ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesalahan pelayanan resep di apotek masih menjadi masalah yang sering terjadi, jumlah nya mencapai 15-25% di beberapa fasilitas apotek. Lama bekerja menjadi faktor penting yang mempengaruhi kemampuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama bekerja dengan tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep di Apotek Pasfarma.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik secara cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kefarmasian yang bekerja di Apotek Pasfarma. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 82 responden. Analisis data meliputi lama bekerja, tingkat pengetahuan dan hubungan antara lama bekerja terhadap pengetahuan tentang pelayanan resep. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hubungan antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan dianalisis menggunakan uji korelatif Spearman pada SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian mengenai pelayanan resep berada pada kategori baik (68,3%), cukup (23,2%), dan kurang (8,5%). Lama bekerja >3 bulan (35,4%), 12-24 bulan (46,3%) dan >24 bulan (18,3%). Pada uji hubungan (korelasi) dengan uji spearman menghasilkan tarif signifikansi p<0,001. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan pelayanan resep (p < 0,05) dengan kekuatan hubungan sedang yaitu nilai r = 0,494.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Health is one of the factors that supports quality of life. One way to improve human quality of life is by enhancing the quality of healthcare services. A study on consumer satisfaction levels at Sukarame District Pharmacy showed that 58.08% of patients were dissatisfied with the pharmacy services they received. Based on this background, the aim of this research is to determine the level of patient satisfaction with the pharmaceutical services provided at Yudistira Farma Pharmacy. This study uses a descriptive observational method with prospective data collection using a questionnaire. The level of satisfaction is assessed based on five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible evidence. A total of 100 respondents were used as the sample. Data analysis was conducted using quantitative analysis, in which the responses from the questionnaire were scored and the average percentage of patient satisfaction was calculated. The results of this study show that patients or community members who purchased medicine at Yudistira Farma Pharmacy felt very satisfied, with a satisfaction level of 91.23% toward the pharmaceutical services provided by the pharmacy staff. The findings of this study can be used as a motivation for other pharmaceutical service facilities to maintain and improve their services for better patient care.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Patient satisfaction is a component of the quality of health services they receive. The quality of health services leads to a level of service perfection and produces a sense of satisfaction in every patient. If the expectations desired by consumers are achieved, it can be stated that customer satisfaction is realized. Thus customer satisfaction is very important to study because it will affect the quality of service provided. The purpose of this study was to determine the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at Elok Farma Pharmacy, Yogyakarta, January-February 2024. This study used a descriptive observational method with purposive sampling. The population in this study were 1655 who had come to the pharmacy with a sample size of 95 who had inclusion and exclusion criteria. The tool used in this study was a questionnaire.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permenkes RI no 73 tahun 2016 menyebutkan bahwa pelayanan kefarmasian menjadi pedoman dalam pelayanan kefarmasian di apotek serta tolak ukur dalam peningkatan mutu kehidupan pasien. Kepuasan pasien merupakan indikator untuk mengevaluasi kualitas pelayanan yang ada di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Lestari Pundong Bantul pada bulan Januari 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, pengumpulan data dibuat dalam satu rentang waktu tertentu menggunakan 100 responden yang termasuk kriteria inklusi, kuisioner bersifat tertutup yang dilakukan satu kali tanpa ada pengulangan. Analisis data menggunakan skor dari masing-masing pertanyaan yang diperoleh kemudian dihitung menggunakan rumus % kepuasan pelanggan dan dikategorikan sesuai dengan hasil presentase yang di dapatkan yaitu sangat puas (81% - 100%), puas (61% - 80%) cukup puas (41% - 60%), kurang puas (21% - 40%), dan tidak puas (0% - 20%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian pada dimensi kehandalan (reliability) berada dalam kategori sangat puas (84,9%), ketanggapan (responsiveness) berada dalam kategori sangat puas (83,55%), jaminan (assurance) berada dalam kategori sangat puas (83,1%), empati (emphaty) berada dalam kategori sangat puas (83,93%) dan bukti langsung (tangible) berada dalam kategori sangat puas (85,5%). Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Lestari Pundong Bantul berada dalam kategori sangat puas dengan nilai rata-rata 5 dimensi kepuasan 84,25%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan saat ini semakin tinggi sehingga kebutuhan akan sarana kesehatan semakin meningkat. Pelayanan kefarmasian memiliki peran penting untuk meningkatkan kualitas hidup terutama dalam hal swamedikasi. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan tingkat kepuasan belum mencapai 100% yaitu sebesar 72,88% hal ini perlu dilakukan tingkat kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pasien terhadap pelayanan swamedikasi di Apotek Kasongan Bulan Januari 2024. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data prospektif dengan melihat tingkat kepuasan pasien. Tingkat kepuasan dinilai berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan yaitu keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti langsung. Sampel yang akan digunakan sebanyak 96 responden. Analisa data menggunakan analisis kuantitatif yaitu pengumpulan data dari responden yang mengisi tingkat kepuasan terhadap pelayanan swamedikasi. Data diperoleh dari kuesioner kemudian dihitung skor rata-rata presentase kepuasan pasie