Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ALFINA AMANDA PUTRI

2 karya publik ditemukan.

2024: 12023: 1

Perbandingan Rendemen dan Kandungan Zat Aktif Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) berdasarkan Perbedaan Metode Pengeringan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun belimbing wuluh memiliki kandungan zat aktif alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid. Kandungan zat aktif dan nilai rendemen dapat dipengaruhi oleh perbedaan metode pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap rendemen dan kandungan zat aktif pada ekstrak daun belimbing wuluh. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Posttest Only Group Design. Daun belimbing wuluh dikeringkan dengan oven dan kering angin, dan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dihitung rendemen dan diuji kandungan zat aktif, yaitu uji polifenol, uji flavonoid, uji alkaloid, uji tanin, uji saponin, uji triterpenoid dan uji steroid. Hasil uji kandungan zat aktif dianalisis deskriptif. Nilai rendemen kemudian dianalisis SPSS 23 dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengeringan kering angin dan oven dengan rata rata rendemen sebesar 5,01 ± 0,35 dan 9,35 ± 0,35. Hasil skrining fitokimia diketahui bahwa ekstrak daun belimbing wuluh terdapat kandungan zat aktif berupa senyawa polifenol, flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, dan steroid. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dengan metode pengeringan yang berbeda dapat berpengaruh terhadap nilai rendemen dan tidak berpengaruh terhadap kandungan zat aktif esktrak daun belimbing wuluh.

Perbandingan Rendemen dan Kandungan Zat Aktif Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) berdasarkan Perbedaan Metode Pengeringan

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun belimbing wuluh memiliki kandungan zat aktif alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid. Kandungan zat aktif dan nilai rendemen dapat dipengaruhi oleh perbedaan metode pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap rendemen dan kandungan zat aktif pada ekstrak daun belimbing wuluh. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Posttest Only Group Design. Daun belimbing wuluh dikeringkan dengan oven dan kering angin, dan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dihitung rendemen dan diuji kandungan zat aktif, yaitu uji polifenol, uji flavonoid, uji alkaloid, uji tanin, uji saponin, uji triterpenoid dan uji steroid. Hasil uji kandungan zat aktif dianalisis deskriptif. Nilai rendemen kemudian dianalisis SPSS 23 dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengeringan kering angin dan oven dengan rata rata rendemen sebesar 5,01 ± 0,35 dan 9,35 ± 0,35. Hasil skrining fitokimia diketahui bahwa ekstrak daun belimbing wuluh terdapat kandungan zat aktif berupa senyawa polifenol, flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, dan steroid. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dengan metode pengeringan yang berbeda dapat berpengaruh terhadap nilai rendemen dan tidak berpengaruh terhadap kandungan zat aktif esktrak daun belimbing wuluh.