ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare merupakan penyakit yang mengakibatkan kesakitan dan kematian. Data penemuan kasus diare tahun 2020 sebanyak 5.228 kasus dan tahun 2021 sebanyak 2.532 kasus. Jumlah kasus diare pada perempuan sebanyak 2167 kasus (54,85 %), jumlah penemuan kasus diare pada laki-laki sebanyak 1784 kasus (45,15 %). Pendidikan berhubungan dengan pengetahuan diare, semakin baik pengetahuan maka menjamin semakin tidak terkena diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan tentang swamedikasi diare di dusun Papungan Sleman.
Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan Teknik stratified
random sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu warga dusun Papungan Sleman sejumlah 96 responden. Data diperoleh dengan menyebar kuesioner kepada
responden kemudian dianalisis menggunakan SPSS dengan uji statistik chi-square.
Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa diperoleh uji korelasi chi-square 0,018 menunjukkan adanya hubungan tingkat pendidikan terhadap pengetahuan
tentang swamedikasi diare di Dusun Papungan Sleman. Pengetahuan masyarakat
Papungan Sleman mengenai swamedikasi diare masuk dalam kategori baik 43 responden (45%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 menyebutkan, terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak menular salah satunya hipertensi. Prevalensi penyakit hipertensi di Kabupaten Sleman pada tahun 2020 mencapai 364.777 jiwa dengan persentase 18%. Pengetahuan masyarakat tentang hipertensi sangat diperlukan dalam asuhan keperawatan keluarga yang mengalami hipertensi, sehingga diharapkan semakin tinggi tingkat pendidikan maka pengetahuannya akan meningkat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi di Dusun Gempol Rt 04, Condongcatur, Depok, Sleman periode Februari 2023. Metode penelitian yang digunakan, yaitu observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 72 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner tertutup. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 25 dengan uji Chi Square. Hasil analisa data diperoleh nilai Asymp. Sig 0,05 maka Ha diterima sedangkan apabila nilai Asymp. Sig > 0,05 maka Ho diterima atau Ha ditolak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Common cold adalah gejala gangguan pernafasan yang ditandani adanyabatuk,bersin-bersin,hidungtersumbat,nyeritenggorokan,demamringandansakitkepala.Commoncolddapatditerapidengancaraswamedikasi.Swamedikasiberartimengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana menjadialternatifyangdiambilmasyarakatuntukmeningkatkanketerjangkauanpengobatan.Tujuanpenelitianiniadalahmengetahuihubungantingkatpendidikandengan pengetahuan masyarakat terhadap obat common cold di Apotek Anugerah24Monjali YogyakartaPeriodeFebruary 2023. Jenispenelitianinitermasukpenelitiannoneksperimentaldenganrancangananalitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study. Sampeladalah pasien yang membeli obat common cold sesua inklusi. Pengumpulan datadilakukandenganmengisikuesioneryangtelahdivalidasidanujireabilitas.Analisisdata yang digunakanmenggunakan metodeujistatisticChi-square
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan hasil Riskesdas (2018) diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 15 tahun, menunjukkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati urutan ke-3 sebagai provinsi dengan kasus Diabetes Mellitus (DM) yang tinggi di Indonesia dan prevalensi DM untuk semua umur di Indonesia sedikit lebih rendah dibandingkan prevalensi DM pada usia ≥15 tahun, yaitu sebesar 1,5% untuk semua umur dan 2% untuk usia ≥15 tahun. DM merupakan penyakit yang tidak menular, akan tetapi kurangnya pengetahuan masyarakat tentang DM, masyarakat cenderung tidak mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan DM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang Diabetes Mellitus di Dusun Gluntung Kidul, Caturharjo, Pandak, Bantul pada Januari 2023.
Metode penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel diambil secara simple random sampling menggunakan kuesioner pengetahuan dengan jumlah responden pada penelitian adalah 78 responden, hasil yang diperoleh diolah dan dianalisa menggunakan SPSS 23 dengan uji Kruskal-Wallis.
Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis yang sudah dilakukan didapatkan hasil nilai sig (2-sided) 0,603 > 0,05. Artinya tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus di Dusun Gluntung Kidul, Kabupaten Bantul.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Traditional medicine has been used widely in the world, around 80% of the population in certain countries, used traditional medicine as a guarantee of their health. As much as 49.5% of Indonesia's population has started using traditional medicine in the form of herbs. As much as 92% of Indonesian people stated that they know about traditional medicine, but the knowledge limited about herbal medicine. The aim of this study to determine the relationship between the level of education and the level of public knowledge about traditional medicine in RT 05 Karanggayam Village, Bantul. This study used an analytic observational method with a cross sectional approach. The sampling technique used purposive sampling of 75 respondents. Data analysis was carried out, namely the characteristics of the respondents, the level of knowledge, and the relationship between the level of education and the level of knowledge using Kruskal-Wallis test with SPSS 23. The results obtained from the level of knowledge about traditional medicine in the good category are 48%, sufficient are 35%, and less are 17%. Kruskal-Wallis test results obtained a significance value of 0.286, then Ho was accepted and Ha was rejected. The conclusion of this study is that there is no relationship between the level of education and the level of public knowledge about traditional medicine in RT 05 Karanggayam Village, Bantul.