah di validasi. Analisis data diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian tingkat pengetahuan DAGUSIBU masyarakat di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul memiliki tingkat pengetahuan yang “Baik” dimana dari 85 responden sebanyak 62 responden (72,94%) berpengetahuan baik, 17 responden (20%) berpengetahuan cukup, 6 responden (7,05%) berpengetahuan kurang.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Anemia pada Siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari Gunungkidul Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia menjadi salah satu negara berkembang dengan pravelensi anemia yang tinggi. Angka kejadian anemia pada remaja putri di negara Inonesia berjumlah 30,6%. Pengetahuan anemia diharapkan dapat mencegah anemia pada remaja putri hal ini perlu dilakukan penelitian mengenai anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan anemia pada siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional yang bersifat deskriptif dengan teknik sampling jenuh. Sampel yang digunakan adalah sampling jenuh sejumlah seluruh populasi. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner tertutup yang sudah divalidasi. Analisa data menggunakan analisis kuantitatif, berdasarkan hasil kuesioner yang telah dikumpulkan dengan memberikan nilai persentase pengetahuan dari jawaban setiap butir soal yang telah dijawab oleh responden dengan kategori persentase baik, cukup dan kurang. Hasil yang diperoleh tentang tingkat pengetahuan anemia pada siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswi kategori baik 14,29%, kategori cukup 70,13%, kategori kurang 15,58%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang anemia pada siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari sebagian besar memiliki kategori cukup.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Tablet Tambah Darah Untuk Pencegahan Anemia Di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan menurunnya jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah sehingga kemampuan darah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh menjadi berkurang yang sering dialami oleh remaja putri akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Upaya pencegahan anemia dikalangan remaja putri dilakukan melalui program pemberian TTD secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan simple random sampling atau pengambilan sampel secara acak dari 5 dusun yang ada di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui proses validasi. Hasil jawaban responden kemudian diolah dengan menghitung persentase jawaban benar, selanjutnya tingkat pengetahuan diklasifikasi ke dalam tiga kategori, yaitu baik, cukup, kurang. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu remaja putri yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 46 (61,3%) responden, pengetahuan cukup sebanyak 27 (36%) responden, dan pengetahuan kurang sebanyak 2 (2,7%) responden. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia adalah baik.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta pada Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di Indonesia, data kasus keracunan obat dan makanan diperoleh sebanyak 1.722 kasus. Aksi pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat, melalui Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merencanakan program kampanye dengan jargon DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat). Studi pendahuluan yang dilakukan pada beberapa masyarakat Perumahan Polri didapatkan hasil, adanya beberapa warga yang belum mengetahui DAGUSIBU obat yang benar. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat di Perumahan Polri. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 80 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisa data kuantitatif secara deskriptif dengan skala pengetahuan baik, cukup, kurang. Berdasarkan hasil penelitian Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta bulan Februari 2025 didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik dengan jumlah 33 responden (41,25%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 35 responden (43,75%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 12 responden (15,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat Perumahan Polri, Daerah Istimewa Yogyakarta tentang DAGUSIBU obat dalam kategori cukup yaitu 43,75%.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dusun Karanglo Banguntapan Bantul tentang Swamedikasi Obat Batuk Periode Januari-Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cough is a common problem in society. The prevalence of cough according to statistical data from the Yogyakarta Health Office (2021) is more than 35% of cough sufferers in the Bantul area. Cough is usually treated by self- medication. The knowledge obtained shows that respondents who have a good level of knowledge about self-medication for cough medicine are 40% while the level of knowledge is low as much as 15%. The purpose of this study was to determine the level of public knowledge about self-medication for cough medicine in Karanglo Hamlet, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Special Region of Yogyakarta. The method used in this study is descriptive observational. The sampling method used is purposive sampling, the number of samples in this study was 60 respondents from a population of 127 residents. This study uses a measuring instrument in the form of a closed questionnaire to determine the level of knowledge of respondents. The data obtained is described as good, sufficient, and lacking knowledge. The results of the study showed that from 16 statements that had been processed, 22 respondents (36.67%) were in the good category, 29 respondents (48.33%) were in the sufficient category and 9 respondents (15.00%) were in the less category. It can be concluded that the level of community knowledge in self-medication of cough medicine in Karanglo Hamlet, Banguntapan, Bantul is categorized as sufficient knowledge.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Swamedikasi Penggunaan Obat Diare di Apotek Stepa Sewon Bantul Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Based on the 2024 Satu Data Indonesia report, the percentage of diarrhea cases in Bantul has fluctuated. In August 2024, there were 81 patients; in September 2024, the number decreased to 74 patients; and in October 2024, it increased to 91 patients. This study aims to determine the level of patient knowledge regarding self-medication for diarrhea treatment at Stepa Pharmacy Sewon Bantul in January 2025. This research is an observational descriptive study with a prospective approach. The sample consisted of 71 respondents selected using purposive sampling, where samples were chosen based on specific considerations and inclusion criteria. Data analysis was conducted using a quantitative approach by analyzing the respondents' answers and presenting the knowledge level in percentage categories: good, fair, and poor. The results showed that the majority of patients 64 respondents (90%) had a good level of knowledge regarding self-medication for treating diarrhea. Six respondents (6%) had a fair level of knowledge, and four respondents (4%) had a poor level of knowledge. This study concludes that the level of patient knowledge about self-medication for diarrhea treatment falls into the good category.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Beyond Use Date Obat Di Dusun Kembang Tempel Sleman Yogyakarta Pada Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The expiration date of a drug after opening is called Beyond Use Date (BUD). BUD is the time limit for using a drug after it is mixed or prepared or after the primary packaging is opened or damaged. Previous research shows that there are still some respondents who do not understand the management of BUD regarding the difference between the terms expiration and beyond use date (60.0%), BUD of ointment/paste/cream preparations (58.18%), BUD of powdered drug preparations (53.63%) and BUD of dry syrup drug preparations (64.50%). The purpose of this study was to determine the effect of counseling on the level of knowledge of mothers in Dusun Kembang Tempel Sleman Yogyakarta about the Beyond Use Date (BUD) of drugs. The research method that I did was experimental with one-group pretest-test post-test design. The sample used in this study used a saturated sampling technique with a sample size of 33. Data analysis used in this study was Shapiro-Wilk to test its normality, and hypothesis testing used the non-parametric Wilcoxon test. The results of the pretest knowledge level with a good category of 5 respondents (15%), sufficient 20 respondents (61%), lacking 8 respondents (24%), and the posttest category of good 22 respondents (67%), sufficient 10 respondents (30%), lacking 1 respondent (3%). The hypothesis using the Wilcoxon non-parametric test got a result of 0.000, so the sig value 0.05 indicates that H0 is rejected and Ha is accepted. This shows that counseling with the lecture method can improve respondents' knowledge.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Antibiotik di Dusun Manggungsari Sleman Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Data WHO menyebutkan bahwa 700.000 kematian terjadi secara global setiap tahun sebagai akibat dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen yang resistan terhadap antimikroba. Menurut Antimicrobial Resistance Collaborators diperkirakan bakteri yang resisten bertanggung jawab langsung atas 1,27 juta kematian global pada tahun 2019 dan berkontribusi terhadap 4,95 juta kematian. Resistensi antibiotik menyebabkan lamanya waktu perawatan, biaya kesehatan yang lebih besar dan meningkatkan angka kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotika di Dusun Manggungsari, Wonokerto, Turi, Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 88 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuesioner tertutup untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden. Data yang diperoleh dideskripsikan sebagai pengetahuan baik, cukup dan kurang. Berdasarkan hasil yang diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Manggungsari, Wonokerto, Turi, Sleman sebanyak 88 responden, didapatkan 10 responden (11%) memiliki pengetahuan baik, 42 responden (48%) memiliki pengetahuan cukup dan 36 responden (41%) memiliki pengetahuan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik termasuk kategori cukup.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat di Dusun Segoroyoso 2 Segoroyoso Pleret Bantul Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Self-medication without adequate understanding can lead to medication misue. Obtain, Use, and Dispose (DAGUSIBU) is a program aimed to promoting the Smart Family Movement on Medicine Awareness as a step to improve community quality of life. A preliminary stufy in Segoroyoso 2 Hamlet revealed that most residents were still unfamiliar with DAGUSIBU practices, such as obtaining medicines from no-healthcare providers, improper usage, storing medicines in the refrigerator, and disposing of medicines directly into the trash. This study aims to determine the level of public knowledge about DAGUSIBU in Segoroyoso 2 Hamlet, Segoroyoso, Pleret, Bantul. The research used an observational descriptive method. The sampling technique was purposive sampling, based on inclusion and exclusion criteria, with a total of 90 respondents. The research instrument was a closed-ended questionnaire. Data were analyzed by summing the scores of each respondent, then converting them into percentages to categorize the level of knowledge as good, fair, or poor. The result showed that of the 90 respondents, 54 (60%) had a good level of knowledge, 25 (28%) had a fair level, and 11 (12%) had a poor level. It can be concluded that the overall level of community knowledge about DAGUSIBU is categorized as good.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTASIDA DOEN DALAM PENGOBATAN PENYAKIT GASTRITIS (MAAG) DI KLINIK PURUHITA HEALTH CENTER MAGELANG

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The prevalence of gastritis in Central Java reached 79.6%, in Magelang Regency, gastritis is a disease that occurs frequently in 2019-2021. The incidence of gastritis at the Puruhita Health Center Clinic increased from July to October 2024, this affects the use of DOEN antacid drugs which continues to increase. This study aims to determine the level of patient knowledge regarding the use of DOEN antacid drugs in the treatment of gastritis. This research method is observational and descriptive with a cross-sectional approach. The sample is patients diagnosed with gastritis and meets the inclusion criteria. The sampling method uses purposive sampling with a total of 66 respondents. Data analysis is in the form of quantitative data from the results of questionnaire answers. The results of the answers are then calculated using a formula and grouped based on the percentage of good, sufficient, and poor knowledge levels. The results of the study showed that the level of respondent knowledge regarding the use of DOEN Antacid drugs consisted of 2 categories, namely the good category of 54 respondents (81.8%) and the sufficient category of 12 respondents (18.2%). Factors that influence the level of knowledge of respondents include access to information and experience in treating diseases, so that a good level of knowledge will have an impact on the patient's clinical outcome, one of which is the achievement of the therapeutic effect of the drug. Thus, it can be concluded that the level of patient knowledge regarding the use of DOEN Antacid drugs is in the good category.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Demam Pada Balita di Dusun Murangan VII, Triharjo, Sleman

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demam terjadi pada keadaan atau suhu tubuh lebih dari normal mulai dari 37,5C. Demam pada anak dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, koma, gejala dari penyakit, bahkan demam bisa menyebabkan kematian. Kejadian ini terjadi pada rentang usia 1 bulan sampai 5 tahun. Berdasarkan WHO tahun 2020 jumlah kasus demam pada anak diseluruh dunia mencapai angka 17 juta. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam pada balita di Dusun Murangan VII Triharjo Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sampling jenuh atau sensus, dimana populasi akan dijadikan sampel semua. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuisoner tertutup untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden. Data yang diperoleh dideskripsikan sebagai penegtahuan baik, cukup, kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam di Dusun Murangan VII, Triharjo,Sleman yaitu 42 responden (52,5%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 30 responden (37,5%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 8 responden (10%) memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang. Kesimpulan dari penelitian ini mayoritas tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam yaitu dalam kategori baik.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Vitamin C di Dusun Kaligayam Temon Kulon Progo Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesadaran mengkonsumsi vitamin C erat kaitannya dengan faktor mengenai tingkat pengetahuan tiap individu itu sendiri. Vitamin C merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh karena berfungsi sebagai agen antimikroba yang dapat melawan mikroorganisme penyebab infeksi dan membantu meningkatkan serta mempertahankan imunitas tubuh. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan terganggunya sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan tubuh lebih mudah terpapar penyakit. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan vitamin C di Dusun Kaligayam, Temon, Kulon Progo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasional deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan purposive sampling pada 91 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner tertutup yang dibuat oleh peneliti sendiri dan mengadopsi kuisioner dari penelitian Santika & Dhirisma (2024). Hasil penelitian yang diperoleh mengenai tingkat pengetahuan penggunaan vitamin C di Dusun Kaligayam memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 76 responden (83,5%). Pengetahuan cukup sebanyak 15 responden (16,5%) dan tidak terdapat responden dengan kriteria kurang. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Kaligayam, Temon, Kulon Progo masuk dalam rentang kriteria baik.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail