Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Antibiotika
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Antibiotika Pada Pasien Infeksi Saluran Pernafasan Atas di RS Berhesda Lempuyangwangi Yogyakarta Tahun 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT The prevalence of ISPA according to Riskesdas 2018 is 9.3%. ISPA data for the 1-4 year age group is 12.8% with the largest provinces being East Nusa Tenggara at 18.6%, Banten Province at 17.7% and East Java at 17.2%. The prevalence of ARI in DIY is 2.8%. Based on data on antibiotic use worldwide in 2000-2010, antibiotic use is increasingly high, namely 36%. This study aims to determine the pattern of antibiotic prescribing in ARI patients at Bethesda Lempuyangwangi Hospital in 2023. This research uses descriptive methods with retrospective data. Data collection used a purposive sampling technique, totaling 80 samples, where this research was carried out by collecting data from medical records of ISPA patients inpatients at Bethesda Lempuyangwangi Hospital in 2023. Data was analyzed by calculating the percentage of gender, age, name of antibiotic, class of antibiotic. The results of this study show that the characteristics of patients based on gender are female (58.75%) and male (41.25%). Meanwhile, based on age, the majority are adults aged 30-59 years (40%). The pattern of drug prescribing in ARI patients based on the type of drug most commonly prescribed is the antibiotic Cefadroxil (23.75%) and the least is Cefazolin (1.25%). The most frequently used drug class is Generation III Cephalosporins (36.25%) and the least frequently are Macrolides (8.75%). Keywords: Prescribing patterns, antibiotics, ARI

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Daplokan Seyegan Sleman Yogyakarta Tentang Dagusibu Antibiotika Bulan Februari 2023

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan antibiotika dan pengelolaan yang tidak tepat menandakan upaya kesehatan yang dilakukan masyarakat masih rendah. Salah satu faktor dari yang mempengaruhi kurangnya upaya kesehatan masyarakat adalah pengelolaan obat mulai dari cara mendapatkan sampai obat tidak dikonsumsi lagi hingga akhirnya dibuang tidak sepenuhnya dipahami masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Daplokan tentang DAGUSIBU Antibiotika. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden dihitung menggunakan rumus Slovin sebanyak 84 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner yang bersifat tertutup. Kuesioner di analisa menggunakan Excel kemudian di skoring untuk mengetahui pengetahuan masyarakat, kemudian dikelompokan menjadi kategori baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden dengan ketegori kurang sebanyak 27.4%, cukup sebanyak 36.9% dan baik sebanyak 35.7%. Tingkat pengetahuan masyarakat Daplokan tentang DAGUSIBU Antibiotika termasuk dalam kategori cukup dengan persentase 36.9%.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail