Pengaruh Perbedaan Metode Pengeringan Terhadap Kadar Air Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.)

Publikasi Unusia

Pengaruh Perbedaan Metode Pengeringan Terhadap Kadar Air Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.)

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.author DHARU ASSATUTI NURWIJAYANTI
dc.date.accessioned 2026-06-15T03:59:03Z
dc.date.available 2026-06-15T03:59:03Z
dc.date.copyright
dc.date.issued 2024-01-02
dc.identifier.isbn NIM:2011067004
dc.identifier.isbn
dc.identifier.issn
dc.identifier.other 2023-23332-0001
dc.identifier.uri
dc.identifier.uri https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/627
dc.description.abstract Daun alpukat perlu diekstraksi untuk mengambil kandungan kimia di dalamnya, yaitu alkaloid, flavonoid, saponon, tanin dan terpenoid. Ekstrak yang dihasilkan perlu distandarisasi, salah satunya dengan penetapan kadar air. Kadar air dapat dipengaruhi oleh perbedaan metode pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap kadar air ekstrak daun alpukat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental posttest only design. Daun alpukat dikeringkan dengan tiga metode pengeringan, yaitu sinar matahari, kering angin, dan oven suhu 40C. Daun alpukat diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun alpukat ditetapkan kadar airnya secara gravimetri. Kadar air ekstrak daun alpukat dibandingkan dengan persyaratan pada Farmakope Herbal Indonesia edisi II, yaitu tidak lebih dari 10% dan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene’s test dengan taraf kepercayaan 95%. Data terdistribusi normal dan homogen (p>0,05) dilakukan uji One Way Annova. Hasil penetapan kadar air ekstrak daun alpukat dengan metode pengeringan kering angin sebesar 9,140,23%, sinar matahari sebesar 8,070,07% dan oven suhu 40C sebesar 5,920,19%. Hasil kadar air memenuhi persyaratan sesuai Farmakope Indonesia edisi II. Hasil analisis menggunakan SPSS menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada setiap metode pengeringan. Kesimpulan penelitian ini yaitu perbedaan metode pengeringan berpengaruh terhadap kadar air ekstrak daun alpukat.
dc.format Text
dc.language Indonesia
dc.publisher AKADEMI FARMASI INDONESIA YOGYAKARTA
dc.subject.ddc 615
dc.subject.ddc 615
dc.title Pengaruh Perbedaan Metode Pengeringan Terhadap Kadar Air Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.)
dc.type Tugas Akhir


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat

Tidak ada file yang diasosiasikan dengan item ini.

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya