Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Krim
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji pH dan Homogenitas Sediaan Krim Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) Dengan Variasi Konsentrasi Emulgator

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pegagan leaves have antioxidant activity. The use of pegagan leaf extract can be made easier by formulating it into a cream preparations. This study aims to determine the effect of different emulsifier concentrations on the pH and homogeneity of the cream preparation of pegagan leaf extract. The research method is an experimental posttest only design. The extract of pegagan leaves was obtained through maceration using 96% ethanol. The obtained extract was formulated into cream preparations, creating 3 formulas with different concentrations of the emulsifiers Tween 80 and Span 80, namely F1 (4:6), F2 (5:5), and F3 (6:4). The cream preparation of the pegagan leaf extract was tested for physical properties, including pH and homogeneity tests. The homogenity test results were analyzed descriptively. The pH test was analyzed using the One Way ANOVA test followed by the LSD test. The results of the organoleptic test showed that the cream was green in color, had a characteristic pegagan leaf smell, and the consistency of F1 was thick, while F2 and F3 were somewhat thick. The homogeneity test showed that all three formulas were homogeneous. The pH test results indicated that F1, F2, and F3 had values of 7.62±0.08; 7.79±0.10; and 7.86±0.08, respectively, which showed significant differences (sig0.05). The conclusion of the study showed that different emulsifier concentrations affect the pH test and homogeneity of the centella asiatica leaf extract cream formulation.

20 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Krim Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C.Weber) Britton & Rose) Dengan Menggunakan Variasi Asam Stearat Sebagai Emulgator

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong kuat. Pemanfaatan buah naga merah untuk kesehatan kulit dapat dioptimalkan dalam bentuk sediaan krim. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan emulgator terhadap karakteristik fisik pada sediaan krim sari buah naga merah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest only design. Formulasi yang dibuat terdiri dari 3 formulasi krim sari buah naga merah dengan perbedaan konsentrasi asam stearat 5%, 10% dan 15%. Analisis data statistik dengan uji One way ANOVA dan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan variasi konsentrasi asam stearat. Hasil uji organoleptis dan homogonetis secara deskriptif dengan hasil F1 warna merah muda, tidak berbau, konsistensi agak kental, F2 dan F3 warna merah muda, tidak berbau, konsistensi kental. Ketiga formula memiliki homogenitas yang homogen. Hasil uji pH F1(7,2 ±0,05), F2 (6,4±0,05) dan F3 (5,9±0,1) memiliki perbedaan bermakna (sig0,05). Hasil diameter sebar F1(6,1±0,1), F2 (5,6±0,07) dan F3 (5,1±0,02) memiliki perbedaan bermakna (sig0,05). Kesimpulan formulasi krim sari buah naga merah memenuhi persyaratan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH dan diameter.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Viskositas dan Diameter Sebar Sediaan Krim Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) Dengan Variasi Konsentrasi Emulgator

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan daun pegagan sebagai kosmetik dapat dipermudah menjadi bentuk sediaan yang lebih efektif yaitu sediaan krim. Perbedaan konsentrasi emulgator dapat mempengaruhi viskositas dan diameter sebar sediaan krim ekstrak daun pegagan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi emulgator tween 80 dan span 80 terhadap viskositas dan diameter sebar sediaan krim ekstrak daun pegagan. Metode penelitian yang digunakan eksperimental posttest only design. Serbuk daun pegagan 250 gram dimaserasi menggunakan etanol 96%. Krim ekstrak daun pegagan dibuat menjadi 3 formula yaitu FI, FII, dan FIII dengan variasi konsentrasi tween 80 dan span 80 dengan perbandingan (4:6), (5:5), dan (6:4). Uji viskositas dan diameter sebar dan dianalisa menggunakan Uji One Way Anova. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa FI, FII dan FIII memiliki nilai viskositas 48.466 cPs, 37.266 cPs, dan 12.033 cPs, dan hasil diameter sebar berturut-turut yaitu 5,28±0,23 cm, 5,74±0,11 cm, dan 5,80±0,50 cm. Hasil menunjukkan bahwa krim ekstrak daun pegagan dengan variasi konsentrasi emulgator Tween 80 dan Span 80 dapat mempengaruhi viskositas dan diameter sebar dari sediaan yang dihasilkan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa krim ekstrak daun pegagan dengan variasi konsentrasi emulgator Tween 80 dan Span 80 dapat mempengaruhi viskositas dan diameter sebar.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Fisikokimia Sediaan Krim Vitamin E

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit kering merupakan salah satu masalah kulit yang hampir dialami oleh setiap orang. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan dan keindahan kulit diperlukan suatu perlindungan tambahan yaitu dengan penggunaan sediaan krim. Sediaan krim diformulasikan dengan bahan aktif vitamin E yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai dan fungsi dari sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi fisikokimia sediaan krim vitamin E meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest only control design. Krim vitamin E dibuat dalam 2 formula yaitu formula krim tanpa penambahan vitamin E (F1) dan formula dengan penambahan vitamin E (F2). Krim yang diperoleh kemudian dilakukan evaluasi fisikokimia meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Data hasil uji organoleptis didapatkan bahwa FI dan FII memiliki bentuk, warna dan bau yang sama. Uji homogenitas FI dan FII menunjukkan hasil krim yang homogen. Nilai ph yang diperoleh FI I 6,89 ± 0,10 dan FII 7,47 ± 0,27, sedangkan hasil uji diameter sebar FI 5,23 ± 0,13 cm dan FII 5,26 ± 0,15 cm. Hasil uji statistik nilai ph dan diameter sebar memenuhi persyaratan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan vitamin E berpengaruh terhadap ph sediaan, namun tidak berpengaruh terhadap uji organoleptis, homogenitas dan diameter sebar.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Organoleptis Fisika Kimia Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya L.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Papaya leaves contain alkaloids which have antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes, and Staphylococcus epidermidis bacteria. Papaya leaf extract was developed as a traditional medicine in the form of cream preparations to make it more effective in its use. The purpose of this study was to determine the organoleptic physical and chemical characteristics of the papaya leaf ethanol extract cream. This research was conducted using the post test only control design method. The cream is made using papaya leaf ethanol extract. The preparation of cream preparations uses two formulas, namely formula 1 without ethanol extract of papaya leaves and formula 2 with ethanol extract of papaya leaves. The cream results obtained were then subjected to organoleptic tests, homogeneity, pH, and diameter of the spread. The results of organoleptic data and homogeneity are described. The obtained pH and scatter diameter data were then statistically analyzed using SPSS 23.0. normality test using Shapiro Wilk and homogeneity test using Levene's Test. The results of normal and homogeneous data analysis will be followed by the Independent sample T-Test. Data that is not normally distributed will be carried out by the Mann Withney test.

26 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Sifat Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Daun ketapang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan, antivirus, antinflamasi, antibakteri dan antifungi. Sediaan farmasi harus dilakukan uji fisik untuk mengetahui kualitas sediaan terutama pada sediaan krim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik sediaan krim ekstrak etanol daun Ketapang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest only control design. Krim dibuat dengan basis asam stearat. Ekstrak etanol daun Ketapang diperoleh dari proses maserasi selama 3x24 jam. Formula terdiri dari formula kontrol tanpa ekstrak (FI) dan formula dengan ekstrak ketapang 0,01% (FII). Krim yang sudah jadi di uji sifat fisiknya meliputi organileptis, homogenitas, pH, diamter sebar. Hasil uji sifat fisik organoleptis dan homogonetis dianalisis secara deskriptif, sedangkan hasil uji pH dan diameter sebar dianalisis secara statistika jika data normal menggunakan uji Independent T-test dan jika data tidak normal menggunakan uji Mann-Witney.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Uji Fisik Sediaan Krim Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Dengan Basis Asam Stearat

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah tomat mengandung antioksidan yang dapat dimanfaatkan dalam sediaan kosmetik. Buah tomat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim untuk mempermudah penggunaan. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat dan mengetahui sifat fisik sediaan krim buah tomat dengan basis asam stearat meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post test only control design. Pasta tomat dibuat dalam 2 formula yaitu formula krim dengan penambahan pasta buah tomat (F1) dan formula krim tanpa penambahan pasta buah tomat (F2). Krim yang diperoleh kemudian dilakukan uji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Warna FI merah muda, bentuk semi padat sedikit kental, bau khas tomat sedangkan warna FII putih, bentuk semi padat kental, tidak berbau. FI dan FII menunjukkan hasil homogen. Hasil pH FI 6,06 ± 0,14 dan FII 6,71 ± 0,15. Hasil uji diameter sebar FI 6,91 ± 0,12 dan FII 6,11 ± 0,38. Hasil pH dan diameter sebar FI dan FII memenuhi persyaratan. Pasta buah tomat yang ditambahkan dalam sediaan krim mempengaruhi hasil uji organoleptis, pH dan diameter sebar. Kesimpulan penelitian yaitu pasta buah tomat dapat dibuat sediaan krim dan menghasilkan sifat fisik yang baik.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ArticleOpen AccessMetadata saja

Formulasi Sediaan Krim Dari Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.)

2023Artikel Penelitian dan Pengabdian

Daun ketapang (Terminalia catappa L.) dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba. Pemanfaatan bahan alam sebagai bahan obat akan menjadi lebih efektif bila dibuat dalam bentuk sediaan farmasi, salah satunya adalah sediaan krim yang dapat digunakan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan uji fisik sediaan krim ekstrak daun ketapang menggunakan basis vaselin album dan cera. Daun ketapang dimaserasi menggunakan etanol 96%. Krim dibuat dalam 6 formula yaitu F1 (vaselin album 10%); F2 (vaselin album 15%); F3 (vaselin album 20%); F4 (vaselin album 10% + cera alba 5%); F5 (vaselin album 15% + cera alba 5%); dan F6 (vaselin album 20% + cera alba 5%). Uji sifat fisik krim dilakukan selama 4 minggu, meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, dan sebaran. Hasil menunjukkan ekstrak daun ketapang dapat dibuat sediaan krim berwarna hijau pucat serta bau khas sediaan krim. Sediaan yang dihasilkan homogen dengan nilai sebaran pada rentang 5-7 cm, serta pH pada rentang 7-8. Sediaan krim menggunakan basis vaselin album dan cera alba memiliki dengan sifat fisik yang baik pada uji organoleptis, homogenitas, daya sebaran, namun belum memenuhi persyaratan pH sediaan krim.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail