Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: masyarakat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Tradisional Sebagai Alternatif Pengobatan Di RW 08, Warungboto, Yogyakarta Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan obat tradisional di Indonesia masih dipercaya untuk mengobati berbagai penyakit. Data Riskesdas 2018 menunjukkan sebagian besar masyarakat menggunakan ramuan jadi (48,0%) dan ramuan buatan sendiri (31,8%), namun pengetahuan masih terbatas pada jamu dan belum banyak yang mengetahui obat herbal terstandar serta fitofarmaka. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap masyarakat tentang penggunaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pengambilan data secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat RW 08 warungboto, Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 91 responden. Analisa data meliputi tingkat pengetahuan, sikap, serta hubungan pengetahuan terhadap sikap penggunaan obat tradisional. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, sedang, kurang, dan sikap dikategorikan menjadi positif, negatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada SPSS versi 27. Hasil yang diperoleh dari tingkat pengetahuan dengan kategori baik sebesar 16 responden (17,58%), cukup 51 responden (56,04%), dan kurang 24 responden (26,37%). Untuk sikap responden dengan kategori positif diperoleh 42 responden (46,15%), dan negatif 49 responden (53,85%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p sebesar 0,106 (p > 0,05), yang artinya H0 diterima Ha ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap masyarakat tentang penggunaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan.

55 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pegetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik Dan Obat Paten Di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul Bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penggunaan obat generik di Indonesia masih tergolong rendah, sekitar 17% dibanding obat bermerek, Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang obat generik dan obat paten sehingga timbul persepsi bahwa obat generik memiliki khasiat dan mutu lebih rendah dibandingkan obat paten. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 sampel responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitan yang telah dilakukan di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul menunjukan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 37%, pengetahuan cukup 36% dan 27% responden masih memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai obat generik dan obat paten. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul tentang obat generik dan obat paten termasuk kedalam kategori baik hingga cukup.

53 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak Gari Wonosari Gunungkidul bulan Desember 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat secara rasional dan benar. Hasil penyuluhan yang dilakukan Zakaria dkk., (2022) menunjukkan bahwa adanya peningkatan persen pengetahuan masyarakat dari penjelasan yang telah diberikan oleh penyuluh. Pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan terhadap “Dapatkan obat yang benar” meningkat sebesar 88%, “Gunakan obat yang benar” sebesar 88,8%, “Simpan obat yang benar” sebesar 80% dan “Buang obat dan benar” sebesar 85,6%.Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 85 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisoner tertutup yang telah di validasi. Analisis data diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian tingkat pengetahuan DAGUSIBU masyarakat di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul memiliki tingkat pengetahuan yang “Baik” dimana dari 85 responden sebanyak 62 responden (72,94%) berpengetahuan baik, 17 responden (20%) berpengetahuan cukup, 6 responden (7,05%) berpengetahuan kurang.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta pada Bulan Februari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di Indonesia, data kasus keracunan obat dan makanan diperoleh sebanyak 1.722 kasus. Aksi pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat, melalui Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merencanakan program kampanye dengan jargon DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat). Studi pendahuluan yang dilakukan pada beberapa masyarakat Perumahan Polri didapatkan hasil, adanya beberapa warga yang belum mengetahui DAGUSIBU obat yang benar. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat di Perumahan Polri. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 80 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisa data kuantitatif secara deskriptif dengan skala pengetahuan baik, cukup, kurang. Berdasarkan hasil penelitian Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta bulan Februari 2025 didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik dengan jumlah 33 responden (41,25%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 35 responden (43,75%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 12 responden (15,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat Perumahan Polri, Daerah Istimewa Yogyakarta tentang DAGUSIBU obat dalam kategori cukup yaitu 43,75%.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat di Dusun Segoroyoso 2 Segoroyoso Pleret Bantul Bulan Januari 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Self-medication without adequate understanding can lead to medication misue. Obtain, Use, and Dispose (DAGUSIBU) is a program aimed to promoting the Smart Family Movement on Medicine Awareness as a step to improve community quality of life. A preliminary stufy in Segoroyoso 2 Hamlet revealed that most residents were still unfamiliar with DAGUSIBU practices, such as obtaining medicines from no-healthcare providers, improper usage, storing medicines in the refrigerator, and disposing of medicines directly into the trash. This study aims to determine the level of public knowledge about DAGUSIBU in Segoroyoso 2 Hamlet, Segoroyoso, Pleret, Bantul. The research used an observational descriptive method. The sampling technique was purposive sampling, based on inclusion and exclusion criteria, with a total of 90 respondents. The research instrument was a closed-ended questionnaire. Data were analyzed by summing the scores of each respondent, then converting them into percentages to categorize the level of knowledge as good, fair, or poor. The result showed that of the 90 respondents, 54 (60%) had a good level of knowledge, 25 (28%) had a fair level, and 11 (12%) had a poor level. It can be concluded that the overall level of community knowledge about DAGUSIBU is categorized as good.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang DAGUSIBU Obat pada Masyarakat Dusun Pereng Kabupaten Kulon Progo Periode Januari - Fabruari 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Drug abuse is a problem that often occurs in the community. DAGUSIBU is a program to realize a drug-aware family movement. The level of knowledge of DAGUSIBU medicine among PKK mothers in Panjang Kidul neighborhood, Semarang Regency is still in the insufficient category, which is 59%. The purpose of the study was to determine the description of the level of knowledge about DAGUSIBU medicine in the community of Pereng Hamlet, Kulon Progo Regency. This study uses an observational method that is descriptive in nature. Sampling by purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria in 137 respondents. The research instrument used was a closed questionnaire. Data analysis was carried out by summing up the scores of each respondent, then calculating the percentage of the assessment to determine the level of community knowledge included in the good, sufficient, or lacking category.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Hipertensi di RW 01 Desa Cebongan Kidul Sleman Bulan Februari 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi hipertensi mengalami kenaikan menurut data kunjungan rawat jalan 2021 Puskesmas Mlati II dari 3.825 orang menjadi 5.154 orang. Faktor pencetus timbulnya hipertensi adalah merokok, kurang olahraga, kegemukan (obesitas), jenis kelamin, faktor genetik, dan usia. Pasien hipertensi harus memiliki pengetahuan meliputi arti penyakit hipertensi, penyebab hipertensi serta pentingnya melakukan pengobatan yang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi di Rw 01 Desa Cebongan Kidul Kecamatan Mlati Sleman Bulan Januari 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif dengan menggunakan retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 61 responden masyarakat di Rw 01 Desa Cebongan Kidul. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang bersifat tertutup. Data dikumpulkan dengan cara mengelompokkan sesuai kategori kurang, cukup, baik dan dihitung dengan presentase.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penanganan Diabetes Melitus di Dusun Karen RT 04 Kretek Bantul Yogyakarta Bulan Januari 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTI SARI Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kondisi metabolik yang terdiri dari berbagai penyebab dan ditandai dengan tingginya tingkat glukosa dalam darah, serta mengalami gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein karena kekurangan fungsi insulin.Di Kabupaten Bantul, pravelensi Diabetes Melitus sebesar 2,57% yang menjadi peringkat ke dua di provinsi Yogyakarta (Riskesdas,2018). Penyakit diabetes melitus dapat di sebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor genetik, faktor usia, banyak makan gula, kelebihan berat badan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahun masyarakat tentang penanganan diabetes melitus di Dusun Karen. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel adalah masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit diabetes melitus di Dusun Karen RT 04 Kretek Bantul sejumlah 51 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner tertutup mengenai tingkat pengetahuan masyarakat tentang penanganan Diabetes Melitus. Analisa dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase, kemudian dikategorikan menjadi tingkat pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Penelitian tentang tingkat pengetahuan masyarakat tentang penanganan diabetes melitus melitus di Dusun Karen RT 04 dengan kategori baik dengan persentase 80,40 %, cukup 17,64% dan kurang 1,96%. Kesimpulan pada penelitian ini tingkat pengetahuan masyarakat dengan ketegori baik. ABSTRACK Diabetes mellitus (DM) is a metabolic condition consisting of various causes and is characterized by high levels of glucose in the blood, as well as disturbances in carbohydrate, lipid, and protein metabolism due to lack of insulin function. In Bantul Regency, the prevalence of Diabetes Mellitus is 2.57%, which is ranked second in the province of Yogyakarta (Riskesdas, 2018). Diabetes mellitus can be caused by several factors such as genetic factors, age factors, eating lots of sugar, being overweight. The purpose of this study was to determine the level of community knowledge about diabetes mellitus management in Karen Hamlet. This type of research is descriptive research. The sample is people who have risk factors for diabetes mellitus in Karen Hamlet RT 04 Kretek Bantul, a total of 51 respondents. The instrument used was a closed questionnaire regarding the level of community knowledge about the management of Diabetes Mellitus. Analysis was carried out descriptively and presented in the form of percentages, then categorized into good, sufficient, and insufficient knowledge levels. Research on the level of community knowledge about the management of diabetes mellitus mellitus in Dusun Karen RT 04 with a good category with a percentage of 80,40%, enough 17,64% and less 1.96%. The conclusion in this study is that the level of community knowledge is good.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik di Dusun Semampir Panjangrejo Pundong Bantul Periode Februari 2023

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi penggunaan antibiotik di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu antara 40% sampai 60%. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resisten antibiotik. Masyarakat di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong Bantul mayoritas masyarakatnya mempunyai latar belakang pengetahuan yang masih rendah, sehingga sangat rentan terjadi kesalahan dalam penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan Antibiotik di Dusun Semampir Panjangrejo Pundong Bantul Periode Februari 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong, Bantul yang berusia 15 – 64 tahun, data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan dengan instrument kuesioner. Data dianalisis dengan menghitung nilai persentase jawaban benar pada bagian kuesioner, kemudian tingkat pengetahuan dikategorikan dalam kategori Baik, Cukup, Kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik dalam kategori baik sebanyak 29 responden (35%), cukup sebanyak 34 (40%), dan kurang sebanyak 21 (25%). Kesimpulan pada penelitian ini mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat batuk di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong Bantul dikategorikan cukup.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Tetes Mata Di Desa Geparang Purwodadi Kabupaten Purworejo Bulan Februari 2023

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eye drops are sterile preparations in the form of a solution or suspension, used for the eyes, by dripping the drug on the mucous membrane of the eye around the eyelids and eyeball. If eye drops are not used in the right way, they will have an impact on the eyes, such as irritation and other eye disorders. The purpose of this study was to determine the level of public knowledge about the use of eye drops in Geparang Village, Purwodadi, Purworejo district. This type of research is quantitative descriptive observational. Sampling using the method purposive sampling with a sample of 100 respondents. Analysis of knowledge level data using the score of each statement obtained is then calculated using the percentage formula then the calculation results are included in 3 categories, namely good with a percentage (76% - 100%), sufficient percentage (56% - 75%) and less percentage <56 %. The results of this study have a good level of knowledge as many as 50 respondents (50%), sufficient category as many as 33 respondents (33%), less category as many as 17 respondents (17%).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Antasida di Dusun Semoya, Sleman Bulan Februari 2023.

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antasida merupakan obat yang banyak digunakan untuk pengobatan sendiri atau swamedikasi dan cukup mudah didapatkan dipasaran. Penelitian sebelumnya yang dilakukan di dusun kepek bantul didapatkan 48 responden dengan pengetahuan mengenai penggunaan obat antasida dengan kategori kurang sebesar 50,53%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat antasida di Dusun Semoya, Sleman bulan Februari 2023. Metode penelitian ini berjenis observasional deskriptif dengan pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 90 responden di Dusun Semoya bulan Februari 2023. Data yang diamati meliputi tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat antasida di Dusun Semoya, bulan Februari 2023. Analisa data yang dilakukan pada penelitian yaitu dengan menghitung nilai persentase jawaban benar pada bagian kesioner, kemudian tingkat pengetahuan dikategorikan kedalam kategori baik, cukup, kurang.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat Di Masyarakat Tempuran, Kasihan, Bantul Periode Februari 2023

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DAGUSIBU ( Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) merupakan salah satu program IAI ( Ikatan Apoteker Indonesia) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait cara penggunaan dan pengelolaan obat yang baik dan benar. Pada penelitian Kristina 2018 lebih dari 89% masyarakat menyimpan obat dirumah sampai kadaluarsa kemudian dibuang bersama dengan sampah rumah tangga dan pada penelitian Pramestitue 2020 sebanyak 89% masyarakat menyimpan obat-obatan dirumah untuk digunakan sebagai persediaan, sebanyak 49% masyarakat melakukan pembuangan obat langsung ke tempat sampah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang di Masyarakat Kampung Tempuran. Metode penelitian ini yaitu menggunakan design penelitian observasional deskriptif . Populasi penelitian ini adalah masyarakat Kampung Tempuran, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Sampel yang digunakan berjumlah 110 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan deskriptif.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail