Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kata Kunci : Pola peresepan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta Periode Agustus-Oktober Tahun 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan Riskesdes 2018 menyampaikan bahwa provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai prevalensi hipertensi mencapai 11,01 % dan menempati urutan ke-4 di Indonesia. Penelitian ini di lakukan di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta karena penyakit hipertensi menempati peringkat pertama penyakit pada tahun 2022 sebanyak 3.115 kasus, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta pada periode Agustus-Oktober tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dari resep dan rekam medik Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Data yang dipeoleh penelitian ini sejumlah 480 data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta berdasarkan jenis kelamin perempuan (66,25%) dan laki-laki (33,75%). Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, rentang usia 17-25 tahun sejumlah 0,6%, 26-35 2%, 36-45 10%, 46-55 19,4%, 56-65 33,8%, >65 34,2%. Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, rentang usia 17-25 (0,6%0, 2635 (2%), 36-46 (10%), 46-55 (19,4), 56-65 (33,8%), >65 (34,2%). Pola peresepan obat antihipertensi berdasarkan golongan obat yang paling banyak di resepkan adalah golongan CCB (71,1%). Jenis obat yang paling banyak di resepkan adalah amlodipine (72,9%) dan berdasarkan jenis terapi yaitu terapi tunggal amlodipine (83,7%) dibandingkan terapi kombinasi amlodipine+HCT (11,9%).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Anti Diabetes Oral Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta Periode Agustus – Oktober 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Diabetes ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Peresepan obat anti diabetes oral pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan melihat data resep dan rekam medis pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Periode Agustus – Oktober 2022 dengan jumlah 182 sampel. Data di analisa secara deskriptif kualitatif berdasarkan karakteristik pasien dan pola peresepan serta data di sajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pola peresepan obat anti diabetes oral pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta pada periode Agustus-Oktober 2022 berdasarkan jenis kelamin lebih banyak perempuan (66%) dibandingkan laki-laki (34%). Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, yang paling banyak yaitu ≥60 tahun (57,69%). Pola peresepan obat diabetes melitus, berdasarkan jenis obat yang paling banyak yaitu metformin (57,63%) sedangkan glimepiride (42,37%), golongan yang paling banyak di resepkan adalah golongan biguanida (57,63%) dari pada golongan sulfonilurea (42,37%) dan berdasarkan jenis terapi yaitu terapi kombinasi antara golongan sulfonilurea dan biguanida lebih banyak diresepkan (58,24%) dibandingkan obat tunggal golongan biguanida (41,75%).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail