ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hesperidin merupakan flavonoid yang terdapat dalam tanaman jeruk nipis, diantaranya terdapat pada kulit buah dan daun. Perbedaan bagian tanaman berpengaruh signifikan terhadap kadar total fenolik dan flavonoid. Sejauh penelusuran literatur, belum ditemukan penelitian yang secara khusus meneliti kadar hesperidin pada kulit dan daun jeruk nipis dalam bentuk seduhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hesperidin pada seduhan kulit dan daun jeruk nipis.
Kulit dan daun jeruk nipis dikeringkan dengan metode kering angin kemudian dilakukan proses grinding dan diayak dengan mesh 60. Setiap sampel sebanyak 2 gram diseduh dalam air bersuhu 70oC selama 5 menit. Kurva baku hesperidin dibuat dalam seri konsentrasi 2, 4, 8, 16, dan 32 ppm dengan pelarut metanol. Absorbansi seduhan
diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 282,7 nm. Kadar hesperidin dihitung dengan memasukkan nilai absorbansi pada persamaan regresi linear y = 0,0474x + 0,0237.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan kadar hesperidin dalam seduhan kulit dan daun jeruk nipis dapat dianalisis pada panjang gelombang 282,7 nm. Seduhan kulit dan daun jeruk nipis mengandung kadar hesperidin berturut-turut sebesar 0,0913 ± 0,0083% b/b dan 0,6602 ± 0,0992% b/b.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung senyawa flavonoid hesperidin yang bersifat polar dan tahan terhadap pemanasan. Flavonoid seperti hesperidin memiliki gugus kromofor dan auksokrom sehingga dapat dideteksi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hesperidin pada seduhan daun pepaya. Metode penelitian ini merupakan eksperimental posttest only design berupa penetapan kadar hesperidin pada seduhan daun pepaya dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan berupa daun pepaya yang telah dirajang dan dikeringkan dengan metode kering angin. Seduhan dibuat dengan serbuk daun pepaya yang dihaluskan dengan ayakan mesh 60 dan dikemas dalam kantong teh sebanyak 2 gram. Daun pepaya diseduh menggunakan akuades sebanyak 100 mL pada suhu 70 0 C selama 5 menit. Standar hesperidin dibuat dalam seri konsentrasi 0,5; 2; 4; 6; 8 ppm dengan pelarut metanol. Pembacaan absorbansi dilakukan pada panjang gelombang 282,7 nm. Kadar hesperidin dihitung dengan memasukkan absorbansi sampel dalam persamaan regresi linear y= 0,0467x + 0,0157. Berdasarkan penelitian mengenai penetapan kadar hesperidin seduhan daun pepaya didapatkan hasil pengukuran panjang gelombang maksimum sebesar 282,7 nm. Kadar hesperidin dalam seduhan daun pepaya diperoleh sebesar 0,23±0,01% b/b
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketapang leaves are known to contain chemical compounds in the form of alkaloids, flavonoids, saponins and quinones. Ketapang leaves have benefits as antioxidants. The potential of ketapang leaf extract as an antioxidant can increase if the total flavonoid levels also increase. The purpose of this study was to determine the total flavonoid levels of ketapang leaf ethanol extract by UV-Vis spectrophotometry.
The research method was carried out quantitatively using AlCl3 reagents and quercetin as comparison solutions. The test results obtained absorbance values and quercetin levels which were analyzed using UV-Vis spectrophotometry. The concentration of the raw solution used is 4 ppm, 5 ppm, 6 ppm, 7 ppm, 8 ppm,
9 ppm, and 10 ppm. The total levels of flavonoid compounds were calculated by linear regression y = bx + a and the final result was expressed in mg EQ/g units. Data analysis was carried out descriptively by comparing previous research.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekstrak etanol daun salam mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain fenolik, flavonoid, dan tanin. Flavonoid memiliki banyak manfaat di bidang farmakologi seperti antivirus dan antialergi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid dari daun salam secara Spektrofotometri UV-Vis. Penetapan kadar flavonoid total digunakan metode kolorimetri AlCl3 dengan larutan standar kuersetin dengan panjang gelombang maksimum 439,6 nm. Hasil absorbansi sampel yang diperoleh dimasukkan dalam persamaan kurva baku liner y = 0,0056x + 0,0063. Hasil kadar flavonoid total ekstrak etanol daun salam yang diperoleh berdasarkan tiga kali replikasi yaitu 27,982 mgQE/g; 26,375 mgQE/g; dan 26,018 mgQE/g. Sehingga dapat disimpulkan kadar total flavonoid ekstrak etanol daun salam berdasarkan rata-rata kadar tersebut adalah 26,792 ± 1,046 mgQE/g
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun Salam (Syzygium polyanthum) adalah salah satu tanaman tradisional Indonesia yang memiliki banyak manfaat untuk berbagai penyakit. Senyawa aktif yang terkandung dalam daun salam salah satunya adalah golongan fenol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa kadar total fenolik pada ekstrak etanol daun salam.
Penetapan kadar total fenolik ekstrak etanol daun salam menggunakan reagen Folin-Ciocalteu, pengujian dilakukan secara Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum. Kurva baku menggunakan larutan standar asam galat dengan konsentrasi 10 ppm; 30 ppm; 50 ppm; dan 70 ppm. Pembacaan absorbansi dilakukan pada panjang gelombang 778.0 nm dengan 3 kali replikasi.
Kadar total fenolik sampel dihitung dengan memasukkan absorbansi sampel yang diperoleh kedalam persamaan kurva baku y = 0,0047x + 0,0161. Hasil perhitungan ditetapkan dengan satuan mg GAE/gram sampel. Berdasarkan hasil absorbansi yang diperoleh diketahui rata-rata kadar total fenolik ekstrak etanol daun salam adalah sebesar 15,298 mg GAE/g.