Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Daun Katuk
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)

2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun katuk memiliki senyawa aktif meliputi alkaloid, flavonoid, sapoin, steorid, dan tanin. Jumlah rendemen yang dihasilkan dan perolehan senyawa aktif salah satunya dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut. Salah satu pelarut yang biasanya digunakan untuk proses ekstraksi adalah etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut terhadap rendemen yang dihasilkan serta kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak daun katuk. Metode penelitian menggunakan rancangan Post-test Only Design. Pelarut yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah pelarut polar yaitu etanol 70% dan etanol 96%. Serbuk simplisia dimaserasi dengan masing-masing pelarut (perbandingan 1:3) selama 3x24 jam. Filtrat yang didapat kemudian disaring dan didiamkan dengan cara diangin-anginkan sampai terbentuk ekstrak kental. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung rendemennya dan diuji secara statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk. Jika data terdistribusi normal dan homogen dilanjutkan dengan uji parametrik Independent Sample T-Test, namun jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen dilanjutkan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil pengujian skrining fitokimia antara lain uji fenolik, uji alkaloid, uji flavonoid, uji saponin, uji tanin, dan uji terpenoid. Data hasil skrining fitokimia disajikan secara deskriptif.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis

2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Daun katuk memiliki kandungan kimia berupa polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpernoid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun katuk terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan mengetahui potensi aktivitas ekstrak daun katuk sebagai antibakteri terhadap bakteri S. epidermidis dibandingkan dengan siprofloksasin. Metode penelitian menggunakan post test only control group design. Pengujian dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan 8 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak daun katuk konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, siprofloksasin konsentrasi 5µg sebagai kontrol positif, aqua pro injection sebagai kontol negative, dan etanol 96% sebagai kontrol pelarut. Diameter zona hambat yang dihasilkan merupakan data yang akan diukur dan dianalisa berdasarkan Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Pengujian normalitas dan homogenitas menggunakan Shapiro Wilk dan Levene’s test. Data yang terdistibusi normal dan homogen diuji dengan One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference. Data yang tidak terdistribusi normal dan tidak homogen diuji dengan Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan Mann-whitney

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail