Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Fisikokimia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Lipstik Ekstrak Angkak Merah (Monascus purpureus)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angkak merupakan beras hasil fermentasi oleh kapang (Monascus purpureus) sehingga berwarna merah,yang dapat digunakan untuk membuat pewarna bibir yang memiliki antioksidan. Lipstik salah satu sediaan kosmetik yang paling banyak digunakan untuk pewarna bibir, dilengkapi dengan elemen untuk menghidrasi dan melindungi bibir. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui perbedaan variasi konsentrasi cera alba dapat memenuhi persyaratan uji fisikokimia dari sediaan lipstik ekstrak angkak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental post test only design. Ekstraksi angkak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak angkak dibuat dalam sediaan lipstik basis cera alba dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Pengujian organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil pH dan hasil titik lebur dianalisis menggunakan program IBM SPSS Statistik 23. Langkah awal uji normalitas Shapiro Wilk dan uji homogenitas dengan uji Levene’s test, jika data terdistribusi normal dan homogen (sig > 0,05) dilanjutkan dengan uji One Way Anova. Jika pada uji One Way Anova terdapat perbedaan bermakna (sig < 0,05) maka dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD. Jika data tidak terdistribusi normal dilakukan uji Kruskal Wallis, jika pada uji Kruskal Wallis terdapat perbedaan bermakna (sig < 0,05) maka dilakukan uji lanjutan dengan uji Mann Whitney.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Lipbalm Ekstrak Angkak Merah (Monascus purpureus)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lipbalm merupakan sediaan yang digunakan pada bibir bertujuan untuk melindungi bibir dari pengaruh buruk lingkungan. Selain dapat melindungi bibir lipbalm juga dapat memberikan warna pada bibir. Angkak merupakan beras hasil fermentasi kapang Monascus purpureus yang dapat memberikan pigmen warna merah. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak angkak (Monascus purpureus) menjadi sediaan lipbalm. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksprimental posttest only design. Ekstrak angkak diperoleh dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 1x24 jam kemudian di remaserasi sebanyak 2 kali. Cera flava diformulasikan dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 20%. Hasil pengujian organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil pH dan hasil titik lebur dianalisis dengan program IBM SPSS Statistik 23. Uji normalitas dilakukan dengan uji Shapiro Wilk dan uji homogenitas dilakukan dengan uji Levene’s test, jika nilai (sig >0,05) maka data terdistribusi normal dan homogen selanjutnya dilanjutkan dengan uji One Way Anova. Jika pada uji One Way Anova terdapat perbedaan bermakna (sig <0,05) maka dilanjutkan dengan uji LSD. Jika data terdistribusi normal dilanjutkan dengan uji Kruskal Walis, selanjutnya jika terdapat perbdaan bermagna (sig <0,05) maka dilanjutkan dengan uji Mann Whitney.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Lotion Ekstrak Daun Teh Hijau (Camelia sinensis) dengan Variasi Konsentrasi Gliseril Monostearat

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Green tea leaves contain alkaloid compounds, tannins, saponins, steroids or triterpenoids, flavonoids and polyphenols that can be used as antioxidants. The use of green tea leaves as an antioxidant can be facilitated by being made into lotion preparations. The purpose of this study was to determine the lotion of green tea leaf extract with varying concentrations of glyceryl monostearate meets the physicochemical requirements based on organoleptical testing, homogeneity, pH and diameter spread. The research method used Posttest Only Group Design. Extraction of green tea leaf powder using maceration method using 96% solvent. Green tea leaf extract was made into lotion preparations using glyceryl monostearate base with various concentrations of F1 (7.5%), F2 (10%) and F3 (12.5%). Organoleptic and homogeneity tests were analyzed descriptively while pH and spread diameter were analyzed using SPSS 25. Normality test used Shapiro-Wilk test and homogeneity test used Levene's test. If the data is normally distributed and homogeneous (Sig>0.05) then proceed with the One Way Anova test. If in the One Way Anova test there is a significant difference (Sig 0.05) then proceed with the LSD test. If the data is not normally distributed, the Kruskall Wallis test is performed. If in the Kruskall Wallis test there is a significant difference (Sig 0.05) then proceed to use the Mann Whitney test.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Fisikokimia Sediaan Lotion Vitamin E

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lotion is a type of skin care cosmetic. Lotion can be formulated with the active ingredient vitamin E. Vitamin E has antioxidant properties. Vitamin E is made in lotion preparations to make it easier to use and comfortable on the skin. The aim of this research is to determine the physicochemical properties of vitamin E lotion preparations based on organoleptic test parameters, homogeneity, pH and distribution diameter. This research uses an experimental posttest only control design method. The lotion preparation formula consists of a formula without the addition of vitamin E (FI) and a vitamin E formula (FII). The lotion obtained was subjected to physicochemical evaluation including organoleptic tests, homogeneity, pH and distribution diameter. The data from the organoleptic and homogeneity tests were analyzed descriptively, while the pH and distribution diameter were analyzed using SPSS 26. The analysis began with a normality test and a homogeneity test. Data that is normally and homogeneously distributed is followed by an independent t-test, while data that is not normal and homogeneous is analyzed using Mann Whitney.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Fisikokimia Sediaan Krim Vitamin E

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit kering merupakan salah satu masalah kulit yang hampir dialami oleh setiap orang. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan dan keindahan kulit diperlukan suatu perlindungan tambahan yaitu dengan penggunaan sediaan krim. Sediaan krim diformulasikan dengan bahan aktif vitamin E yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai dan fungsi dari sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi fisikokimia sediaan krim vitamin E meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest only control design. Krim vitamin E dibuat dalam 2 formula yaitu formula krim tanpa penambahan vitamin E (F1) dan formula dengan penambahan vitamin E (F2). Krim yang diperoleh kemudian dilakukan evaluasi fisikokimia meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Data hasil uji organoleptis didapatkan bahwa FI dan FII memiliki bentuk, warna dan bau yang sama. Uji homogenitas FI dan FII menunjukkan hasil krim yang homogen. Nilai ph yang diperoleh FI I 6,89 ± 0,10 dan FII 7,47 ± 0,27, sedangkan hasil uji diameter sebar FI 5,23 ± 0,13 cm dan FII 5,26 ± 0,15 cm. Hasil uji statistik nilai ph dan diameter sebar memenuhi persyaratan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan vitamin E berpengaruh terhadap ph sediaan, namun tidak berpengaruh terhadap uji organoleptis, homogenitas dan diameter sebar.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail