Abstrak
Prevalensi diabetes melitus di Indonesia mencapai 6,2% atau 10,8 juta jiwa, sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 3,11%. Pengetahuan mengenai pengobatan menjadi faktor penting dalam pengendalian diabetes. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM masih rendah, dengan 55,9% termasuk dalam kategori kurang. Temuan ini menegaskan perlunya pemetaan tingkat pengetahuan pasien DM, khususnya di apotek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan pengobatan pada pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup mengenai pengetahuan pengobatan diabetes melitus. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor total, kemudian mengelompokkan tingkat pengetahuan ke dalam kategori baik (76-100%), cukup .)55%≤(لkurangَلdanَلَ,)%75–56( Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pengobatan pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta tergolong baik sebesar 55,56% dan cukup sebesar 44,44%. Pengetahuan responden berada pada kategori cukup pada aspek pengetahuan diabetes melitus (69,77%), serta baik pada aspek penatalaksanaan farmakologis (77,78%) dan nonfarmakologis (87,04%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang pengobatan diabetes melitus tipe 2 menunjukkan bahwa 55,56% responden berada pada kategori baik.