Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

394 item publik

Publikasi

Halaman 15 dari 20

Perbandingan Karakteristik Sabun Padat Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Dengan Menggunakan Minyak Sawit dan Minyak Kelapa Murni

PUTRI AYU NURAZIZAH
2024 · Book · Open Access

Banana peel extract can be developed as an active ingredient in solid soap preparation. The characteristics of solid soaps can be influenced by the selection of the type of oil used. This study aims to determine the characteristics of solid soap extract banana peel kepok using palm oil and virgin coconut oil and evaluate the differences in the characteristics of the two preparations. This type of research uses experimental methods Post Test Only Design. Banana peels are extracted by maceration using 70% ethanol. Banana peel extract is used as an active substance in the manufacture of solid soap preparations. Solid soap is made with 2 formulas, namely by using 30 gr palm oil (F1) and solid soap using 30 gr pure coconut oil (F2). The preparation in the characteristic test includes the test organoleptis, pH, foam stability and soap hardness. The texture of F1 is dense, yellowish in color, and the aroma of melon while F2 is soft dense texture, milky white, and melon aroma. pH test results F1 9.95±0.92 and F2 10.30±0.35. The hardness test results of solid soap F1 3.90±0.2 Kg and F2 2.73±0.58 Kg. F1 foam stability test results 78.36±3.41% and F2 92.10±3.93%. The conclusion of this study is that solid soap preparations made have good characteristics. Different types of oil used affect differences in organoleptical yield (texture and color), pH, soap hardness, and foam stability.

Formulasi Dan Uji Fisik Sediaan Gel Sari Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Dengan Basis Karbopol

DINDA KINANTHI WENING SAVITRI
2024 · Book · Open Access

Tomat mengandung senyawa likopen yang berfungsi sebagai antioksidan. Buah tomat dapat dikembangkan sebagai bahan aktif dalam bentuk sari pada pembuatan sediaan gel. Gel dapat dibuat dengan menggunakan gelling agent Karbopol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan gel sari buah tomat dalam bentuk sediaan gel dan mengetahui karakteristik fisik sediaan. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post test only control design. Sari buah tomat digunakan sebagai zat aktif dalam pembuatan sediaan gel dengan konsentrasi 15%. Sedaiaan gel dibuat dengan basis karbopol 1% dalam 2 formula yaitu formula gel dengan penambahan sari buah tomat (F1) dan formula gel tanpa penambahan sari buah tomat (F2). Gel yang diperoleh kemudian dilakukan uji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Data hasil uji organoleptis dan homogenitas di deskripsikan. Untuk data pH dan uji diameter sebar dianalisis menggunakan SPSS 23 dengan taraf kepercayaan 95%. Analisa data diawali dengan uji normalitas data menggunakan Uji Shapiro wilk dan homogenitas data menggunakan Uji Levene. Jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (p<0,05) dilakukan analisa data menggunakan Uji mann whitney. Data hasil uji pH dan diameter sebar yang terdistribusi normal dan homogen (P>0,05), dilakukan analisis dengan menggunakan independent t-test.

Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Common Cold Di Apotek Anugerah 24 Monjali Periode Bulan Februari 2023

SENTIAWANI
2024 · Book · Open Access

Common cold adalah gejala gangguan pernafasan yang ditandani adanyabatuk,bersin-bersin,hidungtersumbat,nyeritenggorokan,demamringandansakitkepala.Commoncolddapatditerapidengancaraswamedikasi.Swamedikasiberartimengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana menjadialternatifyangdiambilmasyarakatuntukmeningkatkanketerjangkauanpengobatan.Tujuanpenelitianiniadalahmengetahuihubungantingkatpendidikandengan pengetahuan masyarakat terhadap obat common cold di Apotek Anugerah24Monjali YogyakartaPeriodeFebruary 2023. Jenispenelitianinitermasukpenelitiannoneksperimentaldenganrancangananalitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study. Sampeladalah pasien yang membeli obat common cold sesua inklusi. Pengumpulan datadilakukandenganmengisikuesioneryangtelahdivalidasidanujireabilitas.Analisisdata yang digunakanmenggunakan metodeujistatisticChi-square

Skrining Fitokimia Fraksi Kloroform Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.)

NOVA RIFKI WIDYASTUTI
2024 · Book · Open Access

Daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol dan titerpenoid. Penarikan senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan cara fraksinasi. Fraksinasi dilakukan dengan pelarut berbeda kepolaran. Fraksi kloroform digunakan untuk menarik senyawa yang larut dalam pelarut non polar. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam fraksi kloroform ekstrak daun pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian posttest only design. Pembuatan fraksi menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan melarutkan ekstrak daun pepaya dalam etanol dan air (1:9). Tambahkan pelarut kloroform, lakukan penggojokan kemudian diamkan hingga terpisah menjadi dua fase. Proses fraksinasi dilakukan hingga fraksi kloroform jernih. Fraksi kloroform yang didapat diuapkan dengan water bath, kemudian dilakukan skrining fitokimia. Pengujian skrining fitokimia menggunakan uji tabung.Hasil penelitian skrining fitokimia menunjukkan fraksi kloroform ekstrak daun papaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin.

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Tetes Mata Di Desa Geparang Purwodadi Kabupaten Purworejo Bulan Februari 2023

FITRI ANDRYANI
2024 · Book · Open Access

Eye drops are sterile preparations in the form of a solution or suspension, used for the eyes, by dripping the drug on the mucous membrane of the eye around the eyelids and eyeball. If eye drops are not used in the right way, they will have an impact on the eyes, such as irritation and other eye disorders. The purpose of this study was to determine the level of public knowledge about the use of eye drops in Geparang Village, Purwodadi, Purworejo district. This type of research is quantitative descriptive observational. Sampling using the method purposive sampling with a sample of 100 respondents. Analysis of knowledge level data using the score of each statement obtained is then calculated using the percentage formula then the calculation results are included in 3 categories, namely good with a percentage (76% - 100%), sufficient percentage (56% - 75%) and less percentage <56 %. The results of this study have a good level of knowledge as many as 50 respondents (50%), sufficient category as many as 33 respondents (33%), less category as many as 17 respondents (17%).

Aktivitas Antioksidan Seduhan Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) dengan Metode DPPH

SAUSAN NABILA RAHMADHANI
2024 · Book · Open Access

Ketapang is a plant that is often found in Indonesia and is widely used as a medicinal plant. Ketapang leaves contain phenolic compounds which are efficacious as antioxidants. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of steeping ketapang leaves in the form of dried simplicia. Antioxidant activity was measured using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl). The sample tested for dried ketapang leaf simplicia was prepared using sieve number 8 and then brewed using distilled water with an initial temperature of 95oC. Brewing is done for 30 minutes and the steeping temperature will drop. Samples of steeping dried ketapang leaves were made with concentration series of 625 ppm, 1250 ppm, 2500 ppm, 5000 ppm and 10,000 ppm. The reference solution used was quercetin with concentration series of 1 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm and 25 ppm. Antioxidant activity testing was carried out using the DPPH method. Antioxidant activity was calculated in the value of % inhibition and IC50 (50% Inhibitory Concentration). The significance of the difference between the sample and the controls was analyzed using SPSS 23. The results showed that steeping ketapang leaves and quercetin had IC50 values of 10,020.79 ± 45.69 and 18.98 ± 0.41, respectively. The DPPH free radical inhibition value indicated that the steeping of ketapang leaves had weaker antioxidant activity than quercetin.

Skrining Fitokimia Fraksi Etil Asetat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.)

ANGGUN NOVI RAHMADHANI
2024 · Book · Open Access

Papaya is an herbal plant that is easily found and used by Indonesian people, especially in the leaves. Papaya leaves have benefits as anti-inflammatory, antidiabetic, anticancer, antimalarial and antibacterial. This study aims to determine the content of secondary metabolites contained in the ethyl acetate fraction of papaya leaf extract. The research method used is a qualitative method in the form of phytochemical screening results from the ethyl acetate fraction of papaya leaf water extract. As much as 10 g of papaya leaf extract dissolved with 50 mL of distilled water, put in a separating funnel and added 50 mL of ethyl acetate, shaken and let stand until separated. Partitioning was carried out until the ethyl acetate phase was clear and then concentrated with a rotary evaporator to obtain the ethyl acetate fraction. The results of the ethyl acetate fraction were tested to identify the content of active metabolites by screening including the identification of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, terpenoids. The test results were then analyzed descriptively.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Daplokan Seyegan Sleman Yogyakarta Tentang Dagusibu Antibiotika Bulan Februari 2023

PRISTIANA HAKIM SAPUTRI
2024 · Book · Open Access

Penggunaan antibiotika dan pengelolaan yang tidak tepat menandakan upaya kesehatan yang dilakukan masyarakat masih rendah. Salah satu faktor dari yang mempengaruhi kurangnya upaya kesehatan masyarakat adalah pengelolaan obat mulai dari cara mendapatkan sampai obat tidak dikonsumsi lagi hingga akhirnya dibuang tidak sepenuhnya dipahami masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Daplokan tentang DAGUSIBU Antibiotika. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden dihitung menggunakan rumus Slovin sebanyak 84 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner yang bersifat tertutup. Kuesioner di analisa menggunakan Excel kemudian di skoring untuk mengetahui pengetahuan masyarakat, kemudian dikelompokan menjadi kategori baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden dengan ketegori kurang sebanyak 27.4%, cukup sebanyak 36.9% dan baik sebanyak 35.7%. Tingkat pengetahuan masyarakat Daplokan tentang DAGUSIBU Antibiotika termasuk dalam kategori cukup dengan persentase 36.9%.

Pola Peresepan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Minggir Sleman Periode Oktober - November 2022

ZUHROTUL MASRUROH
2024 · Book · Open Access

Yogyakarta menepati posisi ke-4 di Indonesia sebagai provinsi dengan kasus hipertensi yang cukup tinggi sebesar 251.100 kasus. Kasus hipertensi menduduki peringkat pertama dari sepuluh besar penyakit yang berada di Puskesmas Minggir. Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak pada morbiditas dan mortalitas masyarakat. Pentingnya pola peresepan secara rasional untuk mengendalikan permasalahan kasus hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Minggir pada periode Oktober – November 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitan metode observasional yang bersifat analitik dengan pengumpulan data secara retrospektif dari resep pasien. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel di Puskesmas Minggir sebanyak 100 resep. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan menggambarkan dan menghitung persentase meliputi karakteristik pasien, jenis dan penggolongan obat antihipertensi dan ketepatan dosis obat antihipertensi berdasarkan Joint National Committee 8 (JNC 8). Hasil penelitian diperoleh bahwa penderita hipertensi di Puskesmas Minggir lebih banyak pada perempuan (71%), pola peresepan obat antihipertensi denhan pengobatan terapi tunggal paling banyak yaitu amlodipin (23%) dari golongan Calcium Channel Blocker (CCB) dan pengobatan dengan terapi kombinasi yaitu amlodipin dengan captopril (23%). Ketepatan dosis obat antihipertensi sebesar 100%.

Formulasi dan Uji Fisik Sediaan Krim Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Dengan Basis Asam Stearat

ERIEKA WINDHI ASTUTI
2024 · Book · Open Access

Buah tomat mengandung antioksidan yang dapat dimanfaatkan dalam sediaan kosmetik. Buah tomat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim untuk mempermudah penggunaan. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat dan mengetahui sifat fisik sediaan krim buah tomat dengan basis asam stearat meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post test only control design. Pasta tomat dibuat dalam 2 formula yaitu formula krim dengan penambahan pasta buah tomat (F1) dan formula krim tanpa penambahan pasta buah tomat (F2). Krim yang diperoleh kemudian dilakukan uji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Warna FI merah muda, bentuk semi padat sedikit kental, bau khas tomat sedangkan warna FII putih, bentuk semi padat kental, tidak berbau. FI dan FII menunjukkan hasil homogen. Hasil pH FI 6,06 ± 0,14 dan FII 6,71 ± 0,15. Hasil uji diameter sebar FI 6,91 ± 0,12 dan FII 6,11 ± 0,38. Hasil pH dan diameter sebar FI dan FII memenuhi persyaratan. Pasta buah tomat yang ditambahkan dalam sediaan krim mempengaruhi hasil uji organoleptis, pH dan diameter sebar. Kesimpulan penelitian yaitu pasta buah tomat dapat dibuat sediaan krim dan menghasilkan sifat fisik yang baik.

Penetapan Kadar Air Simplisia Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Berdasarkan Perbedaan Metode Pengeringan

FARRAH ARFIANA RAHMA TIA
2024 · Book · Open Access

Daun kersen memiliki manfaat sebagai antibakteri, antioksidan, antidiabetes dan antiinflamasi. Pengeringan simplisia daun kersen dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam simplisia. Perbedaan metode pengeringan simplisia dapat mempengaruhi kadar air simplisia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap kadar air simplisia daun kersen. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu eksperimental Postest Only Design. Daun kersen dikeringkan menggunakan 2 metode, yaitu pengeringan sinar matahari dan oven kemudian dilakukan penetapan kadar air menggunakan metode gravimetri. Data kadar air yang diperoleh dibandingkan dengan parameter quality control pengeringan berdasarkan pedoman umum pascapanen tanaman obat kemudian pengujian dilanjutkan dengan uji Independet Sampel T test. Hasil rata-rata nilai kadar air simplisia daun kersen dengan metode pengeringan sinar matahari sebesar 8,07±0,08% dan oven sebesar 7,35±0,05%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar air dan setiap metode pengeringan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan metode pengeringan dapat berpengaruh terhadap kadar air simplisia daun kersen.

Penetapan Kadar Sari Larut Air dan Kadar Sari Larut Etanol Simplisia Daun Kersen (Muntingia calabura L.)

NADANIA ISSNANN ROMADHANI
2024 · Book · Open Access

Daun kersen mengandung senyawa kimia flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Daun kersen memiliki banyak potensi sehingga diperlukan standarisasi salah satunya penetapan kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol simplisia daun kersen. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu posttest only design Simplisia daun kersen dikeringkan dengan metode oven pada suhu 50°C selama 24 jam, kemudian dihaluskan menjadi serbuk. Penetapan kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol menggunakan metode gravimetri. Penetapan hasil pengujian dianalisis secara Posttest only design dan dibandingkan dengan literatur sebelumnya. Hasil rata-rata nilai kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol simplisia daun kersen 4,05% dan 5,75 % . Hasil penelitian menunjukkan kadar sari larut etanol memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan kadar sari larut air sehingga bersifat non polar.

Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera Cordifolia Steen.) pada Mencit Jantan Galur Swiss Yang Diinduksi Aloksan

ANGGITYA NADIA STEVANI
2024 · Book · Open Access

Diabetes Mellitus merupakan penyakit dengan pengobatan sepanjang hidup, sedangkan obat antidiabetes yang dikonsumsi dapat menimbulkan efek samping dalam penggunaan jangka panjang sehingga membutuhkan alternatif terapi dengan tanaman obat tradisional seperti tanaman binahong (Anredera cordifolia Steen.) yang mengandung flavonoid dan saponin, senyawa tersebut mempunyai kemampuan menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek antidiabetes ekstrak etanol daun binahong pada mencit jantan galur swiss yang diinduksi aloksan. Jenis penelitian ini eksperimental dengan metode pre and post test with controlled group design. Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan galur swiss 15 ekor yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok kontrol negatif diberi CMC Na 0,5%, kelompok kontrol positif diberikan glibenklamid dosis 0,65 mg/KgBB, kelompok perlakuan diberikan ekstrak etanol daun binahong dengan dosis 17,5 mg/KgBB. Data kadar gula darah yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 23 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan kadar gula darah sebelum dan setelah induksi aloksan (sig0,05). Peningkatan kadar gula tertinggi setelah diinduksi aloksan pada kelompok ekstrak daun binahong 17,5 mg/KgBB yaitu sebesar 42,4%. Kadar gula darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok ekstrak daun binahong 17,5 mg/KgBB memiliki perbedaan bermakna dengan nilai (sig0,05) sehingga menunjukkan adanya efek penurunan kadar gula darah sebesar 33,4%.

Pengaruh Pebedaan Metode Ekstraksi Terhadap Nilai Rendemen Ekstrak Temu Kunci (Boesenbergia rotunda L.)

BAGASTHIO HILAL RAMADHAN
2024 · Book · Open Access

Rimpang temu kunci merupakan tanaman yang banyak digunakan sebagai bumbu pada masakan. Rimpang temu kunci mengandung kandungan kimia flavonoid, tanin dan saponin. Kandungan kimia Rimpang temu kunci dapat diperoleh dengan cara ekstraksi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai rendemen, yaitu metode ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode ekstraksi terhadap nilai rendemen ekstrak rimpang temu kunci. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental post-test only design. Serbuk simplisia rimpang temu kunci diekstraksi secara maserasi dan remaserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstrak yang diperoleh kemudian diuapkan menggunakan kering angin. Ekstrak kental yang didapatkan kemudian dihitung nilai rendemen. Rendemen yang diperoleh dianalisis dengan uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji homogenitas dengan uji Levene’s test. Jika data terdistribusi normal dan homogen maka dilanjutkan dengan uji Independent Sample T-test sedangkan, jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen kemudian dilakukan dengan uji Mann Whitney.

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis

ANNISA CATURIANI NURFAIDA
2024 · Book · Open Access

INTISARI Daun katuk memiliki kandungan kimia berupa polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpernoid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun katuk terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan mengetahui potensi aktivitas ekstrak daun katuk sebagai antibakteri terhadap bakteri S. epidermidis dibandingkan dengan siprofloksasin. Metode penelitian menggunakan post test only control group design. Pengujian dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan 8 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak daun katuk konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, siprofloksasin konsentrasi 5µg sebagai kontrol positif, aqua pro injection sebagai kontol negative, dan etanol 96% sebagai kontrol pelarut. Diameter zona hambat yang dihasilkan merupakan data yang akan diukur dan dianalisa berdasarkan Clinical and Laboratory Standard Institute (CLSI). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Pengujian normalitas dan homogenitas menggunakan Shapiro Wilk dan Levene’s test. Data yang terdistibusi normal dan homogen diuji dengan One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference. Data yang tidak terdistribusi normal dan tidak homogen diuji dengan Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan Mann-whitney

Penetapan Kadar Air Tepung Pisang Ambon (Musa acuminata Colla) Hasil Pengeringan Oven dengan Metode Gravimetri

ANGGI VIKA NUR WIDYANINGRUM
2024 · Book · Open Access

Pisang ambon mengandung karbohidrat, vitamin A, dan vitamin B6. Pisang ambon memiliki rasa dan aroma yang khas, tetapi mudah sekali rusak sehingga perlu diolah menjadi bahan lebih awet dan memiliki waktu simpan yang lebih lama. salah satu cara untuk mengawetkan pisang ambon adalah dibuat menjadi tepung pisang. Proses pembuatan tepung pisang ambon dipengaruhi oleh kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air dari tepung pisang ambon. Penelitian ini menggunakan metode posttest only design. Buah pisang ambon diolah menjadi tepung pisang dengan pengeringan oven pada suhu 60oC kemudian diayak dengan mesh 80, dan serbuk yang diperoleh dilakukan pengujian kadar air. Hasil kadar air yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan SNI 01-3841-1995.

Pola Peresepan Obat Antidiabetik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Pandak 1 Bantul Periode Tahun 2022

AMALLIA RANI WIJAYANTI
2024 · Book · Open Access

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena tidak dapat memproduksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Farmakoterapi diabetes mellitus tipe II yang sering digunakan yaitu obat golongan biguanida (Metformin), golongan sulfonilurea (Glibenklamid, glimepirid) dan golongan inhibitor α- glukosidase (Acarbose). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 Bantul periode tahun 2022. Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pengambilan data rekam medis secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pandak 1 dengan sampel sebanyak 90 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu sampling purposive. Data yang diperoleh berupa jenis kelamin, usia, nama obat dan golongan obat, kemudian dianalisa secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk diagram. Pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 terdiri dari penggunaan obat diabetes mellitus secara tunggal yaitu metformin 500 mg sebanyak 73,33%, glimepirid 2 mg 24,45% dan glibenklamid 5 mg sebanyak 2,22%. Persentase obat golongan biguanida 73,33% dan golongan sulfonilurea 26,67%. Pola peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Pandak 1 dengan pengobatan tunggal paling banyak menggunakan obat metformin 500 mg dengan persentase sebesar 73,33% (Golongan biguanida).

Pola Peresepan Obat Hipertensi di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta Periode Tahun 2022

ERLISA IKA YUNI PRAMESTI
2024 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan keadaan di mana suatu tekanan darah sistolik lebih tinggi atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih tinggi atau sama dengan 90 mmHg. Jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan meningkat yaitu sekitar 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Farmakoterapi hipertensi yang sering diguankan yaitu golongan diuretik (furosemide), ACE Inhibitor (captopril), ARB (candesartan), canal calsium bloker (amlodipine), dan beta-bloker (propanolol). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pola peresepan obat hipertensi di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif mengenai pola peresepan obat pasien hipertensi pada bulan Januari-Desember 2022. Data dapat dianalisis secara dekskriptif kuantitatif, hasil data disajikan dengan persentase dalam bentuk diagram tentang pola peresepan obat hipertensi di Puskesmas Pandak 1 Bantul Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki (29,69%) perempuan (70,31%), berdasarkan usia paling banyak yaitu usia 46-65 tahun (58,13%). Pola peresepan obat hipertensi berdasarkan jenis obat yang paling banyak diresepkan yaitu amlodipine 5 mg mencapai (81,86%), sedangkan golongan paling banyak yaitu CCB (82,19%).

Gambaran Peresepan Obat Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Imogiri I Bantul Yogyakarta Periode Agustus - Desember 2022

ADILA NUR AMALINA
2024 · Book · Open Access

Diabetes mellitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemi yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Prevalensi terjadinya penyakit diabetes mellitus di Indonesia terus meningkat serta termasuk ke dalam 10 besar penyakit di puskesmas Kabupaten Bantul. Selain itu, penyakit diabetes mellitus juga masuk ke dalam 5 besar penyakit di Puskesmas Imogiri I. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran peresepan obat diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Imogiri I periode Agustus - Desember 2022.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non-eksperimental dengan pengumpulan data rekam medis pasien diabetes mellitus tipe II secara retrospektif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif disajikan dengan persentase dalam bentuk diagram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes mellitus tipe II paling banyak berjenis kelamin perempuan (31%) dengan rentang usia paling banyak yaitu 46-65 tahun (57%). Gambaran peresepan obat pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Imogiri I terdiri dari penggunaan obat diabetes mellitus secara tunggal yaitu golongan biguanida (Metformin) sebanyak 95% dan golongan sulfonilurea (Glimepirid) sebanyak 5%. Dapat disimpulkan bahwa obat yang paling banyak diresepkan kepada pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Imogiri I dengan pengobatan secara tunggal adalah metformin sebanyak 95% yang termasuk ke dalam golongan biguanida.

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Antasida di Dusun Semoya, Sleman Bulan Februari 2023.

NANDA PUTRI RAHMAWATI
2024 · Book · Open Access

Antasida merupakan obat yang banyak digunakan untuk pengobatan sendiri atau swamedikasi dan cukup mudah didapatkan dipasaran. Penelitian sebelumnya yang dilakukan di dusun kepek bantul didapatkan 48 responden dengan pengetahuan mengenai penggunaan obat antasida dengan kategori kurang sebesar 50,53%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat antasida di Dusun Semoya, Sleman bulan Februari 2023. Metode penelitian ini berjenis observasional deskriptif dengan pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 90 responden di Dusun Semoya bulan Februari 2023. Data yang diamati meliputi tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat antasida di Dusun Semoya, bulan Februari 2023. Analisa data yang dilakukan pada penelitian yaitu dengan menghitung nilai persentase jawaban benar pada bagian kesioner, kemudian tingkat pengetahuan dikategorikan kedalam kategori baik, cukup, kurang.