ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketapang is a plant that is often found in Indonesia and is widely used as a medicinal plant. Ketapang leaves contain phenolic compounds which are efficacious as antioxidants. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of steeping ketapang leaves in the form of dried simplicia. Antioxidant activity was measured using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl). The sample tested for dried ketapang leaf simplicia was prepared using sieve number 8 and then brewed using distilled water with an initial temperature of 95oC. Brewing is done for 30 minutes and the steeping temperature will drop. Samples of steeping dried ketapang leaves were made with concentration series of 625 ppm, 1250 ppm, 2500 ppm, 5000 ppm and 10,000 ppm. The reference solution used was quercetin with concentration series of 1 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm and 25 ppm. Antioxidant activity testing was carried out using the DPPH method. Antioxidant activity was calculated in the value of % inhibition and IC50 (50% Inhibitory Concentration). The significance of the difference between the sample and the controls was analyzed using SPSS 23. The results showed that steeping ketapang leaves and quercetin had IC50 values of 10,020.79 ± 45.69 and 18.98 ± 0.41, respectively. The DPPH free radical inhibition value indicated that the steeping of ketapang leaves had weaker antioxidant activity than quercetin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Daun ketapang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan, antivirus, antinflamasi, antibakteri dan antifungi. Sediaan farmasi harus dilakukan uji fisik untuk mengetahui kualitas sediaan terutama pada sediaan krim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik sediaan krim ekstrak etanol daun Ketapang.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest only control design. Krim dibuat dengan basis asam stearat. Ekstrak etanol daun Ketapang diperoleh dari proses maserasi selama 3x24 jam. Formula terdiri dari formula kontrol tanpa ekstrak (FI) dan formula dengan ekstrak ketapang 0,01% (FII). Krim yang sudah jadi di uji sifat fisiknya meliputi organileptis, homogenitas, pH, diamter sebar. Hasil uji sifat fisik organoleptis dan homogonetis dianalisis secara deskriptif, sedangkan hasil uji pH dan diameter sebar dianalisis secara statistika jika data normal menggunakan uji Independent T-test dan jika data tidak normal menggunakan uji Mann-Witney.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekstrak daun ketapang mengandung senyawa alkaloid, glikosida jantung, steroid, terpenoid, saponin, flavonoid, fenol dan tannin. Ekstrak daun ketapang dapat digunakan sebagai anti-UV, anti-HIV reverse transcriptase, antibakteri, antijamur, antiinflamsi, antikanker, antidiabetes, hepatoprotektif dan antioksidan Adanya kandungan senyawa flavonoid krim ekstrak daun ketapang dapat digunakan sebagai antioksidan. Sediaan krim harus melalui tahap pengujian untuk memastikan keamanan dalam penggunaan, yaitu dengan uji iritasi akut dermal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui krim ekstrak daun ketapang terhadap efek iritasi pada kulit hewan uji.
Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental posttest only design. Uji iritasi akut dermal dilakukan secara in vivo pada 3 kelinci albino dengan metode Draize test. Satu kelinci dibagi menjadi 3 bagian (kontrol normal, krim tanpa ekstrak etanol daun ketapang sebagai kontrol negatif, dan krim ekstrak daun ketapang 0,02% sebagai perlakuan). Sampel uji yang digunakan adalah krim ekstrak etanol daun ketapang dengan konsentrasi 0,02% dan basis krim tanpa ekstrak daun ketapang. Selanjutnya hasil pengamatan efek iritasi pada kulit hewan uji dilakukan nilai skoring eritema dan udema, selanjutnya dihitung menggunakan rumus indeks iritasi primer. Hasil Indeks iritasi primer kemudian dikategorikan menjadi iritasi sangat ringan, iritasi ringan, iritasi sedang, dan iritasi kuat.