ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah kesehatan di dunia yang paling banyak ditemukan adalah nyeri. Secara farmakologi rasa nyeri dapat berkurang dengan mengkonsumsi obat analgetik. Masih banyak masyarakat menggunakan obat analgetik secara tidak tepat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penggunaan obat analgetik non steroid di Apotek Harapan Sehat Godean Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan sampel sebanyak 58 responden. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibuat secara mandiri oleh peneliti. Setelah data terkumpul kemudian data dianalisa menggunakan skala Guttman dimana jawaban benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi nilai 0. Kemudian data di kategorikan menjadi 3 yaitu baik, sedang atau cukup dan kurang. The most common health problem in the world is pain. Pharmacologically, pain can be reduced by taking analgesic drugs. Many people still use analgesic drugs inappropriately. Objective This research was carried out to determine the description of knowledge about the use of non-steroidal analgesic drugs at the Harapan Sehat Godean Yogyakarta Pharmacy. This research used a descriptive observational method with a sample of 58 respondents. The technique used is purposive sampling. Data were collected using a questionnaire created independently by the researcher. After the data was collected, the data was analyzed using the Guttman scale where correct answers were given a score of 1 and wrong answers were given a score of 0. Then the data was categorized into 3, namely good, moderate or sufficient and poor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Self-medication performed by the Indonesian population amounted to 64.35%. The largest percentage of self-medication performed in Panyabungan City was pain at 51.2%. Research in Surabaya states that one of the drugs often used for self-medication is analgesics (36.2-59%). Some previous studies on the level of knowledge of the use of analgesics in pain self-medication are still in the sufficient and insufficient category. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of the Gedongkuning community regarding the use of analgesics in pain self-medication. This study used descriptive observational method with purposive sampling. Data collection was done with a closed questionnaire on 75 respondents. Data analysis was carried out by summing up the scores of each respondent and then calculating the percentage of the assessment to determine the level of knowledge of the community included in the category of good, sufficient, or lacking. Factors influencing knowledge such as age, gender, education, and occupation were also analyzed. The research that has been conducted obtained the results of a good level of knowledge as many as 61 respondents (81%), 12 respondents (16%), and 2 respondents (3%). Based on the results obtained, it can be concluded that most of the Gedongkuning community has good knowledge about the use of analgesics in pain self-medication.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemakaian obat terbanyak pada tahun 2019 di Puskesmas Kasihan Bantul yaitu parasetamol. Berdasarkan penelitian sebelumnya terkait tingkat pengetahuan penggunaan parasetamol mayoritas memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 55%-67,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan parasetamol di Koripan Bantul.
Metode penelitian ini adalah observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam sampel adalah masyarakat Koripan, Poncosari, Srandakan, Bantul. Sampel adalah masyarakat yang pernah menggunakan parasetamol dan berusia produktif dengan jumlah 84 responden. Data dianalisis dengan menghitung nilai persentase jawaban benar pada pengisian kuesioner, kemudian tingkat pengetahuan dikategorikan kedalam kategori baik, cukup, kurang.
Hasil penelitian tingkat pengetahuan penggunaan parasetamol yaitu kategori baik (13%), kategori cukup (63%), dan kategori kurang (24%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan parasetamol di Koripan Bantul rata-rata adalah cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat analgetik banyak digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan data Riskesdas (2018) prevalensi nyeri di Indonesia sebesar 7,3%, sementara di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 5,9%. Tingkat pengetahuan terkait penggunaan obat analgetik masih kurang. Sangat diperlukan pemahaman dalam penggunaan obat analgetic sehingga dapat memaksimalkan hasil terapi yang berkualitas kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang penggunaan obat analgetik di Apotek Gowok. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 88 responden. Analisis data dari karakteristik masing-masing responden penelitian akan dikelompokkan sesuai dengan kategorinya. Data karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan riwayat pendidikan. Analisis data tingkat pengetahuan menggunakan skor dari masing-masing item pernyataan yang diperoleh kemudian dihitung menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan responden berpengetahuan baik sebanyak 39 responden (44%), cukup sebanyak 30 responden (34%), dan kurang sebanyak 19 responden (22%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan pasien tentang penggunaan obat analgetika di Apotek Gowok kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2021 persentase penduduk Indonesia yang melakukan swamedikasi persentasenya mencapai 84,23%. Swamedikasi bukan pengobatan yang sepenuhnya aman, sehingga diperlukan pengetahuan mengenai obat dan penggunaannya untuk memperoleh perilaku yang benar dalam melakukan swamedikasi obat analgetika agar terhindar dari resiko yang merugikan, karena pengetahuan merupakan salah satu faktor predisposisi yang sangat penting dalam mempengaruhi terbentuknya perilaku seseorang. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat analgetika di Desa Genengan Klaten. Penelitian dilakukan secara observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional yang melibatkan responden penelitian sebanyak 95 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis hubungan antar variabel dengan korelasi Spearman menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan 42,11% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 51,8% memiliki tingkat pengetahuan cukup, 6,32% memiliki tingkat pengetahuan kurang dan untuk perilaku saat melakukan swamedikasi 85,26% memiliki perilaku tinggi terhadap swamedikasi obat antinyeri, 11,58% memiliki perilaku sedang, dan 3,16% memiliki perilaku rendah. Hasil uji korelasi antara pengetahuan dan perilaku menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,050 (p>0,050) yang artinya tidak ada hubungan signifikan yang terjadi antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikası obat analgetik pada masyarakat Desa Genengan Klaten.