ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran selang lima menit dalam keadaan cukup tenang atau istirahat. Angka prevalensi penderita hipertensi di dunia sekitar 26,4% dan diperkirakan akan meningkat menjadi 29,2% pada tahun 2025 sedangkan di Kota Yogyakarta yang mengalami hipertensi sebesar 9,94% dan orang yang menderita hipertensi di Kota Bantul pada tahun 2022, didominasi oleh Perempuan sebanyak 67,8 % atau 26, 479 orang dan laki laki sebanyak 32.2 % atau 12, 574 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi di Apotek Beji Farma.
Metode yang digunakan adalah observasional deskriptif kuantitatif dengan menggunakan resep obat antihipertensi di Apotek Beji Farma 2. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Data dianalisis dengan menghitung persentase jenis obat dan golongan obat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Globally, hypertension is one of the most widely recognized cardiovascular diseases. According to WHO, around 8 million people per year die due to hypertension in the Southeast Asia region and the Special Region of Yogyakarta (DIY) is in 4th place as a province with quite high cases of hypertension. This study aims to determine the pattern of antihypertensive drug prescribing in hypertensive patients at the Umbulharjo I Yogyakarta Community Health Center. This research uses a descriptive observational method with retrospective data collection, where this research was carried out by collecting data from medical records of hypertensive patients at the Umbulharjo I Yogyakarta Community Health Center based on the criteria of age, gender, type of hypertension medication, class of hypertension medication and single preparations and combination. Based on the results of research that has been carried out, it is known that the pattern of drug prescribing for hypertensive patients at the Umbulharjo I Yogyakarta Community Health Center is based on gender, female (65.5%) and male (34.5%). Meanwhile, based on age, it is most often found at >65 years old (29.5%). The pattern of drug prescribing in hypertensive patients based on the most frequently used drug class is the CCB group (81.54%). The most widely used type of drug is amlodipine (81.09%) and based on the type of therapy, namely single therapy (89%) and combination therapy (11%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan Riskesdes 2018 menyampaikan bahwa provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai prevalensi hipertensi mencapai 11,01 % dan menempati urutan ke-4 di Indonesia. Penelitian ini di lakukan di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta karena penyakit hipertensi menempati peringkat pertama penyakit pada tahun 2022 sebanyak 3.115 kasus, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta pada periode Agustus-Oktober tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dari resep dan rekam medik Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Data yang dipeoleh penelitian ini sejumlah 480 data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta berdasarkan jenis kelamin perempuan (66,25%) dan laki-laki (33,75%). Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, rentang usia 17-25 tahun sejumlah 0,6%, 26-35 2%, 36-45 10%, 46-55 19,4%, 56-65 33,8%, >65 34,2%. Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, rentang usia 17-25 (0,6%0, 2635 (2%), 36-46 (10%), 46-55 (19,4), 56-65 (33,8%), >65 (34,2%). Pola peresepan obat antihipertensi berdasarkan golongan obat yang paling banyak di resepkan adalah golongan CCB (71,1%). Jenis obat yang paling banyak di resepkan adalah amlodipine (72,9%) dan berdasarkan jenis terapi yaitu terapi tunggal amlodipine (83,7%) dibandingkan terapi kombinasi amlodipine+HCT (11,9%).