Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Diabetes Mellitus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Peresepan Obat Antidiabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode Juli-September 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalence of diabetes mellitus (DM) continues to increase both globally and nationally, including in the Special Region of Yogyakarta, which ranks second highest in Indonesia (2.9%). DM is the second most common degenerative disease after hypertension, with a total of 1,431 cases recorded at Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta during the period of July–September 2025. This study aimed to describe the prescribing pattern of antidiabetic medications in patients with type II DM at Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta during July–September 2025. The study used a descriptive observational method with a retrospective approach. The population in this study consisted of 1,431 medical records and total of 95 medical records that met the inclusion criteria were selected as samples using purposive sampling. Data were analyzed using descriptive quantitative analysis with percentage frequency distribution presented in tables to describe drug prescribing, including drug classes, drug names, and types of therapy (monotherapy and combination therapy). The results showed that the antidiabetic drug classes used at Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta during July–September 2025 were the biguanide class, metformin (55.92%), and the sulfonylurea class, glimepiride (44.08%). The monotherapy used was metformin (29.47%) and glimepiride (10.53%), combination therapy used was metformin and glimepiride (60.00%).

81 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia mencapai 6,2% atau 10,8 juta jiwa, sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 3,11%. Pengetahuan mengenai pengobatan menjadi faktor penting dalam pengendalian diabetes. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM masih rendah, dengan 55,9% termasuk dalam kategori kurang. Temuan ini menegaskan perlunya pemetaan tingkat pengetahuan pasien DM, khususnya di apotek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan pengobatan pada pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup mengenai pengetahuan pengobatan diabetes melitus. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor total, kemudian mengelompokkan tingkat pengetahuan ke dalam kategori baik (76-100%), cukup .)55%≤(لkurangَلdanَلَ,)%75–56( Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pengobatan pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta tergolong baik sebesar 55,56% dan cukup sebesar 44,44%. Pengetahuan responden berada pada kategori cukup pada aspek pengetahuan diabetes melitus (69,77%), serta baik pada aspek penatalaksanaan farmakologis (77,78%) dan nonfarmakologis (87,04%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang pengobatan diabetes melitus tipe 2 menunjukkan bahwa 55,56% responden berada pada kategori baik.

54 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN IBU-IBU PKK TERHADAP PEMANFAATAN DAUN BINAHONG (Anredera cardifolia. Steen) SEBAGAI ANTIDIABETES DI DUSUN BLOTAN, WEDOMARTANI KABUPATEN SLEMAN

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a degenerative disease that will continue to increase until 2030 with an estimated 647 million people. Based on the health profile of Sleman Regency, Diabetes mellitus is one of the diseases reported by the health center, which is in the top 10 diseases that occur in the health center. Sustainable use of natural resources and traditional herbs to be used as traditional medicine in an effort to improve health services. The use of traditional medicinal plants is one of the alternatives that are most in demand by the community. One of the plants that can be useful as medicine is the binahong leaf plant. This study uses a descriptive observational method with a cross sectional approach to measure the level of knowledge at one time. Data analysis uses a questionnaire that has been validated and then filled out by respondents who are research samples. The data obtained was then calculated from the results of the questionnaire and the data analysis was then made in the form of paragraphs with the categories of knowledge, namely good, sufficient, and less. The results of the study on the level of knowledge of PKK women on the use of binahong leaves (Anredera cardifolia. Steen) as an antidiabetic in Blotan Hamlet, Wedomartani, Sleman, as many as 64 respondents (47.41%) have good knowledge, 55 respondents (40.74%) have sufficient knowledge, and 16 respondents (11.85%) have insufficient knowledge, so it can be concluded that PKK women have knowledge about the use of binahong leaves as an antidiabetes categorized as sufficient.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Infusa Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Mencit Jantan Galur Swiss Yang Diinduksi Aloksan

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi dimana pankreas ankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk tubuh atau Ketika tubuh tidak dapat efektif dalam penggunaan insulin. kadar glukosa darah dapat diturunan menggunakan bahan alam, salah satunya menggunakan daun rambutan. Daun rambutan memiliki kandungan tannin, saponin, dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji rambutan terhadap penurunan kadar glukosa darah. Metode penelitian eksperimental Pretest-posttest Control Group Design dengan melihat sebelum dan sesudah perlakuan terhadap 20 ekor mencit yang terbagi dalam kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif, kelompok II sebagai kontrol positif, kelompok III sebagai perlakuan infusa daun rambutan dosis 3.5 g/KgBB, dan kelompok IV infusa daun rambutan dosis 5.25 g/KgBB. Data yang diperoleh dianalisa dengan SPSS 23. Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk dan dilakukan uji homgenitas. Jika da a normai menggunakan Kruskall Wallis.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Rajawali Citra Bantul Periode Februari-Maret 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The 2018 riskesdas results show that the prevalence of diabetes mellitus in Indonesia is 2%. This figure shows an increase compared to the prevalence of diabetes mellitus in the 2013 riskesdas results, which was 1.5%. The prevalence of diabetes mellitus cases in the city of Yogyakarta reached 4.9%. Diabetes is generally caused by lifestyle and behavioral patterns, especially diet and inactivity. The lack of knowledge of patients regarding treatment regimens, the benefits of drugs or therapies causes patients to be non-compliant in carrying out their own treatment. This study aims to determine the level of patient knowledge regarding type 2 diabetes mellitus therapy at Rajawali Citra Bantul Hospital in February-March 2024. This research method was carried out descriptively observational with purposive sampling technique. The measuring instrument used is a questionnaire sheet consisting of 20 questions which will previously be tested for validity and reliability. Data analysis with univariate analysis using Microsoft Excel. The results of the questionnaire filling were calculated the correct answer score and calculated the percentage score to group the categories of good, sufficient, and less good. with the aim of getting a picture in the form of a percentage related to the level of knowledge about diabetes mellitus therapy.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Penggunaan Obat Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Umum Rajawali Citra Periode Mei-Oktober 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a chronic disease that can be reconized by increased blood sugar levels beyond normal limits that is current blood sugar level ≥200 mg/dL and fasting blood sugar ≥126 mg/dL. The prevalence of diabetes mellitus in Bantul Regency in 2022 will be 15.727 cases. Cases of diabetes mellitus at Rajawali Citra Hospital in 2022 were 1.961 cases and will be in the first position of the nine most common diseases in 2023. Besed on previous research, the drug often used for diabetes mellitus therapy are Metformin and Glimepiride. This study will aim to determine the diabetes mellitus type II drug use pattern at Rajawali Citra Hospital period May – October 2023. This is a descriptive observasional study with retrospective data collection wich was carried out at Rajawali Citra Hospital for the period May – October in 2023 with as many as 94 samples. The data obtained will be analyzed descriptively quantitatively and then presented in a table in percentage form.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Penggunaan Obat diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Minggir Sleman Periode Juni-Desember 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif dengan gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi insulin secara efektif. Prevalensi kasus penyakit Diabetes Mellitus di Daerah Istimewa Yogyakarta menempati peringkat ketiga yakni sebesar 3,1%. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui bahwa obat tunggal yang digunakan pada terapi antidiabetes mellitus yaitu Metformin 500 mg dengan persentase 32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Minggir Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif karena mengambil data dari resep pada bulan Juni – Desember 2022 di Puskesmas Minggir Sleman. Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif disajikan dengan persentase dalam bentuk diagram tentang gambaran penggunaan obat Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Minggir Sleman. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa dari 80 kasus lebih banyak usia lansia sebanyak 66% dan jenis kelamin perempuan sebanyak 59% serta gambaran penggunaan obat diabetes mellitus tipe II yaitu golongan Biguanida (Metformin) sebanyak 87,5% dan golongan Sulfonilurea (Glimepirid) sebanyak 12,5%.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antidiabetes Infusa Daun Binahong (Anredera cordifolia Steen.) Pada Mencit Jantan Galur Swiss yang Diinduksi Aloksan

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis serius yang terjadi saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin. Diabetes menjadi ancaman serius bagi kesehatan global, terlepas dari status sosial ekonomi atau batas negara. Tanaman Binahong mengandung flavonoid, saponin, steroid dan alkaloid yang dapat berkhasiat sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari daun binahong sebagai antidiabetes Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksperimental dengan pre and posttest control group design. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit jantan galur swiss sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I diberikan CMC Na 0,5%, Kelompok II diberikan Glibenklamid 0, 65 mg/KgBB, kelompok III diberikan infusa daun binahong dosis 280 mg/KgBB, kelompok IV diberikan infusa daun binahong dosis 560 mg/KgBB. Hasil data dianalisis menggunakan SPSS 23 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan Infusa daun binahong memiliki efek sebagai antidiabetes pada mencit, dosis 280 mg/KgBB memiliki persentase penurunan paling tinggi yaitu sebesar 25,4%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antidiabetik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Pandak 1 Bantul Periode Tahun 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Farmakoterapi diabetes mellitus tipe II yang sering digunakan yaitu obat golongan biguanida (Metformin), golongan sulfonilurea (Glibenklamid, glimepirid) dan golongan inhibitor α- glukosidase (Acarbose). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 Bantul periode tahun 2022. Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengambilan data rekam medis secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pandak 1 dengan sampel sebanyak 90 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampling purposive. Data yang diperoleh berupa jenis kelamin, usia, nama obat dan golongan obat, kemudian dianalisa secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk diagram. Pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 terdiri dari penggunaan obat diabetes mellitus secara tunggal yaitu metformin 500 mg sebanyak 73,33%, glimepirid 2 mg 24,45% dan glibenklamid 5 mg sebanyak 2,22%. Persentase obat golongan biguanida 73,33% dan golongan sulfonilurea 26,67%. Pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 dengan pengobatan tunggal paling banyak menggunakan obat metformin 500 mg dengan persentase sebesar 73,33% (Golongan biguanida).

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pendidikan terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Diabetes Mellitus di Dusun Gluntung Kidul Kabupaten Bantul Januari 2023

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan hasil Riskesdas (2018) diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 15 tahun, menunjukkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati urutan ke-3 sebagai provinsi dengan kasus Diabetes Mellitus (DM) yang tinggi di Indonesia dan prevalensi DM untuk semua umur di Indonesia sedikit lebih rendah dibandingkan prevalensi DM pada usia ≥15 tahun, yaitu sebesar 1,5% untuk semua umur dan 2% untuk usia ≥15 tahun. DM merupakan penyakit yang tidak menular, akan tetapi kurangnya pengetahuan masyarakat tentang DM, masyarakat cenderung tidak mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan DM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang Diabetes Mellitus di Dusun Gluntung Kidul, Caturharjo, Pandak, Bantul pada Januari 2023. Metode penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel diambil secara simple random sampling menggunakan kuesioner pengetahuan dengan jumlah responden pada penelitian adalah 78 responden, hasil yang diperoleh diolah dan dianalisa menggunakan SPSS 23 dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis yang sudah dilakukan didapatkan hasil nilai sig (2-sided) 0,603 > 0,05. Artinya tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus di Dusun Gluntung Kidul, Kabupaten Bantul.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail