Evaluasi Ketepatan Dosis Peresepan Obat Antihipertensi di Puskesmas Imogiri II Bantul Periode Bulan Desember 2025
Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan tekanan darah ≥120/80 mmHg dan dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala hingga menimbulkan komplikasi pada organ vital. Penggunaan obat antihipertensi secara rasional, khususnya ketepatan dosis, sangat penting untuk mencapai keberhasilan terapi dan mencegah efek samping. Penelitian sebelumnya di Puskesmas Tilamuta menunjukkan bahwa ketepatan dosis peresepan obat antihipertensi hanya mencapai 77% (Tuloli et al., 2021). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan dosis peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Imogiri II Bantul. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif case control. Sampel berupa data rekam medis pasien hipertensi tanpa penyakit penyerta, diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta persentase, kemudian dibandingkan dengan dosis standar DIH Edisi 23 tahun 2014-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh peresepan obat antihipertensi berada dalam rentang dosis terapi yang direkomendasikan. Tingkat ketepatan dosis peresepan di Puskesmas Imogiri II Bantul mencapai 100%, menunjukkan pemenuhan prinsip penggunaan obat rasional pada aspek ketepatan dosis. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi peresepan dalam memastikan kualitas pelayanan farmasi dan keamanan terapi hipertensi.