GALEH JELITA NENCHI
2026 · Thesis · Open Access
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia, terutama di Kabupaten Bantul yaitu 15.785 pada laki-laki dan 33.521 pada perempuan tahun 2023. Pengobatan nonfarmakologis dapat dilakukan dengan pemanfaatan serai, rosella, jeruk nipis, dan jahe yang mengandung senyawa antihipertensi. Upaya untuk mengetahui penerimaan panelis terhadap minuman RTD (Ready to Drink) Seronija memerlukan penelitian uji hedonik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil uji hedonik panelis terhadap minuman RTD Seronija sebagai minuman antihipertensi.
Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan pengambilan data secara posttest only design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan minuman RTD Seronija dan pengisian kuesioner uji hedonik oleh 35 panelis nonstandar. Parameter yang dinilai meliputi warna, aroma, rasa, dan kenampakan keseluruhan. Data hasil uji hedonik dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel untuk mengetahui rata-rata tingkat kesukaan panelis.
Hasil uji deskripsi organoleptik menunjukkan bahwa minuman RTD Seronija memiliki warna merah, aroma segar dan khas rempah, rasa asam manis, serta kenampakan keseluruhan menarik. Hasil uji hedonik menunjukkan rata-rata tingkat kesukaan panelis terhadap parameter warna sebesar 3,43, aroma sebesar 3,51, rasa sebesar 3,63, dan kenampakan keseluruhan sebesar 3,49 dari nilai maksimal 4,00. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa seluruh parameter penilaian berada dalam kategori sangat suka.
TSANIYA HERMANIDA SIWI
2026 · Thesis · Open Access
Batang brotowali memiliki senyawa kimia meliputi tanin, saponin, alkaloid, steroid, terpenoid, dan glikosida yang diperoleh melalui proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi pelarut terhadap rendemen dari ekstrak batang brotowali. Jenis penelitian ini menggunakan post test only design. Proses maserasi yang dilakukan menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%. Maserasi dilakukan selama 3x24 jam. Ekstrak yang diperoleh diuapkan dengan cara diangin-anginkan sampai menjadi ekstrak kental, dihitung nilai rendemen. Nilai rendemen yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Independent Sample T-Test. Rendemen ekstrak batang brotowali yang diperoleh menggunakan pelarut etanol 70% dan etanol 96% masing-masing sebesar 3,72±0,78% dan 1,93±0,06. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi pelarut berpengaruh terhadap rendemen ekstrak batang brotowali. Konsentrasi pelarut etanol pada proses ekstraksi mempengaruhi rendemen ekstrak batang brotowali.
MIA ANJANI
2026 · Thesis · Open Access
Buah okra (Abelmoschus esculentus L.) mengandung senyawa bioaktif
seperti fenolik, alkaloid, dan terpenoid yang berkhasiat sebagai antidiabetik dan
gastroprotektor. Masyarakat umum mengonsumsi okra dalam bentuk infusa
maupun sari. Perbedaan suhu dan proses metode pengolahan sari dan infusa
berpotensi mempengaruhi jenis senyawa yang tersari. Penelitian ini bertujuan
membandingkan hasil skrining fitokimia antara infusa dan sari buah okra untuk
menentukan metode pengolahan yang paling tepat dalam mempertahankan
senyawa bioaktif.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental Post-test only design. Buah
okra segar dicuci bersih dan diolah menjadi 2 jenis sediaan, yaitu infusa dan sari.
Pembuatan infusa dilakukan dengan cara merebus buah pada suhu 90°C selama 15
menit, sedangkan Pembuatan sari buah dilakukan dengan menghancurkan buah
bersama air dengan blender, kemudian disaring untuk diambil sarinya. Uji fitokimia
dilakukan pada masing-masing sediaan meliputi uji fenolik, flavonoid, alkaloid,
saponin, tanin, dan terpenoid. Pengujian dilakukan dalam 3 kali pengulangan, data
disajikan dan dibandingkan secara deskriptif dalam bentuk tabel.
Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa sediaan infusa buah okra positif
senyawa fenolik dan flavonoid, sedangkan sediaan sari buah okra menunjukan
positif senyawa fenolik, flavonoid, dan alkaloid. Kesimpulan dari penelitian ini
menunujukan terdapat perbedaan hasil skrining fitokimia infusa dan sari buah okra.
SYIFA ALIFIA
2026 · Thesis · Open Access
Self-medication is self-administered treatment without a doctor's prescription. Self-medication is generally undertaken based on personal experience, family advice, or the influence of advertising and media promotions. The results of this study indicate a strong correlation between information and digital resources and self-medication decisions. Social media is one of the media used as an information source. The purpose of this study was to determine the influence of social media on self-medication behavior in the Mayang Sehat Pharmacy, Sleman, Yogyakarta. This study used a cross-sectional, descriptive-analytic observational method with a sample of 86 respondents who met the inclusion criteria. The data obtained in this study were primary data obtained directly from the respondents. Data analysis used Chi-square, based on scoring data obtained from questionnaires on social media exposure and self-medication behavior. The results were then analyzed to determine the influence of social media on self-medication behavior. The results showed a high level of social media exposure for 22 (25.58%), moderate for 30 (34.88%), and low for 34 (39.54%). The results of self-medication behavior were categorized as good by 61 (70,93%) respondents and categorized as bad by 25 (29,07%). The conclusion of this study is that there is an influence of social media exposure on self-medication behavior of the community at the Mayang Sehat Pharmacy with a p-value of 0.045. Keywords: Self-medication, Social Media, Behavior
JINGGA PUTRI RINDIANI
2026 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pengelolaan DM tipe II
memerlukan terapi jangka panjang, salah satunya melalaui obat andiabetik oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan terapi antidiabeti pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Pandak II Bantul periode April-Agustus 2025.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pandak II dengan sampel sebanyak 80 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Data yang diperoleh berupa jenis kelamin, usia, nama obat, golongan obat dan jenis terapi, kemudian dianalisa secara deksriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk persentase.
Hasil dan kesimpulan dari penelitian yang diperoleh tentang pola peresepan obat diabetes melitus tipe II di Puskemas Pandak II yaitu penggunaan obat antidiabetik yang paling banyak adalah metformin (biguanid) 52,42%, sedangkan berdasarkan jenis terapi terbanyak adalah kombinasi metformin (biguanid) dan glimepiride (sulfonilurea) sebanyak 55%
JULY KARINDA KURNIAWATI
2026 · Thesis · Open Access
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan langsung kepada pasien yang
harus selalu berupaya meningkatkan mutu kesehatan pasien. Salah satu bentuk
pelayanan kefarmasian yang ada di apotek adalah swamedikasi. Jumlah pelayanan
swamedikasi di Indonesia tergolong tinggi, sebanyak 79% pada tahun 2024. Mutu
pelayanan swamedikasi dipengaruhi oleh kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan swamedikasi
di Apotek Widigdo 2 pada bulan Desember 2025.
Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Populasi
penelitian mencakup seluruh pasien yang melakukan swamedikasi di apotek
Widigdo 2 pada bulan Desember 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling pada 100 responden. Analisa data dilakukan dengan cara
menghitung persentase tingkat kepuasan yang dikategorikan menjadi sangat tidak
puas, tidak puas, puas, dan sangat puas.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata gambaran kepuasan pasien terhadap
pelayanan swamedikasi dimensi daya tanggap (responsiveness) yaitu sangat puas
(88%), Kehandalan (Reliability) yaitu sangat puas (86%), Jaminan (Assurance)
yaitu sangat puas (87%), Empati (Empathy) yaitu sangat puas (88%), dan Bukti
Langsung (Tangible) yaitu sangat puas (88%). Penelitian dapat disimpulkan,
gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan swamedikasi di Apotek Widigdo 2
bulan Desember 2025 yaitu sangat puas dengan hasil persentase sebesar 87,4%.
JULITA LESIA KAIHATU
2026 · Thesis · Open Access
In Indonesia, infectious diseases are a major health problem due to their high prevalence of 40%-60%. Antibiotic are a class of drugs used to treat infectious diseases. Antibiotics are administered to patients with infectious diseases to inhibit the growth of or kill organisms, particularly disease-causing bacteria. The DAGUSIBU concept was developed as an effort to improve rational antibiotic use. This study aimed to assess the level of knowledge of PKK mothers regarding the application of DAGUSIBU antibiotic. This research method is descriptive observational using a saturated sample of 45 respondents. Data collection was carried out using a validated closed questionnaire. Data was analyzed based on the percentage of correct answers, then the level of knowledge was categorized into good, sufficient and poor. The results obtained on the level of knowledge about DAGUSIBU antibiotics among PKK mothers in Gunung Gebang Hamlet show that the level of knowledge of PKK mothers about DAGUSIBU antibiotics is in the good category for 13 respondents (28.89%), the sufficient category for 30 respondents (66.67%), and the poor category for 2 respondents (4.45%). Therefore, it can be concluded that the level of knowledge about DAGUSIBU antibiotics among PKK mothers in Gunung Gebang Hamlet is in the sufficient category.
SILVIANA MAYAWATI
2026 · Thesis · Open Access
ABSTRACT The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64.25%, consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea. The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 55% among those of productive age, with 15% complaining of limited activity due to dysmenorrhea. Lack of knowledge and understanding about dysmenorrhea management can lead to serious health problems. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of adolescent girls regarding dysmenorrhea management in Gunung Gebang Hamlet. This study used a descriptive observational method with data collection using a saturated sampling method. The sample population was adolescent girls in Gunung Gebang Hamlet. Data collection used a validated closed-ended questionnaire. The percentage of correct answers was calculated, and knowledge levels were then categorized into good, sufficient, and poor. The results of the study on 46 respondents of young women in Gunung Gebnag Hamlet, Prambanan, Sleman, showed that 33 respondents had good knowledge (71.74%), 9 respondents had sufficient knowledge (19.57%), and 4 respondents had poor knowledge (8.69%). From this study, it can be concluded that the level of knowledge of young women is include in the good category.
MUHAMMAD MUNAWAR
2026 · Thesis · Open Access
DIANA WIDYA PRATIWI
2026 · Thesis · Open Access
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kejadian diare lebih 10 juta anak berusia kurang 5 tahun meninggal setiap tahunnya karena infeksi diare. Berdasarkan penelitian menunjukkan semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan diare maka semakin rendah kejadian diare pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan terapi diare pada anak di Apotek Dani’s Farma Moyudan, Sleman bulan Desember 2025. Metode penelitian ini secara observasional yang bersifat deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner tertutup. Populasi dalam penelitian menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 61 responden yang melakukan swamedikasi. Analisis data dilakukan dengan penilaian kuesioner untuk menjawab benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0. Pengetahuan seseorang dapat diinterpretasikan dengan tingkat pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan terapi diare pada anak di Apotek Dani’s Farma yaitu dengan usia 36-45 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SMA sederajat, dan pekerjaan paling banyak adalah ibu rumah tangga. Kesimpulan pada penelitian ini tingkat pengetahuan pasien terhadap penatalaksanaan terapi diare pada anak di Apotek Dani’s Farma dalam kategori baik 40 responden (65,57%), cukup sebanyak 15 responden (24,59%), dan kurang sebanyak 6 responden (9,84%).
DIAN ARIFAH ERMAWATI
2026 · Thesis · Open Access
Batuk merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat dan dianggap ringan. Menurut data statistik dari Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta tahun 2021 terdapat lebih dari 35% penderita batuk di daerah Kulon Progo dan Bantul. Batuk merupakan salah satu keluhan yang sering ditangani dengan swamedikasi, namun kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis batuk dan pemilihan obat yang tepat dapat menimbulkan risiko kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat deskriptif, dengan kuisioner tertutup. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu Purposive sampling. Sampel penelitian ini merupakan pasien swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2 dengan jumlah 80 responden. Data dianalisis secara deskriptif dengan kategori pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang melakukan swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2 yaitu dengan usia 20 – 44 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SMA/SMK/Sederajat, dan pekerjaan paling banyak adalah ibu rumah tangga. Kesimpulan pada penelitian ini tingkat pengetahuan pasien terhadap swamedikasi batuk di Apotek Azzam Farma 2 dalam kategori baik sebanyak 44 responden (55%), cukup sebanyak 36 responden (45%), dan tidak terdapat responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang.
KHANSA PUTRI ARINDITYA
2026 · Thesis · Open Access
Pharmaceutical services are a benchmark used as a guideline for pharmacists in providing pharmaceutical services. The quality of pharmaceutical services at a pharmacy influences patient satisfaction, ensuring that they meet their expectations. The purpose of this study was to determine the level of patient satisfaction with self-medication services at the K24 Sisingamangaraja Pharmacy in Yogyakarta. The research method used was a descriptive observational method using a questionnaire. The sample consisted of 100 patients who purchased medication and received self-medication services at the K24 Sisingamangaraja Pharmacy. The sampling technique used was purposive sampling. Patient satisfaction was assessed based on five dimensions of service quality: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. The collected data was then analyzed using a percentage formula and interpreted using a Likert scale of satisfaction levels consisting of very dissatisfied 0-20%, dissatisfied 21-41%, quite satisfied 42-62%, satisfied 63-83%, and very satisfied 84-100%. The results and conclusions of this study show that the level of patient satisfaction with self-medication services at the K24 Sisingamangaraja Pharmacy shows a very satisfied category with an average value of 85.23% for the five dimensions.
LATIFA PUTRI ISNANTIA
2026 · Thesis · Open Access
DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat secara rasional dan benar. Hasil penyuluhan yang dilakukan Zakaria dkk., (2022) menunjukkan bahwa adanya peningkatan persen pengetahuan masyarakat dari penjelasan yang telah diberikan oleh penyuluh. Pengetahuan masyarakat setelah penyuluhan terhadap “Dapatkan obat yang benar” meningkat sebesar 88%, “Gunakan obat yang benar” sebesar 88,8%, “Simpan obat yang benar” sebesar 80% dan “Buang obat dan benar” sebesar 85,6%.Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode observasional deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 85 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisoner tertutup yang telah di validasi. Analisis data diolah menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian tingkat pengetahuan DAGUSIBU masyarakat di RW 07 Padukuhan Gatak, Gari, Wonosari, Gunungkidul memiliki tingkat pengetahuan yang “Baik” dimana dari 85 responden sebanyak 62 responden (72,94%) berpengetahuan baik, 17 responden (20%) berpengetahuan cukup, 6 responden (7,05%) berpengetahuan kurang.
SHIMA RAHMAWATI
2026 · Thesis · Open Access
Indonesia menjadi salah satu negara berkembang dengan pravelensi anemia yang tinggi. Angka kejadian anemia pada remaja putri di negara Inonesia berjumlah 30,6%. Pengetahuan anemia diharapkan dapat mencegah anemia pada remaja putri hal ini perlu dilakukan penelitian mengenai anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan anemia pada siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional yang bersifat deskriptif dengan teknik sampling jenuh. Sampel yang digunakan adalah sampling jenuh sejumlah seluruh populasi. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner tertutup yang sudah divalidasi. Analisa data menggunakan analisis kuantitatif, berdasarkan hasil kuesioner yang telah dikumpulkan dengan memberikan nilai persentase pengetahuan dari jawaban setiap butir soal yang telah dijawab oleh responden dengan kategori persentase baik, cukup dan kurang. Hasil yang diperoleh tentang tingkat pengetahuan anemia pada siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswi kategori baik 14,29%, kategori cukup 70,13%, kategori kurang 15,58%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang anemia pada siswi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari sebagian besar memiliki kategori cukup.
RAHAYU PINASTHI
2026 · Thesis · Open Access
Hesperidin merupakan flavonoid yang terdapat dalam tanaman jeruk nipis, diantaranya terdapat pada kulit buah dan daun. Perbedaan bagian tanaman berpengaruh signifikan terhadap kadar total fenolik dan flavonoid. Sejauh penelusuran literatur, belum ditemukan penelitian yang secara khusus meneliti kadar hesperidin pada kulit dan daun jeruk nipis dalam bentuk seduhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hesperidin pada seduhan kulit dan daun jeruk nipis.
Kulit dan daun jeruk nipis dikeringkan dengan metode kering angin kemudian dilakukan proses grinding dan diayak dengan mesh 60. Setiap sampel sebanyak 2 gram diseduh dalam air bersuhu 70oC selama 5 menit. Kurva baku hesperidin dibuat dalam seri konsentrasi 2, 4, 8, 16, dan 32 ppm dengan pelarut metanol. Absorbansi seduhan
diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 282,7 nm. Kadar hesperidin dihitung dengan memasukkan nilai absorbansi pada persamaan regresi linear y = 0,0474x + 0,0237.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan kadar hesperidin dalam seduhan kulit dan daun jeruk nipis dapat dianalisis pada panjang gelombang 282,7 nm. Seduhan kulit dan daun jeruk nipis mengandung kadar hesperidin berturut-turut sebesar 0,0913 ± 0,0083% b/b dan 0,6602 ± 0,0992% b/b.
RENI NORMALITA
2026 · Thesis · Open Access
Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung senyawa flavonoid hesperidin yang bersifat polar dan tahan terhadap pemanasan. Flavonoid seperti hesperidin memiliki gugus kromofor dan auksokrom sehingga dapat dideteksi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hesperidin pada seduhan daun pepaya. Metode penelitian ini merupakan eksperimental posttest only design berupa penetapan kadar hesperidin pada seduhan daun pepaya dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan berupa daun pepaya yang telah dirajang dan dikeringkan dengan metode kering angin. Seduhan dibuat dengan serbuk daun pepaya yang dihaluskan dengan ayakan mesh 60 dan dikemas dalam kantong teh sebanyak 2 gram. Daun pepaya diseduh menggunakan akuades sebanyak 100 mL pada suhu 70 0 C selama 5 menit. Standar hesperidin dibuat dalam seri konsentrasi 0,5; 2; 4; 6; 8 ppm dengan pelarut metanol. Pembacaan absorbansi dilakukan pada panjang gelombang 282,7 nm. Kadar hesperidin dihitung dengan memasukkan absorbansi sampel dalam persamaan regresi linear y= 0,0467x + 0,0157. Berdasarkan penelitian mengenai penetapan kadar hesperidin seduhan daun pepaya didapatkan hasil pengukuran panjang gelombang maksimum sebesar 282,7 nm. Kadar hesperidin dalam seduhan daun pepaya diperoleh sebesar 0,23±0,01% b/b
ANNISA SYAKIRA RAMADANI
2026 · Thesis · Open Access
Anemia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan menurunnya
jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah sehingga kemampuan darah untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh menjadi berkurang yang sering dialami oleh remaja putri akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Upaya pencegahan anemia dikalangan remaja putri dilakukan melalui program pemberian TTD secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik
pengambilan simple random sampling atau pengambilan sampel secara acak dari 5 dusun yang ada di Desa Nglanggeran Patuk Gunungkidul. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui proses validasi. Hasil
jawaban responden kemudian diolah dengan menghitung persentase jawaban benar, selanjutnya tingkat pengetahuan diklasifikasi ke dalam tiga kategori, yaitu baik, cukup, kurang.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu remaja putri yang memiliki pengetahuan
baik sebanyak 46 (61,3%) responden, pengetahuan cukup sebanyak 27 (36%)
responden, dan pengetahuan kurang sebanyak 2 (2,7%) responden. Dapat
disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang tablet tambah darah untuk pencegahan anemia adalah baik.
SHYFA FIRGIANA
2026 · Thesis · Open Access
IRFAN KURNIADI FITRIANTO
2025 · Thesis · Open Access
Hypertension is a condition in which blood pressure in the blood vessels increases continuously. Hypertension is often referred to as The Silent Killer because sufferers usually do not know that they have hypertension and only find out that they have hypertension after complications occur. People who suffer from hypertension must have knowledge including the meaning of hypertension, the causes of hypertension and the importance of taking regular medication. This study aims to determine the level of public knowledge about the use of bananas in controlling blood pressure in Sengon Karang Bantul Hamlet in February 2025.
The type of research used is observational which is descriptive. The research sample was community respondents in Sengon Karang Bantul Hamlet. The instrument used in this study was a closed questionnaire. The results of the questionnaire were analyzed to see the level of respondent knowledge.
DIAN CAHYANING TYAS
2025 · Thesis · Open Access
Diarrhea is a disease characterized by an increase in the frequency of bowel movements three or more times a day. Based on previous studies, it shows that the higher the level of mother's knowledge about handling diarrhea, the lower the incidence of diarrhea in toddlers. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about handling diarrhea in toddlers at the Posyandu Dusun Jebugan Tirtomulyo Kretek Bantul in February 2025.
This study is a type of descriptive observational study with saturated sampling technique. The instrument used in this study is a closed questionnaire. Respondents in this study were mothers who have toddlers aged 12-59 months as many as 58 respondents. Data analysis was carried out by assessing the questionnaire for correct answers given a score of 1 and wrong answers given a score of 0. A person's knowledge can be interpreted with a level of good, sufficient and less knowledge.
The results of this study show the characteristics of respondents based on age, the majority of respondents are 25-34 years old, namely 44 respondents (75,86%), the characteristics of respondents based on the type of work are 46 respondents (79.31%), good knowledge is 49 respondents (84.48%), sufficient knowledge is 6 respondents (10,34%) and insufficient knowledge is 3 respondents (5,18%). The conclusion of this study is that the majority of mothers have knowledge about the management of diarrhea in toddlers in the good category.