Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

20 hasil
Subjek: Pola Peresepan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Terapi Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pandak II Bantul Periode April-Agustus 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pengelolaan DM tipe II memerlukan terapi jangka panjang, salah satunya melalaui obat andiabetik oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan terapi antidiabeti pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pandak II Bantul periode April-Agustus 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pandak II dengan sampel sebanyak 80 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Data yang diperoleh berupa jenis kelamin, usia, nama obat, golongan obat dan jenis terapi, kemudian dianalisa secara deksriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang pola peresepan obat diabetes melitus tipe II di Puskemas Pandak II yaitu penggunaan obat antidiabetik yang paling banyak adalah metformin (biguanid) 52,42%, sedangkan berdasarkan jenis terapi terbanyak adalah kombinasi metformin (biguanid) dan glimepiride (sulfonilurea) sebanyak 55%

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Psikotropika di Apotek Rizta Farma Bulan Agustus 2024

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan selayaknya kesehatan fisik. Jumlah kasus gangguan kesehatan mental di dunia tergolong cukup tinggi, sekitar 450 juta orang terkena gangguan kesehatan mental. Prevalensi gangguan kesehatan mental di Indonesia sebesar 6,1% dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 10,4%. Obat psikotropika digunakan untuk mengatasi kondisi gangguan mental atau psikologis, kecemasan, dan gangguan tidur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola peresepan obat psikotropika di Apotek Rizta Farma bulan Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengambilan sampel secara retrospektif mengenai pola peresepan obat psikotropika di Apotek Rizta Farma bulan Agustus 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh pada 134 resep. Analisis data meliputi usia pasien, jenis kelamin, nama dan potensi obat. Hasil kesimpulan peneltian pola peresepan obat psikotropika berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak adalah laki-laki (92,4%), usia paling banyak pada rentang usia 18-45 tahun (91%), obat psikotropika yang paling banyak digunakan adalah alprazolam (89,66%) dengan jenis terapi obat psikotropika tunggal (91,79%) dan dosis harian paling banyak pada obat alprazolam 2 mg (61,38%).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antibiotik di Apotek Madukismo Farma Periode Mei-Agustus 2024

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infectious diseases are important for the public and government to pay attention to because of the many cases found. Treatment for bacterial infections is usually prescribed by doctors with antibiotics. 92% of Indonesian people do not use antibiotics appropriately. Widespread and inappropriate use of antibiotics is a major factor causing resistance. This study aims to determine the pattern of antibiotic prescribing at Madukismo Farma Pharmacy. The method used in this study is a descriptive observational method with retrospective data collection in the period May-August 2024 at the Madukismo Farma Pharmacy. The sampling technique used a saturated sampling technique with a total sample of 96 prescriptions. Data analysis by calculating percentages based on patient characteristics (age and gender) and antibiotic characteristics (antibiotic name, antibiotic class, and dosage form). The results and conclusions of this study show the pattern of antibiotic prescription at Madukismo Farma Pharmacy for the period May-August 2024, namely that the most common age category is adults (48.96%), the most common gender is female patients (56.25%), the most commonly prescribed antibiotic name is Amoxicillin with the Penicillin group (59.37%), and the most commonly given dosage form is capsule preparations (34.45%).

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antihipertensi pada Pasien BPJS di Apotek Ramadhan Periode Januari - Juni 2024

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dan terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan tekanan darah yang disebabkan satu atau beberapa factor resiko yang tidak berjalan sebagaimana dalam mmpertahankan tekanan darah secara normal. Pravelensi Hipertensi di Kota Yogyakarta sebesar 32,86%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan dan kesesuaian dosis obat antihipertensi dengan JNC VIII 2014 di Apotek Ramadhan Yogyakarta Periode Januari – Juni 2024. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada resep BPJS yang mengandung obat antihipertensi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple purposive sampling pada 100 lembar resep BPJS. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif mengenai karakteristik pasien (jenis kelamin dan usia paien), pola peresepan (jenis dan golongan obat antihipertensi). Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa antihipertensi banyak di derita Perempuan (54 %) dan umur > 65 tahun (50%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah obat antihipertensi yang paling banyak digunakan Amlodipin dan golongan obat yang terbanyak adalah CCB dan ARB (15%). Kesesuaian dosis berdasarkan JNC VII 2014 sebesar (67%). Kata kunci: Antihipertensi, Pola Peresepan, Tepat dosis

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Asam Folat Pada Ibu Hamil Di Apotek Sultan Agung Yogyakarta Periode Januari - Juni 2024

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The prevalence of anemia in pregnant women based on SKI (2023) is 27.7%. During pregnancy, an additional 300 calories are needed, especially in the second and third trimesters. The daily requirement of folic acid in pregnant women is 600-800 micrograms, (Levine et al., 2018). The World Health Organization states that anemia is a serious global public health problem that specifically attacks women of childbearing age and pregnant women. The prevalence of anemia in pregnant women is 36.5%. The purpose of this study was to determine the pattern of folic acid prescription in pregnant women at the Sultan Agung Yogyakarta Pharmacy for the period January-June 2024. This study used a descriptive observational method and retrospective data collection with a purposive sampling method. The study population was 425 sheets and the sample used was 85 sheets. The data were analyzed by calculating the percentage of appropriate folic acid doses, inappropriate folic acid doses, the amount of single folic acid, and the amount of combination folic acid. This study has limitations set by the researcher on the inclusion and exclusion criteria with the final results being appropriate or inappropriate. The results of the study of folic acid prescribing patterns in pregnant women at Sultan Agung Pharmacy for the period January-June 2024 showed that the percentage of dose compliance (78%), the percentage of non-compliance (22.4%), the percentage of single folic acid (20%), and the percentage of combination folic acid (80%).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Penggunaan Terapi Antibiotik Pneumonia di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi Tahun 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia merupakan peradangan akut pada jaringan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme bakteri, jamur, dan virus. Dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat sehingga menyebabkan peradangan pada kantong udara paru-paru. Data dari WHO tahun 2019 kejadian pneumonia menyebabkan kematian pada anak-anak usia <5 tahun sebanyak 740.180 jiwa dengan persentase 14%. Angka kejadian pneumonia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya sebesar 2%, serta angka kejadian pneumonia di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2015-2019 mengalami kenaikan sebanyak 1.178 kasus pada tahun 2018 dan 1.540 kasus pada tahun 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan penggunaan terapi antibiotik pneumonia di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Pengambilan sampel sebanyak 99 menggunakan Total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin perempuan 52,52% dan laki-laki 47,47%, berdasarkan usia paling banyak anak 59,59% dan dewasa 40,40%. Pola peresepan obat pada pasien pneumonia berdasarkan bentuk sediaan terbanyak injeksi 96,96%, nama obat yang paling banyak diresepkan antibiotik Ceftriaxone sebanyak 65,65% dengan golongan Sefalosporin generasi III 72,72% dan kesesuaian dosis penggunaan antibiotik berdasarkan MIMS 2023 100%.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Antibiotik Pasien Diare di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi Tahun 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diare merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kematian dengan angka 1,7 miliar kasus yang terjadi didunia. Pada tahun 2018 kejadian diare di Indonesia sebesar 1.516.438 kasus (37,88%). Prevalensi kejadian diare yang berjenis kelamin laki-laki sebesar (7,6%), sedangkan pada perempuan sebesar (8,3%). Angka kejadian diare di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2020 meningkat sebanyak 46.399 (46,8%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan antibiotik pasien diare di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling, sebanyak 65 sampel, dimana penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data dari rekam medik berupa resep pada pasien diare di rawat inap Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi tahun 2023. Data dianalisa dengan menghitung persentase jenis kelamin, usia, nama antibiotik, golongan antibiotik dan dosis antibiotik berdasarkan MIMS 2023. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin perempuan (67,16%) dan laki-laki (32,83%), berdasarkan usia paling banyak yaitu usia dewasa 30-59 tahun (35,39%) dan dewasa muda 20-29 tahun (30,77%). Pola peresepan obat pada pasien diare berdasarkan jenis obat yang paling banyak diresepkan adalah antibiotik Ciprofloxacin (35,39%), sedangkan golongan paling banyak yaitu Fluorokuinolon (47,70%) dan kesesuaian dosis penggunaan antibiotik berdasarkan MIMS 2023 (100%).

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Antibiotika Pada Pasien Infeksi Saluran Pernafasan Atas di RS Berhesda Lempuyangwangi Yogyakarta Tahun 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT The prevalence of ISPA according to Riskesdas 2018 is 9.3%. ISPA data for the 1-4 year age group is 12.8% with the largest provinces being East Nusa Tenggara at 18.6%, Banten Province at 17.7% and East Java at 17.2%. The prevalence of ARI in DIY is 2.8%. Based on data on antibiotic use worldwide in 2000-2010, antibiotic use is increasingly high, namely 36%. This study aims to determine the pattern of antibiotic prescribing in ARI patients at Bethesda Lempuyangwangi Hospital in 2023. This research uses descriptive methods with retrospective data. Data collection used a purposive sampling technique, totaling 80 samples, where this research was carried out by collecting data from medical records of ISPA patients inpatients at Bethesda Lempuyangwangi Hospital in 2023. Data was analyzed by calculating the percentage of gender, age, name of antibiotic, class of antibiotic. The results of this study show that the characteristics of patients based on gender are female (58.75%) and male (41.25%). Meanwhile, based on age, the majority are adults aged 30-59 years (40%). The pattern of drug prescribing in ARI patients based on the type of drug most commonly prescribed is the antibiotic Cefadroxil (23.75%) and the least is Cefazolin (1.25%). The most frequently used drug class is Generation III Cephalosporins (36.25%) and the least frequently are Macrolides (8.75%). Keywords: Prescribing patterns, antibiotics, ARI

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Hipertensi Pada Pasien BPJS di Puskesmas Umbulharjo II Yogyakarta Periode November - Desember 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hypertension is one of the number one causes of death in the world. This research took place at the Umbulharjo II Health Center, Yogyakarta, where there were 452 cases of hypertension in November-December 2023. The aim of this study was to determine the pattern of hypertensi drug prescribing in BPJS patients at the Umbulharjo II Yogyakarta Community Health Center for the period November-December 2023. This research uses descriptive observasional methods. Data were collected retrospectively by taking samples using a purposing sampling method, namely looking at medical record data of hypertensive patients in November-December 2023. The data studied at the Umbulharjo II Yogyakarta Community in November-December 2023 include 213 prescriptions listed in the medical records. Data were analyzed descriptively quantitatively by calculating the percentage of types or classifications of hypertension drugs and the appropriateness drugs and the dose to be used.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pola Peresepan Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode September - Desember 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Globally, hypertension is one of the most widely recognized cardiovascular diseases. According to WHO, around 8 million people per year die due to hypertension in the Southeast Asia region and the Special Region of Yogyakarta (DIY) is in 4th place as a province with quite high cases of hypertension. This study aims to determine the pattern of antihypertensive drug prescribing in hypertensive patients at the Umbulharjo I Yogyakarta Community Health Center. This research uses a descriptive observational method with retrospective data collection, where this research was carried out by collecting data from medical records of hypertensive patients at the Umbulharjo I Yogyakarta Community Health Center based on the criteria of age, gender, type of hypertension medication, class of hypertension medication and single preparations and combination. Based on the results of research that has been carried out, it is known that the pattern of drug prescribing for hypertensive patients at the Umbulharjo I Yogyakarta Community Health Center is based on gender, female (65.5%) and male (34.5%). Meanwhile, based on age, it is most often found at >65 years old (29.5%). The pattern of drug prescribing in hypertensive patients based on the most frequently used drug class is the CCB group (81.54%). The most widely used type of drug is amlodipine (81.09%) and based on the type of therapy, namely single therapy (89%) and combination therapy (11%).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi BPJS Kesehatan Di Apotek Kimia Farma Palagan 316 Yogyakarta Periode Oktober-Desember 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi. Penelitian ini bertempat di Apotek Kimia Farma Palagan 316 Yogyakarta dimana kasus hipertensi pada bulan Oktober- Desember 2022 sebanyak 3.995 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi pada pasien BPJS Kesehatan di Apotek Kimia Farma Palagan 316 Yogyakarta pada bulan Oktober-Desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dengan pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode random sampling. Data yang akan diteliti menggunakan data resep dari pasien hipertensi di Apotek Kimia Farma Palagan 316 Yogyakarta pada bulan Oktober-Desember 2022 dengan jumlah 370 sampel. Data dianalisa dengan menghitung persentase jenis obat hipertensi dan penggolongan obat hipertensi yang akan digunakan.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta Periode Agustus-Oktober Tahun 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan Riskesdes 2018 menyampaikan bahwa provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai prevalensi hipertensi mencapai 11,01 % dan menempati urutan ke-4 di Indonesia. Penelitian ini di lakukan di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta karena penyakit hipertensi menempati peringkat pertama penyakit pada tahun 2022 sebanyak 3.115 kasus, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta pada periode Agustus-Oktober tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dari resep dan rekam medik Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Data yang dipeoleh penelitian ini sejumlah 480 data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta berdasarkan jenis kelamin perempuan (66,25%) dan laki-laki (33,75%). Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, rentang usia 17-25 tahun sejumlah 0,6%, 26-35 2%, 36-45 10%, 46-55 19,4%, 56-65 33,8%, >65 34,2%. Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, rentang usia 17-25 (0,6%0, 2635 (2%), 36-46 (10%), 46-55 (19,4), 56-65 (33,8%), >65 (34,2%). Pola peresepan obat antihipertensi berdasarkan golongan obat yang paling banyak di resepkan adalah golongan CCB (71,1%). Jenis obat yang paling banyak di resepkan adalah amlodipine (72,9%) dan berdasarkan jenis terapi yaitu terapi tunggal amlodipine (83,7%) dibandingkan terapi kombinasi amlodipine+HCT (11,9%).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Minggir Sleman Periode Oktober - November 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yogyakarta menepati posisi ke-4 di Indonesia sebagai provinsi dengan kasus hipertensi yang cukup tinggi sebesar 251.100 kasus. Kasus hipertensi menduduki peringkat pertama dari sepuluh besar penyakit yang berada di Puskesmas Minggir. Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak pada morbiditas dan mortalitas masyarakat. Pentingnya pola peresepan secara rasional untuk mengendalikan permasalahan kasus hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Minggir pada periode Oktober – November 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitan metode observasional yang bersifat analitik dengan pengumpulan data secara retrospektif dari resep pasien. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel di Puskesmas Minggir sebanyak 100 resep. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan menggambarkan dan menghitung persentase meliputi karakteristik pasien, jenis dan penggolongan obat antihipertensi dan ketepatan dosis obat antihipertensi berdasarkan Joint National Committee 8 (JNC 8). Hasil penelitian diperoleh bahwa penderita hipertensi di Puskesmas Minggir lebih banyak pada perempuan (71%), pola peresepan obat antihipertensi denhan pengobatan terapi tunggal paling banyak yaitu amlodipin (23%) dari golongan Calcium Channel Blocker (CCB) dan pengobatan dengan terapi kombinasi yaitu amlodipin dengan captopril (23%). Ketepatan dosis obat antihipertensi sebesar 100%.

30 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta Periode Oktober-November 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by high blood sugar levels due to impaired insulin secretion. The prevalence of diabetes mellitus based on a doctor's diagnosis in residents aged ≥ 15 years in the Special Region of Yogyakarta in 2018 was 3.1%. This study aims to determine the pattern of prescribing antidiabetic drugs in patients with type 2 diabetes mellitus at the Tegalrejo Health Center Yogyakarta including patient characteristics, type of antidiabetic, antidiabetic class, and dosage suitability based on Perkeni 2021. This research is an analytic observational study with retrospective data collection on prescriptions for type 2 diabetes mellitus patients in October-November 2022 at the Tegalrejo Health Center, Yogyakarta. The sample in this study was 85 recipes, using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using quantitative data, the data will be displayed in the form of tables. The results and conclusions in the study at the Tegalrejo Health Center in Yogyakarta were that the characteristics of type 2 diabetes mellitus patients were mostly women (77.7%) with the most age > 65 years (47.1%). The most frequent diagnosis of type 2 diabetes mellitus patients with comorbidities was 84.7%. The most widely used antidiabetic is Metformin (66.4%) which is a biguanide group. The appropriate dose for anti-diabetic drugs is 100% correct according to the Perkeni 2021.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Antibiotik di Apotek Surya Husada Bedingin, Sumberadi, Mlati, Sleman Periode Oktober - November 2023

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi angka penggunaan antibiotik di Indonesia tergolong tinggi, yaitu sebesar 40-60%. Tingginya angka kejadian infeksi dibandingkan penyakit lain menjadikan obat golongan antibiotik banyak digunakan. Peresepan antibiotik di Apotek Surya Husada tergolong tinggi, yaitu dengan rata-rata jumlah resep per bulan adalah 300 resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan antibiotik pada pasien di Apotek Surya Husada pada bulan Oktober-November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional analitik dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel sebanyak 90 resep diambil dengan teknik random sampling. Analisis data dengan menghitung persentase penggunaan antibiotik berdasarkan karakteristik pasien, nama obst antibiotik, dan golongan obat antibiotik.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antibiotik Oral di Apotek K-24 Monjali Yogyakarta Periode Oktober - November 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi angka penggunaan antibiotik di Indonesia tergolong tinggi, yaitu sebesar 40-60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antibiotik di Apotek K-24 Monjali Yogyakarta Periode Oktober-November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif pada resep yang mengandung antibiotik pada bulan Oktober - November 2022 di Apotek K-24 Yogyakarta. Sampel pada pnelitian ini adalah resep antibiotik, sebanyak 210 sampel. Teknik penentuan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif pada karakteristik pasien, nama antibiotik, dan golongan antibiotik. Penelitian menunjukan hasil yaitu karakteristik pasien didominasi oleh pasien berjeniskemalin laki-laki sebesar 52% dengan usia dewasa.Nama obat terbanyak yang digunakan adalah Amoxicillin sebesar 30% dan golongan obat antibiotik yang digunakan adalah golongan betalaktam sebesar 39%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Hipertensi di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta Periode Tahun 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan keadaan di mana suatu tekanan darah sistolik lebih tinggi atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih tinggi atau sama dengan 90 mmHg. Jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan meningkat yaitu sekitar 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Farmakoterapi hipertensi yang sering diguankan yaitu golongan diuretik (furosemide), ACE Inhibitor (captopril), ARB (candesartan), canal calsium bloker (amlodipine), dan beta-bloker (propanolol). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pola peresepan obat hipertensi di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif mengenai pola peresepan obat pasien hipertensi pada bulan Januari-Desember 2022. Data dapat dianalisis secara dekskriptif kuantitatif, hasil data disajikan dengan persentase dalam bentuk diagram tentang pola peresepan obat hipertensi di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki (29,69%) perempuan (70,31%), berdasarkan usia paling banyak yaitu usia 46-65 tahun (58,13%). Pola peresepan obat hipertensi berdasarkan jenis obat yang paling banyak diresepkan yaitu amlodipine 5 mg mencapai (81,86%), sedangkan golongan paling banyak yaitu CCB (82,19%).

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Anti Diabetes Oral Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta Periode Agustus – Oktober 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Diabetes ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Peresepan obat anti diabetes oral pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan melihat data resep dan rekam medis pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Periode Agustus – Oktober 2022 dengan jumlah 182 sampel. Data di analisa secara deskriptif kualitatif berdasarkan karakteristik pasien dan pola peresepan serta data di sajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pola peresepan obat anti diabetes oral pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta pada periode Agustus-Oktober 2022 berdasarkan jenis kelamin lebih banyak perempuan (66%) dibandingkan laki-laki (34%). Sedangkan berdasarkan karakteristik usia, yang paling banyak yaitu ≥60 tahun (57,69%). Pola peresepan obat diabetes melitus, berdasarkan jenis obat yang paling banyak yaitu metformin (57,63%) sedangkan glimepiride (42,37%), golongan yang paling banyak di resepkan adalah golongan biguanida (57,63%) dari pada golongan sulfonilurea (42,37%) dan berdasarkan jenis terapi yaitu terapi kombinasi antara golongan sulfonilurea dan biguanida lebih banyak diresepkan (58,24%) dibandingkan obat tunggal golongan biguanida (41,75%).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Obat Antidiabetik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Pandak 1 Bantul Periode Tahun 2022

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Farmakoterapi diabetes mellitus tipe II yang sering digunakan yaitu obat golongan biguanida (Metformin), golongan sulfonilurea (Glibenklamid, glimepirid) dan golongan inhibitor α- glukosidase (Acarbose). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 Bantul periode tahun 2022. Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengambilan data rekam medis secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pandak 1 dengan sampel sebanyak 90 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampling purposive. Data yang diperoleh berupa jenis kelamin, usia, nama obat dan golongan obat, kemudian dianalisa secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk diagram. Pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 terdiri dari penggunaan obat diabetes mellitus secara tunggal yaitu metformin 500 mg sebanyak 73,33%, glimepirid 2 mg 24,45% dan glibenklamid 5 mg sebanyak 2,22%. Persentase obat golongan biguanida 73,33% dan golongan sulfonilurea 26,67%. Pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 dengan pengobatan tunggal paling banyak menggunakan obat metformin 500 mg dengan persentase sebesar 73,33% (Golongan biguanida).

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail