Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

TIYAS OKTIYANI

2 karya publik ditemukan.

2025: 2

Pemanfaatan Limbah Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Sabun Cuci Piring Dengan Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah biji pepaya memiliki kandungan kimia berupa karpain dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan kimia tersebut bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat limbah biji pepaya sebagai sabun cuci piring dengan aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian menggunakan posttest only control group design. Biji pepaya diekstraksi dengan pelarut alkohol 96% secara maserasi selama 72 jam. Hasil ekstrak dibuat sabun cuci piring. Pengujian dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan 4 kelompok, 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol yaitu sabun cuci piring ekstrak biji pepaya dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan kontrol positif menggunakan sabun cuci piring cair (sunlight). Setiap perlakuan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan uji homogenitas menggunakan Lavene’s test. Data yang terdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan uji One Way Anova dan dilakukan analisis Least Significant Difference. Data yang tidak terdistribusi normak dan tidak homogen diuji dengan Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney.

Pemanfaatan Limbah Biji Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Sabun Cuci Piring dengan Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Limbah biji pepaya memiliki kandungan kimia berupa karpain dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan kimia tersebut bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat limbah biji pepaya sebagai sabun cuci piring dengan aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian menggunakan posttest only control group design. Biji pepaya diekstraksi dengan pelarut alkohol 96% secara maserasi selama 72 jam. Hasil ekstrak dibuat sabun cuci piring. Pengujian dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan 4 kelompok, 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol yaitu sabun cuci piring ekstrak biji pepaya dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan kontrol positif menggunakan sabun cuci piring cair (sunlight). Setiap perlakuan diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan uji homogenitas menggunakan Lavene’s test. Data yang terdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan uji One Way Anova dan dilakukan analisis Least Significant Difference. Data yang tidak terdistribusi normak dan tidak homogen diuji dengan Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney.