ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderita diare di provinsi DIY tergolong tinggi dan menempati urutan ke 4 besar penyakit yang paling banyak dijumpai dengan prevalensi diare pada balita sebesar 7,4%. Tingkat pengetahuan ibu sangat mempengaruhi dalam mengatasi diare dan menjadi salah satu faktor resiko terjadinya diare pada anak, Kasus diare dapat diobati dengan pemberian berbagai obat antidiare, salah satunya adalah pemberian kombinasi berupa obat rehidrasi oral seperti oralit. Pemberian oralit untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang dalam tubuh selama diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang penggunaan obat anti diare di Apotek Karangkajen Yogyakarta
Metode penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan Teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasiem ibu yang berkunjung ke apotek dengan jumlah sampel 60 ibu yang telah memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan dengan instrumen kuesioner. Data dianalisis dengan menghitung nilai persentase jawaban benar pada pengisian kuisioner, kemudian tingkat pengetahuan dikategorikan kedalam kategori baik, cukup, kurang.
Penelitian yang dilakukan pada ibu yang mempunyai anak usia 6-11 tahun memiliki pengetahuan yang baik terhadap pengunaan obat rehidrasi oral pada kasus diare anak, hasil persentase tingkat pengetahuan baik sebesar (53,3%), pengetahuan cukup (31,7%) dan pengetahuan kurang (15,0%)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Papaya leaves contain alkaloids which have antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes, and Staphylococcus epidermidis bacteria. Papaya leaf extract was developed as a traditional medicine in the form of cream preparations to make it more effective in its use. The purpose of this study was to determine the organoleptic physical and chemical characteristics of the papaya leaf ethanol extract cream.
This research was conducted using the post test only control design method. The cream is made using papaya leaf ethanol extract. The preparation of cream preparations uses two formulas, namely formula 1 without ethanol extract of papaya leaves and formula 2 with ethanol extract of papaya leaves. The cream results obtained were then subjected to organoleptic tests, homogeneity, pH, and diameter of the spread. The results of organoleptic data and homogeneity are described. The obtained pH and scatter diameter data were then statistically analyzed using SPSS 23.0. normality test using Shapiro Wilk and homogeneity test using Levene's Test. The results of normal and homogeneous data analysis will be followed by the Independent sample T-Test. Data that is not normally distributed will be carried out by the Mann Withney test.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun alpukat perlu diekstraksi untuk mengambil kandungan kimia di dalamnya, yaitu alkaloid, flavonoid, saponon, tanin dan terpenoid. Ekstrak yang dihasilkan perlu distandarisasi, salah satunya dengan penetapan kadar air. Kadar air dapat dipengaruhi oleh perbedaan metode pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap kadar air ekstrak daun alpukat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest only design. Daun alpukat dikeringkan dengan tiga metode pengeringan, yaitu sinar matahari, kering angin, dan oven suhu 40°C. Daun alpukat diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun alpukat ditetapkan kadar airnya secara gravimetri. Kadar air ekstrak daun alpukat dibandingkan dengan persyaratan pada Farmakope Herbal Indonesia edisi II, yaitu tidak lebih dari 10% dan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene’s test dengan taraf kepercayaan 95%. Data terdistribusi normal dan homogen (p>0,05) dilakukan uji One Way Annova. Hasil penetapan kadar air ekstrak daun alpukat dengan metode pengeringan kering angin sebesar 9,14±0,23%, sinar matahari sebesar 8,07±0,07% dan oven suhu 40°C sebesar 5,92±0,19%. Hasil kadar air memenuhi persyaratan sesuai Farmakope Indonesia edisi II. Hasil analisis menggunakan SPSS menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada setiap metode pengeringan. Kesimpulan penelitian ini yaitu perbedaan metode pengeringan berpengaruh terhadap kadar air ekstrak daun alpukat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dismenore merupakan satu dari sekian gangguan menstruasi yang sering dialami wanita. World Health Organization menerangkan, rata-rata angka kejadian nyeri haid perempuan disetiap negara sebesar 50%. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 65,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder.
Minimnya pengetahuan dan informasi yang didapat di siswa SMK SMF Indonesia tentang pengetahuan penanganan dismenore belum mengetahui dengan jelas bagaimana cara mengatasi dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap kejadian dismenore di SMK SMF Indonesia Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 80 responden yang dilakukan di SMK SMF Indonesia Yogyakarta. Analisis data pada penelitian ini menggunakan excel dengan rumus persentase dikategorikan dengan rumus kategori baik, cukup, dan kurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketapang is a plant that is often found in Indonesia and is widely used as a medicinal plant. Ketapang leaves contain phenolic compounds which are efficacious as antioxidants. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of steeping ketapang leaves in the form of dried simplicia. Antioxidant activity was measured using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl). The sample tested for dried ketapang leaf simplicia was prepared using sieve number 8 and then brewed using distilled water with an initial temperature of 95oC. Brewing is done for 30 minutes and the steeping temperature will drop. Samples of steeping dried ketapang leaves were made with concentration series of 625 ppm, 1250 ppm, 2500 ppm, 5000 ppm and 10,000 ppm. The reference solution used was quercetin with concentration series of 1 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm and 25 ppm. Antioxidant activity testing was carried out using the DPPH method. Antioxidant activity was calculated in the value of % inhibition and IC50 (50% Inhibitory Concentration). The significance of the difference between the sample and the controls was analyzed using SPSS 23. The results showed that steeping ketapang leaves and quercetin had IC50 values of 10,020.79 ± 45.69 and 18.98 ± 0.41, respectively. The DPPH free radical inhibition value indicated that the steeping of ketapang leaves had weaker antioxidant activity than quercetin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia is a decrease in hemoglobin levels below the normal value, one group that is often affected by anemia is young women. The prevalence of anemia in the world is 40-88% while the prevalence of anemia in young women in Bantul Regency is 54.9%. Anemia in young women can be prevented by administering Fe tablets or iron supplements which must be taken regularly during menstruation. This study aims to determine the level of knowledge of young women about the use of Fe tablets in Kwalangan Hamlet, Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. This research method uses a descriptive observational research instrument in the form of a questionnaire. Data analysis in this study is displayed in descriptive form, the percentage results are calculated using Microsoft Excel by giving a score or assessment which is interpreted using the criteria for the level of knowledge in the good, sufficient, and poor categories.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Turmeric rhizome is one of the herbal medicinal plants that is easily found in Indonesia. Turmeric rhizome has secondary metabolite compounds which are efficacious as antibacterial, anti-inflammatory, anti-diarrheal, antioxidant, and appetite enhancer. Secondary metabolites were obtained from various extraction methods. The purpose of this study was conducted to determine the effect of different extraction methods on the content of secondary metabolites in turmeric rhizome extract.
This research was conducted using the Post-test Only Design experimental method. Fine powder of turmeric rhizome was extracted using maceration and soxhlet methods with 70% ethanol solvent. The turmeric rhizome extract was then subjected to a phytochemical screening test including phenolic, alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin and tannin tests. The results of the data obtained are presented in the form of a table containing results and information then compared with the Indonesian Herbal Formulary II Edition and previous studies.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki kandungan kimia berupa flavonoid, saponin, alkaloid dan tannin. Daun ketapang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, antiinflamasi, antifungi dan antibakteri. Senyawa aktif yang terkandung pada daun ketapang merupakan golongan fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar total fenolik ekstrak etanol daun ketapang.
Ekstrak etanol daun ketapang ditetapkan kadar fenolik menggunakan spektrofotometri UV-Vis menggunakan reagen folin-ciocalteu dengan kurva baku standar asam galat. Pembacaan absorbansi dilakukan pada panjang gelombang 778,0 nm dengan aborbansi yang diperoleh dalam persamaan kurva baku
y = 0,0047x + 0,0161. Penetapan kadar total fenolik ekstrak daun ketapang dilakukan pada konsentrasi 100 ppm dengan 3 kali replikasi. Analisis kadar total fenolik ekstrak etanol daun ketapang dilakukan secara deksriptif dengan membandingkan pada penelitian sebelumnya.
Berdasarkan hasil absorbansi yang diperoleh diketahui kadar total fenolik dari ekstrak etanol daun ketapang sebesar 48,702 ppm dalam 100 ppm ekstrak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prevalensi penggunaan antibiotik di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu antara 40% sampai 60%. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resisten antibiotik. Masyarakat di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong Bantul mayoritas masyarakatnya mempunyai latar belakang pengetahuan yang masih rendah, sehingga sangat rentan terjadi kesalahan dalam penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan Antibiotik di Dusun Semampir Panjangrejo Pundong Bantul Periode Februari 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif menggunakan kuesioner dan pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong, Bantul yang berusia 15 – 64 tahun, data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan dengan instrument kuesioner. Data dianalisis dengan menghitung nilai persentase jawaban benar pada bagian kuesioner, kemudian tingkat pengetahuan dikategorikan dalam kategori Baik, Cukup, Kurang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik dalam kategori baik sebanyak 29 responden (35%), cukup sebanyak 34 (40%), dan kurang sebanyak 21 (25%).
Kesimpulan pada penelitian ini mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat batuk di Dusun Semampir, Panjangrejo, Pundong Bantul dikategorikan cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemakaian obat terbanyak pada tahun 2019 di Puskesmas Kasihan Bantul yaitu parasetamol. Berdasarkan penelitian sebelumnya terkait tingkat pengetahuan penggunaan parasetamol mayoritas memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 55%-67,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan parasetamol di Koripan Bantul.
Metode penelitian ini adalah observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam sampel adalah masyarakat Koripan, Poncosari, Srandakan, Bantul. Sampel adalah masyarakat yang pernah menggunakan parasetamol dan berusia produktif dengan jumlah 84 responden. Data dianalisis dengan menghitung nilai persentase jawaban benar pada pengisian kuesioner, kemudian tingkat pengetahuan dikategorikan kedalam kategori baik, cukup, kurang.
Hasil penelitian tingkat pengetahuan penggunaan parasetamol yaitu kategori baik (13%), kategori cukup (63%), dan kategori kurang (24%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan parasetamol di Koripan Bantul rata-rata adalah cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The prevalence of hypertension in Sleman district in 2018 was ranked third with a percentage of 32.01% in the province of DIY. This research took place at the Gamping 1 Health Center in Sleman Yogyakarta that hypertension is number 1 out of the top 10 diseases in 2022 with 2,115 cases. Evaluation of the use of antihypertensive drugs aims to ensure that the correct and effective use of drugs in hypertensive patients, the correct and effective use of drugs is very important for evaluating the use of hypertension drugs at the Gamping 1 Public Health Center, Sleman, Yogyakarta for the period July - December 2022. This study used the method observational research which is analytic in nature with retrospective data collection and the sampling technique is simple random sampling. The data that was examined used prescription data and medical records of hypertension patients at the Gamping 1 Health Center in July - December 2022 as many as 336 samples. The data obtained is then evaluated for its rationale by calculating the percentage of the right indication, the right patient, the right drug, and the right dose.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekstrak jahe merah dan jahe emprit memiliki banyak khasiat sebagai anti bakteri, antioksidan, anti inflamasi, analgetik, anti karsinogenik non-toksik, dan mutagenik. Komponen yang terdapat dalam jahe merah dan jahe emprit yaitu Gingerol, Shogaol dan Zingiberone. Jenis perbedaan tanaman mempengaruhi hasil nilai rendemen yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai rendemen dari rimpang jahe berdasarkan perbedaan jenis tanaman. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post test only design. Serbuk jahe merah dan jahe emprit masing-masing dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3 x 24 jam. Filtrat yang diperoleh diuapkan dengan metode kering angin hingga didapat ekstrak kental. Hasil nilai rendemen yang didapatkan dilakukan analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas data dan uji Levene untuk uji homogenitas. Uji lanjutan yang dilakukan yaitu uji Independent Sample T-Test untuk melihat perbedaan antar 2 kelompok. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai rendemen ekstrak rimpang jahe merah dan jahe emprit dengan metode ekstraksi secara maserasi dan menggunakan pelarut etanol 96%, yaitu 5,51%±1,01 dan 8,51%±0,55. Hasil pengujian statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna antar jenis spesies. Perbedaan jenis spesies jahe berpengaruh terhadap nilai rendemen ekstrak jahe merah dan jahe emprit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
lidah buaya memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, polifenol, dan tanin yang mempunya kemampuan sebagai antiseptik. idah buaya dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik, salah satunya sebagai pemberssih tangan pada sediaan hand sanitizer spray. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptis dan pH sediaan hand sanitizer spray lidah buaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang berbahaya karena memiliki faktor risiko yang mengarah pada penyakit kardiovaskuler. Prevalensi penyakit hipertensi meningkat dari tahun ke tahun. Teh oolong merupakan salah satu tanaman yang dijadikan alternatif pengobatan antihipertensi. Kandungan flavonoid, saponin dan polifenol, serta antioksidan pada teh oolong dapat menurunkan kadar tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antihipertensi seduhan teh oolong terhadap tikus putih jantan galur wistar.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental Pretest-Posttest Control Group Design menggunakan 15 tikus jantan galur wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (CMC Na 1%), kontrol positif (Captopril 2,25 mg/kgBB), dan kontrol perlakuan seduhan teh oolong dosis 4 g dalam 200 ml air suhu 70°C diseduh selama 5-15 menit. Pengecekan tekanan darah dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada sebelum penginduksian (TD I), setelah penginduksian (TD II), dan setelah diberikan larutan uji (TD III). Analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 23 dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil diperoleh seduhan teh oolong dosis 4g dapat menurunkan tekanan darah pada tikus putih jantan galur wistar dimana hasil pengukuran tekanan darahnya lebih kecil dibandingkan dengan kelompok yang diberi captopril dosis 2,25 mg/kgBB. Kesimpulannya permberian seduhan teh oolong dosis 4g pada tikus menunjukkan potensi sebagai antihipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Coughing is a lung defense effort against various existing stimuli and physiological reflexes that protect the lungs from mechanical, chemical and thermal trauma. Cough is the most common symptom of respiratory disease and a problem doctors often face in their daily practice in Indonesia. The purpose of this study was to determine the level of public knowledge of cough medicines in Kebrokan Pandeyan Umbulharjo Hamlet, Yogyakarta Regency, January 2023.
The design of this research is observational which is descriptive in nature by taking the research sample using purposive sampling method based on inclusion criteria. The sample used in this research is 80 respondents. Data collection was carried out using a knowledge questionnaire on the use of cough medicine. Data analysis was carried out by calculating the score of each respondent and calculating the percentage of the assessment to find out the level of public knowledge included in the good, sufficient, and poor categories.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The chemical compounds found in avocado leaves include alkaloids, triterpenoids, steroids, tannins and flavonoids. Good chemical content can be obtained by paying attention to the quality and quality of simplicia. Good simplicia is obtained through the process of specific and non-specific standardization. One of the specific standardization is water soluble essence content and ethanol soluble essence content. The purpose of this study was to determine the water soluble extract content and ethanol soluble extract content found in avocado leaf simplicia.
The method used in this study is an experimental posttest only design. Avocado leaf simplicia was dried by wind drying method at 25°-26°C for 7 days. Avocado leaf powder was tested for water soluble extract content and ethanol soluble extract content using the gravimetric method. Data analysis was carried out descriptively and compared with the Indonesian Herbal Pharmacopoeia Edition II.
The results of the avocado leaf simplicia study showed that the average ethanol-soluble extract content was 8.15% ± 14.6%, the ethanol-soluble extract content was 14.33% ± 135%. The results of this analysis showed that the compounds contained in the avocado leaf simplicia were higher Most contain non-polar compounds.
The conclusion of this study was that the ethanol soluble extract of avocado leaf simplicia met the standard requirements of the Indonesian Herbal Pharmacopoeia Edition II of not less than 13.5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif dengan gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi insulin secara efektif. Prevalensi kasus penyakit Diabetes Mellitus di Daerah Istimewa Yogyakarta menempati peringkat ketiga yakni sebesar 3,1%. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui bahwa obat tunggal yang digunakan pada terapi antidiabetes mellitus yaitu Metformin 500 mg dengan persentase 32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Minggir Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif karena mengambil data dari resep pada bulan Juni – Desember 2022 di Puskesmas Minggir Sleman. Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif disajikan dengan persentase dalam bentuk diagram tentang gambaran penggunaan obat Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Minggir Sleman. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa dari 80 kasus lebih banyak usia lansia sebanyak 66% dan jenis kelamin perempuan sebanyak 59% serta gambaran penggunaan obat diabetes mellitus tipe II yaitu golongan Biguanida (Metformin) sebanyak 87,5% dan golongan Sulfonilurea (Glimepirid) sebanyak 12,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare menjadi salah satu penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa hingga menyebabkan kematian di Indonesia. Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi diare di Indonesia mencapai 1.017.290 jiwa, serta jumlah prevalensi kejadian diare di Daerah Istimewa Yogyakrta tercatat sebanyak 14.602 jiwa. Kabupaten Bantul menjadi urutan kedua di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jumlah penderita diare sebanyak 2.996 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu-ibu tentang penatalaksanaan diare pada anak Di Dusun Ngentak Sumberagung Jetis Bantul. Metode penelitian ini secara observasional yang bersifat deskriptif menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa data pada penelitian ini dilampirkan dalam bentuk deskriptif. Hasil presentase dihitung menggunakan microsoft excel dengan memberi skor atau nilai dan di interprestasikan menggunakan kriteria tingkat pengetahuan dalam kategori baik, cukup dan kurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun binahong mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan polifenol. Daun binahong dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar gula darah. Daun binahong memiliki banyak potensi, oleh karena itu perlu dilakukan standarisasi. Penetapan kadar air ekstrak etanol daun binahong perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas, keamanan dan mempertahankan konsistensi kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam simplisia maupun ekstrak. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air dalam ekstrak etanol daun binahong dengan menggunakan metode gravimetri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental post-test only design. Pembuatan ekstrak etanol daun binahong dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, maserasi dilakukan selama 3x24 jam. Setelah dilakukan maserasi, ekstrak diuapkan menggunakan rotary evaporator, dilanjutkan penguapan menggunakan waterbath sampai ekstrak mengental. Ekstrak kental yang diperoleh, dilakukan penetapan kadar air ekstrak etanol daun binahong secara gravimetri. Hasil data yang diperoleh dibandingkan dengan standar yang ada dalam Farmakope Herbal Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Eye drops are sterile preparations in the form of a solution or suspension, used for the eyes, by dripping the drug on the mucous membrane of the eye around the eyelids and eyeball. If eye drops are not used in the right way, they will have an impact on the eyes, such as irritation and other eye disorders. The purpose of this study was to determine the level of public knowledge about the use of eye drops in Geparang Village, Purwodadi, Purworejo district.
This type of research is quantitative descriptive observational. Sampling using the method purposive sampling with a sample of 100 respondents. Analysis of knowledge level data using the score of each statement obtained is then calculated using the percentage formula then the calculation results are included in 3 categories, namely good with a percentage (76% - 100%), sufficient percentage (56% - 75%) and less percentage <56 %.
The results of this study have a good level of knowledge as many as 50 respondents (50%), sufficient category as many as 33 respondents (33%), less category as many as 17 respondents (17%).