ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan langsung kepada pasien yang
harus selalu berupaya meningkatkan mutu kesehatan pasien. Salah satu bentuk
pelayanan kefarmasian yang ada di apotek adalah swamedikasi. Jumlah pelayanan
swamedikasi di Indonesia tergolong tinggi, sebanyak 79% pada tahun 2024. Mutu
pelayanan swamedikasi dipengaruhi oleh kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan swamedikasi
di Apotek Widigdo 2 pada bulan Desember 2025.
Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Populasi
penelitian mencakup seluruh pasien yang melakukan swamedikasi di apotek
Widigdo 2 pada bulan Desember 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling pada 100 responden. Analisa data dilakukan dengan cara
menghitung persentase tingkat kepuasan yang dikategorikan menjadi sangat tidak
puas, tidak puas, puas, dan sangat puas.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata gambaran kepuasan pasien terhadap
pelayanan swamedikasi dimensi daya tanggap (responsiveness) yaitu sangat puas
(88%), Kehandalan (Reliability) yaitu sangat puas (86%), Jaminan (Assurance)
yaitu sangat puas (87%), Empati (Empathy) yaitu sangat puas (88%), dan Bukti
Langsung (Tangible) yaitu sangat puas (88%). Penelitian dapat disimpulkan,
gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan swamedikasi di Apotek Widigdo 2
bulan Desember 2025 yaitu sangat puas dengan hasil persentase sebesar 87,4%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah perubahan pola penyakit dari penyakit menular, kini beralih ke penyakit tidak menular, salah satunya diabetes melitus. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan skrining awal diabetes melitus yang berperan penting dalam mencegah kejadian komplikasi kronis dan memungkinkan penderita mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Kepuasan dapat mempengaruhi loyalitas masyarakat yang akan membentuk word of mouth sehingga menarik lebih banyak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kader dalam melakukan skrining awal diabetes melitus. Metode kegiatan ini berupa pendampingan pemeriksaan skrining awal DM yang dilakukan oleh kader dengan sasaran masyarkat sejumlah 61 orang. Dilakukan pengukuran kepuasan masyarakat menggunakan kuisioner sejumlah 13 pernyataan, selanjutnya dikategorikan tingkat kepuasannya. Hasil pendampingan menunjukkan masyarakat puas terhadap pelayanan kader dengan nilai skor rata-rata yang diperoleh yaitu 73,90%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Health is one of the factors that supports quality of life. One way to improve human quality of life is by enhancing the quality of healthcare services. A study on consumer satisfaction levels at Sukarame District Pharmacy showed that 58.08% of patients were dissatisfied with the pharmacy services they received. Based on this background, the aim of this research is to determine the level of patient satisfaction with the pharmaceutical services provided at Yudistira Farma Pharmacy. This study uses a descriptive observational method with prospective data collection using a questionnaire. The level of satisfaction is assessed based on five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible evidence. A total of 100 respondents were used as the sample. Data analysis was conducted using quantitative analysis, in which the responses from the questionnaire were scored and the average percentage of patient satisfaction was calculated. The results of this study show that patients or community members who purchased medicine at Yudistira Farma Pharmacy felt very satisfied, with a satisfaction level of 91.23% toward the pharmaceutical services provided by the pharmacy staff. The findings of this study can be used as a motivation for other pharmaceutical service facilities to maintain and improve their services for better patient care.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Patient satisfaction is a component of the quality of health services they receive. The quality of health services leads to a level of service perfection and produces a sense of satisfaction in every patient. If the expectations desired by consumers are achieved, it can be stated that customer satisfaction is realized. Thus customer satisfaction is very important to study because it will affect the quality of service provided. The purpose of this study was to determine the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at Elok Farma Pharmacy, Yogyakarta, January-February 2024. This study used a descriptive observational method with purposive sampling. The population in this study were 1655 who had come to the pharmacy with a sample size of 95 who had inclusion and exclusion criteria. The tool used in this study was a questionnaire.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permenkes RI no 73 tahun 2016 menyebutkan bahwa pelayanan kefarmasian menjadi pedoman dalam pelayanan kefarmasian di apotek serta tolak ukur dalam peningkatan mutu kehidupan pasien. Kepuasan pasien merupakan indikator untuk mengevaluasi kualitas pelayanan yang ada di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Lestari Pundong Bantul pada bulan Januari 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, pengumpulan data dibuat dalam satu rentang waktu tertentu menggunakan 100 responden yang termasuk kriteria inklusi, kuisioner bersifat tertutup yang dilakukan satu kali tanpa ada pengulangan. Analisis data menggunakan skor dari masing-masing pertanyaan yang diperoleh kemudian dihitung menggunakan rumus % kepuasan pelanggan dan dikategorikan sesuai dengan hasil presentase yang di dapatkan yaitu sangat puas (81% - 100%), puas (61% - 80%) cukup puas (41% - 60%), kurang puas (21% - 40%), dan tidak puas (0% - 20%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian pada dimensi kehandalan (reliability) berada dalam kategori sangat puas (84,9%), ketanggapan (responsiveness) berada dalam kategori sangat puas (83,55%), jaminan (assurance) berada dalam kategori sangat puas (83,1%), empati (emphaty) berada dalam kategori sangat puas (83,93%) dan bukti langsung (tangible) berada dalam kategori sangat puas (85,5%). Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Lestari Pundong Bantul berada dalam kategori sangat puas dengan nilai rata-rata 5 dimensi kepuasan 84,25%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan saat ini semakin tinggi sehingga kebutuhan akan sarana kesehatan semakin meningkat. Pelayanan kefarmasian memiliki peran penting untuk meningkatkan kualitas hidup terutama dalam hal swamedikasi. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan tingkat kepuasan belum mencapai 100% yaitu sebesar 72,88% hal ini perlu dilakukan tingkat kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pasien terhadap pelayanan swamedikasi di Apotek Kasongan Bulan Januari 2024. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data prospektif dengan melihat tingkat kepuasan pasien. Tingkat kepuasan dinilai berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan yaitu keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti langsung. Sampel yang akan digunakan sebanyak 96 responden. Analisa data menggunakan analisis kuantitatif yaitu pengumpulan data dari responden yang mengisi tingkat kepuasan terhadap pelayanan swamedikasi. Data diperoleh dari kuesioner kemudian dihitung skor rata-rata presentase kepuasan pasie
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada pelayanan kefarmasian, tenaga kefarmasian dituntut untuk mengoptimalkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang merupakan salah satu faktor sangat berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat diukur dengan membandingkan antara pelayanan yang diharapkan dengan pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap KIE obat oleh TTK di Apotek Kembar Farma Canden Bantul.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan seluruh pasien yang datang ke Apotek Kembar Farma dan mendapatkan pelayanan KIE obat pada periode Januari 2023. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang mencakup lima dimensi kualitas pelayanan yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti nyata. Data yang diperoleh dihitung presentase skor kepuasannya dan dilihat kategori tingkat kepuasannya.
Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) obat yang dilakukan di Apotek Kembar Farma pada periode Januari 2023 diperoleh rata-rata tingkat kepuasan sebesar 85,43% yang termasuk dalam kategori sangat puas. Rata-rata kepuasan pelanggan terhadap kelima dimensi menunjukkan hasil sangat puas dengan presentase 88,19%.