Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: seduhan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Suhu Penyeduhan Terhadap Hasil Skrining Fitokimia dan Analisis Profil KLT Teh Herbal Daun Pepaya (Carica papaya L.)

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Brewing temperature is a critical factor that can affect the content of chemical compounds in a material including papaya leaf herbal tea. This study aims to determine the effect of different brewing temperatures on the results of phytochemical screening and KLT profile analysis of papaya leaf herbal tea. Papaya leaf symplisia was air-dried for 3x24 hours then sieved with a 40 mesh sieve, then weighed as much as 2 grams and put in a tea bag. The papaya leaf herbal tea preparation was brewed using 100 ml of water with temperature variations of 50, 70 and 90°C, allowed to stand for 5 minutes, then continued with phytochemical screening and KLT analysis. The mobile phase used was ethyl acetate:acetone: formic acid: water (14:4:1:1), silica gel GF 254 stationary phase and quercetin standard comparator. The detector used UV 254 and 366. KLT analysis by calculating the Rf value on each spot. The results showed that different brewing temperatures affected the content of active compounds in papaya leaf herbal tea. Papaya leaf herbal tea brewed at 50C contains polyphenol compounds, flavonoids, tannins, alkaloids and saponins, brewing at 70C contains polyphenol compounds, flavonoids, tannins and saponins and at 90C contains polyphenol compounds, flavonoids and tannins. The results of KLT of papaya leaf herbal tea steeping have no difference in the number of spots with different brewing temperatures. KLT results with the UV 254 detector showed there were 6 spots with Rf values between 0.05 - 0.84. In the results of KLT with UV 366 detector there are 2 spots with Rf values between 0.31 - 0.84. The Rf value of the comparator is 0.94. This study concludes that the difference in brewing temperature of papaya leaf herbal tea affects the results of phytochemical screening, but does not affect the KLT profile. Keywords: steeping, herbal tea, papaya, screening, KLT

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Efektivitas Seduhan Teh Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del.) pada Mencit Putih Jantan Galur Swiss

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hypertension is one of the most dangerous health problems in the world, because hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease. Diuretics are one class of drugs that can be used in the treatment of hypertension. African leaves have chemical content, one of which is flavonoids which are known to have a diuretic effect. The purpose of this study was to determine the effectiveness and dose of African leaf tea brewing that has the most optimum diuretic effect on swiss strain male white mice. This study used an experimental method of post test only control group design with 25 male white mice of Swiss strain divided into 5 groups, namely the negative control group (CMC Na 1%), the positive control group (furosemide 5.2mg/KgBB), and the treatment of African leaf tea brewing weights of 2, 4, 6 grams in 200ml of water. Then the urine volume was observed every 1 hour for 6 hours. Then analyzed using Anova test on SPSS version 25.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efek Diuretik Seduhan Teh Daun Alpukat (Persea americana Mill.) pada Mencit Putih Jantan Galur Swiss

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit silent killer karena sulit untuk dideteksi. Jumlah kasus hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 63.309.620 orang. Tanaman obat yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan hipertensi adalah daun alpukat. Kandungan flavonoid daun alpukat berpotensi sebagai diuretik, yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan takaran seduhan teh daun alpukat yang mmiliki efek diuretik optimum pada mencit putih jantan galur swiss. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest-only control group design, menggunakan 25 ekor mencit putih jantan galur swiss yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (CMC Na 1%), kelompok kontrol positif (furosemide 5,2 mg/KgBB), kelompok perlakuan seduhan teh daun alpukat berat serbuk 2 g, 4 g dan 8 g dalam 200 ml air dengan suhu 100°C. Pengujian efek diuretik dilakukan dengan melihat volume urin dari kelima kelompok mencit tiap 1 jam selama 6 jam. Hasil volume urin mencit dianalisis menggunakan uji Anova pada SPSS versi 26 dengan taraf kepercayaan 95%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Antioksidan Seduhan Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) dengan Metode DPPH

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketapang is a plant that is often found in Indonesia and is widely used as a medicinal plant. Ketapang leaves contain phenolic compounds which are efficacious as antioxidants. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of steeping ketapang leaves in the form of dried simplicia. Antioxidant activity was measured using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl). The sample tested for dried ketapang leaf simplicia was prepared using sieve number 8 and then brewed using distilled water with an initial temperature of 95oC. Brewing is done for 30 minutes and the steeping temperature will drop. Samples of steeping dried ketapang leaves were made with concentration series of 625 ppm, 1250 ppm, 2500 ppm, 5000 ppm and 10,000 ppm. The reference solution used was quercetin with concentration series of 1 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm and 25 ppm. Antioxidant activity testing was carried out using the DPPH method. Antioxidant activity was calculated in the value of % inhibition and IC50 (50% Inhibitory Concentration). The significance of the difference between the sample and the controls was analyzed using SPSS 23. The results showed that steeping ketapang leaves and quercetin had IC50 values of 10,020.79 ± 45.69 and 18.98 ± 0.41, respectively. The DPPH free radical inhibition value indicated that the steeping of ketapang leaves had weaker antioxidant activity than quercetin.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Antihipertensi Seduhan Teh Oolong (Camellia sinensis L.) pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang berbahaya karena memiliki faktor risiko yang mengarah pada penyakit kardiovaskuler. Prevalensi penyakit hipertensi meningkat dari tahun ke tahun. Teh oolong merupakan salah satu tanaman yang dijadikan alternatif pengobatan antihipertensi. Kandungan flavonoid, saponin dan polifenol, serta antioksidan pada teh oolong dapat menurunkan kadar tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antihipertensi seduhan teh oolong terhadap tikus putih jantan galur wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental Pretest-Posttest Control Group Design menggunakan 15 tikus jantan galur wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (CMC Na 1%), kontrol positif (Captopril 2,25 mg/kgBB), dan kontrol perlakuan seduhan teh oolong dosis 4 g dalam 200 ml air suhu 70°C diseduh selama 5-15 menit. Pengecekan tekanan darah dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada sebelum penginduksian (TD I), setelah penginduksian (TD II), dan setelah diberikan larutan uji (TD III). Analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 23 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil diperoleh seduhan teh oolong dosis 4g dapat menurunkan tekanan darah pada tikus putih jantan galur wistar dimana hasil pengukuran tekanan darahnya lebih kecil dibandingkan dengan kelompok yang diberi captopril dosis 2,25 mg/kgBB. Kesimpulannya permberian seduhan teh oolong dosis 4g pada tikus menunjukkan potensi sebagai antihipertensi.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Antioksidan Seduhan Daun Salam (Syzygium polyanthum) dengan Metode DPPH

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bay leaves contain chemical compounds, namely essential oils, flavonoids, tannins and methyl kavicol (estragole), these compounds have antioxidant activity. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of steeping bay leaves. Antioxidant activity was tested using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl) method by UV-Vis spectrophotometry. The sample tested was in the form of dry bay leaf coarse powder which was prepared by brewing for 30 minutes using 100 ml of hot distilled water at 95oC as the initial brewing temperature. Samples of steeping bay leaves were prepared in concentration series of 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm and 100 ppm. The reference solution (quercetin) was prepared in concentration series of 2 ppm, 6 ppm, 10 ppm, 14 ppm and 18 ppm. Testing of antioxidant activity was carried out by looking at the inhibition of DPPH radicals. The antioxidant activity was calculated in the percentage value of inhibition and IC50. Significance of differences in the results of steeping bay leaves and quercetin was analyzed using SPSS 23. The results showed that the steeping of bay leaves had antioxidant activity by testing using the DPPH method. The IC50 value obtained from the steeped bay leaf sample was 66.91 ppm in the strong category. The results of the IC50 value of the bay leaf infusion sample had lower antioxidant activity compared to the quercetin comparator, with an IC50 value of 14.04 ppm with a very strong category.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Hedonik Seduhan Teh Kuning (Camellia sinensis L.) Berdasarkan Variasi Suhu Penyeduhan

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teh kuning umumnya dikonsumsi dalam bentuk minuman dengan cara menyeduh pada suhu dan waktu tertentu. Suhu dan waktu penyeduhan dapat mempengaruhi karakteristik organoleptik, fisik dan kimia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap seduhan teh kuning berdasarkan variasi suhu penyeduhan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pengambilan data secara Posttest Control Design dengan tahapan penelitian pembuatan teh celup, penyeduhan teh celup, dan pengisian kuisioner yang diberikan kepada 30 orang panelis. Penyeduhan teh kuning dilakukan dengan cara melarutkan 4 gram serbuk teh kuning kedalam air dengan suhu 70°C, 85°C, dan 100°C selama 5-15 menit. Parameter yang dinilai kesukaannya meliputi warna, aroma, rasa, dan kenampakan keseluruhan seduhan teh kuning. Analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 23 dengan taraf kepercayaan 95% dengan Uji Normalitas dan Homogenitas serta dilakukan uji lanjutan Kruskal Wallis. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah panelis menyukai warna pada suhu 70°C, aroma pada suhu 70°C, rasa pada suhu 70°C dan 85°C, serta kenampakan kesluruhan seduhan teh kuning pada suhu 70°C, 85°C, 100°C. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna variasi suhu penyeduhan terhadap tingkat kesukaan seduhan teh kuning (p>0,05).

39 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Variasi Suhu Penyeduhan terhadap Nilai Kesukaan Seduhan Teh Oolong (Camellia sinensis L.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teh oolong merupakan salah satu teh yang difermentasi sebagian. Teh oolong kaya akan zat bioaktif yang berfungsi untuk kesehatan, seperti polifenol, katekin, polisakarida dan vitamin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kesukaan seduhan teh oolong berdasarkan variasi suhu penyeduhan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan Posttest Control Design menggunakan 30 orang sebagai panelis yang menilai seduhan teh oolong. Teh oolong berat 4 gram diseduh dalam 200 ml air panas dengan variasi suhu 70°C, 85°C, 100°C selama 5-15 menit. Parameter yang dinilai kesukaannya meliputi warna, aroma, rasa dan kenampakan keseluruhan seduhan teh oolong. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan SPSS versi 23, dengan taraf kepercayaan 95%. Parameter warna yang paling disukai panelis yaitu pada suhu penyeduhan 85ºC dengan nilai rata-rata 2,60 (suka), parameter aroma paling disukai pada suhu penyeduhan 85ºC dengan nilai rata-rata 2,07 (agak suka), parameter rasa paling disukai pada suhu penyeduhan 85ºC dengan nilai rata-rata 1,93 (agak suka), dan kenampakan keseluruhan paling disukai pada suhu penyeduhan 70ºC dengan nilai rata-rata 2,17 (agak suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara variasi suhu penyeduhan terhadap nilai kesukaan seduhan teh oolong.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail