ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan menurunnya
jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah sehingga kemampuan darah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh menjadi berkurang yang sering dialami oleh remaja putri akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Upaya pencegahan anemia dikalangan remaja putri dilakukan melalui program pemberian TTD secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik
pengambilan simple random sampling atau pengambilan sampel secara acak dari 5 dusun yang ada di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui proses validasi. Hasil
jawaban responden kemudian diolah dengan menghitung persentase jawaban benar, selanjutnya tingkat pengetahuan diklasifikasi ke dalam tiga kategori, yaitu baik, cukup, kurang.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu remaja putri yang memiliki pengetahuan
baik sebanyak 46 (61,3%) responden, pengetahuan cukup sebanyak 27 (36%)
responden, dan pengetahuan kurang sebanyak 2 (2,7%) responden. Dapat
disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia adalah baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
In teenage girls need iron intake that must be sufficient. Lack of iron nutritional intake can cause anemia which will have an impact on body resistance, fitness, and academic achievement. Awareness of blood-added tablets consumption by girls during menstruation cannot be separated from information and knowledge. The purpose of this study is to find out the level of knowledge of teenage girls about the consumption of blood-added tablets in Public Senior High School 1 Sentolo Kulon Progo in February 2025. This study is a descriptive observasional. The population in this study is female students of Public Senior High School 1 Sentolo totaling 335 female students with a sample of 85 respondents. The sampling technique used is simple random sampling. The instrument used is a closed questionnaire regarding the level of knowledge of teenage girls about the consumptions of blood-added tablets. Data analysis is carried out percentage measurement then categorized into good, sufficient, and less level. The result and conclusion of this study are that 48 (56,47%) respondents have a good level of knowledge, 36 respondents (42,35%) have a sufficient level of knowledge, and 1 respondent (1,18%) has less knowledge level. The level of knowledge of teenage girls about the consumption of blood-added tablets in Public Senior High School 1 Sentolo is in the good category.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
According to WHO, the world prevalence of anemia ranges from 40-88%. Prevalence
anemia in Indonesia is 21.7%. Patients aged 15-24 years. Woman
have the highest risk of developing anemia, especially in adolescent girls.
Prevalence of anemia among female adolescents in the Special Region of Yogyakarta by category
medium, namely 36%. According to the Sleman Yogyakarta District Health Service in
In 2013, 18.5% of young women experienced anemia in the district
Sleman. This research aims to describe the level of knowledge
young women about the benefits of consuming blood supplement tablets in Gamping Lor hamlet
Ambarketawang Gamping Sleman.
This research was conducted using a descriptive observational method
using a closed questionnaire. The population in this study was all
teenage girls who live in Gamping Lor Ambarketawang Village, Gamping Sleman
with a research sample of 55 young women in Gamping Lor hamlet. Analysis
The data uses the scores of each respondent which are obtained later
calculated using the formula (Arikunto, 2013) which shows categorization
good, sufficient and not in accordance with the percentage results obtained.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah daripada nilai normal. Anemia pada perempuan (usia 15-19 tahun) sebesar 26,5%. Prevalensi anemia di dunia berkisar 40-88%, ciri-ciri dari anemia adalah pucat, terjadi karena kurangnya volume darah, hemoglobin dan pengecilan lumen pembuluh darah dalam pengiriman oksigen. Penanganan anemia dapat dilakukan dengan pemberian tablet tambah darah yang bermanfaat sebagai pencegahan anemia, menjaga daya tahan tubuh, dan kemampuan berfikir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang anemia pada remaja perempuan. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional yang bersifat deskriptif menggunakan data prospektif. Tingkat pengetahuan dinilai berdasarkan benar, salah. Analisa data menggunakan analisis kuantitatif, data diperoleh dari kuesioner kemudian dihitung skor rata-rata presentase Tingkat pengetahuan dengan jumlah responden 53 siswi yang dilakukan dengan metode sampling jenuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia yang dialami oleh wanita usia 15-49 tahun dengan persentase 29,9% - 32,8% (WHO, 2019). Hasil Riskesdas 2018, remaja putri yang mendapatkan tablet tambah darah (TTD) di Indonesia 76,2% dan yang tidak mendapatkan TTD 23,8% (Kemenkes RI, 2018). Di Yogyakarta pada tahun 2018 sebanyak 19,3% remaja putri mengalami anemia dengan Hb di bawah 12 g/dl (Dinkes DIY, 2018). Berdasarkan hal tersebut perlu adanya solusi dan penangan untuk masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan siswi kelas X SMK Indonesia Yogyakarta tentang manfaat konsumsi tablet tambah darah saat menstruasi bulan Februari 2023. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif, dengan data primer yang diperoleh dari kuesioner tertutup. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas X SMK Indonesia Yogyakarta yang berjunlah 60 responden. Data yang diperoleh dari kuesioner berdasarkan jawaban benar atau salah. Hasil dikelompokkan dengan beberapa kategori yaitu baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian ini dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori baik dengan persentase 81,6%, kategori cukup dengan persentase 11,6% dan kategori kurang dengan persentase 6,66%. Tingkat pengertahuan remaja putri kelas X di SMK Indonesia Yogyakarta tentang manfaat konsumsi tablet tambah darah saat menstruasi termasuk kategori baik dengan persentase 81,6%.