ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sediaan obat tetes mata menjadi salah satu obat yang cukup sering digunakan secara bebas oleh masyarakat. Pengetahuan yang kurang dapat menyebabkan kesalahan dalan terapi sehingga dapat membahayakan masyarakat. Gerakan keluarga sadar obat menjadi sebuah langkah kongkrit untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemilihan dan penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan gejala dapat menggagalkan terapi pada gangguan mata atau bahkan memperburuk keadaan mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai DAGUSIBU obat tetes mata di kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner tertutup yang sudah valid. Kemudian dipersentasekan menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,5% responden memiliki pengetahuan kategori baik, 38,75% cukup, dan 13,75% kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat tetes mata di Kampung Kebrokan RT 20 Pandeyan Umbulharjo yaitu dalam kategori baik sebesar 47,5%. Pengetahuan tertinggi terdapat pada pengertian DAGUSIBU, sedangkan pengetahuan terendah terdapat pada cara mendapatkan dan membuang obat tetes mata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
In Indonesia, infectious diseases are a major health problem due to their high prevalence of 40%-60%. Antibiotic are a class of drugs used to treat infectious diseases. Antibiotics are administered to patients with infectious diseases to inhibit the growth of or kill organisms, particularly disease-causing bacteria. The DAGUSIBU concept was developed as an effort to improve rational antibiotic use. This study aimed to assess the level of knowledge of PKK mothers regarding the application of DAGUSIBU antibiotic. This research method is descriptive observational using a saturated sample of 45 respondents. Data collection was carried out using a validated closed questionnaire. Data was analyzed based on the percentage of correct answers, then the level of knowledge was categorized into good, sufficient and poor. The results obtained on the level of knowledge about DAGUSIBU antibiotics among PKK mothers in Gunung Gebang Hamlet show that the level of knowledge of PKK mothers about DAGUSIBU antibiotics is in the good category for 13 respondents (28.89%), the sufficient category for 30 respondents (66.67%), and the poor category for 2 respondents (4.45%). Therefore, it can be concluded that the level of knowledge about DAGUSIBU antibiotics among PKK mothers in Gunung Gebang Hamlet is in the sufficient category.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat secara rasional dan benar. Hasil penyuluhan yang dilakukan Zakaria dkk., (2022) menunjukkan bahwa adanya peningkatan persen pengetahuan masyarakat dari penjelasan yang telah diberikan oleh penyuluh. Pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan terhadap “Dapatkan obat yang benar” meningkat sebesar 88%, “Gunakan obat yang benar” sebesar 88,8%, “Simpan obat yang benar” sebesar 80% dan “Buang obat dan benar” sebesar 85,6%.Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 85 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisoner tertutup yang telah di validasi. Analisis data diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian tingkat pengetahuan DAGUSIBU masyarakat di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul memiliki tingkat pengetahuan yang “Baik” dimana dari 85 responden sebanyak 62 responden (72,94%) berpengetahuan baik, 17 responden (20%) berpengetahuan cukup, 6 responden (7,05%) berpengetahuan kurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di Indonesia, data kasus keracunan obat dan makanan diperoleh sebanyak 1.722 kasus. Aksi pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat, melalui Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merencanakan program kampanye dengan jargon DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat). Studi pendahuluan yang dilakukan pada beberapa masyarakat Perumahan Polri didapatkan hasil, adanya beberapa warga yang belum mengetahui DAGUSIBU obat yang benar. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat di Perumahan Polri. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 80 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisa data kuantitatif secara deskriptif dengan skala pengetahuan baik, cukup, kurang. Berdasarkan hasil penelitian Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Obat di Perumahan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta bulan Februari 2025 didapatkan hasil tingkat pengetahuan baik dengan jumlah 33 responden (41,25%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 35 responden (43,75%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 12 responden (15,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat Perumahan Polri, Daerah Istimewa Yogyakarta tentang DAGUSIBU obat dalam kategori cukup yaitu 43,75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The misuse of medication remains a common issue in communities, including the self-medication of eye preparations that often do not follow proper guidelines. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) is a program initiated by the Indonesian Pharmacists Association to increase public awareness of proper medication practices. This study aims to determine the level of knowledge among teenagers in Dusun Jongkang regarding the DAGUSIBU principles, particularly for eye medication preparations. This research used a descriptive observational method with purposive sampling involving 55 teenage respondents. A questionnaire was used as the research instrument, and data were analyzed using a scoring system to classify knowledge into good, sufficient, or poor categories. The results showed that 18% of respondents had a good level of knowledge, 55% sufficient, and 27% poor. It was found that understanding of medication disposal methods and the use of certain drugs, such as those containing dexamethasone, was still low. These findings highlight the need for further education on DAGUSIBU, especially regarding sterile eye medication preparations.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil dari Riskesdas tahun 2018 menunjukkan 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi. Dalam pelaksanaan swamedikasi banyak kesalahan yang dapat terjadi karena tidak memperoleh informasi lengkap terkait obat yang diterima. DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan Gunakan Simpan Buang obat yang di prakarsai oleh IAI untuk mencapai pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang DAGUSIBU Obat di Dusun Ngringinan Palbapang Bantul Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 72 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan kuesioner berisi identitas responden dan 13 butir pernyataan. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan dihitung menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang DAGUSIBU di Dusun Ngringinan Palbapang Bantul sebanyak 52 responden (72,22%) termasuk dalamkategori baik. Pada kategori cukup 16 responden (22,22%) dan paling sedikit pada kategori kurang yaitu 4 responden (5,56%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu rumah tangga tentang DAGUSIBU masuk kedalam kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Self-medication without adequate understanding can lead to medication misue. Obtain, Use, and Dispose (DAGUSIBU) is a program aimed to promoting the Smart Family Movement on Medicine Awareness as a step to improve community quality of life. A preliminary stufy in Segoroyoso 2 Hamlet revealed that most residents were still unfamiliar with DAGUSIBU practices, such as obtaining medicines from no-healthcare providers, improper usage, storing medicines in the refrigerator, and disposing of medicines directly into the trash. This study aims to determine the level of public knowledge about DAGUSIBU in Segoroyoso 2 Hamlet, Segoroyoso, Pleret, Bantul. The research used an observational descriptive method. The sampling technique was purposive sampling, based on inclusion and exclusion criteria, with a total of 90 respondents. The research instrument was a closed-ended questionnaire. Data were analyzed by summing the scores of each respondent, then converting them into percentages to categorize the level of knowledge as good, fair, or poor. The result showed that of the 90 respondents, 54 (60%) had a good level of knowledge, 25 (28%) had a fair level, and 11 (12%) had a poor level. It can be concluded that the overall level of community knowledge about DAGUSIBU is categorized as good.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT The eyes are the five senses of humans that play an important role in the process of daily activities, the eyes can experience visual disturbances that affect their quality. Lack of understanding about medicine can cause health problems. Therefore, it is important to apply DAGUSIBU (Get, Use, Store, Dispose) for the safe and effective use of eye drops. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about DAGUSIBU eye drops among students of SMK Negeri 1 Purwosari Gunungkidul. This research method is descriptive observational with purposive sampling technique. Data collection used a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The sample of this study amounted to 70 students. Data were collected and the results were then calculated as % to be categorized as good (≥76%-100%), sufficient (56% - 76%), and less (56%). After scoring, data were analyzed in descriptive form. The results showed that students who gained good knowledge about DAGUSIBU eye drops were 29 students (41%), 35 students (50%) and 6 students (9%). It can be concluded that the knowledge of students of SMK Negeri 1 Purwosari Gunungkidul regarding DAGUSIBU eye drops most students fall into the sufficient category.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Drug abuse is a problem that often occurs in the community. DAGUSIBU is a program to realize a drug-aware family movement. The level of knowledge of DAGUSIBU medicine among PKK mothers in Panjang Kidul neighborhood, Semarang Regency is still in the insufficient category, which is 59%. The purpose of the study was to determine the description of the level of knowledge about DAGUSIBU medicine in the community of Pereng Hamlet, Kulon Progo Regency. This study uses an observational method that is descriptive in nature. Sampling by purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria in 137 respondents. The research instrument used was a closed questionnaire. Data analysis was carried out by summing up the scores of each respondent, then calculating the percentage of the assessment to determine the level of community knowledge included in the good, sufficient, or lacking category.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DAGUSIBU is a Healthy Family Medicine Movement (GKSO) program founded by the Indonesian Pharmacists Association, aimed at increasing public awareness about the healthy use of medicines. Acquisition, use, storage, and disposal are all aspects related to Dagusibu medicine. According to Basic Health Research (2013), there is data that records that 35.7% of households store hard drugs, and 27.8% store antibiotics for self-medication purposes. Apart from that, the results of the 2013 RISKESDAS also show that 85.9% of people in urban and rural areas do not have an adequate understanding of medicines. The aim of this research is to find out about the Jragung Jogotirto community about DAGUSIBU eye drops in January 2024. This research uses quantitative descriptive observational methods with prospective data collection. Data was taken using purposive sampling technique. The research was conducted to determine the level of knowledge of DAGUSIBU eye drops in the Jragung Jogotirto Community. The instrument used is a questionnaire that has been validated and closed with right or wrong answers. Then it was presented into 3 categories, namely good, sufficient and poor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting dalam kehidupan sehari – hari. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh peneliti salah satu gangguan pada mata yang sering dialami pada masyarakat Dusun Grindang adalah iritasi mata yang disebabkan seringnya terkena polusi udara. Namun, karena kurang pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat tetes mata yang benar dapat memperburuk keadaan mata dan menyebabkan masyarakat mengabaikan kesehatan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat tetes mata bebas dan bebas terbatas di Dusun Grindang, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo.
Jenis penelitian ini yaitu observasional deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Pengumpulan data berupa data primer menggunakan kuesioner yang bersifat tertutup. Analisis data tingkat pengetahuan menggunakan skor dari masing-masing item pertanyaan yang diperoleh kemudian dihitung menggunakan rumus presentase kemudian hasil perhitungan dimasukkan pada 3 kategori yaitu baik, cukup, dan kurang.
Hasil dari penelitian ini memiliki tingkat pengetahuan baik dengan jumlah 52 responden (57,8%), tingkat pengetahuan cukup 35 responden (38,9%), dan tingkat pengetahuan kurang ada 3 responden (3,3%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan antibiotika dan pengelolaan yang tidak tepat menandakan upaya kesehatan yang dilakukan masyarakat masih rendah. Salah satu faktor dari yang mempengaruhi kurangnya upaya kesehatan masyarakat adalah pengelolaan obat mulai dari cara mendapatkan sampai obat tidak dikonsumsi lagi hingga akhirnya dibuang tidak sepenuhnya dipahami masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Daplokan tentang DAGUSIBU Antibiotika.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden dihitung menggunakan rumus Slovin sebanyak 84 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner yang bersifat tertutup. Kuesioner di analisa menggunakan Excel kemudian di skoring untuk mengetahui pengetahuan masyarakat, kemudian dikelompokan menjadi kategori baik, cukup dan kurang.
Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden dengan ketegori kurang sebanyak 27.4%, cukup sebanyak 36.9% dan baik sebanyak 35.7%. Tingkat pengetahuan masyarakat Daplokan tentang DAGUSIBU Antibiotika termasuk dalam kategori cukup dengan persentase 36.9%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DAGUSIBU ( Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) merupakan salah satu program IAI ( Ikatan Apoteker Indonesia) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait cara penggunaan dan pengelolaan obat yang baik dan benar. Pada penelitian Kristina 2018 lebih dari 89% masyarakat menyimpan obat dirumah sampai kadaluarsa kemudian dibuang bersama dengan sampah rumah tangga dan pada penelitian Pramestitue 2020 sebanyak 89% masyarakat menyimpan obat-obatan dirumah untuk digunakan sebagai persediaan, sebanyak 49% masyarakat melakukan pembuangan obat langsung ke tempat sampah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang di Masyarakat Kampung Tempuran.
Metode penelitian ini yaitu menggunakan design penelitian observasional deskriptif . Populasi penelitian ini adalah masyarakat Kampung Tempuran, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Sampel yang digunakan berjumlah 110 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan deskriptif.