ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi cacing masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada anak balita. Pencegahan kecacingan melalui pemberian obat cacing memerlukan peran aktif ibu sebagai pengasuh utama, sehingga pengetahuan dan sikap ibu menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki anak balita mengenai penggunaan obat cacing di RW 08 Warungboto. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel pada penelitian ini sejumlah 60 ibu yang memiliki anak usai 12-59 bulan dengan menggunakakn teknik sampel jenuh. Analisis data meliputi karakteristik demografi, tingkat pengetahuan dengan kategori baik, cukup, dan kurang, serta sikap yang diklasifikasikan menjadi positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar 91,6%, cukup sebesar 6,7%, dan kurang sebesar 1,7%. Sementara itu, sikap ibu terhadap penggunaan obat cacing menunjukkan hasil sikap positif sebesar 30% dan sikap negatif sebesar 70%. Kesimpulan penelitian ini adalah ibu di RW 08 Warungboto mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang baik namun memiliki sikap yang negatif dalam penggunaan obat cacing pada anak balita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi kecacingan di Indonesia masih tinggi berkisar antara 40% hingga 60% untuk semua kelompok usia terutama pada kelompok anak anak usia rentan kecacingan. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing didapatkan mayoritas pengetahuan masih dalam kategori kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu di Dusun Jetis sebanyak 54 responden. Data dianalisis dengan menghitung skor tiap responden dan dihitung persentase penilaiannya untuk mengetahui pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori baik, cukup atau kurang. Tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan di Dusun Jetis, Tamantirto dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian mengenai penyakit kecacingan dalam kategori baik sebanyak 31 responden (57,4%), kategori cukup sebanyak 18 responden (33,3%) dan kategori kurang sebanyak 5 responden (9,3%) sedangkan mengenai penatalaksanaan kecacingan dalam kategori baik sebanyak 41 responden (75,9%), kategori cukup sebanyak 10 responden (18,5%) dan kategori kurang sebanyak 3 responden (5,6%). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan kecacingan termasuk dalam kategori baik dengan persentase 75,9%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecacingan Soil-Transmitted Helminth (STH) disebabkan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah. Menurut data dari hasil SSGI 2021 menunjukkan bahwa di wilayah Yogyakarta jumlah anak balita yang menderita kecacingan berdasarkan diagnosis atau gejala sebesar 2,1%. Salah satu upaya pemerintah dalam penanggulangan Cacingan melalui pemberian obat pencegahan masal (POPM) satu kali dalam 1 (satu) tahun untuk daerah kabupaten/kota dengan prevalensi sedang. Faktor lain yang penting dalam keberhasilan pengobatan adalah dengan menyediakan air bersih dan jamban bagi warga agar menghenntikan perilaku BAB sembarangan (Sungkar, et al., 2018).
Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode Observasional deskriptif. Jumlah responden dihitung menggunakan rumus slovin, diperoleh sebanyak 66 jiwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kuesioner yang digunakan sebelumnya sudah dilakukan validasi pada 30 responden. Data yang diperoleh merupakan data primer yang diperoleh langsung dari responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu terhadap kecacingan dan obat cacing pada anak di Dusun Karanggawang, Mororejo, Tempel, Sleman sebanyak 34 responden (51,5%) masuk dalam kategori baik. Kategori cukup 27 responden (41%) dan kategori kurang yaitu 5 responden (7,5%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu terhadap kecacingan dan obat cacing pada anak masuk dalam kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Helminthiasis is caused by poor hygiene and sanitation, non-adherence to
deworming treatment, and lack of knowledge about worm infections. Cases of
helminthiasis infection in Yogyakarta Special Region (DIY) in 2015 reached 182
cases and in 2016 reached 165 cases. This study took place at Umbulharjo II
Community Health Center in Yogyakarta. The purpose of this study was to
determine the level of maternal knowledge about the use of deworming drugs at
Puskesmas Umbulharjo II Yogyakarta.
This study is a descriptive type of observational research. Prospective data
collection with sampling using purposive sampling method. Data were collected
using a questionnaire instrument and analyzed by calculating the percentage value
of correct answers to filling out the questionnaire then the level of knowledge was
categorized as good, sufficient, lacking. The number of samples used in this study
was 90 people.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi cacingan di Indonesia bervariasi antara 2,5% - 62%. Menurut data Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyatakan bahwa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) anak balita yang menderita cacingan sebesar 2,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak balita di Desa Karangwuni Wates Kulon Progo Bulan Februari 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak total 62 jiwa. Analisisa data penelitian ini menggunakan skor dari masing-masing pernyataan yang diperoleh kemudian dihitung persentase dengan 3 kategori yaitu baik persentase 76% - 100%, cukup persentase 56% - 75% dan kurang persentase 56%. Hasil dari penelitian ini terdapat 3 kategori yaitu: baik sebanyak 52 responden (83,87%), cukup sebanyak 10 responden (16,13%), dan kurang sebanyak 0 responden (0,00%). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tergolong dalam tingkat pengetahuan kategori baik, karena mampu menjawab 8 dari 10 pernyataan yang telah disajikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit kecacingan Soil Transmitted Helminth (STH) merupakan penyakit tersembunyi di negara tropis, salah satunya Indonesia. Pada tahun 2017, prevalensi penyakit ini masih cukup tinggi di beberapa daerah seperti di Kabupaten Bantul ditemukan 94 kasus. Prevalensi kecacingan yang tinggi ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta 14,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dengan menggunakan metode penelitian observasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada 62 sampel. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diambil dan diukur secara langsung pada responden, data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif dihitung persentase skor kemudian di kategorikan menjandi baik, cukup, dan kurang.