Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Statistik untuk kedokteran dan kesehatan deskriptif, bivariat, dan multivariat dilengkapi aplikasi menggunakan spss ed
Dasar-dasar Statistika Farmasi
Pokok-Pokok Peraturan Perundangan Kefarmasian
Dasar-Dasar Analisis Fisikokimia di Bidang Farmasi
Biokimia Farmasi
Hubungan Lama Bekerja terhadap Pengetahuan Tenaga Kefarmasian Tentang Pelayanan Resep di Jejaring Apotek Pasfarma Bulan Desember 2025
Kesalahan pelayanan resep di apotek masih menjadi masalah yang sering terjadi, jumlah nya mencapai 15-25% di beberapa fasilitas apotek. Lama bekerja menjadi faktor penting yang mempengaruhi kemampuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama bekerja dengan tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian dalam pelayanan resep di Apotek Pasfarma. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik secara cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kefarmasian yang bekerja di Apotek Pasfarma. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 82 responden. Analisis data meliputi lama bekerja, tingkat pengetahuan dan hubungan antara lama bekerja terhadap pengetahuan tentang pelayanan resep. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Hubungan antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan dianalisis menggunakan uji korelatif Spearman pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian mengenai pelayanan resep berada pada kategori baik (68,3%), cukup (23,2%), dan kurang (8,5%). Lama bekerja >3 bulan (35,4%), 12-24 bulan (46,3%) dan >24 bulan (18,3%). Pada uji hubungan (korelasi) dengan uji spearman menghasilkan tarif signifikansi p<0,001. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara lama bekerja dan tingkat pengetahuan pelayanan resep (p < 0,05) dengan kekuatan hubungan sedang yaitu nilai r = 0,494.
Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Elok Farma Yogyakarta Periode Januari-Febuari 2024
Patient satisfaction is a component of the quality of health services they receive. The quality of health services leads to a level of service perfection and produces a sense of satisfaction in every patient. If the expectations desired by consumers are achieved, it can be stated that customer satisfaction is realized. Thus customer satisfaction is very important to study because it will affect the quality of service provided. The purpose of this study was to determine the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at Elok Farma Pharmacy, Yogyakarta, January-February 2024. This study used a descriptive observational method with purposive sampling. The population in this study were 1655 who had come to the pharmacy with a sample size of 95 who had inclusion and exclusion criteria. The tool used in this study was a questionnaire.
Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Lestari Pundong Bantul I Januari 2024
Permenkes RI no 73 tahun 2016 menyebutkan bahwa pelayanan kefarmasian menjadi pedoman dalam pelayanan kefarmasian di apotek serta tolak ukur dalam peningkatan mutu kehidupan pasien. Kepuasan pasien merupakan indikator untuk mengevaluasi kualitas pelayanan yang ada di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Lestari Pundong Bantul pada bulan Januari 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, pengumpulan data dibuat dalam satu rentang waktu tertentu menggunakan 100 responden yang termasuk kriteria inklusi, kuisioner bersifat tertutup yang dilakukan satu kali tanpa ada pengulangan. Analisis data menggunakan skor dari masing-masing pertanyaan yang diperoleh kemudian dihitung menggunakan rumus % kepuasan pelanggan dan dikategorikan sesuai dengan hasil presentase yang di dapatkan yaitu sangat puas (81% - 100%), puas (61% - 80%) cukup puas (41% - 60%), kurang puas (21% - 40%), dan tidak puas (0% - 20%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian pada dimensi kehandalan (reliability) berada dalam kategori sangat puas (84,9%), ketanggapan (responsiveness) berada dalam kategori sangat puas (83,55%), jaminan (assurance) berada dalam kategori sangat puas (83,1%), empati (emphaty) berada dalam kategori sangat puas (83,93%) dan bukti langsung (tangible) berada dalam kategori sangat puas (85,5%). Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Lestari Pundong Bantul berada dalam kategori sangat puas dengan nilai rata-rata 5 dimensi kepuasan 84,25%.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Swamedikasi di Apotek Kasongan Bulan Januari 2024
Tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan saat ini semakin tinggi sehingga kebutuhan akan sarana kesehatan semakin meningkat. Pelayanan kefarmasian memiliki peran penting untuk meningkatkan kualitas hidup terutama dalam hal swamedikasi. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan tingkat kepuasan belum mencapai 100% yaitu sebesar 72,88% hal ini perlu dilakukan tingkat kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pasien terhadap pelayanan swamedikasi di Apotek Kasongan Bulan Januari 2024. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data prospektif dengan melihat tingkat kepuasan pasien. Tingkat kepuasan dinilai berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan yaitu keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti langsung. Sampel yang akan digunakan sebanyak 96 responden. Analisa data menggunakan analisis kuantitatif yaitu pengumpulan data dari responden yang mengisi tingkat kepuasan terhadap pelayanan swamedikasi. Data diperoleh dari kuesioner kemudian dihitung skor rata-rata presentase kepuasan pasie
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat Oleh Tenaga Kefarmasian di Apotek Kembar Farma Canden Bantul Januari 2023
Pada pelayanan kefarmasian, tenaga kefarmasian dituntut untuk mengoptimalkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang merupakan salah satu faktor sangat berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat diukur dengan membandingkan antara pelayanan yang diharapkan dengan pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap KIE obat oleh TTK di Apotek Kembar Farma Canden Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan seluruh pasien yang datang ke Apotek Kembar Farma dan mendapatkan pelayanan KIE obat pada periode Januari 2023. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang mencakup lima dimensi kualitas pelayanan yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti nyata. Data yang diperoleh dihitung presentase skor kepuasannya dan dilihat kategori tingkat kepuasannya. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) obat yang dilakukan di Apotek Kembar Farma pada periode Januari 2023 diperoleh rata-rata tingkat kepuasan sebesar 85,43% yang termasuk dalam kategori sangat puas. Rata-rata kepuasan pelanggan terhadap kelima dimensi menunjukkan hasil sangat puas dengan presentase 88,19%.