ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antibiotik merupakan obat yang digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat yaitu sebesar 5,43% responden memiliki pengetahuan baik, sebesar 31,27% responden memiliki pengetahuan cukup dan sebesar 63,30% responden memiliki pengetahuan kurang hal ini dapat menyebabkan resistensi antibiotic apabila tidak digunakan dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan jawaban benar atau salah. Analisis data diolah dari hasil jawaban responden digolongkan tiga kategori tingkat pengetahuan yaitu baik (75-100%), cukup (56-75%), kurang (56%). Hasil tingkat pengetahuan masyarakat kategori baik (29%), kategori cukup (47%), dan kategori kurang (24%) dari penelitian yang diperoleh tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Bulan Desember 2025. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 47%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Data WHO menyebutkan bahwa 700.000 kematian terjadi secara global setiap tahun sebagai akibat dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen yang resistan terhadap antimikroba. Menurut Antimicrobial Resistance Collaborators diperkirakan bakteri yang resisten bertanggung jawab langsung atas 1,27 juta kematian global pada tahun 2019 dan berkontribusi terhadap 4,95 juta kematian. Resistensi antibiotik menyebabkan lamanya waktu perawatan, biaya kesehatan yang lebih besar dan meningkatkan angka kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotika di Dusun Manggungsari, Wonokerto, Turi, Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 88 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuesioner tertutup untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden. Data yang diperoleh dideskripsikan sebagai pengetahuan baik, cukup dan kurang. Berdasarkan hasil yang diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Manggungsari, Wonokerto, Turi, Sleman sebanyak 88 responden, didapatkan 10 responden (11%) memiliki pengetahuan baik, 42 responden (48%) memiliki pengetahuan cukup dan 36 responden (41%) memiliki pengetahuan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik termasuk kategori cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Resistensi mikroba terhadap antimikroba telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia dengan berbagai dampak merugikan. Kurangnya pengetahuan terhadap penggunaan antibiotik menjadi salah satu penyebab terjadinya penggunaan yang tidak tepat serta dapat menyebabkan resistensi. Sekitar 92% masyarakat di Indonesia tidak menggunakan antibiotik secara tepat. Penyakit infeksi termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Khusus untuk kawasan Asia Tenggara, penggunaan antibiotik sangat tinggi bahkan lebih dari 80% di beberapa provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Rajek Ngemplak, Mlati, Sleman tentang penggunaan antibiotik. Metode yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu 90 responden. Analisa data pada penelitian ini ditampilkan dalam bentuk deskriptif, hasil persentase dengan memberi skor atau penilaian dan diinterpretasikan menggunakan kriteria tingkat pengetahuan dalam kategori baik, cukup, atau kurang.