Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: metode pengeringan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Perbedaan Metode Pengeringan Terhadap Kadar Air Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun alpukat perlu diekstraksi untuk mengambil kandungan kimia di dalamnya, yaitu alkaloid, flavonoid, saponon, tanin dan terpenoid. Ekstrak yang dihasilkan perlu distandarisasi, salah satunya dengan penetapan kadar air. Kadar air dapat dipengaruhi oleh perbedaan metode pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap kadar air ekstrak daun alpukat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest only design. Daun alpukat dikeringkan dengan tiga metode pengeringan, yaitu sinar matahari, kering angin, dan oven suhu 40°C. Daun alpukat diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun alpukat ditetapkan kadar airnya secara gravimetri. Kadar air ekstrak daun alpukat dibandingkan dengan persyaratan pada Farmakope Herbal Indonesia edisi II, yaitu tidak lebih dari 10% dan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene’s test dengan taraf kepercayaan 95%. Data terdistribusi normal dan homogen (p>0,05) dilakukan uji One Way Annova. Hasil penetapan kadar air ekstrak daun alpukat dengan metode pengeringan kering angin sebesar 9,14±0,23%, sinar matahari sebesar 8,07±0,07% dan oven suhu 40°C sebesar 5,92±0,19%. Hasil kadar air memenuhi persyaratan sesuai Farmakope Indonesia edisi II. Hasil analisis menggunakan SPSS menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada setiap metode pengeringan. Kesimpulan penelitian ini yaitu perbedaan metode pengeringan berpengaruh terhadap kadar air ekstrak daun alpukat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Rendemen dan Kandungan Zat Aktif Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) berdasarkan Perbedaan Metode Pengeringan

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun belimbing wuluh memiliki kandungan zat aktif alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid. Kandungan zat aktif dan nilai rendemen dapat dipengaruhi oleh perbedaan metode pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap rendemen dan kandungan zat aktif pada ekstrak daun belimbing wuluh. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Posttest Only Group Design. Daun belimbing wuluh dikeringkan dengan oven dan kering angin, dan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dihitung rendemen dan diuji kandungan zat aktif, yaitu uji polifenol, uji flavonoid, uji alkaloid, uji tanin, uji saponin, uji triterpenoid dan uji steroid. Hasil uji kandungan zat aktif dianalisis deskriptif. Nilai rendemen kemudian dianalisis SPSS 23 dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengeringan kering angin dan oven dengan rata rata rendemen sebesar 5,01 ± 0,35 dan 9,35 ± 0,35. Hasil skrining fitokimia diketahui bahwa ekstrak daun belimbing wuluh terdapat kandungan zat aktif berupa senyawa polifenol, flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, dan steroid. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dengan metode pengeringan yang berbeda dapat berpengaruh terhadap nilai rendemen dan tidak berpengaruh terhadap kandungan zat aktif esktrak daun belimbing wuluh.

34 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penetapan Kadar Air Simplisia Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Berdasarkan Perbedaan Metode Pengeringan

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kersen memiliki manfaat sebagai antibakteri, antioksidan, antidiabetes dan antiinflamasi. Pengeringan simplisia daun kersen dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam simplisia. Perbedaan metode pengeringan simplisia dapat mempengaruhi kadar air simplisia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap kadar air simplisia daun kersen. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu eksperimental Postest Only Design. Daun kersen dikeringkan menggunakan 2 metode, yaitu pengeringan sinar matahari dan oven kemudian dilakukan penetapan kadar air menggunakan metode gravimetri. Data kadar air yang diperoleh dibandingkan dengan parameter quality control pengeringan berdasarkan pedoman umum pascapanen tanaman obat kemudian pengujian dilanjutkan dengan uji Independet Sampel T test. Hasil rata-rata nilai kadar air simplisia daun kersen dengan metode pengeringan sinar matahari sebesar 8,07±0,08% dan oven sebesar 7,35±0,05%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar air dan setiap metode pengeringan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan metode pengeringan dapat berpengaruh terhadap kadar air simplisia daun kersen.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail