Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: balita
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Penggunaan Obat Cacing pada Anak Balita di RW 08 Warungboto Bulan Januari 2026

2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi cacing masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada anak balita. Pencegahan kecacingan melalui pemberian obat cacing memerlukan peran aktif ibu sebagai pengasuh utama, sehingga pengetahuan dan sikap ibu menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki anak balita mengenai penggunaan obat cacing di RW 08 Warungboto. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel pada penelitian ini sejumlah 60 ibu yang memiliki anak usai 12-59 bulan dengan menggunakakn teknik sampel jenuh. Analisis data meliputi karakteristik demografi, tingkat pengetahuan dengan kategori baik, cukup, dan kurang, serta sikap yang diklasifikasikan menjadi positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar 91,6%, cukup sebesar 6,7%, dan kurang sebesar 1,7%. Sementara itu, sikap ibu terhadap penggunaan obat cacing menunjukkan hasil sikap positif sebesar 30% dan sikap negatif sebesar 70%. Kesimpulan penelitian ini adalah ibu di RW 08 Warungboto mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang baik namun memiliki sikap yang negatif dalam penggunaan obat cacing pada anak balita.

83 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Demam Pada Balita di Dusun Murangan VII, Triharjo, Sleman

2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demam terjadi pada keadaan atau suhu tubuh lebih dari normal mulai dari 37,5C. Demam pada anak dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, koma, gejala dari penyakit, bahkan demam bisa menyebabkan kematian. Kejadian ini terjadi pada rentang usia 1 bulan sampai 5 tahun. Berdasarkan WHO tahun 2020 jumlah kasus demam pada anak diseluruh dunia mencapai angka 17 juta. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam pada balita di Dusun Murangan VII Triharjo Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sampling jenuh atau sensus, dimana populasi akan dijadikan sampel semua. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuisoner tertutup untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden. Data yang diperoleh dideskripsikan sebagai penegtahuan baik, cukup, kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam di Dusun Murangan VII, Triharjo,Sleman yaitu 42 responden (52,5%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 30 responden (37,5%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 8 responden (10%) memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang. Kesimpulan dari penelitian ini mayoritas tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam yaitu dalam kategori baik.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Penggunaan Obat Cacing Pada Anak Balita Di Desa Karangwuni Wates Kulon Progo Bulan Februari 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi cacingan di Indonesia bervariasi antara 2,5% - 62%. Menurut data Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyatakan bahwa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) anak balita yang menderita cacingan sebesar 2,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak balita di Desa Karangwuni Wates Kulon Progo Bulan Februari 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak total 62 jiwa. Analisisa data penelitian ini menggunakan skor dari masing-masing pernyataan yang diperoleh kemudian dihitung persentase dengan 3 kategori yaitu baik persentase 76% - 100%, cukup persentase 56% - 75% dan kurang persentase 56%. Hasil dari penelitian ini terdapat 3 kategori yaitu: baik sebanyak 52 responden (83,87%), cukup sebanyak 10 responden (16,13%), dan kurang sebanyak 0 responden (0,00%). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tergolong dalam tingkat pengetahuan kategori baik, karena mampu menjawab 8 dari 10 pernyataan yang telah disajikan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Vitamin A Pada Balita di Dusun Jaten Sendangadi Sleman Januari 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

According to the World Health Organization (WHO), half of the 20 million children under five in Indonesia suffer from Vitamin A deficiency and Indonesia is one of the countries where the fulfillment of Vitamin A is relatively low. This research was used to determine the description of mothers' knowledge about the use of vitamin A in children under five in Jaten Village, Subdistrict. Sendangadi. This research uses descriptive observational research methods with quantitative data. The population used in this research were mothers who had children under five in Jaten Hamlet, Sendangadi Village. Data collection uses a closed questionnaire that has been validated and is reliable. The results obtained were scored, then the percentage was calculated and categorized as having good, sufficient and poor knowledge. The results of the research from 67 respondents who had good knowledge category were 20 (29.9%), 17 (25.3%) had "Enough" knowledge, and 30 (44.8%) had "Poor" knowledge. This shows that the level of knowledge of mothers regarding the use of vitamin A in toddlers is still lacking.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Rehidrasi Oral pada Balita Diare di Posyandu Mekar Sari Bantul Yogyakarta Bulan Januari 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menurut data WHO diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan dan terjadi hampir di seluruh daerah geografis di dunia. Setiap tahunnya ada sekitar 1.7 milyar kasus diare dengan angka kematian 760.000 anak dibawah 5 tahun Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul (2021) prevalensi penyakit diare di Kecamatan Sewon mencapai 193 kasus. Lintas diare (Lima Langkah Tuntaskan Diare) menganjurkan semua penderita diare harus mendapatkan oralit maka target penggunaan oralit adalah 100% dari semua kasus diare Pengetahuan ibu sangat penting terhadap praktik perawatan terhadap anak diare dengan mencegah dan mengatasi keadaan dehidrasi, pemberian cairan pengganti. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat rehidrasi oral pada diare balita di Posyandu Mekar Sari Bantul. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional bersifat deskriptif menggunakan kuisioner tertutup. Sampel penelitian sebanyak 45 ibu-ibu di Posyandu Mekar Sari Bantul yang memiliki balita usia 12-59 bulan. Analisis data menggunakan skor dari masing-masing pernyataan yang diperoleh kemudian dihitung menggunakan rumus persentase dan dikategorikan sesuai dengan hasil presentase yang didapatkan.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Demam Pada Balita Di Posyandu Nglebeng Banguntapan Bantul Yogyakarta Bulan Januari 2024

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka kejadian demam di Indonesia diperkirakan sekitar 1,5% atau setara dengan 1.500 kasus per 100.000 penduduk Indonesia. Demam pada balita dapat disebabkan oleh infeksi dan penanganan demam sangat bergantung pada pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan demam pada balita 1-5 tahun di Posyandu Nglebeng Banguntapan Bantul pada Bulan Januari 2024. Metode penelitian dilakukan secara observasional yang bersifat deskriptif. Sampel pada peneitian ini semua ibu di Posyandu Nglebeng Banguntapan Bantul dengan jumlah respoden pada penelitian adalah 50 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan dihitung dengan rumus persentase dan dikategorikan menjadi tingkat pengetahuan baik, cukup dan kurang. Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu mengenai penanganan demam pada balita 1-5 tahun di Posyandu Nglebeng Banguntapan Bantul adalah kategori baik sebanyak 48 responden (96%), cukup 1 responden (2%) dan kurang 1 responden (2%).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rasionalitas Peresepan Antibiotik Pada Balita Diare Akut di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Periode Agustus - Desember 2022.

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meningkatnya prevalensi kasus penyakit diare akut pada balita, dapat meningkatkan penggunaan antibiotik di masyarakat. Hal tersebut memicu timbulnya ketidakrasionalan dalam peresepan obat terutama antibiotik. Ketidakrasionalan dalam pengobatan dapat membuat obat tersebut menimbulkan bahaya seperti efek toksik, alergi dan resistensi antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas peresepan antibiotik yang digunakan pada balita diare akut di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat analitik dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengumpulan data menggunakan rekam medis dan resep pada bulan Agustus – Desember 2022 sebanyak 80 pasien diagnosa diare akut balita. Data dianalisis dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berupa tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat cara pemberian dan tepat lama pemberian. Hasil penelitian dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang rasionalitas peresepan antibiotik pada balita dengan diagnosa diare akut di RSU PKU Muhammadiyah Bantul yaitu Cefixcime racikan diberikan kepada 21 pasien (87,5%), Cotrimoxazole yang diberikan kepada 2 pasien (8,3%) dan Metronidazole kepada 1 pasien (4,2%), sedangkan penggunaan antibiotik terkait tepat indikasi dan tepat obat yang diberikan kepada 24 sampel (100%) sudah sesuai. Ketepatan dosis berjumlah 21 pasien sudah sesuai (87,5%), kemudian 24 sampel (100%) sudah sesuai terkait cara dan lama pemberian antibiotik.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail