Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Rendemen
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pelarut terhadap Rendemen Ekstrak Batang Brotowali (Tinospera crispa (L.)) Hook. f. & Thomson

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Batang brotowali memiliki senyawa kimia meliputi tanin, saponin, alkaloid, steroid, terpenoid, dan glikosida yang diperoleh melalui proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi pelarut terhadap rendemen dari ekstrak batang brotowali. Jenis penelitian ini menggunakan post test only design. Proses maserasi yang dilakukan menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%. Maserasi dilakukan selama 3x24 jam. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dengan cara diangin-anginkan sampai menjadi ekstrak kental, dihitung nilai rendemen. Nilai rendemen yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Independent Sample T-Test. Rendemen ekstrak batang brotowali yang diperoleh menggunakan pelarut etanol 70% dan etanol 96% masing-masing sebesar 3,72±0,78% dan 1,93±0,06. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi pelarut berpengaruh terhadap rendemen ekstrak batang brotowali. Konsentrasi pelarut etanol pada proses ekstraksi mempengaruhi rendemen ekstrak batang brotowali.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsentrasi Pelarut Terhadap Kandungan Kimia dan Nilai Rendemen Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amarillyfolius Roxb.)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pandan wangi leaf extract contains alkaloid, flavonoid, tannin, and saponin compounds. The withdrawal of these compounds is carried out using a maceration extraction process with variations in solvent concentration. The variation of solvent concentration can affect the chemical content and yield value. This study aims to determine the effect of solvent concentration on the chemical content and yield value of pandan wangi leaf extract in 70% ethanol and 96% ethanol solvents. Post-test Only Design experimental research method by extracting by maceration of fragrant pandanus leaves using 70% ethanol and 96% ethanol solvents. The results of each extraction were calculated and chemical content tests were carried out, namely, phenolic, flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid and terpenoid tests. The results of chemical content were tested descriptively, while the results of the yield value were analyzed with SPSS. The normality test was performed using the Shapiro-Wilk test because the sample tested was 50 and the homogeneity test was performed using the Levence test. Then further tests were carried out using the Independent Sample T-Test test. Translated with DeepL.com (free version)

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Kersen (Mutingia Calabura)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The cherry plant has great potential to be utilized because the leaves of this plant contain chemical properties that are useful for health. Cherry leaves have several chemical contents such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and steroids. The chemical content in plants can be obtained through an extraction process. Differences in solvent concentration in the extraction process can affect the yield and chemical content of the extract. This research aims to determine the solvent concentration on the yield and chemical content of cherry leaves. This type of research uses a post test only design. Extraction of cherry leaves using 70% and 96% ethanol solvent. Extraction was carried out using the maceration method for 3x24 hours. The extract obtained is evaporated by air, until the extract is thick. The results of the thick extract were calculated for yield and phytochemical screening. The yield values ​​obtained were subjected to a normality test using Shapiro-Wilk, while the homogeneity test was carried out using the Levene's Test. Data that is normally and homogeneously distributed is followed by the Independent Sample T-Test. If the data is not normally distributed then analysis is carried out using Mann-Whitney. The results of the phytochemical screening in the form of chemical content of 70% and 96% ethanol cherry leaf extract are presented descriptively.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun katuk memiliki senyawa aktif meliputi alkaloid, flavonoid, sapoin, steorid, dan tanin. Jumlah rendemen yang dihasilkan dan perolehan senyawa aktif salah satunya dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut. Salah satu pelarut yang biasanya digunakan untuk proses ekstraksi adalah etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut terhadap rendemen yang dihasilkan serta kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak daun katuk. Metode penelitian menggunakan rancangan Post-test Only Design. Pelarut yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah pelarut polar yaitu etanol 70% dan etanol 96%. Serbuk simplisia dimaserasi dengan masing-masing pelarut (perbandingan 1:3) selama 3x24 jam. Filtrat yang didapat kemudian disaring dan didiamkan dengan cara diangin-anginkan sampai terbentuk ekstrak kental. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung rendemennya dan diuji secara statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk. Jika data terdistribusi normal dan homogen dilanjutkan dengan uji parametrik Independent Sample T-Test, namun jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen dilanjutkan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil pengujian skrining fitokimia antara lain uji fenolik, uji alkaloid, uji flavonoid, uji saponin, uji tanin, dan uji terpenoid. Data hasil skrining fitokimia disajikan secara deskriptif.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsentrasi Etanol Pada Maserasi Terhadap Nilai Rendemen Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kelor memiliki senyawa metabolit sekunder seperti tanin, flavonoid, alkaloid, saponin. Penarikan senyawa tersebut menggunakan ekstraksi secara maserasi dengan vasiasi konsentrasi pelarut etanol. Pengaruh konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi hasil nilai rendemen suatu esktrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai rendemen ekstrak daun kelor terhadap perbedaan konsentrasi pelarut. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimental post test only design. Serbuk daun kelor dimaserasi dengan variasi konsentrasi etanol yaitu 50%, 70%, dan 96% selama 3 x 24 jam. Filtrat yang diperoleh diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu 70℃ hingga didapatkan ekstrak kental. Hasil nilai rendemen yang didapatkan dilakukan analisa data menggunakan uji Shapiro Wilk pada normalitas dan uji levene pada homogenitas. Data terdistribusi normal dan homogen maka digunakan uji One Way Anova jika terdapat perbedaan digunakan uji lanjutan Post Hoc LSD. Data tidak terdistribusi normal dan homogen maka digunakan uji Kruskal Wallis jika terdapat perbedaan dilakukan uji lanjutan Mann-Whitney.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Lama Waktu Maserasi (Perendaman) Terhadap Rendemen Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun sirih memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai antisariawan, antiseptik, dan menghilangkan bau badan. Nilai rendemen yang diperoleh menunjukan efektivitas suatu proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu maserasi (perendaman) terhadap nilai rendemen ekstrak etanol daun sirih. Jenis penelitian ini menggunakan post test only design. Serbuk daun sirih dimaserasi dengan pelarut etanol 96% selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Filtrat yang telah diperoleh masing-masing dikeringkan dengan metode kering angin hingga diperoleh ekstrak kental. Hasil nilai rendemen yang diperoleh dilakukan analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji Levene untuk uji normalitas dan uji homgenitas. Uji lanjutan yang dilakukan adalah uji One Way Anova dilanjutkan dengan uji LSD untuk melihat perbedaan antar 3 kelompok.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Perbedaan Jenis Pelarut Terhadap Hasil Rendemen Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia(Ten.)Steenis.)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Binahong leaves contain active compounds such as alkaloids, steroids, flavonoids, phenols, saponins, tannins. The content of active substances in binahong leaves can be extracted by maceration. The choice of solvent type affects the yield value of the extraction results. The purpose of this study was to determine the effect of different types of solvents on the yield of binahong leaves. The research method used was Postest Only Group Design. The extraction method of binahong leaf simplisia was carried out using 2 types of solvents, namely 96% ethanol and n-hexanes. The extract obtained was then evaporated until a thick extract was obtained and then the yield value of each solvent was calculated. Data from the yield value was tested using the SPSS 25 program with a confidence level of 95%. Normality test was conducted with Shapiro Wilk test and homogeneity test using Levene, normally distributed and homogeneous data resulted (sig>0.05) followed by Independet T-test to determine the effect of different types of solvents. Data that were not normally distributed and homogeneous resulted in (sig0.05) were analyzed using the Mann Whitney test.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Nilai Rendemen Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) dan Jahe Emprit (Zingiber officinale Var. Amarum) secara Maserasi

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekstrak jahe merah dan jahe emprit memiliki banyak khasiat sebagai anti bakteri, antioksidan, anti inflamasi, analgetik, anti karsinogenik non-toksik, dan mutagenik. Komponen yang terdapat dalam jahe merah dan jahe emprit yaitu Gingerol, Shogaol dan Zingiberone. Jenis perbedaan tanaman mempengaruhi hasil nilai rendemen yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai rendemen dari rimpang jahe berdasarkan perbedaan jenis tanaman. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post test only design. Serbuk jahe merah dan jahe emprit masing-masing dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3 x 24 jam. Filtrat yang diperoleh diuapkan dengan metode kering angin hingga didapat ekstrak kental. Hasil nilai rendemen yang didapatkan dilakukan analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas data dan uji Levene untuk uji homogenitas. Uji lanjutan yang dilakukan yaitu uji Independent Sample T-Test untuk melihat perbedaan antar 2 kelompok. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai rendemen ekstrak rimpang jahe merah dan jahe emprit dengan metode ekstraksi secara maserasi dan menggunakan pelarut etanol 96%, yaitu 5,51%±1,01 dan 8,51%±0,55. Hasil pengujian statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna antar jenis spesies. Perbedaan jenis spesies jahe berpengaruh terhadap nilai rendemen ekstrak jahe merah dan jahe emprit.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Berdasarkan Perbedaan Jenis Pelarut

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kersen berkhasiat sebagai penyembuhan asam urat, antiseptik, antitumor dan antiinflamasi. Daun kersen mengandung beberapa senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid dan tanin. Terdapat perbedaan pelarut terhadap rendemen dan kandungan kimia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap nilai rendemen dan kandungan kimia ekstrak daun kersen. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental post-test only design. Daun kersen dikeringkan menggunakan pengeringan oven pada suhu 50˚C selama 10 jam dan dilakukan maserasi selama 3x24 jam, menggunakan pelarut etanol 96% dan n-heksana. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung rendemen dan diuji skrining fitokimia. Nilai rendemen dianalisis secara statistik dengan Independent Sampel T-Test. Hasil skrining fitokimia akan dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Rendemen dan Kandungan Zat Aktif Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Berdasarkan Perbedaan Jenis Pelarut

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kandungan zat aktif pada daun belimbing wuluh dapat diperoleh dengan diekstraksi dengan pelarut. Pemilihan jenis pelarut dapat berpengaruh terhadap rendemen dan kandungan zat aktif pada hasil ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap hasil rendemen dan kandungan zat aktif ekstrak daun belimbing wuluh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental post test only design. Ekstraksi serbuk daun belimbing wuluh menggunakan metode maserasi dengan jenis pelarut berbeda yaitu, etanol 96% dan n-heksan. Ekstrak yang diperoleh diuapkan secara kering angin hingga diperoleh ekstrak kental, kemudian dilakukan pengujian rendemen dan uji kandungan zat aktif. Data dari hasil skrining fitokimia dilakukan analisa secara diskriptif sedangkan data dari hasil rendemen dilakukan analisa menggunakan SPSS 23 dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene’s test dengan taraf kepercayaaan 95%. Data terdistribusi normal dan homogen (p>0,05) dilakukan uji Independent Sampel T-Test, jika data tidak terdistribusi normal dan homogen (p0,05) dilakukan uji Mann-Whitney. Hasil dari skrining fitokimia menunjukkan adanya pengaruh dari perbedaan jenis pelarut terhadap rendemen dan kandungan zat akif ekstrak daun belimbing wuluh.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pebedaan Metode Ekstraksi Terhadap Nilai Rendemen Ekstrak Temu Kunci (Boesenbergia rotunda L.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rimpang temu kunci merupakan tanaman yang banyak digunakan sebagai bumbu pada masakan. Rimpang temu kunci mengandung kandungan kimia flavonoid, tanin dan saponin. Kandungan kimia Rimpang temu kunci dapat diperoleh dengan cara ekstraksi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai rendemen, yaitu metode ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode ekstraksi terhadap nilai rendemen ekstrak rimpang temu kunci. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post-test only design. Serbuk simplisia rimpang temu kunci diekstraksi secara maserasi dan remaserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstrak yang diperoleh kemudian diuapkan menggunakan kering angin. Ekstrak kental yang didapatkan kemudian dihitung nilai rendemen. Rendemen yang diperoleh dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji homogenitas dengan uji Levene’s test. Jika data terdistribusi normal dan homogen maka dilanjutkan dengan uji Independent Sample T-test sedangkan, jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen kemudian dilakukan dengan uji Mann Whitney.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN RENDEMEN EKSTRAK DAUN MENGKUDU HASIL MASERASI BERDASARKAN PERBEDAAN PELARUT EKSTRAKSI

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun mengkudu memiliki salah satu senyawa antrakuinon yang dapat dihasilkan dari proses ekstraksi maserasi. Perbedaan pelarut mempengaruhi efektivitas pada proses ekstraksi yang ditunjukkan dengan perolehan nilai rendemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pelarut ekstraksi terhadap nilai rendemen dari ekstrak daun mengkudu. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Posttest Only Design. Serbuk daun mengkudu di ekstraksi secara maserasi dengan 3 pelarut yaitu etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan. Filtrat hasil maserat diuapkan dengan kering angin. Ekstrak yang diperoleh dihitung rendemennya dan dianalisis menggunakan SPSS dengan taraf kepercayaan 95%. Uji normalitas data dilakukan menggunakan Shapiro Wilk dan uji homogenitas data menggunakan Levene. Data terdistribusi normal dan homogen (p>0,05), lalu dilakukan uji One Way Anova. Apabila hasil uji One Way Anova diperoleh nilai signifikansi p<0,05 dilanjutkan dengan uji Post hoc LSD. Jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (p<0,05), kemudian dilakukan uji Kruskal Wallis. Apabila hasil uji Kruskal Wallis diperoleh nilai signifikansi p<0,05 dilanjutkan dengan uji Mann Whitney.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsentrasi Pelarut Etanol pada Maserasi terhadap Nilai Rendemen Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jahe merah memiliki kandungan gingerol sebagai antioksidan yang dapat diambil melalui ekstraksi dengan pelarut etanol. Perbedaan konsentrasi pelarut etanol pada proses ekstraksi penting dilakukan untuk mendapatkan rendemen secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% terhadap nilai rendemen ekstrak rimpang jahe merah. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental Post-test Only Design. Serbuk jahe merah diekstraksi secara maserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Hasil ekstrak kemudian diuapkan dengan kering angin hingga menjadi ekstrak kental. Ekstrak kental kemudian dihitung nilai rendemen dan dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test. Ekstrak rimpang jahe merah dengan pelarut etanol 70% berwarna cokelat kekuningan, berbentuk kental, dan beraroma khas jahe merah, sedangkan dengan pelarut etanol 96% berwarna cokelat kehitaman, berbentuk kental, dan beraroma khas jahe merah. Ekstrak rimpang jahe merah dengan pelarut etanol 70% menghasilkan rendemen sebesar 3,75±1,01%, sedangkan dengan pelarut etanol 96% sebesar 5,51±0,24%. Analisis data rendemen menggunakan uji Independent Sample T-Test menghasilkan nilai signifikasi sebesar 0,042 (P<0,05) menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% dengan rendemen ekstrak rimpang jahe merah. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu konsentrasi pelarut etanol pada maserasi berpengaruh terhadap rendemen ekstrak rimpang jahe merah.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsentrasi Pelarut Etanol Pada Maserasi Terhadap Nilai Rendemen Ekstrak Rimpang Jahe Emprit (Zingiber officinale Var. Amarum)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jahe emprit merupakan jenis tumbuhan rimpang yang sering digunakan sebagai pengobatan. Kandungan kimia jahe emprit memiliki aktivitas farmakologis dan fisiologi. Senyawa kimia yang terkandung pada jahe emprit dapat diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%. Perbedaan konsentrasi pelarut etanol pada ekstraksi dilakukan untuk mendapatkan rendemen secara optimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut terhadap nilai rendemen ekstrak etanol rimpang jahe emprit. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post-test only design. Serbuk rimpang jahe emprit dimaserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Hasil ekstrak diuapkan secara kering angin hingga didapatkan ekstrak kental. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dihitung nilai rendemen dan data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas, Uji Levene untuk uji homogenitas dan dilanjutkan dengan uji Independent Sample T-Test. Hasil pada penelitian ini menunjukan rata-rata nilai rendemen pada ekstrak rimpang jahe emprit dengan pelarut etanol 70% dan 96%, yaitu 6,31% ± 0,17 dan 8,51% ± 0,55. Hasil analisis menunjukan adanya perbedaan yang bermakna, yaitu nilai P (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh dari perbedaan konsentrasi pelarut terhadap rendemen dan kandungan kimia ekstrak jahe emprit.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail