Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: uji hedonik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Hedonik Minuman RTD (Ready to Drink) Seronija sebagai Antihipertensi

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia, terutama di Kabupaten Bantul yaitu 15.785 pada laki-laki dan 33.521 pada perempuan tahun 2023. Pengobatan nonfarmakologis dapat dilakukan dengan pemanfaatan serai, rosella, jeruk nipis, dan jahe yang mengandung senyawa antihipertensi. Upaya untuk mengetahui penerimaan panelis terhadap minuman RTD (Ready to Drink) Seronija memerlukan penelitian uji hedonik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil uji hedonik panelis terhadap minuman RTD Seronija sebagai minuman antihipertensi. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan pengambilan data secara posttest only design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan minuman RTD Seronija dan pengisian kuesioner uji hedonik oleh 35 panelis nonstandar. Parameter yang dinilai meliputi warna, aroma, rasa, dan kenampakan keseluruhan. Data hasil uji hedonik dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel untuk mengetahui rata-rata tingkat kesukaan panelis. Hasil uji deskripsi organoleptik menunjukkan bahwa minuman RTD Seronija memiliki warna merah, aroma segar dan khas rempah, rasa asam manis, serta kenampakan keseluruhan menarik. Hasil uji hedonik menunjukkan rata-rata tingkat kesukaan panelis terhadap parameter warna sebesar 3,43, aroma sebesar 3,51, rasa sebesar 3,63, dan kenampakan keseluruhan sebesar 3,49 dari nilai maksimal 4,00. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa seluruh parameter penilaian berada dalam kategori sangat suka.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Hedonik Permen Jelly Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dengan Kombinasi Basis Karagenan dan Tepung Porang

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kayu secang mengandung antioksidan yang dapat dikembangkan dalam bentuk produk olahan yaitu permen jelly. Penggunaaan gelling agent dapat mempengaruhi tekstur permen jelly yang dihasilkan. Penelitian terkait tekstur dapat dinilai melalui uji hedonik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan responden terhadap permen jelly kayu secang dengan kombinasi basis karagenan dan tepung porang berdasarkan hasil uji hedonik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Post-test Only Control Design, dengan mengamati perbedaan nilai kesukaan responden terhadap permen jelly. Formula permen jelly yang digunakan adalah FI dan FII. FI adalah permen jelly dengan kombinasi basis karagenan dan tepung porang. FII adalah permen jelly dengan kombinasi basis gelatin, karagenan dan tepung porang. Permen jelly dilakukan uji hedonik dengan menilai warna, rasa, aroma dan tekstur permen jelly. Data hasil uji hedonik dianalisis menggunakan spss 23 dengan taraf kepercayaan 95%. Uji analisis data diawali dengan menganalisa normalitas (Shapiro Wilk) dan homogenitas (Levene), data yang terdistribusi normal dan homogen dengan nilai signifikansi p>0,05, maka dilanjutkan dengan uji Independent Sample T-test. Data yang tidak terdistribusi normal dan tidak homogen dengan nilai signifikansi p0,05 dianalisis dengan menggunakan Mann-Whitney.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI HEDONIK PERMEN JELLY KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DENGAN KOMBINASI GELLING AGENT GELATIN DAN TEPUNG PORANG

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki zat antioksidan yang dapat dijadikan sebagai produk olahan salah satunya yaitu permen jelly. Permen jelly terbuat dari Gelling agent yang mempengaruhi tekstur gel yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan responden tehadap permen jelly kayu secang dengan kombinasi gelling agent gelatin dan tepung porang berdasarkan hasil uji hedonik Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan postest only design, dilakukan dengan cara mengamati tingkat kesukaan responden terhadap permen jelly kayu secang. Permen jelly kayu secang dibuat 2 formula yaitu FI dan FII. FI adalah formula permen jelly kayu secang dengan kombinasi gelling agent gelatin dan tepung porang, FII adalah permen jelly kayu secang dengan kombinasi gelling agent karagenan, gelatin, dan tepung porang. Permen jelly kayu secang dilakukan uji hedonik dengan menilai tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur permen jelly. Data hasil uji hedonik dianalisis menggunakan SPSS 23 dengan taraf kepercayaan 95%. Uji analisis data diawali dengan menganalisa normalitas (Shapiro wilk) dan homogenitas (levene), data yang terdistribusi normal dan homogen (p>0,05), maka dilanjutkan dengan uji independent sample t-tests. Data yang tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (p<0,05), maka dilakukan analisis dengan menggunakan mann-whitey.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Tingkat Kesukaan Seduhan Teh Hijau (Camelia sinensis L.) Terhadap Variasi Suhu Penyeduhan

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tea is a popular drink in society. Tea is usually consumed by brewing it paying attention to the temperature and duration of brewing so that it affects the color, taste and aroma produced. The purpose of this study was to determine the level of people's preference for brewing green tea with variations in brewing temperature. The method used is an experimental post-test control design. The number of respondents used as many as 30 people. This method is carried out by steeping green tea with temperature variations, namely 70oC, 85oC and 100oC with a brewing time of 5-15 minutes. After getting the results, the analysis is carried out with the normality test and homogeneity test. Using SPSS 23 with 95% confidence level. The results of this study showed that the highest color hedonic values were found at 70oC with a value of 2.80+0.407, taste at 70oC with a value of 2.50+0.731, aroma at 85oC with a value of 2.53+0.629 and overall at 85oC with a value of 2.50+0.630. With the conclusion that there is no significant difference between the variation of brewing temperature on the value of preference for color, aroma, taste and overall appearance (p> 0.05).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Hedonik Seduhan Teh Kuning (Camellia sinensis L.) Berdasarkan Variasi Suhu Penyeduhan

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teh kuning umumnya dikonsumsi dalam bentuk minuman dengan cara menyeduh pada suhu dan waktu tertentu. Suhu dan waktu penyeduhan dapat mempengaruhi karakteristik organoleptik, fisik dan kimia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap seduhan teh kuning berdasarkan variasi suhu penyeduhan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pengambilan data secara Posttest Control Design dengan tahapan penelitian pembuatan teh celup, penyeduhan teh celup, dan pengisian kuisioner yang diberikan kepada 30 orang panelis. Penyeduhan teh kuning dilakukan dengan cara melarutkan 4 gram serbuk teh kuning kedalam air dengan suhu 70°C, 85°C, dan 100°C selama 5-15 menit. Parameter yang dinilai kesukaannya meliputi warna, aroma, rasa, dan kenampakan keseluruhan seduhan teh kuning. Analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 23 dengan taraf kepercayaan 95% dengan Uji Normalitas dan Homogenitas serta dilakukan uji lanjutan Kruskal Wallis. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah panelis menyukai warna pada suhu 70°C, aroma pada suhu 70°C, rasa pada suhu 70°C dan 85°C, serta kenampakan kesluruhan seduhan teh kuning pada suhu 70°C, 85°C, 100°C. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna variasi suhu penyeduhan terhadap tingkat kesukaan seduhan teh kuning (p>0,05).

39 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Variasi Suhu Penyeduhan terhadap Nilai Kesukaan Seduhan Teh Oolong (Camellia sinensis L.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teh oolong merupakan salah satu teh yang difermentasi sebagian. Teh oolong kaya akan zat bioaktif yang berfungsi untuk kesehatan, seperti polifenol, katekin, polisakarida dan vitamin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kesukaan seduhan teh oolong berdasarkan variasi suhu penyeduhan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan Posttest Control Design menggunakan 30 orang sebagai panelis yang menilai seduhan teh oolong. Teh oolong berat 4 gram diseduh dalam 200 ml air panas dengan variasi suhu 70°C, 85°C, 100°C selama 5-15 menit. Parameter yang dinilai kesukaannya meliputi warna, aroma, rasa dan kenampakan keseluruhan seduhan teh oolong. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan SPSS versi 23, dengan taraf kepercayaan 95%. Parameter warna yang paling disukai panelis yaitu pada suhu penyeduhan 85ºC dengan nilai rata-rata 2,60 (suka), parameter aroma paling disukai pada suhu penyeduhan 85ºC dengan nilai rata-rata 2,07 (agak suka), parameter rasa paling disukai pada suhu penyeduhan 85ºC dengan nilai rata-rata 1,93 (agak suka), dan kenampakan keseluruhan paling disukai pada suhu penyeduhan 70ºC dengan nilai rata-rata 2,17 (agak suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara variasi suhu penyeduhan terhadap nilai kesukaan seduhan teh oolong.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail