ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekstrak jahe merah dan jahe emprit memiliki banyak khasiat sebagai anti bakteri, antioksidan, anti inflamasi, analgetik, anti karsinogenik non-toksik, dan mutagenik. Komponen yang terdapat dalam jahe merah dan jahe emprit yaitu Gingerol, Shogaol dan Zingiberone. Jenis perbedaan tanaman mempengaruhi hasil nilai rendemen yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai rendemen dari rimpang jahe berdasarkan perbedaan jenis tanaman. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post test only design. Serbuk jahe merah dan jahe emprit masing-masing dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3 x 24 jam. Filtrat yang diperoleh diuapkan dengan metode kering angin hingga didapat ekstrak kental. Hasil nilai rendemen yang didapatkan dilakukan analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas data dan uji Levene untuk uji homogenitas. Uji lanjutan yang dilakukan yaitu uji Independent Sample T-Test untuk melihat perbedaan antar 2 kelompok. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai rendemen ekstrak rimpang jahe merah dan jahe emprit dengan metode ekstraksi secara maserasi dan menggunakan pelarut etanol 96%, yaitu 5,51%±1,01 dan 8,51%±0,55. Hasil pengujian statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna antar jenis spesies. Perbedaan jenis spesies jahe berpengaruh terhadap nilai rendemen ekstrak jahe merah dan jahe emprit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jahe merah memiliki kandungan gingerol sebagai antioksidan yang dapat diambil melalui ekstraksi dengan pelarut etanol. Perbedaan konsentrasi pelarut etanol pada proses ekstraksi penting dilakukan untuk mendapatkan rendemen secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% terhadap nilai rendemen ekstrak rimpang jahe merah.
Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental Post-test Only Design. Serbuk jahe merah diekstraksi secara maserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Hasil ekstrak kemudian diuapkan dengan kering angin hingga menjadi ekstrak kental. Ekstrak kental kemudian dihitung nilai rendemen dan dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test.
Ekstrak rimpang jahe merah dengan pelarut etanol 70% berwarna cokelat kekuningan, berbentuk kental, dan beraroma khas jahe merah, sedangkan dengan pelarut etanol 96% berwarna cokelat kehitaman, berbentuk kental, dan beraroma khas jahe merah. Ekstrak rimpang jahe merah dengan pelarut etanol 70% menghasilkan rendemen sebesar 3,75±1,01%, sedangkan dengan pelarut etanol 96% sebesar 5,51±0,24%. Analisis data rendemen menggunakan uji Independent Sample T-Test menghasilkan nilai signifikasi sebesar 0,042 (P<0,05) menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% dengan rendemen ekstrak rimpang jahe merah. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu konsentrasi pelarut etanol pada maserasi berpengaruh terhadap rendemen ekstrak rimpang jahe merah.