Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

51 hasil
Subjek: Obat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia mencapai 6,2% atau 10,8 juta jiwa, sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 3,11%. Pengetahuan mengenai pengobatan menjadi faktor penting dalam pengendalian diabetes. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM masih rendah, dengan 55,9% termasuk dalam kategori kurang. Temuan ini menegaskan perlunya pemetaan tingkat pengetahuan pasien DM, khususnya di apotek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan pengobatan pada pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup mengenai pengetahuan pengobatan diabetes melitus. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor total, kemudian mengelompokkan tingkat pengetahuan ke dalam kategori baik (76-100%), cukup .)55%≤(لkurangَلdanَلَ,)%75–56( Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pengobatan pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta tergolong baik sebesar 55,56% dan cukup sebesar 44,44%. Pengetahuan responden berada pada kategori cukup pada aspek pengetahuan diabetes melitus (69,77%), serta baik pada aspek penatalaksanaan farmakologis (77,78%) dan nonfarmakologis (87,04%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang pengobatan diabetes melitus tipe 2 menunjukkan bahwa 55,56% responden berada pada kategori baik.

54 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang DAGUSIBU Obat Tetes Mata di Kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sediaan obat tetes mata menjadi salah satu obat yang cukup sering digunakan secara bebas oleh masyarakat. Pengetahuan yang kurang dapat menyebabkan kesalahan dalan terapi sehingga dapat membahayakan masyarakat. Gerakan keluarga sadar obat menjadi sebuah langkah kongkrit untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemilihan dan penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan gejala dapat menggagalkan terapi pada gangguan mata atau bahkan memperburuk keadaan mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai DAGUSIBU obat tetes mata di kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner tertutup yang sudah valid. Kemudian dipersentasekan menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,5% responden memiliki pengetahuan kategori baik, 38,75% cukup, dan 13,75% kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat tetes mata di Kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo yaitu dalam kategori baik sebesar 47,5%. Pengetahuan tertinggi terdapat pada pengertian DAGUSIBU, sedangkan pengetahuan terendah terdapat pada cara mendapatkan dan membuang obat tetes mata.

58 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode Juli-September Tahun 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global dan nasional. Prevalensi hipertensi di DIY tahun 2023 adalah 12,3%. Hipertensi termasuk dalam 5 kategori penyakit degeneratif dengan kasus tertinggi urutan pertama di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta pada bulan Juli-September 2025. Data yang diteliti pada bulan Juli-September 2025 adalah 100 sampel yang tertera dalam rekam medis. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menghitung persentase jenis kelamin, usia, tekanan darah, jenis terapi, golongan obat dan jenis obat hipertensi. Hasil dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang gambaran peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta terdapat pengobatan jenis terapi tunggal yang paling banyak digunakan yaitu dengan persentase 69%, sedangkan terapi kombinasi 31%. Golongan obat yang paling banyak digunakan pada terapi tunggal yaitu CCB 49% yaitu dengan jenis obat amlodipin 5 mg (29%), amlodipin 10 mg (20%), sedangkan terapi kombinasi paling banyak golongan CCB+ACEI 29% yaitu amlodipin 10 mg + lisinopril 10 mg (13%).

86 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Tradisional Sebagai Alternatif Pengobatan Di RW 08, Warungboto, Yogyakarta Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan obat tradisional di Indonesia masih dipercaya untuk mengobati berbagai penyakit. Data Riskesdas 2018 menunjukkan sebagian besar masyarakat menggunakan ramuan jadi (48,0%) dan ramuan buatan sendiri (31,8%), namun pengetahuan masih terbatas pada jamu dan belum banyak yang mengetahui obat herbal terstandar serta fitofarmaka. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap masyarakat tentang penggunaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pengambilan data secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat RW 08 warungboto, Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 91 responden. Analisa data meliputi tingkat pengetahuan, sikap, serta hubungan pengetahuan terhadap sikap penggunaan obat tradisional. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, sedang, kurang, dan sikap dikategorikan menjadi positif, negatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada SPSS versi 27. Hasil yang diperoleh dari tingkat pengetahuan dengan kategori baik sebesar 16 responden (17,58%), cukup 51 responden (56,04%), dan kurang 24 responden (26,37%). Untuk sikap responden dengan kategori positif diperoleh 42 responden (46,15%), dan negatif 49 responden (53,85%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p sebesar 0,106 (p > 0,05), yang artinya H0 diterima Ha ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap masyarakat tentang penggunaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan.

55 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Penggunaan Obat Cacing pada Anak Balita di RW 08 Warungboto Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi cacing masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada anak balita. Pencegahan kecacingan melalui pemberian obat cacing memerlukan peran aktif ibu sebagai pengasuh utama, sehingga pengetahuan dan sikap ibu menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki anak balita mengenai penggunaan obat cacing di RW 08 Warungboto. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel pada penelitian ini sejumlah 60 ibu yang memiliki anak usai 12-59 bulan dengan menggunakakn teknik sampel jenuh. Analisis data meliputi karakteristik demografi, tingkat pengetahuan dengan kategori baik, cukup, dan kurang, serta sikap yang diklasifikasikan menjadi positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar 91,6%, cukup sebesar 6,7%, dan kurang sebesar 1,7%. Sementara itu, sikap ibu terhadap penggunaan obat cacing menunjukkan hasil sikap positif sebesar 30% dan sikap negatif sebesar 70%. Kesimpulan penelitian ini adalah ibu di RW 08 Warungboto mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang baik namun memiliki sikap yang negatif dalam penggunaan obat cacing pada anak balita.

83 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pegetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik Dan Obat Paten Di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penggunaan obat generik di Indonesia masih tergolong rendah, sekitar 17% dibanding obat bermerek, Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang obat generik dan obat paten sehingga timbul persepsi bahwa obat generik memiliki khasiat dan mutu lebih rendah dibandingkan obat paten. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitan yang telah dilakukan di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul menunjukan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 37%, pengetahuan cukup 36% dan 27% responden masih memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai obat generik dan obat paten. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten termasuk kedalam kategori baik hingga cukup.

53 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penatalaksanaan Kecacingan di Dusun Jetis Tamantirto Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi kecacingan di Indonesia masih tinggi berkisar antara 40% hingga 60% untuk semua kelompok usia terutama pada kelompok anak anak usia rentan kecacingan. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing didapatkan mayoritas pengetahuan masih dalam kategori kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu di Dusun Jetis sebanyak 54 responden. Data dianalisis dengan menghitung skor tiap responden dan dihitung persentase penilaiannya untuk mengetahui pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori baik, cukup atau kurang. Tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian mengenai penyakit kecacingan dalam kategori baik sebanyak 31 responden (57,4%), kategori cukup sebanyak 18 responden (33,3%) dan kategori kurang sebanyak 5 responden (9,3%) sedangkan mengenai penatalaksanaan kecacingan dalam kategori baik sebanyak 41 responden (75,9%), kategori cukup sebanyak 10 responden (18,5%) dan kategori kurang sebanyak 3 responden (5,6%). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan termasuk dalam kategori baik dengan persentase 75,9%.

69 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak Gari Wonosari Gunungkidul bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat secara rasional dan benar. Hasil penyuluhan yang dilakukan Zakaria dkk., (2022) menunjukkan bahwa adanya peningkatan persen pengetahuan masyarakat dari penjelasan yang telah diberikan oleh penyuluh. Pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan terhadap “Dapatkan obat yang benar” meningkat sebesar 88%, “Gunakan obat yang benar” sebesar 88,8%, “Simpan obat yang benar” sebesar 80% dan “Buang obat dan benar” sebesar 85,6%.Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 85 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisoner tertutup yang telah di validasi. Analisis data diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian tingkat pengetahuan DAGUSIBU masyarakat di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul memiliki tingkat pengetahuan yang “Baik” dimana dari 85 responden sebanyak 62 responden (72,94%) berpengetahuan baik, 17 responden (20%) berpengetahuan cukup, 6 responden (7,05%) berpengetahuan kurang.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Penggunaan Obat Antidiabetik Oral Di Puskesmas Kabupaten Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan kategori diabetes terbanyak di dunia dengan persentase sebesar 90%. Persepsi yang baik menjadi suatu kunci yang dapat membuat pasien DM Tipe 2 mengonsumsi obat secara teratur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi pasien DM Tipe 2 terhadap penggunaan Obat Antidiabetik Oral (ADO) di 3 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul, yaitu Puskesmas Pleret, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Sewon 1 dengan sampel sebanyak 80 pasien prolanis DM Tipe 2. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling menggunakan kuesioner. Data persepsi dikategorikan menjadi persepsi positif dan negatif pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 60% responden mengidap DM Tipe 2 selama 0-5 tahun, serta 72,5% responden mengalami komplikasi. Hasil analisis persepsi didapatkan, sebesar 97,5% responden memiliki persepsi positif pada manfaat pengobatan, 93,75% responden memiliki persepsi positif pada tata cara konsumsi obat, 97,5% responden memiliki persepsi positif pada efek samping pengobatan, dan 90% responden memiliki persepsi positif pada dorongan konsumsi obat. Secara keseluruhan persepsi manfaat pengobatan, tata cara konsumsi obat, efek samping obat, dan dorongan konsumsi obat pada 80 responden di Puskesmas kabupaten Bantul tergolong kategori persepsi positif.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penyimpanan Obat di Apotek Beji Farma 2 Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Storage is the activity of organizing pharmaceutical supplies according to established requirements in accordance with the 2019 Technical Guidelines for Pharmaceutical Service Standards in Pharmacies. Improper storage can cause drug damage, harm the pharmacy, and endanger patient safety. This study aims to determine the appropriateness of drug storage at Beji Farma 2 Pharmacy. This research method used a descriptive observational study design with a sample of 646 drugs. Data collection used a checklist based on the 2019 Technical Guidelines for Pharmaceutical Services in Pharmacies. Data analysis was based on Drug Storage Conditions and Drug Storage Procedures at Beji Farma 2 Pharmacy. The results were then calculated and presented to categorize the implementation of drug storage compliance at the pharmacy based on very good, good, fair, poor, and very poor. The results showed that the storage evaluation system at Beji Farma 2 Pharmacy was compliant with the implementation of the drug storage system at 85.18% of 27 variables, and compliant with the storage system at 14.81% of 27 variables. The conclusion of the study at Beji Farma 2 Pharmacy was not fully in accordance with the 2019 Technical Guidelines for Pharmaceutical Standards in Pharmacies with a very good category. Keywords: Evaluation, Storage, Drugs, Pharmacy.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta pada Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di Indonesia, data kasus keracunan obat dan makanan diperoleh sebanyak 1.722 kasus. Aksi pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat, melalui Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merencanakan program kampanye dengan jargon DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat). Studi pendahuluan yang dilakukan pada beberapa masyarakat Perumahan Polri didapatkan hasil, adanya beberapa warga yang belum mengetahui DAGUSIBU obat yang benar. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat di Perumahan Polri. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 80 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisa data kuantitatif secara deskriptif dengan skala pengetahuan baik, cukup, kurang. Berdasarkan hasil penelitian Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta bulan Februari 2025 didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik dengan jumlah 33 responden (41,25%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 35 responden (43,75%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 12 responden (15,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat Perumahan Polri, Daerah Istimewa Yogyakarta tentang DAGUSIBU obat dalam kategori cukup yaitu 43,75%.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja tentang DAGUSIBU Sediaan Obat Mata di Dusun Jongkang Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The misuse of medication remains a common issue in communities, including the self-medication of eye preparations that often do not follow proper guidelines. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) is a program initiated by the Indonesian Pharmacists Association to increase public awareness of proper medication practices. This study aims to determine the level of knowledge among teenagers in Dusun Jongkang regarding the DAGUSIBU principles, particularly for eye medication preparations. This research used a descriptive observational method with purposive sampling involving 55 teenage respondents. A questionnaire was used as the research instrument, and data were analyzed using a scoring system to classify knowledge into good, sufficient, or poor categories. The results showed that 18% of respondents had a good level of knowledge, 55% sufficient, and 27% poor. It was found that understanding of medication disposal methods and the use of certain drugs, such as those containing dexamethasone, was still low. These findings highlight the need for further education on DAGUSIBU, especially regarding sterile eye medication preparations.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Obat Batuk di Dusun Plambongan Pajangan Bantul Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Coughing is a reflex that is stimulated by irritation of the lungs or respiratory tract. The prevalence of cough in pneumonia in Indonesia in 2022 was highest in North Kalimantan with a percentage of 67.3%, while cases in Yogyakarta had a percentage of 10.3%. According to statistical data from the Yogyakarta Health Office in 2021, there were more than 35% of cough patients in the Kulon Progo and Bantul areas. A good level of knowledge can influence the rational use of drugs. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about the use of cough medicine in Plambongan Hamlet, Pajangan Bantul. This research method is descriptive observational with data collection using purposive sampling technique. The sample in this study were people in Plambongan Hamlet aged 17-55 years, totaling 100 people. The results of the respondents' answers were analyzed and then categorized the level of knowledge in the good, sufficient and deficient categories. Based on the results obtained, the level of knowledge about the use of cough medicine in Plambongan Hamlet has good knowledge of 19 respondents (19%), enough as many as 75 respondents (75%), and less as many as 6 respondents (6%). It can be concluded that the level of knowledge of the people of Plambongan Hamlet is more in the moderate category.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga tentang DAGUSIBU Obat di Dusun Ngringinan Palbapang Bantul Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hasil dari Riskesdas tahun 2018 menunjukkan 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi. Dalam pelaksanaan swamedikasi banyak kesalahan yang dapat terjadi karena tidak memperoleh informasi lengkap terkait obat yang diterima. DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan Gunakan Simpan Buang obat yang di prakarsai oleh IAI untuk mencapai pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang DAGUSIBU Obat di Dusun Ngringinan Palbapang Bantul Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 72 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan kuesioner berisi identitas responden dan 13 butir pernyataan. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan dihitung menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang DAGUSIBU di Dusun Ngringinan Palbapang Bantul sebanyak 52 responden (72,22%) termasuk dalamkategori baik. Pada kategori cukup 16 responden (22,22%) dan paling sedikit pada kategori kurang yaitu 4 responden (5,56%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu rumah tangga tentang DAGUSIBU masuk kedalam kategori baik.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penyimpanan Sediaan Obat pada Masyarakat Dusun Pereng Dawe Gamping Sleman Bulan Febuari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat yang disimpan di rumah tangga tersebut diantaranya merupakan obat yang sedang digunakan (32,1%), obat sisa (47,0%) dan obat untuk persediaan (42,2%). Masalah kesehatan yang berkaitan dengan obat masih banyak ditemui di masyarakat, masyarakat tidak dapat semaunya dalam menyimpan obat, apalagi jika obat tersebut perlu pengawasan tenaga kesehatan selama penggunaannya seperti obat keras dan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang penyimpanan obat pada masyarakat di Dusun Pereng Dawe Kabupaten Sleman tahun 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dimana pengambilan sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 96,153 dan dibulatkan menjadi 100 orang sedangkan pada jumlah populasi yang terdiri dari 6 RT berjumlah 2.500 jiwa. Analisa data dalam penelitian ini akan ditampilkan dalam bentuk deskriptif hasil persentase dengan memberi skor atau penilaian dan di interpretasikan dengan kriteria tingkat pengetahuan dalam kategori baik, cukup, kurang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Pereng Dawe Sleman memiliki tingkat pengetahuan baik 76%, cukup 5% dan kurang 19%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Pereng Dawe Sleman termasuk dalam kategori baik

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Swamedikasi Penggunaan Obat Diare di Apotek Stepa Sewon Bantul Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Based on the 2024 Satu Data Indonesia report, the percentage of diarrhea cases in Bantul has fluctuated. In August 2024, there were 81 patients; in September 2024, the number decreased to 74 patients; and in October 2024, it increased to 91 patients. This study aims to determine the level of patient knowledge regarding self-medication for diarrhea treatment at Stepa Pharmacy Sewon Bantul in January 2025. This research is an observational descriptive study with a prospective approach. The sample consisted of 71 respondents selected using purposive sampling, where samples were chosen based on specific considerations and inclusion criteria. Data analysis was conducted using a quantitative approach by analyzing the respondents' answers and presenting the knowledge level in percentage categories: good, fair, and poor. The results showed that the majority of patients 64 respondents (90%) had a good level of knowledge regarding self-medication for treating diarrhea. Six respondents (6%) had a fair level of knowledge, and four respondents (4%) had a poor level of knowledge. This study concludes that the level of patient knowledge about self-medication for diarrhea treatment falls into the good category.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswa/Siswi tentang Swamedikasi Penyakit Batuk di SMK/SMF Indonesia Yogyakarta Bulan Juni 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Self-medication is an action taken by individuals, families, or communities to promote and maintain health, as well as to prevent and treat diseases. According to the Central Bureau of Statistics (BPS) in 2023, approximately 79.74% of the Indonesian population engages in self-medication, with the Yogyakarta region reporting 73.30%, a number that has steadily increased over the past three years. Cough is one of the most common and mild complaints in the community, leading people to prefer self-treatment. However, improper self-medication may pose significant health risks due to limited knowledge about medications and their proper use. This study aims to determine the level of knowledge among students at SMK/SMF Indonesia Yogyakarta regarding self-medication for cough. This research used a descriptive observational method. Data were collected through a validated questionnaire filled out by 60 student respondents, consisting of 11 statements covering the definition of cough, types of cough, and its treatment. The results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge (91.6%), especially regarding the concept of self-medication and appropriate selection of cough medications. However, misunderstandings were still found, particularly in recognizing the proper definition of cough and the handling of syrup medications that have changed color. These findings indicate the need for continuous education on self-medication, particularly in ensuring safe drug use.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengelolaan Obat Kadaluwarsa di Apotek K-24 Taman Siswa Tahun 2024

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Drug management is an activity related to aspects of planning, procurement, recipt, storage, destruction, control, recording, and reporting. Drug management is used to ensure the availability of drugs when needed, both in terms of quality, tipe, and quality for effective and efficient operational activities. Poor planning can lead to full storage and the risk of causing expired drug. The purpose of this research is to know the description of expired drug management at the K-24 Taman Siswa Yogyakarta Pharmacy in 2024. This research is a descriptive observational. This sampling method in this research was purposive sampling with a total of 98 samples. The analysis in this study includes calculating the percentage of drugs that will expired in the 2024 period, interview observations to find out the factors causing expired medicines and how to manage expired drug in K-24 Taman Siswa Yogyakarta Pharmacy. The research results and conclusions in this study are that the percentage of expired drugs at Apotek K-24 Taman Siswa Yogyakarta is 0,023%, so it does not comply with the requirements for expire drug indicators, namely 0% and management of expired drugs at Apotek K-24 Taman Siswa Yogyakarta is appropriate.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Kecacingan Dan Obat Cacing Pada Anak Di Dusun Karanggawang Mororejo Tempel Sleman Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecacingan Soil-Transmitted Helminth (STH) disebabkan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah. Menurut data dari hasil SSGI 2021 menunjukkan bahwa di wilayah Yogyakarta jumlah anak balita yang menderita kecacingan berdasarkan diagnosis atau gejala sebesar 2,1%. Salah satu upaya pemerintah dalam penanggulangan Cacingan melalui pemberian obat pencegahan masal (POPM) satu kali dalam 1 (satu) tahun untuk daerah kabupaten/kota dengan prevalensi sedang. Faktor lain yang penting dalam keberhasilan pengobatan adalah dengan menyediakan air bersih dan jamban bagi warga agar menghenntikan perilaku BAB sembarangan (Sungkar, et al., 2018). Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode Observasional deskriptif. Jumlah responden dihitung menggunakan rumus slovin, diperoleh sebanyak 66 jiwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kuesioner yang digunakan sebelumnya sudah dilakukan validasi pada 30 responden. Data yang diperoleh merupakan data primer yang diperoleh langsung dari responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu terhadap kecacingan dan obat cacing pada anak di Dusun Karanggawang, Mororejo, Tempel, Sleman sebanyak 34 responden (51,5%) masuk dalam kategori baik. Kategori cukup 27 responden (41%) dan kategori kurang yaitu 5 responden (7,5%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu terhadap kecacingan dan obat cacing pada anak masuk dalam kategori baik.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat di Dusun Segoroyoso 2 Segoroyoso Pleret Bantul Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Self-medication without adequate understanding can lead to medication misue. Obtain, Use, and Dispose (DAGUSIBU) is a program aimed to promoting the Smart Family Movement on Medicine Awareness as a step to improve community quality of life. A preliminary stufy in Segoroyoso 2 Hamlet revealed that most residents were still unfamiliar with DAGUSIBU practices, such as obtaining medicines from no-healthcare providers, improper usage, storing medicines in the refrigerator, and disposing of medicines directly into the trash. This study aims to determine the level of public knowledge about DAGUSIBU in Segoroyoso 2 Hamlet, Segoroyoso, Pleret, Bantul. The research used an observational descriptive method. The sampling technique was purposive sampling, based on inclusion and exclusion criteria, with a total of 90 respondents. The research instrument was a closed-ended questionnaire. Data were analyzed by summing the scores of each respondent, then converting them into percentages to categorize the level of knowledge as good, fair, or poor. The result showed that of the 90 respondents, 54 (60%) had a good level of knowledge, 25 (28%) had a fair level, and 11 (12%) had a poor level. It can be concluded that the overall level of community knowledge about DAGUSIBU is categorized as good.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail