ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antibiotik merupakan obat yang digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat yaitu sebesar 5,43% responden memiliki pengetahuan baik, sebesar 31,27% responden memiliki pengetahuan cukup dan sebesar 63,30% responden memiliki pengetahuan kurang hal ini dapat menyebabkan resistensi antibiotic apabila tidak digunakan dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat deskriptif. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan jawaban benar atau salah. Analisis data diolah dari hasil jawaban responden digolongkan tiga kategori tingkat pengetahuan yaitu baik (75-100%), cukup (56-75%), kurang (56%). Hasil tingkat pengetahuan masyarakat kategori baik (29%), kategori cukup (47%), dan kategori kurang (24%) dari penelitian yang diperoleh tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik di Kampung Depokan Kotagede Bulan Desember 2025. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 47%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
In Indonesia, infectious diseases are a major health problem due to their high prevalence of 40%-60%. Antibiotic are a class of drugs used to treat infectious diseases. Antibiotics are administered to patients with infectious diseases to inhibit the growth of or kill organisms, particularly disease-causing bacteria. The DAGUSIBU concept was developed as an effort to improve rational antibiotic use. This study aimed to assess the level of knowledge of PKK mothers regarding the application of DAGUSIBU antibiotic. This research method is descriptive observational using a saturated sample of 45 respondents. Data collection was carried out using a validated closed questionnaire. Data was analyzed based on the percentage of correct answers, then the level of knowledge was categorized into good, sufficient and poor. The results obtained on the level of knowledge about DAGUSIBU antibiotics among PKK mothers in Gunung Gebang Hamlet show that the level of knowledge of PKK mothers about DAGUSIBU antibiotics is in the good category for 13 respondents (28.89%), the sufficient category for 30 respondents (66.67%), and the poor category for 2 respondents (4.45%). Therefore, it can be concluded that the level of knowledge about DAGUSIBU antibiotics among PKK mothers in Gunung Gebang Hamlet is in the sufficient category.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesian has a high level of antibiotic resistance. In the case of AMR, it is estimated to cost the global economy around 100 trilion USD by 2050 if left unaddressed. In a phenomenon that shows that the use of antibiotics no longer suprises the general public. People have strarted to comcume antibiotic such as ober-the-counter drugs. Most people use antibiotic through self-medication without a doctor’s prescreption. This study aims to determine the Pattern of Antibiotic Drug Use at Pharmacy XP Yogyakarta for the period of August - November 2024. The type of reserch used is observational with retrospective data collection, with the collection of prescription data of patients who redeem antibiotic prescriptions at Pharmacy XP. The instrumens used in this study are antibiotic prescription and data collection forms to record the patient’s name (initials), patient’s age, gender, antibiotic name, antibiotic class, and antibiotic dose. The results and conclusions of the study obtained on the pattern of antibiotic use at the XP Yogyakarta Pharmacy showed that the most widely used antibiotic class was the beta-lactam class at 44,62%. The names of antibiotic that are widely used are amoxicilin 44,62%, ciprofloxacin 12,31%, cefadroxil and cefixime 10,77%. The highest dose of antibiotic is amoxicilin 500mg 3x a day.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The prevalence of pneumonia in Indonesia based on diagnosis or symptoms at all ages nationally is 10.8%. In the prevalence of Pneumonia in Toddlers increased from the results of the 2018 Riskesdas by 4.8% to 15.0%. According to the World Health Organization (WHO) in 2019 pneumonia caused 15% of the number of child deaths of 808,694 children aged 5 years in 2017. The incidence of pneumonia in the Special Region of Yogyakarta increased in 2013 by 1.2% and in 2018 to 1.4%. In 2015-2019 in the city of Yogyakarta there was an increase, in 2018 there were 1,178 and 1,540 cases in 2019. Pneumonia is a lower respiratory infection caused by viruses, bacteria, parasites or fungi. The purpose of this study was to determine the description of antibiotic prescriptions in hospitalized pneumonia patients at Bethesda Hospital, Yogyakarta City, July-November 2024. This study used a descriptive observational method with retrospective data collection. Sample in the form of a prescription from the medical record of a hospitalized pneumonia patien. Sampling using the total sampling technique was 91 prescriptions. The results of the study on the description of antibiotic prescriptions in hospitalized pneumonia patients at Bethesda Hospital, Yogyakarta, July-November 2024 showed that the most commonly used antibiotic was Ceftriaxone with 42 prescriptions (43.75%) with the third generation Cephalosporin group with 63 prescriptions (65.5%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infectious diseases are important for the public and government to pay attention to because of the many cases found. Treatment for bacterial infections is usually prescribed by doctors with antibiotics. 92% of Indonesian people do not use antibiotics appropriately. Widespread and inappropriate use of antibiotics is a major factor causing resistance. This study aims to determine the pattern of antibiotic prescribing at Madukismo Farma Pharmacy.
The method used in this study is a descriptive observational method with retrospective data collection in the period May-August 2024 at the Madukismo Farma Pharmacy. The sampling technique used a saturated sampling technique with a total sample of 96 prescriptions. Data analysis by calculating percentages based on patient characteristics (age and gender) and antibiotic characteristics (antibiotic name, antibiotic class, and dosage form).
The results and conclusions of this study show the pattern of antibiotic prescription at Madukismo Farma Pharmacy for the period May-August 2024, namely that the most common age category is adults (48.96%), the most common gender is female patients (56.25%), the most commonly prescribed antibiotic name is Amoxicillin with the Penicillin group (59.37%), and the most commonly given dosage form is capsule preparations (34.45%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering terjadi pada masyarakat dan disebabkan oleh virus atau bakteri yang berlangsung kurang lebih 14 hari dan berpotensi mematikan. Sekelompok penyakit yang termasuk ke dalam ISPA yaitu, Pneumonia, Influenza dan Pernafasan Syncytial Virus (RSV). Penyakit ISPA di Yogyakarta tahun 2023 ditemukan sebanyak 78.371 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran peresepan antibiotik pasien anak infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Klinik Pratama SWA Turi Sleman periode September-November 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif, pengambilan sampel yaitu dengan melihat data rekam medis pasien ISPA pada bulan September-November 2024. Data yang diteliti di Klinik Pratama SWA Turi Sleman pada bulan September-November 2024 adalah 100 sampel yang tertera dalam rekam medis. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase nama obat antibiotik, golongan obat antibiotik, potensi dan bentuk sediaan. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran peresepan antibiotik pasien anak infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di klinik pratama SWA Turi Sleman periode September-Oktober 2024 golongan obat yang paling banyak digunakan yaitu golongan beta lactam (97%), obat yang paling banyak diberikan adalah amoxicillin (93%), Potensi obat antibiotik yang paling banyak adalah 125 mg/5 ml (68%) diikuti bentuk sediaan yang paling banyak diberikan adalah sediaan syrup (85%). Maka dapat disimpulkan bahwa gambaran peresepan ISPA terbanyak pada anak adalah golongan β-lactam dengan obat amoxicillin dengan potensi 125 mg/5 ml, bentuk sediaan sirup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi penggunaan antibiotik di Indonesia dapat dikatakan cukup tinggi, sekitar 40%-60%. Prevalensi penggunaan antibiotik pada pasien di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten terus meningkat dari tahun 2015 hingga 2018, yaitu 7,69%, 5,63%, 10,85%, dan 12,94%. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di masyarakat maguwoharjo rt. 14 wonocatur banguntapan.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang dilakukan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di masyarakat RT 14 Wonocatur Banguntapan pada bulan Juli 2024. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan secara langsung kepada 55 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang berisi 20 pernyataan mengenai penggunaan antibiotik. Analisa data tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, cukup dan kurang.
Hasil penelitian tentang gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di RT 14 Wonocatur Banguntapan Bantul menunjukkan hasil yang baik. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa masyarakat memiliki pengetahuan baik sebesar 22 responden (40%), kategori cukup sebesar 19 responden (35%) dan kategori kurang sebesar 14 responden (25%), sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik dikategorikan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pneumonia merupakan peradangan akut pada jaringan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme bakteri, jamur, dan virus. Dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat sehingga menyebabkan peradangan pada kantong udara paru-paru. Data dari WHO tahun 2019 kejadian pneumonia menyebabkan kematian pada anak-anak usia <5 tahun sebanyak 740.180 jiwa dengan persentase 14%. Angka kejadian pneumonia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya sebesar 2%, serta angka kejadian pneumonia di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2015-2019 mengalami kenaikan sebanyak 1.178 kasus pada tahun 2018 dan 1.540 kasus pada tahun 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan penggunaan terapi antibiotik pneumonia di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi tahun 2023.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Pengambilan sampel sebanyak 99 menggunakan Total sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin perempuan 52,52% dan laki-laki 47,47%, berdasarkan usia paling banyak anak 59,59% dan dewasa 40,40%. Pola peresepan obat pada pasien pneumonia berdasarkan bentuk sediaan terbanyak injeksi 96,96%, nama obat yang paling banyak diresepkan antibiotik Ceftriaxone sebanyak 65,65% dengan golongan Sefalosporin generasi III 72,72% dan kesesuaian dosis penggunaan antibiotik berdasarkan MIMS 2023 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kematian dengan angka 1,7 miliar kasus yang terjadi didunia. Pada tahun 2018 kejadian diare di Indonesia sebesar 1.516.438 kasus (37,88%). Prevalensi kejadian diare yang berjenis kelamin
laki-laki sebesar (7,6%), sedangkan pada perempuan sebesar (8,3%). Angka kejadian diare di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2020 meningkat sebanyak 46.399
(46,8%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan antibiotik pasien diare di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi tahun 2023.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling,
sebanyak 65 sampel, dimana penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data dari rekam medik berupa resep pada pasien diare di rawat inap Rumah Sakit Bethesda
Lempuyangwangi tahun 2023. Data dianalisa dengan menghitung persentase jenis kelamin, usia, nama antibiotik, golongan antibiotik dan dosis antibiotik berdasarkan MIMS 2023.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin perempuan (67,16%) dan laki-laki (32,83%), berdasarkan usia paling
banyak yaitu usia dewasa 30-59 tahun (35,39%) dan dewasa muda 20-29 tahun (30,77%). Pola peresepan obat pada pasien diare berdasarkan jenis obat yang paling
banyak diresepkan adalah antibiotik Ciprofloxacin (35,39%), sedangkan golongan paling banyak yaitu Fluorokuinolon (47,70%) dan kesesuaian dosis penggunaan
antibiotik berdasarkan MIMS 2023 (100%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The birth rate increases every year, and the incidence of the surgical birth process also increases every year, so it is necessary to give prophylactic antibiotics to cesarean section patients with the aim of preventing the incidence of postoperative wound infections. Based on Riskesdas data for 2018, in Indonesia, the number of cesarean deliveries was 17.6%, and in Central Java, it was 17.1%. Therapy used to prevent bacterial infections requires prophylactic antibiotics. This study aims to determine the prescription of prophylactic antibiotic therapy in cesarean section patients at Bethesda Lempuyangwangi Hospital for the period July–December 2023.
This study used a descriptive observational method. The samples used were prescriptions listed in the medical records of patients undergoing cesarean sections. Based on preliminary studies, an average of 30 patients who underwent cesarean sections was obtained, and the data was taken retrospectively with a total sampling technique.
Keywords: Cesarean section, Antibiotics, Prophylaxis
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
The prevalence of ISPA according to Riskesdas 2018 is 9.3%. ISPA data for the 1-4 year age group is 12.8% with the largest provinces being East Nusa Tenggara at 18.6%, Banten Province at 17.7% and East Java at 17.2%. The prevalence of ARI in DIY is 2.8%. Based on data on antibiotic use worldwide in 2000-2010, antibiotic use is increasingly high, namely 36%. This study aims to determine the pattern of antibiotic prescribing in ARI patients at Bethesda Lempuyangwangi Hospital in 2023. This research uses descriptive methods with retrospective data. Data collection used a purposive sampling technique, totaling 80 samples, where this research was carried out by collecting data from medical records of ISPA patients inpatients at Bethesda Lempuyangwangi Hospital in 2023. Data was analyzed by calculating the percentage of gender, age, name of antibiotic, class of antibiotic. The results of this study show that the characteristics of patients based on gender are female (58.75%) and male (41.25%). Meanwhile, based on age, the majority are adults aged 30-59 years (40%). The pattern of drug prescribing in ARI patients based on the type of drug most commonly prescribed is the antibiotic Cefadroxil (23.75%) and the least is Cefazolin (1.25%). The most frequently used drug class is Generation III Cephalosporins (36.25%) and the least frequently are Macrolides (8.75%). Keywords: Prescribing patterns, antibiotics, ARI
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi penggunaan antibiotik di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu antara 40% sampai 60%. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resisten antibiotik. Masyarakat di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong Bantul mayoritas masyarakatnya mempunyai latar belakang pengetahuan yang masih rendah, sehingga sangat rentan terjadi kesalahan dalam penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan Antibiotik di Dusun Semampir Panjangrejo Pundong Bantul Periode Februari 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong, Bantul yang berusia 15 – 64 tahun, data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan dengan instrument kuesioner. Data dianalisis dengan menghitung nilai persentase jawaban benar pada bagian kuesioner, kemudian tingkat pengetahuan dikategorikan dalam kategori Baik, Cukup, Kurang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik dalam kategori baik sebanyak 29 responden (35%), cukup sebanyak 34 (40%), dan kurang sebanyak 21 (25%).
Kesimpulan pada penelitian ini mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat batuk di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong Bantul dikategorikan cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meningkatnya prevalensi kasus penyakit diare akut pada balita, dapat meningkatkan penggunaan antibiotik di masyarakat. Hal tersebut memicu timbulnya ketidakrasionalan dalam peresepan obat terutama antibiotik. Ketidakrasionalan dalam pengobatan dapat membuat obat tersebut menimbulkan bahaya seperti efek toksik, alergi dan resistensi antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas peresepan antibiotik yang digunakan pada balita diare akut di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat analitik dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengumpulan data menggunakan rekam medis dan resep pada bulan Agustus – Desember 2022 sebanyak 80 pasien diagnosa diare akut balita. Data dianalisis dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berupa tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat cara pemberian dan tepat lama pemberian. Hasil penelitian dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang rasionalitas peresepan antibiotik pada balita dengan diagnosa diare akut di RSU PKU Muhammadiyah Bantul yaitu Cefixcime racikan diberikan kepada 21 pasien (87,5%), Cotrimoxazole yang diberikan kepada 2 pasien (8,3%) dan Metronidazole kepada 1 pasien (4,2%), sedangkan penggunaan antibiotik terkait tepat indikasi dan tepat obat yang diberikan kepada 24 sampel (100%) sudah sesuai. Ketepatan dosis berjumlah 21 pasien sudah sesuai (87,5%), kemudian 24 sampel (100%) sudah sesuai terkait cara dan lama pemberian antibiotik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Resistensi mikroba terhadap antimikroba telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia dengan berbagai dampak merugikan. Kurangnya pengetahuan terhadap penggunaan antibiotik menjadi salah satu penyebab terjadinya penggunaan yang tidak tepat serta dapat menyebabkan resistensi. Sekitar 92% masyarakat di Indonesia tidak menggunakan antibiotik secara tepat. Penyakit infeksi termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Khusus untuk kawasan Asia Tenggara, penggunaan antibiotik sangat tinggi bahkan lebih dari 80% di beberapa provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Rajek Ngemplak, Mlati, Sleman tentang penggunaan antibiotik. Metode yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu 90 responden. Analisa data pada penelitian ini ditampilkan dalam bentuk deskriptif, hasil persentase dengan memberi skor atau penilaian dan diinterpretasikan menggunakan kriteria tingkat pengetahuan dalam kategori baik, cukup, atau kurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan antibiotika dan pengelolaan yang tidak tepat menandakan upaya kesehatan yang dilakukan masyarakat masih rendah. Salah satu faktor dari yang mempengaruhi kurangnya upaya kesehatan masyarakat adalah pengelolaan obat mulai dari cara mendapatkan sampai obat tidak dikonsumsi lagi hingga akhirnya dibuang tidak sepenuhnya dipahami masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Daplokan tentang DAGUSIBU Antibiotika.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden dihitung menggunakan rumus Slovin sebanyak 84 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner yang bersifat tertutup. Kuesioner di analisa menggunakan Excel kemudian di skoring untuk mengetahui pengetahuan masyarakat, kemudian dikelompokan menjadi kategori baik, cukup dan kurang.
Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden dengan ketegori kurang sebanyak 27.4%, cukup sebanyak 36.9% dan baik sebanyak 35.7%. Tingkat pengetahuan masyarakat Daplokan tentang DAGUSIBU Antibiotika termasuk dalam kategori cukup dengan persentase 36.9%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi angka penggunaan antibiotik di Indonesia tergolong tinggi, yaitu sebesar 40-60%. Tingginya angka kejadian infeksi dibandingkan penyakit lain menjadikan obat golongan antibiotik banyak digunakan. Peresepan antibiotik di Apotek Surya Husada tergolong tinggi, yaitu dengan rata-rata jumlah resep per bulan adalah 300 resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan antibiotik pada pasien di Apotek Surya Husada pada bulan Oktober-November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional analitik dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel sebanyak 90 resep diambil dengan teknik random sampling. Analisis data dengan menghitung persentase penggunaan antibiotik berdasarkan karakteristik pasien, nama obst antibiotik, dan golongan obat antibiotik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi angka penggunaan antibiotik di Indonesia tergolong tinggi, yaitu sebesar 40-60%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antibiotik di Apotek K-24 Monjali Yogyakarta Periode Oktober-November 2022.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif pada resep yang mengandung antibiotik pada bulan Oktober - November 2022 di Apotek K-24 Yogyakarta. Sampel pada pnelitian ini adalah resep antibiotik, sebanyak 210 sampel. Teknik penentuan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif pada karakteristik pasien, nama antibiotik, dan golongan antibiotik.
Penelitian menunjukan hasil yaitu karakteristik pasien didominasi oleh pasien berjeniskemalin laki-laki sebesar 52% dengan usia dewasa.Nama obat terbanyak yang digunakan adalah Amoxicillin sebesar 30% dan golongan obat antibiotik yang digunakan adalah golongan betalaktam sebesar 39%.