Abstrak
Batuk merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat dan dianggap ringan. Menurut data statistik dari Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta tahun 2021 terdapat lebih dari 35% penderita batuk di daerah Kulon Progo dan Bantul. Batuk merupakan salah satu keluhan yang sering ditangani dengan swamedikasi, namun kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis batuk dan pemilihan obat yang tepat dapat menimbulkan risiko kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat deskriptif, dengan kuisioner tertutup. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu Purposive sampling. Sampel penelitian ini merupakan pasien swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2 dengan jumlah 80 responden. Data dianalisis secara deskriptif dengan kategori pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang melakukan swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2 yaitu dengan usia 20 – 44 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SMA/SMK/Sederajat, dan pekerjaan paling banyak adalah ibu rumah tangga. Kesimpulan pada penelitian ini tingkat pengetahuan pasien terhadap swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2 dalam kategori baik sebanyak 44 responden (55%), cukup sebanyak 36 responden (45%), dan tidak terdapat responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang.