Uji Hedonik Seduhan Teh Kuning (Camellia sinensis L.) Berdasarkan Variasi Suhu Penyeduhan
Teh kuning umumnya dikonsumsi dalam bentuk minuman dengan cara menyeduh pada suhu dan waktu tertentu. Suhu dan waktu penyeduhan dapat mempengaruhi karakteristik organoleptik, fisik dan kimia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap seduhan teh kuning berdasarkan variasi suhu penyeduhan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pengambilan data secara Posttest Control Design dengan tahapan penelitian pembuatan teh celup, penyeduhan teh celup, dan pengisian kuisioner yang diberikan kepada 30 orang panelis. Penyeduhan teh kuning dilakukan dengan cara melarutkan 4 gram serbuk teh kuning kedalam air dengan suhu 70°C, 85°C, dan 100°C selama 5-15 menit. Parameter yang dinilai kesukaannya meliputi warna, aroma, rasa, dan kenampakan keseluruhan seduhan teh kuning. Analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 23 dengan taraf kepercayaan 95% dengan Uji Normalitas dan Homogenitas serta dilakukan uji lanjutan Kruskal Wallis. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah panelis menyukai warna pada suhu 70°C, aroma pada suhu 70°C, rasa pada suhu 70°C dan 85°C, serta kenampakan kesluruhan seduhan teh kuning pada suhu 70°C, 85°C, 100°C. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna variasi suhu penyeduhan terhadap tingkat kesukaan seduhan teh kuning (p>0,05).