Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

28 hasil
Subjek: Diabetes
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Peresepan Obat Antidiabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode Juli-September 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalence of diabetes mellitus (DM) continues to increase both globally and nationally, including in the Special Region of Yogyakarta, which ranks second highest in Indonesia (2.9%). DM is the second most common degenerative disease after hypertension, with a total of 1,431 cases recorded at Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta during the period of July–September 2025. This study aimed to describe the prescribing pattern of antidiabetic medications in patients with type II DM at Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta during July–September 2025. The study used a descriptive observational method with a retrospective approach. The population in this study consisted of 1,431 medical records and total of 95 medical records that met the inclusion criteria were selected as samples using purposive sampling. Data were analyzed using descriptive quantitative analysis with percentage frequency distribution presented in tables to describe drug prescribing, including drug classes, drug names, and types of therapy (monotherapy and combination therapy). The results showed that the antidiabetic drug classes used at Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta during July–September 2025 were the biguanide class, metformin (55.92%), and the sulfonylurea class, glimepiride (44.08%). The monotherapy used was metformin (29.47%) and glimepiride (10.53%), combination therapy used was metformin and glimepiride (60.00%).

81 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia mencapai 6,2% atau 10,8 juta jiwa, sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 3,11%. Pengetahuan mengenai pengobatan menjadi faktor penting dalam pengendalian diabetes. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM masih rendah, dengan 55,9% termasuk dalam kategori kurang. Temuan ini menegaskan perlunya pemetaan tingkat pengetahuan pasien DM, khususnya di apotek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan pengobatan pada pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 pasien. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup mengenai pengetahuan pengobatan diabetes melitus. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor total, kemudian mengelompokkan tingkat pengetahuan ke dalam kategori baik (76-100%), cukup .)55%≤(لkurangَلdanَلَ,)%75–56( Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pengobatan pasien DM tipe 2 di Apotek Ramadhan Yogyakarta tergolong baik sebesar 55,56% dan cukup sebesar 44,44%. Pengetahuan responden berada pada kategori cukup pada aspek pengetahuan diabetes melitus (69,77%), serta baik pada aspek penatalaksanaan farmakologis (77,78%) dan nonfarmakologis (87,04%). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang pengobatan diabetes melitus tipe 2 menunjukkan bahwa 55,56% responden berada pada kategori baik.

54 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Terapi Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pandak II Bantul Periode April-Agustus 2025

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pengelolaan DM tipe II memerlukan terapi jangka panjang, salah satunya melalaui obat andiabetik oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan terapi antidiabeti pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pandak II Bantul periode April-Agustus 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pandak II dengan sampel sebanyak 80 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Data yang diperoleh berupa jenis kelamin, usia, nama obat, golongan obat dan jenis terapi, kemudian dianalisa secara deksriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang pola peresepan obat diabetes melitus tipe II di Puskemas Pandak II yaitu penggunaan obat antidiabetik yang paling banyak adalah metformin (biguanid) 52,42%, sedangkan berdasarkan jenis terapi terbanyak adalah kombinasi metformin (biguanid) dan glimepiride (sulfonilurea) sebanyak 55%

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendampingan Kader Posbindu Pada Skrining Awal Diabetes Melitus di Padukuhan Bibis, Timbulharjo, Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah perubahan pola penyakit dari penyakit menular, kini beralih ke penyakit tidak menular, salah satunya diabetes melitus. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan skrining awal diabetes melitus yang berperan penting dalam mencegah kejadian komplikasi kronis dan memungkinkan penderita mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Kepuasan dapat mempengaruhi loyalitas masyarakat yang akan membentuk word of mouth sehingga menarik lebih banyak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kader dalam melakukan skrining awal diabetes melitus. Metode kegiatan ini berupa pendampingan pemeriksaan skrining awal DM yang dilakukan oleh kader dengan sasaran masyarkat sejumlah 61 orang. Dilakukan pengukuran kepuasan masyarakat menggunakan kuisioner sejumlah 13 pernyataan, selanjutnya dikategorikan tingkat kepuasannya. Hasil pendampingan menunjukkan masyarakat puas terhadap pelayanan kader dengan nilai skor rata-rata yang diperoleh yaitu 73,90%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Edukasi Skrining Awal Diabetes Melitus sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader Posbindu di Padukuhan Bibis, Timbulharjo, Bantul Bulan Juni 2024

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit diabetes melitus (DM) menjadi penyakit yang paling umum di antara 10 penyakit yang diumumkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pada tahun 2019. Prevalensi DM dapat ditekan melalui edukasi dan deteksi dini kadar gula darah. Edukasi termasuk dalam lima pilar penatalaksanaan diabetes. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui edukasi mengenai skrining awal diabetes melitus. Kegiatan dihadiri oleh 14 kader Posbindu Padukuhan Bibis, Timbulharjo, Bantul. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Hari Minggu, 9 Juni 2024 menggunakan metode kombinasi yaitu dengan pemaparan secara ceramah serta penyebaran leaflet. Hasil dari pengabdian ini terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan kader mengenai skrining awal diabetes melitus dari 69,30 menjadi 80,36. Hasil kuesioner pre-test dan post-test didapatkan perbedaan bermakna dengan nilai p value 0,000 pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan kader posbindu mengenai skrining awal diabetes melitus.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Penggunaan Obat Antidiabetik Oral Di Puskesmas Kabupaten Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan kategori diabetes terbanyak di dunia dengan persentase sebesar 90%. Persepsi yang baik menjadi suatu kunci yang dapat membuat pasien DM Tipe 2 mengonsumsi obat secara teratur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi pasien DM Tipe 2 terhadap penggunaan Obat Antidiabetik Oral (ADO) di 3 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul, yaitu Puskesmas Pleret, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Sewon 1 dengan sampel sebanyak 80 pasien prolanis DM Tipe 2. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling menggunakan kuesioner. Data persepsi dikategorikan menjadi persepsi positif dan negatif pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 60% responden mengidap DM Tipe 2 selama 0-5 tahun, serta 72,5% responden mengalami komplikasi. Hasil analisis persepsi didapatkan, sebesar 97,5% responden memiliki persepsi positif pada manfaat pengobatan, 93,75% responden memiliki persepsi positif pada tata cara konsumsi obat, 97,5% responden memiliki persepsi positif pada efek samping pengobatan, dan 90% responden memiliki persepsi positif pada dorongan konsumsi obat. Secara keseluruhan persepsi manfaat pengobatan, tata cara konsumsi obat, efek samping obat, dan dorongan konsumsi obat pada 80 responden di Puskesmas kabupaten Bantul tergolong kategori persepsi positif.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Responden terhadap Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kabupaten Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan diabetes melitus (DM) yang paling banyak diderita, yaitu 90-95% dari seluruh jenis DM. Kadar gula darah puasa digunakan untuk memantau kondisi gula darah pasien DM tipe 2 agar tidak terjadi komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pada pasien prolanis DM tipe 2 di 3 puskesmas Kabupaten Bantul meliputi Puskesmas Sewon 1, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Pleret dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Data yang dikumpulkan berupa kadar gula darah puasa, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendidikan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan SPSS versi 23 untuk mengetahui hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki kadar gula darah puasa tercapai sebanyak 30 (37,5%) responden, didominasi oleh perempuan sebanyak 21 (26,25%) responden, usia 22-64 tahun sebanyak 26 (32,5%) responden, status pekerjaan bekerja sebanyak 22 (27,5%) responden dan pendidikan SMP/SMA sebanyak 35 (43,75%) responden. Uji chi-square menunjukkan hasil jenis kelamin (p value = 0,283), usia (p value = 0,028), pekerjaan (p value = 0,026), dan pendidikan (p value = 0,454), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan usia dan pekerjaan dengan kadar gula darah puasa pada pasien DM tipe 2.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS KAPSUL EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia. Steen) TERHADAP KADAR GULA DARAH MENCIT

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun binahong merupakan salah satu tanaman herbal dengan kandungan senyawa antidiabetes yang mengandung flavonoid, asam oleonat, protein, saponin, dan asam askorbat, flavonoid merupakan senyawa fenolik yang diketahui dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan meregenerasi sel β pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antidiabetes kapsul ekstrak daun binahong pada mencit jantan galur swiss yang diinduksi aloksan dengan dosis 17,5mg/KgBB. Metode penelitian ini eksperimental labroatorium dengan desain penelitian pre and post test control group design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu mencit jantan galur swiss (Mus Musculus) sebanyak 15 ekor. Analisa pengukuran data primer kadar gula darah mencit yang sudah didapat dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapsul ekstrak daun binahong dosis 17,5mg/KgBB dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit jantan galur swiss yang diinduksi aloksan. Data penurunan kadar gula darah yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan LSD. Hasil menunjukkan bahwa penurunan kadar gula darah mencit yang diberi kapsul ekstrak daun binahong dosis 17,5mg/KgBB tidak berbeda makna dengan yang diberi glibenklamid dosis 0,65mg/KgBB (sig >0,05).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN IBU-IBU PKK TERHADAP PEMANFAATAN DAUN BINAHONG (Anredera cardifolia. Steen) SEBAGAI ANTIDIABETES DI DUSUN BLOTAN, WEDOMARTANI KABUPATEN SLEMAN

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a degenerative disease that will continue to increase until 2030 with an estimated 647 million people. Based on the health profile of Sleman Regency, Diabetes mellitus is one of the diseases reported by the health center, which is in the top 10 diseases that occur in the health center. Sustainable use of natural resources and traditional herbs to be used as traditional medicine in an effort to improve health services. The use of traditional medicinal plants is one of the alternatives that are most in demand by the community. One of the plants that can be useful as medicine is the binahong leaf plant. This study uses a descriptive observational method with a cross sectional approach to measure the level of knowledge at one time. Data analysis uses a questionnaire that has been validated and then filled out by respondents who are research samples. The data obtained was then calculated from the results of the questionnaire and the data analysis was then made in the form of paragraphs with the categories of knowledge, namely good, sufficient, and less. The results of the study on the level of knowledge of PKK women on the use of binahong leaves (Anredera cardifolia. Steen) as an antidiabetic in Blotan Hamlet, Wedomartani, Sleman, as many as 64 respondents (47.41%) have good knowledge, 55 respondents (40.74%) have sufficient knowledge, and 16 respondents (11.85%) have insufficient knowledge, so it can be concluded that PKK women have knowledge about the use of binahong leaves as an antidiabetes categorized as sufficient.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jenis Terapi Antidiabetik Oral Terhadap Kadar HbA1c Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pleret Bulan Mei 2025

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a chronic disease caused by the pancreas's inability to produce enough insulin or effectively use the insulin produced. The prevalence of diabetes mellitus in Indonesia reaches 8.5%, with about 90% of those cases being type 2 diabetes mellitus. Oral antidiabetic therapy is the primary choice for treating type 2 diabetes. The success of this therapy can be assessed through HbA1c levels, which reflect long-term blood sugar control. This study aims to determine the effect of different types of oral antidiabetic therapy on HbA1c levels in patients with type II diabetes mellitus at Puskesmas Pleret. The research method uses an observational analytic design with a retrospective approach based on the medical records data of patients with type 2 diabetes mellitus. The population in this study consists of all medical records of prolanis patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus at Puskesmas Pleret in May 2025. Sampling was done using saturated sampling technique on 65 medical records. Data analysis included patient characteristics, use of oral antidiabetic agents, achievement of HbA1c, and the effect of oral antidiabetic agents on HbA1c using Chi-Square, in SPSS version 25 to determine the effect of the type of antidiabetic medication on HbA1c levels. The results of this study's Chi-Square test showed a significance value (2-sided) of 0.691 > 0.05. This means that there is no effect of the type of therapy on HbA1c levels in prolanis type II diabetes patients.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu-Ibu PKK Terhadap Diabetes Melitus di Kepek RT 06 Timbulharjo Sewon, Bantul

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak menular, memerlukan waktu yang lama dan proses penyembuhan dalam jangka panjang. Berdasarkan data dari International Diabetes Federation pada tahun 2021, terdapat 537 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes melitus dengan angka prevelensi sebesar 10,5% dan akan terus bertambah pada tahun 2030 dengan perkiraan 643 juta jiwa. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di urutan ketiga dengan 3,1% kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK terhadap diabetes melitus di Kepek RT 06 Timbulharjo Sewon Bantul Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Analisa data dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan kemudian diisi oleh responden yang menjadi sampel penelitian. Data yang diperoleh kemudian dihitung skor dari hasil kuesioner serta dilakukan analisa data. Jumlah responden dalam penelitian ini 60 responden. Hasil penelitian tentang gambaran tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK terhadap diabetes melitus di Kepek RT 06 Timbulharjo Sewon Bantul, sebesar 13 responden (21,67%) memiliki pengetahuan baik, 41 responden (68,33%) berpengetahuan cukup, dan 6 responden (10%) berpengetahuan kurang, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK terhadap diabetes melitus dapat dikategorikan cukup.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Review Artikel Pemanfaatan Tanaman Brotowali (Tinosporae cordifolia) sebagai Antidiabetes

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes terus meningkat seiring waktu. Pengobatan Diabetes dilakukan secara terus menerus. Pengobatan ini menyebabkan ketidakpatuhan dan efek samping bagi penggunanya. Oleh karena itu perlu adanya alternatif yaitu, dengan mengkonsumsi brotowali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui brotowali dengan review artikel efektif sebagai antidiabetes. Jenis penelitian ini adalah review jurnal, metode yang digunakan pada peneltian ini adalah deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka dengan teknik compare. Data diperoleh dengan diunduh melalui website antara lain: www.scholar.com, www.portalgaruda, wwwpubmed.ncbi.nlm,nih,gow.,dan metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, jurnal yang digunakan adalah primer dan sekunder. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan porpusive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Penggunaan Obat Diabetes Melitus II di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Periode Juli - September 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a long-term disease that requires long-term treatment. In 2019, Indonesia ranked 7th out of 10 in the number of people with diabetes mellitus with 10.7 million people. The prevalence of diabetes mellitus cases in Yogyakarta in 2018 ranked third at 3.1%. Bethesda Lempuyangwangi Hospital diabetes mellitus ranks second out of the top ten diseases with the most cases. This study aims to determine the Drug Use Pattern of Diabetes Mellitus II at Bethesda Lempuyangwangi Hospital Yogyakarta July-September 2023 Period. This study used a descriptive observational method with retrospective data collection using prescription data and medical records of patients diagnosed with diabetes mellitus II without or with comorbidities. By calculating the percentage of descriptive quantitative research data including the number of patient names in the form of initials, patient age, gender, drug name and drug strength, drug usage rules (signa), drug class, diagnosis, type of therapy and objective data.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Efektivitas Antidiabetes Infusa Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Yang Diinduksi Aloksan

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Biji rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan alternatif pengobatan diabetes. Kandungan flavonoid dan fenolik pada biji rambutan dapat berkhasiat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetes biji rambutan dan pada dosis infusa biji rambutan yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan glibenklamid. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode true experimental design dengan pengambilan data secara pretest postest control group design. Sebanyak 20 ekor mencit yang sesuai dengan kriteria di bagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok 1 (kontrol positif) diberi suspensi glibenklamid, kelompok 2 (kontrol negatif) diberi CMC Na 1%, kelompok 3 dan 4 diberi infusa biji rambutan dosis 3 gr/KgBB dan 6 gr/KgBB secara oral. Pengambilan kadar gula darah dilakukan sebelum penginduksisan aloksan, setelah penginduksian aloksan dan setelah perlakuan. Data dianalisa menggunakan software SPSS versi 25.0 dengan taraf kepercayaan 95%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Infusa Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Mencit Jantan Galur Swiss Yang Diinduksi Aloksan

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi dimana pankreas ankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk tubuh atau Ketika tubuh tidak dapat efektif dalam penggunaan insulin. kadar glukosa darah dapat diturunan menggunakan bahan alam, salah satunya menggunakan daun rambutan. Daun rambutan memiliki kandungan tannin, saponin, dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji rambutan terhadap penurunan kadar glukosa darah. Metode penelitian eksperimental Pretest-posttest Control Group Design dengan melihat sebelum dan sesudah perlakuan terhadap 20 ekor mencit yang terbagi dalam kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif, kelompok II sebagai kontrol positif, kelompok III sebagai perlakuan infusa daun rambutan dosis 3.5 g/KgBB, dan kelompok IV infusa daun rambutan dosis 5.25 g/KgBB. Data yang diperoleh dianalisa dengan SPSS 23. Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk dan dilakukan uji homgenitas. Jika da a normai menggunakan Kruskall Wallis.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Terhadap Penggunaan Obat Anti Diabetes Di Puskesmas Kota Gede 1 Yogyakarta Bulan Juli 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi diabetes melitus di Yogyakarta, seperti yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan, telah mencapai 4,9%. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sebanyak 29 dari 30 responden (96,7%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang DM (Diabetes Melitus). Puskesmas Kotagede I melaporkan bahwa pada bulan Oktober 2023 terdapat 249 pasien DM (Diabetes Melitus). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus terhadap penggunaan obat antidiabetes oral di Puskesmas Kotagede I Yogyakarta bulan Januari 2024. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus sejumlah 72 jiwa. Instrument yang digunakan berupa Kuesioner Tingkat Pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat deskriptif dan disajikan persentase Tingkat pengetahhuan yang dikategorikan menjadi tiga yakni, baik, cukup, kurang.

25 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Penggunaan Insulin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Rawat Jalan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus (DM) is a condition in which the patient cannot produce enough insulin. More than 95% of DM cases are type 2 DM. One of the drugs to treat type 2 DM is insulin. Insulin is much needed by patients with type 2 DM to improve glycemic control. This study aims to determine the pattern of insulin use in outpatient type 2 DM patients at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital in 2023. The research method used was descriptive observational method with retrospective data collection on medical records of type 2 DM patients. The population in this study was all medical record data of outpatient type 2 DM patients in 2023. The sampling technique used purposive sampling. Data analysis includes patient characteristics (patient age, gender, diagnosis), and insulin use patterns (type of single/combination insulin therapy, type of insulin and insulin class).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 dan sebanyak 90% dari kasus DM di dunia adalah DM tipe 2. Pengobatan DM tipe 2 dirasa penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu terapi pengobatan DM tipe 2 yaitu dengan Obat Antidiabetik Oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antidiabetik oral pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada data rekam medis pasien DM tipe 2. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh rekam medis pasien dengan diagnosa DM tipe 2 rawat jalan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2023. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada 624 rekam medis dan Analisa data meliputi karakteristik pasien (jenis kelamin, usia) dan pola penggunaan antidiabetik oral (jenis terapi, jenis obat, golongan obat).

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Rajawali Citra Bantul Periode Februari-Maret 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The 2018 riskesdas results show that the prevalence of diabetes mellitus in Indonesia is 2%. This figure shows an increase compared to the prevalence of diabetes mellitus in the 2013 riskesdas results, which was 1.5%. The prevalence of diabetes mellitus cases in the city of Yogyakarta reached 4.9%. Diabetes is generally caused by lifestyle and behavioral patterns, especially diet and inactivity. The lack of knowledge of patients regarding treatment regimens, the benefits of drugs or therapies causes patients to be non-compliant in carrying out their own treatment. This study aims to determine the level of patient knowledge regarding type 2 diabetes mellitus therapy at Rajawali Citra Bantul Hospital in February-March 2024. This research method was carried out descriptively observational with purposive sampling technique. The measuring instrument used is a questionnaire sheet consisting of 20 questions which will previously be tested for validity and reliability. Data analysis with univariate analysis using Microsoft Excel. The results of the questionnaire filling were calculated the correct answer score and calculated the percentage score to group the categories of good, sufficient, and less good. with the aim of getting a picture in the form of a percentage related to the level of knowledge about diabetes mellitus therapy.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Penggunaan Obat Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Umum Rajawali Citra Periode Mei-Oktober 2023

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes mellitus is a chronic disease that can be reconized by increased blood sugar levels beyond normal limits that is current blood sugar level ≥200 mg/dL and fasting blood sugar ≥126 mg/dL. The prevalence of diabetes mellitus in Bantul Regency in 2022 will be 15.727 cases. Cases of diabetes mellitus at Rajawali Citra Hospital in 2022 were 1.961 cases and will be in the first position of the nine most common diseases in 2023. Besed on previous research, the drug often used for diabetes mellitus therapy are Metformin and Glimepiride. This study will aim to determine the diabetes mellitus type II drug use pattern at Rajawali Citra Hospital period May – October 2023. This is a descriptive observasional study with retrospective data collection wich was carried out at Rajawali Citra Hospital for the period May – October in 2023 with as many as 94 samples. The data obtained will be analyzed descriptively quantitatively and then presented in a table in percentage form.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail