Abstrak
Anemia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan menurunnya jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah sehingga kemampuan darah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh menjadi berkurang yang sering dialami oleh remaja putri akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Upaya pencegahan anemia dikalangan remaja putri dilakukan melalui program pemberian TTD secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan simple random sampling atau pengambilan sampel secara acak dari 5 dusun yang ada di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui proses validasi. Hasil jawaban responden kemudian diolah dengan menghitung persentase jawaban benar, selanjutnya tingkat pengetahuan diklasifikasi ke dalam tiga kategori, yaitu baik, cukup, kurang. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu remaja putri yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 46 (61,3%) responden, pengetahuan cukup sebanyak 27 (36%) responden, dan pengetahuan kurang sebanyak 2 (2,7%) responden. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia adalah baik.