ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Batang brotowali memiliki senyawa kimia meliputi tanin, saponin, alkaloid, steroid, terpenoid, dan glikosida yang diperoleh melalui proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi pelarut terhadap rendemen dari ekstrak batang brotowali. Jenis penelitian ini menggunakan post test only design. Proses maserasi yang dilakukan menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%. Maserasi dilakukan selama 3x24 jam. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dengan cara diangin-anginkan sampai menjadi ekstrak kental, dihitung nilai rendemen. Nilai rendemen yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Independent Sample T-Test. Rendemen ekstrak batang brotowali yang diperoleh menggunakan pelarut etanol 70% dan etanol 96% masing-masing sebesar 3,72±0,78% dan 1,93±0,06. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi pelarut berpengaruh terhadap rendemen ekstrak batang brotowali. Konsentrasi pelarut etanol pada proses ekstraksi mempengaruhi rendemen ekstrak batang brotowali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The cherry plant has great potential to be utilized because the leaves of this plant contain chemical properties that are useful for health. Cherry leaves have several chemical contents such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and steroids. The chemical content in plants can be obtained through an extraction process. Differences in solvent concentration in the extraction process can affect the yield and chemical content of the extract. This research aims to determine the solvent concentration on the yield and chemical content of cherry leaves. This type of research uses a post test only design. Extraction of cherry leaves using 70% and 96% ethanol solvent. Extraction was carried out using the maceration method for 3x24 hours. The extract obtained is evaporated by air, until the extract is thick. The results of the thick extract were calculated for yield and phytochemical screening. The yield values obtained were subjected to a normality test using Shapiro-Wilk, while the homogeneity test was carried out using the Levene's Test. Data that is normally and homogeneously distributed is followed by the Independent Sample T-Test. If the data is not normally distributed then analysis is carried out using Mann-Whitney. The results of the phytochemical screening in the form of chemical content of 70% and 96% ethanol cherry leaf extract are presented descriptively.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jahe merah memiliki kandungan gingerol sebagai antioksidan yang dapat diambil melalui ekstraksi dengan pelarut etanol. Perbedaan konsentrasi pelarut etanol pada proses ekstraksi penting dilakukan untuk mendapatkan rendemen secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% terhadap nilai rendemen ekstrak rimpang jahe merah.
Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental Post-test Only Design. Serbuk jahe merah diekstraksi secara maserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Hasil ekstrak kemudian diuapkan dengan kering angin hingga menjadi ekstrak kental. Ekstrak kental kemudian dihitung nilai rendemen dan dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test.
Ekstrak rimpang jahe merah dengan pelarut etanol 70% berwarna cokelat kekuningan, berbentuk kental, dan beraroma khas jahe merah, sedangkan dengan pelarut etanol 96% berwarna cokelat kehitaman, berbentuk kental, dan beraroma khas jahe merah. Ekstrak rimpang jahe merah dengan pelarut etanol 70% menghasilkan rendemen sebesar 3,75±1,01%, sedangkan dengan pelarut etanol 96% sebesar 5,51±0,24%. Analisis data rendemen menggunakan uji Independent Sample T-Test menghasilkan nilai signifikasi sebesar 0,042 (P<0,05) menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara konsentrasi pelarut etanol 70% dan 96% dengan rendemen ekstrak rimpang jahe merah. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu konsentrasi pelarut etanol pada maserasi berpengaruh terhadap rendemen ekstrak rimpang jahe merah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jahe emprit merupakan jenis tumbuhan rimpang yang sering digunakan sebagai pengobatan. Kandungan kimia jahe emprit memiliki aktivitas farmakologis dan fisiologi. Senyawa kimia yang terkandung pada jahe emprit dapat diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%. Perbedaan konsentrasi pelarut etanol pada ekstraksi dilakukan untuk mendapatkan rendemen secara optimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut terhadap nilai rendemen ekstrak etanol rimpang jahe emprit.
Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post-test only design. Serbuk rimpang jahe emprit dimaserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Hasil ekstrak diuapkan secara kering angin hingga didapatkan ekstrak kental. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dihitung nilai rendemen dan data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas, Uji Levene untuk uji homogenitas dan dilanjutkan dengan uji Independent Sample T-Test.
Hasil pada penelitian ini menunjukan rata-rata nilai rendemen pada ekstrak rimpang jahe emprit dengan pelarut etanol 70% dan 96%, yaitu 6,31% ± 0,17 dan 8,51% ± 0,55. Hasil analisis menunjukan adanya perbedaan yang bermakna, yaitu nilai P (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh dari perbedaan konsentrasi pelarut terhadap rendemen dan kandungan kimia ekstrak jahe emprit.