Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

20 hasil
Subjek: kimia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Hasil Skrining Fitokimia pada Infusa dan Sari Buah Okra (Abelmoschus esculentus L.)

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah okra (Abelmoschus esculentus L.) mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik, alkaloid, dan terpenoid yang berkhasiat sebagai antidiabetik dan gastroprotektor. Masyarakat umum mengonsumsi okra dalam bentuk infusa maupun sari. Perbedaan suhu dan proses metode pengolahan sari dan infusa berpotensi mempengaruhi jenis senyawa yang tersari. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil skrining fitokimia antara infusa dan sari buah okra untuk menentukan metode pengolahan yang paling tepat dalam mempertahankan senyawa bioaktif. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental Post-test only design. Buah okra segar dicuci bersih dan diolah menjadi 2 jenis sediaan, yaitu infusa dan sari. Pembuatan infusa dilakukan dengan cara merebus buah pada suhu 90°C selama 15 menit, sedangkan Pembuatan sari buah dilakukan dengan menghancurkan buah bersama air dengan blender, kemudian disaring untuk diambil sarinya. Uji fitokimia dilakukan pada masing-masing sediaan meliputi uji fenolik, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Pengujian dilakukan dalam 3 kali pengulangan, data disajikan dan dibandingkan secara deskriptif dalam bentuk tabel. Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa sediaan infusa buah okra positif senyawa fenolik dan flavonoid, sedangkan sediaan sari buah okra menunjukan positif senyawa fenolik, flavonoid, dan alkaloid. Kesimpulan dari penelitian ini menunujukan terdapat perbedaan hasil skrining fitokimia infusa dan sari buah okra.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Hasil Skrining Fitokimia Sari dan Rebusan Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.)

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kenikir leaves (Cosmos caudatus Kunth.) are tropical plants that are known to contain secondary metabolite compounds such as flavonoids, phenolics, alkaloids, saponins, and others. The traditional use of kenikir leaves encourages the need for scientific research to determine its bioactive content more specifically based on its form. This study aims to compare the content of active compounds between the juice and decoction of kenikir leaves with a qualitative phytochemical screening test. The research was conducted experimentally using a post-test only design. Kenikir leaves are obtained from independent plants that are cultivated organically, then harvested in fresh conditions, washed clean, and processed into two forms of preparations, namely juice and decoction of kenikir leaves. Both preparations are then subjected to phytochemical screening that identifies the content of bioactive compounds. The tests included seven groups of compounds: phenolics, flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, as well as steroids and triterpenoids. Each test was carried out in three iterations, and the data were presented in the form of a table to be descriptively compared with previous studies. The results showed that the preparation of kenikir leaf juice was positive for phenolic compounds, flavonoids, and alkaloids, while the preparation of the kenikir leaf decoction was positive for phenolic compounds, flavonoids, alkaloids, and saponins. The conclusion of this study shows that there is a difference in the results of phytochemical screening of cider and kenikar leaf stew.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Hasil Skrining Fitokimia Sari dan Rebusan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.)

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Buah mengkudu mengandung senyawa seperti flavonoid, alkaloid, saponin, antrakuinon dan triterpenoid yang dapat diketahui melalui proses uji skrining fitokimia. Perbedaan metode penyarian dapat mempengaruhi senyawa aktif yang diperoleh pada suatu sampel. Faktor yang perlu diperhatikan dalam proses pengambilan senyawa, seperti adanya perbedaan suhu dan ukuran partikel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil skrining fitokimia sari dan rebusan buah mengkudu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental post-test only design. Buah mengkudu dibuat dalam dua sampel yaitu sari dan rebusan dengan perbandingan buah mengkudu sebanyak 100 g dengan air sebanyak 100 ml. Sampel kemudian diuji skrining fitokimia meliputi uji polifenol, flavonoid, saponin, tannin, terpenoid dan alkaloid. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali replikasi. Hasil data kemudian disajikan dalam bentuk tabel yang terdiri dari pengujian, reagen dan keterangan. Hasil uji yang diperoleh dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu. Hasil uji skrining fitokimia pada buah mengkudu menggunakan metode sari positif mengandung senyawa fenolik, saponin, tanin dan alkaloid tetapi tidak mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan steroid, sedangkan pada rebusan tidak menunjukan adanya senyawa fenolik, flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid dan steroid namun positif mengandung senyawa saponin. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil uji skrining sari dan rebusan buah mengkudu.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsentrasi Pelarut Terhadap Kandungan Kimia dan Nilai Rendemen Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amarillyfolius Roxb.)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pandan wangi leaf extract contains alkaloid, flavonoid, tannin, and saponin compounds. The withdrawal of these compounds is carried out using a maceration extraction process with variations in solvent concentration. The variation of solvent concentration can affect the chemical content and yield value. This study aims to determine the effect of solvent concentration on the chemical content and yield value of pandan wangi leaf extract in 70% ethanol and 96% ethanol solvents. Post-test Only Design experimental research method by extracting by maceration of fragrant pandanus leaves using 70% ethanol and 96% ethanol solvents. The results of each extraction were calculated and chemical content tests were carried out, namely, phenolic, flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid and terpenoid tests. The results of chemical content were tested descriptively, while the results of the yield value were analyzed with SPSS. The normality test was performed using the Shapiro-Wilk test because the sample tested was 50 and the homogeneity test was performed using the Levence test. Then further tests were carried out using the Independent Sample T-Test test. Translated with DeepL.com (free version)

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Lipstik Ekstrak Angkak Merah (Monascus purpureus)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angkak merupakan beras hasil fermentasi oleh kapang (Monascus purpureus) sehingga berwarna merah,yang dapat digunakan untuk membuat pewarna bibir yang memiliki antioksidan. Lipstik salah satu sediaan kosmetik yang paling banyak digunakan untuk pewarna bibir, dilengkapi dengan elemen untuk menghidrasi dan melindungi bibir. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui perbedaan variasi konsentrasi cera alba dapat memenuhi persyaratan uji fisikokimia dari sediaan lipstik ekstrak angkak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental post test only design. Ekstraksi angkak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak angkak dibuat dalam sediaan lipstik basis cera alba dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Pengujian organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil pH dan hasil titik lebur dianalisis menggunakan program IBM SPSS Statistik 23. Langkah awal uji normalitas Shapiro Wilk dan uji homogenitas dengan uji Levene’s test, jika data terdistribusi normal dan homogen (sig > 0,05) dilanjutkan dengan uji One Way Anova. Jika pada uji One Way Anova terdapat perbedaan bermakna (sig < 0,05) maka dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD. Jika data tidak terdistribusi normal dilakukan uji Kruskal Wallis, jika pada uji Kruskal Wallis terdapat perbedaan bermakna (sig < 0,05) maka dilakukan uji lanjutan dengan uji Mann Whitney.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Lipbalm Ekstrak Angkak Merah (Monascus purpureus)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lipbalm merupakan sediaan yang digunakan pada bibir bertujuan untuk melindungi bibir dari pengaruh buruk lingkungan. Selain dapat melindungi bibir lipbalm juga dapat memberikan warna pada bibir. Angkak merupakan beras hasil fermentasi kapang Monascus purpureus yang dapat memberikan pigmen warna merah. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak angkak (Monascus purpureus) menjadi sediaan lipbalm. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksprimental posttest only design. Ekstrak angkak diperoleh dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 1x24 jam kemudian di remaserasi sebanyak 2 kali. Cera flava diformulasikan dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 20%. Hasil pengujian organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil pH dan hasil titik lebur dianalisis dengan program IBM SPSS Statistik 23. Uji normalitas dilakukan dengan uji Shapiro Wilk dan uji homogenitas dilakukan dengan uji Levene’s test, jika nilai (sig >0,05) maka data terdistribusi normal dan homogen selanjutnya dilanjutkan dengan uji One Way Anova. Jika pada uji One Way Anova terdapat perbedaan bermakna (sig <0,05) maka dilanjutkan dengan uji LSD. Jika data terdistribusi normal dilanjutkan dengan uji Kruskal Walis, selanjutnya jika terdapat perbdaan bermagna (sig <0,05) maka dilanjutkan dengan uji Mann Whitney.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Kersen (Mutingia Calabura)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The cherry plant has great potential to be utilized because the leaves of this plant contain chemical properties that are useful for health. Cherry leaves have several chemical contents such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and steroids. The chemical content in plants can be obtained through an extraction process. Differences in solvent concentration in the extraction process can affect the yield and chemical content of the extract. This research aims to determine the solvent concentration on the yield and chemical content of cherry leaves. This type of research uses a post test only design. Extraction of cherry leaves using 70% and 96% ethanol solvent. Extraction was carried out using the maceration method for 3x24 hours. The extract obtained is evaporated by air, until the extract is thick. The results of the thick extract were calculated for yield and phytochemical screening. The yield values ​​obtained were subjected to a normality test using Shapiro-Wilk, while the homogeneity test was carried out using the Levene's Test. Data that is normally and homogeneously distributed is followed by the Independent Sample T-Test. If the data is not normally distributed then analysis is carried out using Mann-Whitney. The results of the phytochemical screening in the form of chemical content of 70% and 96% ethanol cherry leaf extract are presented descriptively.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun katuk memiliki senyawa aktif meliputi alkaloid, flavonoid, sapoin, steorid, dan tanin. Jumlah rendemen yang dihasilkan dan perolehan senyawa aktif salah satunya dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut. Salah satu pelarut yang biasanya digunakan untuk proses ekstraksi adalah etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut terhadap rendemen yang dihasilkan serta kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak daun katuk. Metode penelitian menggunakan rancangan Post-test Only Design. Pelarut yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah pelarut polar yaitu etanol 70% dan etanol 96%. Serbuk simplisia dimaserasi dengan masing-masing pelarut (perbandingan 1:3) selama 3x24 jam. Filtrat yang didapat kemudian disaring dan didiamkan dengan cara diangin-anginkan sampai terbentuk ekstrak kental. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung rendemennya dan diuji secara statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk. Jika data terdistribusi normal dan homogen dilanjutkan dengan uji parametrik Independent Sample T-Test, namun jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen dilanjutkan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil pengujian skrining fitokimia antara lain uji fenolik, uji alkaloid, uji flavonoid, uji saponin, uji tanin, dan uji terpenoid. Data hasil skrining fitokimia disajikan secara deskriptif.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Lotion Ekstrak Daun Teh Hijau (Camelia sinensis) dengan Variasi Konsentrasi Gliseril Monostearat

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Green tea leaves contain alkaloid compounds, tannins, saponins, steroids or triterpenoids, flavonoids and polyphenols that can be used as antioxidants. The use of green tea leaves as an antioxidant can be facilitated by being made into lotion preparations. The purpose of this study was to determine the lotion of green tea leaf extract with varying concentrations of glyceryl monostearate meets the physicochemical requirements based on organoleptical testing, homogeneity, pH and diameter spread. The research method used Posttest Only Group Design. Extraction of green tea leaf powder using maceration method using 96% solvent. Green tea leaf extract was made into lotion preparations using glyceryl monostearate base with various concentrations of F1 (7.5%), F2 (10%) and F3 (12.5%). Organoleptic and homogeneity tests were analyzed descriptively while pH and spread diameter were analyzed using SPSS 25. Normality test used Shapiro-Wilk test and homogeneity test used Levene's test. If the data is normally distributed and homogeneous (Sig>0.05) then proceed with the One Way Anova test. If in the One Way Anova test there is a significant difference (Sig 0.05) then proceed with the LSD test. If the data is not normally distributed, the Kruskall Wallis test is performed. If in the Kruskall Wallis test there is a significant difference (Sig 0.05) then proceed to use the Mann Whitney test.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Fisikokimia Sediaan Lotion Vitamin E

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lotion is a type of skin care cosmetic. Lotion can be formulated with the active ingredient vitamin E. Vitamin E has antioxidant properties. Vitamin E is made in lotion preparations to make it easier to use and comfortable on the skin. The aim of this research is to determine the physicochemical properties of vitamin E lotion preparations based on organoleptic test parameters, homogeneity, pH and distribution diameter. This research uses an experimental posttest only control design method. The lotion preparation formula consists of a formula without the addition of vitamin E (FI) and a vitamin E formula (FII). The lotion obtained was subjected to physicochemical evaluation including organoleptic tests, homogeneity, pH and distribution diameter. The data from the organoleptic and homogeneity tests were analyzed descriptively, while the pH and distribution diameter were analyzed using SPSS 26. The analysis began with a normality test and a homogeneity test. Data that is normally and homogeneously distributed is followed by an independent t-test, while data that is not normal and homogeneous is analyzed using Mann Whitney.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Fisikokimia Sediaan Krim Vitamin E

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit kering merupakan salah satu masalah kulit yang hampir dialami oleh setiap orang. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan dan keindahan kulit diperlukan suatu perlindungan tambahan yaitu dengan penggunaan sediaan krim. Sediaan krim diformulasikan dengan bahan aktif vitamin E yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai dan fungsi dari sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi fisikokimia sediaan krim vitamin E meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest only control design. Krim vitamin E dibuat dalam 2 formula yaitu formula krim tanpa penambahan vitamin E (F1) dan formula dengan penambahan vitamin E (F2). Krim yang diperoleh kemudian dilakukan evaluasi fisikokimia meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Data hasil uji organoleptis didapatkan bahwa FI dan FII memiliki bentuk, warna dan bau yang sama. Uji homogenitas FI dan FII menunjukkan hasil krim yang homogen. Nilai ph yang diperoleh FI I 6,89 ± 0,10 dan FII 7,47 ± 0,27, sedangkan hasil uji diameter sebar FI 5,23 ± 0,13 cm dan FII 5,26 ± 0,15 cm. Hasil uji statistik nilai ph dan diameter sebar memenuhi persyaratan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan vitamin E berpengaruh terhadap ph sediaan, namun tidak berpengaruh terhadap uji organoleptis, homogenitas dan diameter sebar.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Terhadap Kandungan Metabolit Sekunder Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Turmeric rhizome is one of the herbal medicinal plants that is easily found in Indonesia. Turmeric rhizome has secondary metabolite compounds which are efficacious as antibacterial, anti-inflammatory, anti-diarrheal, antioxidant, and appetite enhancer. Secondary metabolites were obtained from various extraction methods. The purpose of this study was conducted to determine the effect of different extraction methods on the content of secondary metabolites in turmeric rhizome extract. This research was conducted using the Post-test Only Design experimental method. Fine powder of turmeric rhizome was extracted using maceration and soxhlet methods with 70% ethanol solvent. The turmeric rhizome extract was then subjected to a phytochemical screening test including phenolic, alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin and tannin tests. The results of the data obtained are presented in the form of a table containing results and information then compared with the Indonesian Herbal Formulary II Edition and previous studies.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Skrining Fitokimia Fraksi Kloroform Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol dan titerpenoid. Penarikan senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan cara fraksinasi. Fraksinasi dilakukan dengan pelarut berbeda kepolaran. Fraksi kloroform digunakan untuk menarik senyawa yang larut dalam pelarut non polar. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam fraksi kloroform ekstrak daun pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian posttest only design. Pembuatan fraksi menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan melarutkan ekstrak daun pepaya dalam etanol dan air (1:9). Tambahkan pelarut kloroform, lakukan penggojokan kemudian diamkan hingga terpisah menjadi dua fase. Proses fraksinasi dilakukan hingga fraksi kloroform jernih. Fraksi kloroform yang didapat diuapkan dengan water bath, kemudian dilakukan skrining fitokimia. Pengujian skrining fitokimia menggunakan uji tabung.Hasil penelitian skrining fitokimia menunjukkan fraksi kloroform ekstrak daun papaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin.

41 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Skrining Fitokimia Fraksi Etil Asetat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Papaya is an herbal plant that is easily found and used by Indonesian people, especially in the leaves. Papaya leaves have benefits as anti-inflammatory, antidiabetic, anticancer, antimalarial and antibacterial. This study aims to determine the content of secondary metabolites contained in the ethyl acetate fraction of papaya leaf extract. The research method used is a qualitative method in the form of phytochemical screening results from the ethyl acetate fraction of papaya leaf water extract. As much as 10 g of papaya leaf extract dissolved with 50 mL of distilled water, put in a separating funnel and added 50 mL of ethyl acetate, shaken and let stand until separated. Partitioning was carried out until the ethyl acetate phase was clear and then concentrated with a rotary evaporator to obtain the ethyl acetate fraction. The results of the ethyl acetate fraction were tested to identify the content of active metabolites by screening including the identification of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, terpenoids. The test results were then analyzed descriptively.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Berdasarkan Perbedaan Jenis Pelarut

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kersen berkhasiat sebagai penyembuhan asam urat, antiseptik, antitumor dan antiinflamasi. Daun kersen mengandung beberapa senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid dan tanin. Terdapat perbedaan pelarut terhadap rendemen dan kandungan kimia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap nilai rendemen dan kandungan kimia ekstrak daun kersen. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental post-test only design. Daun kersen dikeringkan menggunakan pengeringan oven pada suhu 50˚C selama 10 jam dan dilakukan maserasi selama 3x24 jam, menggunakan pelarut etanol 96% dan n-heksana. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung rendemen dan diuji skrining fitokimia. Nilai rendemen dianalisis secara statistik dengan Independent Sampel T-Test. Hasil skrining fitokimia akan dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Perbedaan Metode ekstraksi Terhadap Skrining Fitokimia Ekstrak Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rimpang kunyit memiliki berbagai senyawa kimia seperti polifenol, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, dan alkaloid, yang dapat diperoleh melalui proses ekstraksi. Perbedaan metode ekstraksi diketahui dapat mempengaruhi senyawa aktif yang diperoleh pada suatu sampel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan metode ekstraksi terhadap skrining fitokimia ekstrak rimpang kunyit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental post-test only design. Serbuk rimpang kunyit diekstraksi secara maserasi dan remaserasi selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil filtrat kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator dan ekstrak kental yang didapat kemudian dilakukan uji skrining fitokimia yang meliputi uji polifenol, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, dan alkaloid. Hasil data yang didapat kemudian disajikan dalam bentuk tabel yang terdiri dari pengujian, reagen dan keterangan hasil uji dan dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Kayu Secang (𝘊𝘢𝘦𝘴𝘢𝘭𝘱𝘪𝘯𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘱𝘱𝘢𝘯 L.) Berdasarkan Perbedaan Metode Ekstraksi

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Metode ekstraksi secara maserasi dan infundasi dapat mempengaruhi penarikan senyawa pada suatu tanaman. Identifikasi kandungan senyawa dari suatu tanaman dapat dilakukan melalui skrining fitokimia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan senyawa hasil penarikan dari proses ekstraksi kayu secang menggunakan metode maserasi dan infundasi dengan pelarut air. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif berupa skrining fitokimia hasil ekstraksi kayu secang dengan metode maserasi dan infundasi menggunakan pelarut air. Hasil ekstraksi berupa filtrat kemudian dilakukan uji identifikasi kandungan senyawa secara skrining meliputi identifikasi flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin, dan tanin. Hasil data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kemudian dilakukan kajian literatur dari penelitian terdahulu. Hasil yang didapatkan pada pengujian skrining fitokimia pada ekstrak maserat dan infusa menunjukkan hasil yang berbeda. Hasil skrining fitokimia maserat menunjukkan ekstrak kayu secang positif mengandung flavonoid dan triterpenoid. Hasil skrining fitokimia infusa ekstrak kayu secang positif mengandung flavonoid, alkaloid, triterpenoid, dan saponin. Penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan metode ekstraksi dapat mempengaruhi hasil skrining fitokimia ekstrak kayu secang.

35 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN PELARUT TERHADAP HASIL SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L.)

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun tapak liman dapat dimanfaatkan sebagai antihiperurisemia karena mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid yang diperoleh melalui proses ekstraksi dengan pelarut tertentu. Penggunaan pelarut yang sesuai mempengaruhi hasil penarikan senyawa aktif dalam suatu ekstrak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap kandungan senyawa metabolit sekunder daun tapak liman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode posttest only design. Ekstrak daun tapak liman diekstraksi secara maserasi selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 70%, etil asetat, dan n-Heksan dengan perbandingan 1:6. Filtrat hasil maserat yang telah disaring diuapkan kemudian dipanaskan agar menjadi ekstrak kental. Ekstrak kental yang didapat selanjutnya diuji skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dibandingkan dengan penelitian terdahulu.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail